author-banner
Redezilzie
Redezilzie
Author

Novel-novel oleh Redezilzie

Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Enam tahun lalu, Azalea Rosela Adhyasa (Zea) ditinggalkan. Arkan Elvano Akmal, lelaki yang berlutut melamarnya di tepi pantai, menghilang tanpa kabar, membawa serta semua janji masa depan. Zea berjuang keras untuk bangkit, memilih karier sebagai perisai dari hati yang hancur. Tepat saat ia merasa sudah menemukan 'closure' dan ketenangan, Arkan kembali. Dia muncul sebagai klien utamanya: lebih matang, lebih mapan, dan... sama sekali tidak mengenalinya. Arkan, yang kini ditemani tunangan yang posesif, memperlakukan Zea hanya sebagai eksekutif pemasaran profesional. Sementara Zea berusaha keras menolak tarikan masa lalu demi kariernya, tunangan Arkan, Naya, mulai melihat ancaman. Sebuah pesan singkat dari Zea, yang hanya tersimpan sebagai 'Z' dengan emotikon hati putih di ponsel Arkan, membuat Naya menyadari, bahwa ingatan Arkan mungkin tidak 'hilang' sepenuhnya, hanya tertidur. Mampukah Zea melepaskan cintanya yang kembali datang tanpa membawa ingatan? Atau haruskah ia berdiri di sana, menunggu lelaki yang ia cintai untuk mengingatnya kembali di tengah permainan Naya yang semakin intens?
Baca
Chapter: BAB 127 - Obrolan Malam
BAB 127“Eeh…, tapi ya Mas….” Zea berusaha meralat ucapannya, “I-ini tuh baru kejadian sekarang ya, yang kemarin, di kantor sebelumnya tuh nggak pernah ada sabotase sabotase kayak gini….” Jelasnya gugup.Ibra tertawa, “Kamu mikir apa emang, hmmm…?” Tanya lelaki di seberang dengan suara baritonnya.Zea menggeleng, tanpa menyadari bahwa Ibra tak bisa melihatnya, “Nggak mikir apa-apa,kok,” elaknya.Tawa Ibra makin keras, “Kamu tuh nggak jago bohong, tau nggak?”Zea meringis, menahan malu karena merasa ketahuan, “Apaan sih? Bohong apaan? Aku cuma takut kamu mikir kantorku nggak beres, padahal nggak kayak gitu.” Ia bersungut-sungut.“Yang mikir kayak gitu itu kamu,” Ibra berujar gemas, “Aku nggak ada mikir begitu.”Zea mengatupkan bibirnya rapat, tak bisa membalas ucapan Ibra.“Kamu tuh suka overthinking, aku kan udah bilang kalo aku nggak akan komentar apa pun….” lanjut Ibra.“Iya, aku tau, kan aku bi
Terakhir Diperbarui: 2026-05-09
Chapter: BAB 126 - Galau
BAB 126Zea tiba di kosan dengan tubuh dan pikiran yang luar biasa letih. Ia meletakkan tasnya asal lalu melemparkan diri ke kasur yang langsung berderit pelan seperti sedang mengerang menahan bobot tubuhnya. Berharap dengan berbaring, setidaknya ia dapat menghilangkan sedikit keletihannya. Zea memejamkan matanya erat-erat. Langit-langit kamar kosnya yang putih kusam seolah berputar. Udara pesisir utara yang lembab dan panas masih terasa menempel di kulitnya, bercampur dengan debu proyek dan sisa-sisa ketegangan dari konfrontasi dengan Sandra dan Pak Dirga tadi siang.Namun, di balik kelopak matanya yang tertutup, bukan wajah merah padam Pak Dirga atau tatapan tajam Sandra yang muncul. Melainkan siluet seorang pria yang ia lihat tadi.Arkan.Nama itu bergema di kepalanya.Zea berguling ke samping, memeluk bantal gulingnya erat-erat, mencoba mengusir bayangan itu.“Masa sih itu Mas Arkan….” bisiknya pada diri s
Terakhir Diperbarui: 2026-05-08
Chapter: BAB 125 - Pesisir Utara
BAB 125Matahari di pesisir utara Pulau B terasa seperti oven yang dinyalakan ke suhu maksimal. Bersama yang lain, Zea melangkah turun dari mobil, merasakan pasir halus menyusup ke sela sepatunya. Di depannya, bangunan megah *Royal Grand Resort & Spa* berdiri cantik dan elegan secara bersamaan.Cukup kontras dengan suasana di sekitarnya, di area proyek yang tampak kacau. Beberapa truk pengangkut terlihat parkir di sana sini. Beberapa orang juga terdengar saling berteriak memberikan instruksi entah apa, karena saling tumpang tindih.Sandra melangkah di depan rombongan kecil mereka dengan gerakan anggun yang terlihat dibuat-buat di mata Zea. Perempuan itu mengenakan kacamata hitam besar, seakan menyembunyikan tatapan predatornya di balik lensa gelap. Di belakangnya, Zea, Reni, dan Beni mengekor seperti ajudan yang sedang mengiringi ke medan perang."Ingat, Zea," Sandra berbisik tanpa m
Terakhir Diperbarui: 2026-05-06
Chapter: BAB 124 - Sepahit Empedu
BAB 124Zea menelan ludahnya kembali. Ia sungguh-sungguh tidak mengetahui perihal ini. Meski akun yang mengeluarkan perintah tersebut adalah akunnya, tapi Zea merasa yakin kalau bukan dia yang melakukan hal itu.“Dibatalkan? Dan spesifikasinya diubah? Pak, saya sungguh tidak mengetahui perihal ini. Saya baru saja membuka sistem pagi ini dan melihat notifikasi merah itu. Saya… saya bahkan berencana melaporkannya pada Bapak sesegera mungkin.”“Apa mksud kamu? Kamu nggak tahu?” Pak Hendra memajukan tubuhnya, menatap Zea dengan penuh intimidasi.Zea menggeleng lemah namun tegas. “Meski yang melakukan perubahan itu tercatat atas nama akun saya, tapi saya bersumpah Pak, .bukan saya yang melakukannya. Kemarin sore saya fokus mempelajari company profile vendor bersama Reni dan Beni.”“Sistem tidak bohong, Zea! Instruksi perubahan spesifikasi itu keluar dari akun milik kamu. Kamu pikir karena kamu orang pusat, kamu bisa seenaknya menguba
Terakhir Diperbarui: 2026-05-05
Chapter: BAB 123 - Sabotase?
BAB 123Cahaya matahari pagi pulau B masuk menembus jajaran jendela di lantai dua gedung tempat Zea berkantor. Sinarnya terasa lebih tajam dari yang biasa Zea temui di kota tempat tinggalnya dulu. Gadis itu berdiri di pantry kecil, sambil mengaduk kopinya perlahan. Aroma kafein yang kuat beradu dengan sisa-sisa aroma laut, yang entah bagaimana berhasil menyusup masuk melalui kisi-kisi pendingin ruangan, benar-benar sukses membangun mood baiknya.Sisa percakapan dengan Ibra semalam masih membekas di kepalanya. Hatinya benar-benar tersentuh oleh semua perlakuan lelaki itu padanya. Ucapannya dan… kiriman makanannya.Ketenangan yang menyelimuti dadanya itulah yang membuat tidurnya terasa lebih nyenyak, meski ia berada di tempat yang sama sekali baru.Zea melangkah menuju meja kerjanya. Kantor masih sepi, hanya ada beberapa orang ditemani dengung pendingin ruangan dan suara mesin fotokopi yang baru dipanaskan di sudut ruangan.
Terakhir Diperbarui: 2026-05-04
Chapter: BAB 122 - Hangat Di Tengah Dingin
BAB 122 Zea berguling ke kiri dan kanan, berusaha menyamankan dirinya ke posisi uwenak. Sekaligus untuk meredakan pegal yang merambat di sekujur punggungnya. Kamar ini kecil, dindingnya putih bersih tanpa hiasan, dan hanya ada suara putaran kipas angin yang membelah keheningan malam di Pulau B. Namun, bagi Zea, kesunyian ini adalah kemewahan setelah seharian telinganya "dicuci" oleh suara tajam Sandra. Selain dari Ibra, juga ada pesan dari kedua sahabatnya. Melihat nama mereka membuat Zea merasakan setetes rasa rindu mendadak merembes di sudut hati. Ia merasa sangat jauh. Dengan sedikit emosional, yang membalas pesan keduanya di grup chat pribadi mereka. Meluapkan kekesalannya pada Sandra juga penyesalannya karena telah menyulitkan Anton, hanya demi ego mencari kenyamanan pribadi. Lalu, jarinya terhenti sejenak. Ada satu hal lagi yang mengganjal di benaknya. “Tadi aku ketemu Arkan di bandara,” tulisnya perlahan. Zea menceritakan pertemuan singkat yang tak direncanakan i
Terakhir Diperbarui: 2026-05-03
Anda juga akan menyukai
My Cold Husband Is A CEO
My Cold Husband Is A CEO
Romansa · Shova Nst
29.2K Dibaca
Idola Ranjang
Idola Ranjang
Romansa · Riski Hakiki
29.2K Dibaca
Disangka Masih Hilang Ingatan
Disangka Masih Hilang Ingatan
Romansa · Kom Komala
29.2K Dibaca
Wanita Simpanan 2 CEO
Wanita Simpanan 2 CEO
Romansa · Marrygoldie
29.0K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status