Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!
Aku mencintai suamiku, mengejarnya seperti anjing gila, menurutinya bagai budak rendahan. Tapi di hari aku tahu selingkuhannya tengah hamil anaknya dan ingin merebut posisiku sebagai Marchioness, selingkuhannya membunuhku.
Namun, aku hidup kembali tepat di hari pernikahan kami. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku mengganti calon pengantin pria di hari itu juga! Sang Duke dari Utara, yang kabarnya tak ada wanita yang bisa mendekatinya, bersedia untuk menikahiku.
Anehnya, semakin aku menjauh dari mantan suamiku, semakin dia mengejarku gila-gilaan! Tapi suami baruku memelukku dengan posesif, "Tak akan kubiarkan sampah ini menyentuh istriku, bahkan seujung helai rambut pun!"
Read
Chapter: BAB 146 :Adel hanya diam saat sang ayah meneriakinya dengan berbagai macam kata-kata kasar. Kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan seorang ayah kepada anaknya. Tidak boleh juga diucapkan seorang kaisar kepada putrinya.Kata-kata yang bahkan dilarang oleh peraturan bangsawan itu sendiri. Namun, sang kaisar melanggarnya."Kau harus menikah dengannya, atau kau ingin melepaskan status Tuan Putri itu? Dan hidup sebagai rakyat jelata, kau ingin?" Sang Kaisar mengancam dengan wajah serius. Rahangnya mengeras, wajahnya memerah, tenggorokannya menegang, terus berbicara dengan nada tinggi kepada putrinya."..."Adel hanya diam. Dia tidak bisa memilih. Memang benar dia tidak ingin menikah dengan pangeran itu, tetapi hidup sebagai rakyat jelata?Bukan Adel tidak ingin, tetapi dia tidak siap. Dia sungguh tidak bisa. Dia pernah mencobanya, hidup sebagai rakyat jelata, jauh di penghujung tanah perbatasan.Sungguh, dia tidak mampu.Hidup bersusah payah, berbaur dengan para rakyat lainnya, belum lagi ancama
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: BAB 145"Tuan Duke?"Aline refleks mengusap air matanya. Dia berjalan perlahan menuju Daryl."Benarkah Anda menangis karena saya?" Daryl langsung bertanya pada intinya. Agak meyakinkan memang, melihat Aline yang baru saja menangis. Itu terlihat jelas dari wajahnya."Tidak. Itu tidak benar." Aline langsung menggeleng cepat.Dia berbohong.Tapi apakah Daryl sadar akan kebohongan itu?Aline punya alasan yang masuk akal untuk berbohong.Dia tidak ingin lagi menangis karena seorang pria. Jika memang benar sekalipun dia menangis, dia tidak ingin siapa pun tahu. Ini soal harga dirinya.Biarkan dia sendiri yang tahu bahwa dia menangis karena Daryl. Sampai mati pun, Aline tidak ingin Daryl mengetahuinya."Tapi Anda baru saja menangis?" Daryl mencoba berjalan mendekat. Tangannya sedikit terangkat, bersiap menyentuh pipi Aline.Namun, Aline mundur satu langkah. Dia tidak ingin disentuh oleh Daryl sekarang. Hatinya tidak mau. Bahkan untuk melihat Daryl saat ini pun dia tidak ingin."Saya memang menangis,
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: BAB 144Daryl berjalan menuju kudanya. Dia harus pergi ke suatu tempat. Kepalanya terasa penuh, dia butuh tempat yang tenang.Namun, langkahnya melambat saat melihat Baron Shanzai ada di sana, sedang memberi makan kudanya. Tampak tenang, kuda Daryl yang terkenal sangat sulit ditaklukkan malah terlihat manja di bawah belaian sang Baron."Kalau Anda ingin meminta saya membatalkan pernikahan saya dengan Lady Shanzai, saya menolak. Saya tidak punya waktu untuk membahas ini lagi," ucap Daryl lebih dulu, mengingat pertemuan mereka memang selalu seputar pembicaraan itu."Karena sekarang saya akan menemui Yang Mulia Kaisar untuk memberitahunya bahwa aku dan Lady Shanzai akan segera menikah. Akan lebih bagus jika Anda membantu kami mempersiapkan pernikahan itu." Daryl tersenyum tipis. Dia agak kesal melihat sang Baron.Padahal demi siapa dia berkuda siang dan malam untuk sampai ke sini."Apakah Anda puas?" Baron tidak melirik Daryl. Dia tetap tenang di tempatnya.Namun, pertanyaan itu terasa ambigu, s
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: BAB 143Daryl diam.Dia tidak pernah benar-benar memikirkan ini sebelumnya. Dia juga tidak menyangka akan menerima pertanyaan itu dari Aline.Mencintai.Apa Daryl sungguh mencintai Aline?Sejujurnya, Daryl juga tidak mengerti apa yang benar-benar disebut sebagai cinta.Dia diam sejenak. Pertanyaan dari Aline sukses membuatnya terdiam beberapa saat.Dia kembali menatap Aline."Kenapa Lady berpikir seperti itu?" Daryl kembali tenang. Dia menatap Aline dengan tenang. Kegundahan yang tadi sempat mengacaukan pikirannya perlahan dia singkirkan satu per satu."Karena Anda begitu baik pada saya, perhatian, dan memikirkan perasaan serta pendapat saya." Aline menjawab dengan senyum manis, walau sebenarnya agak gugup.Jantungnya berdetak tidak beraturan, wajahnya memerah panas, air mata nyaris keluar karena debaran jantungnya yang jauh lebih cepat dari biasanya."Itu memang tugas seorang tunangan. Anda adalah tunangan saya, sudah sepantasnya Anda mendapatkan itu semua." jawab Daryl dengan wajah tenang,
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: BAB 142"Anda di sini?" Aline datang, lalu duduk tepat di hadapan Daryl.Keduanya duduk di gazebo belakang rumah, dekat danau yang dikelilingi banyak pohon. Pemandangan indah, dengan udara yang menyegarkan. Angin sore itu terasa menyejukkan, namun bisakah mendinginkan suasana?"Tidak pergi menemui Yang Mulia Kaisar? Setelah Anda sampai, Anda tidak pergi ke mana pun." lanjut Aline, memandang Daryl dengan senyuman tipis."Apa kau ingin mengusirku, persis seperti yang Baron lakukan?" Daryl menjawab sinis. Entahlah, beberapa hari ini memang tampaknya Kakek dan Daryl sering berdebat dan bersitegang.Sepertinya Aline tahu masalah apa itu, tetapi dia tidak tahu hubungan mereka akan semakin memburuk setiap harinya."Mana mungkin?" Aline tersenyum tipis. Dia sedikit memiringkan kepalanya."Mana mungkin saya mengusir calon suami saya yang datang berkuda siang dan malam jauh dari Utara sana hanya untuk menemui saya. Saya tidak seburuk itu, Yang Mulia." Tatapan Aline dalam, menusuk, penuh maksud. Yang pa
Last Updated: 2026-06-17
Chapter: BAB 141Sasya terdiam di kereta kudanya. Dia bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia memegang sapu tangannya erat. Tepat setelah dia melihat wanita itu, seorang pelayan datang dan langsung memintanya untuk kembali pulang. Atas perintah Nona Karin, katanya. Terasa aneh, sebab sebelumnya Karin malah mendesaknya untuk segera menyelesaikan lukisan itu. Tiba-tiba dia disuruh kembali? Sasya hanya menghela napas panjang. Namun, ada satu hal yang dia tahu sekarang. Setidaknya, wanita yang dia temui di danau itu bukan orang asing. "Kalau Nona Karin mengenalnya, mungkin nanti aku juga akan kenal, kan?" Dia mencoba berpikir positif. Sesaat, sebelum dia menyadari hal lainnya, bahwa selama ini dia tidak pernah benar-benar diperkenalkan kepada para lady. Sudah berbulan-bulan, berbagai macam pesta teh telah Karin hadiri, tetapi tak sekalipun dia mengajak Sasya. Sasya tidak pernah benar-benar bergaul dengan lady lainnya. Dia bahkan ragu, apakah lady lain mengenal dirinya? "Tapi, setidaknya u
Last Updated: 2026-06-16