Mag-log inEnam tahun lalu, Azalea Rosela Adhyasa (Zea) ditinggalkan. Arkan Elvano Akmal, lelaki yang berlutut melamarnya di tepi pantai, menghilang tanpa kabar, membawa serta semua janji masa depan. Zea berjuang keras untuk bangkit, memilih karier sebagai perisai dari hati yang hancur. Tepat saat ia merasa sudah menemukan 'closure' dan ketenangan, Arkan kembali. Dia muncul sebagai klien utamanya: lebih matang, lebih mapan, dan... sama sekali tidak mengenalinya. Arkan, yang kini ditemani tunangan yang posesif, memperlakukan Zea hanya sebagai eksekutif pemasaran profesional. Sementara Zea berusaha keras menolak tarikan masa lalu demi kariernya, tunangan Arkan, Naya, mulai melihat ancaman. Sebuah pesan singkat dari Zea, yang hanya tersimpan sebagai 'Z' dengan emotikon hati putih di ponsel Arkan, membuat Naya menyadari, bahwa ingatan Arkan mungkin tidak 'hilang' sepenuhnya, hanya tertidur. Mampukah Zea melepaskan cintanya yang kembali datang tanpa membawa ingatan? Atau haruskah ia berdiri di sana, menunggu lelaki yang ia cintai untuk mengingatnya kembali di tengah permainan Naya yang semakin intens?
view moreBAB 140 Pagi bahkan belum sepenuhnya meninggi, tetapi kafe di puncak bukit itu sudah tampak hidup dengan dekorasi cantik yang menyatu manis dengan alam di sekitarnya.Di atas hamparan rumput hijau yang membentang, berdiri satu set meja dan kursi bernuansa putih gading, dihiasi lengkungan-lengkungan elegan serta rangkaian bunga kecil yang tersusun lembut di tiap sisi.Kain-kain putih menjuntai dari atas kanopi, bergerak perlahan tertiup angin pagi, membuat suasana terasa hangat tanpa kesan berlebihan. Di belakangnya, pelaminan berdiri anggun menyatu dengan alam sekitar, memberi kesan mewah yang tetap tenang dan tidak kaku.Alunan musik lembut mengisi udara yang masih sejuk, sementara aroma mentega panggang menguar hangat ke berbagai penjuru, menggoda siapa pun yang tengah sibuk hilir mudik mempersiapkan acara hari itu.Tak jauh dari sana, di dalam kamar utama rumah bergaya hangat nan asri itu, Zea berdiri di depan cermin be
BAB 139Di dalam perjalanan pulang, keheningan yang mencekam menyelimuti kabin mobil SUV keluaran Eropa milik Ibra. Zea tampak terdiam, melemparkan tatapan kosong ke luar jendela, memandangi lalu lalang kendaraan yang bergerak cepat di balik kaca.Benaknya riuh, dipenuhi oleh kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa dilakukan oleh orang tua Naya terhadap dirinya maupun keluarganya di kampung halaman.Ancaman terselubung di restoran tadi bukan sekadar gertak sambal. Mereka punya uang, koneksi, dan kuasa untuk membalikkan fakta hukum. Kini, kubah perlindungan dari Ibra berupa pernikahan mendadak terdengar sangat masuk akal.Namun, jauh di lubuk hatinya, Zea tetap berharap ada jalan keluar lain. Sebuah celah alternatif selain dua penawaran ekstrem yang disodorkan kepadanya. Membiarkan Naya bebas setelah semua kejahatan yang dilakukannya kepada Zea atau menyerahkan seluruh hidupnya dalam ikatan pernikahan bisnis bersa
BAB 138Ibra menolak mentah-mentah pengaturan pertemuan yang diajukan kedua orang tua Naya.Lelaki itu entah bagaimana caranya berhasil mengambil alih kendali, merubah waktu dan tempat pertemuan ke keesokan harinya, pada jam makan siang, di sebuah ruang VIP restoran hotel bintang lima.Zea yang memang sudah pasrah, memilih mempercayai dan mengikuti keputusan lelaki itu.Satu yang pasti, Ibra tidak datang untuk bernegosiasi dengan tangan kosong.Saat pintu ruang VIP itu dibuka, kedua orang tua Naya yang sudah duduk di dalam tampak terkejut, ketika mereka tak hanya melihat Zea dan Ibra, melainkan juga tiga orang pria bersetelan necis dengan tas kerja premium di belakang keduanya. Mereka adalah tim pengacara korporat terbaik yang disewa langsung oleh Ibra."Selamat siang, Tuan dan Nyonya," sapa Ibra, suaranya terdengar dingin meski dilengkapi bibir yang melengkungkan senyuman datar. Ia menarikkan kursi untuk
BAB 137Lengkingan teriakan Naya-lah yang menyadarkan Arkan. Menariknya dari kegelapan pekat. Gelora emosi wanita itu menyentuh jiwanya yang tertidur. Menggapai kesadarannya yang telah berhari-hari mati rasa.Ketika akhirnya hal itu perlahan mencapainya, kelopak matanya yang terasa berat perlahan bergetar. Hal pertama yang ditangkap oleh rungunya adalah suara lembut seseorang yang sangat ia rindukan.Zea.Suara gadis itu terdengar begitu dekat, nyata, dan hangat. Jantung Arkan berdenyut liar, memberikan pasokan energi instan yang memicu otaknya untuk bekerja kembali.Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sepersekian detik.Lamat-lamat, sebuah suara bariton menimpali ucapan Zea. Nadanya tegas, namun tenang, dan sarat akan keintiman. Seakan pemiliknya begitu dekat, begitu akrab dengan Zea. Rasa tidak suka mendadak membakar dada Arkan, sebuah sengatan cemburu yang lebih menyakitkan daripada luka robek di bahunya.
Malam ini adalah malam peresmian Kafe. Bukan, bukan kafe Arkan, tapi kafe milik Nadya, sahabat Zea. “Jadi sekarang kita punya tempat nongkrong resmi nih.” Ujar Vivid.“Yep, lebih tepatnya satu tempat lagi, selain warung bakso Mang Usep,” tukas Nadya sambil terkekeh.“S
Naya sudah duduk hampir dua jam di meja di dekat pintu masuk. Tempat yang saat ini paling nyaman di kafe yang belum terbentuk sempurna itu, sembari mengawasi para pekerja.Tidak betul-betul mengawasi sih, karena sudah ada penanggung jawab untuk itu. Jadi dia hanya dia menatap, tanpa
Zea terus bergumam panik. Antara takut gelap, dan takut Arkan klien yang sedang berada dalam tanggung jawabnya terluka.Hingga ia bahkan tak menyadari telah berdiri terlalu dekat, hingga Arkan dapat membaui aroma shampo yang dipakainya tadi pagi.Juga tak menyadari bahwa diam-di
“Hai Sayang…,” rungu Zea menangkap suara manja dari ujung sambungan. Seketika ia membeku.“H-hai…” terdengar Arkan menjawab. Tergagap.“Kangeen…,” kata suara manja itu lagi. Lalu terdengar bunyi seperti, “Muaach.”Lalu sambungan tiba-tiba terputus. Zea masih terpaku. Sa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore