author-banner
S H Y
S H Y
Author

Novels by S H Y

Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

Aku mencintai suamiku, mengejarnya seperti anjing gila, menurutinya bagai budak rendahan. Tapi di hari aku tahu selingkuhannya tengah hamil anaknya dan ingin merebut posisiku sebagai Marchioness, selingkuhannya membunuhku. Namun, aku hidup kembali tepat di hari pernikahan kami. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku mengganti calon pengantin pria di hari itu juga! Sang Duke dari Utara, yang kabarnya tak ada wanita yang bisa mendekatinya, bersedia untuk menikahiku. Anehnya, semakin aku menjauh dari mantan suamiku, semakin dia mengejarku gila-gilaan! Tapi suami baruku memelukku dengan posesif, "Tak akan kubiarkan sampah ini menyentuh istriku, bahkan seujung helai rambut pun!"
Read
Chapter: BAB 155
Akhirnya Adel duduk bersama Sasya di bawah pohon. Keduanya memandang danau yang sama, begitu indah di sore hari seperti ini. Pantulan sinar matahari berwarna jingga tampak menyegarkan mata mereka.Mereka memang sudah sedikit mengobrol. Sasya memperkenalkan diri sebagai salah satu lady, bahkan sebagai salah satu teman Karin.Sedangkan Adel? Dia masih bungkam. Dia hanya memperkenalkan diri sebagai seorang lady yang merupakan teman Karin. Dia juga tidak mengaku kalau dirinya adalah seorang putri."Kau bilang kau adalah teman dekat Lady Granners, kan? Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu di beberapa pesta teh?" Adel mengernyit. Dia masih heran akan hal itu."Karena saya tidak pernah datang ke pesta teh ataupun pesta apa pun. Lady Granners melarang saya untuk ikut. Katanya, dia akan mengadakan pesta teh di kediamannya, khusus untuk memperkenalkan saya nantinya," jawab Sasya jujur, tanpa kebohongan sedikit pun, sesuai dengan apa yang dia alami dan yang Karin janjikan selama ini."Aneh. It
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: BAB 154
Aline masuk ke kamar kakeknya. Awalnya dia ingin bertanya beberapa hal, soal kelanjutan masalah dengan Haren. Namun, kamar itu kosong, tidak ada sang kakek di dalamnya. "Tidak, aku tidak mau keluar, ada Tuan Duke di rumah ini. Aku tidak mau bertemu dengannya dulu." Gumam gadis itu. Dia memilih duduk di meja kerja kakeknya sembari menunggu kedatangan sang kakek yang entah pergi ke mana. Dia tidak ingin bertemu Daryl, sengaja dia hindari karena perkara terakhir kali. Belakangan ini Aline tidak nyaman bertemu Daryl. Padahal dulu dia sangat merindukan pria itu saat berjauhan. Namun sekarang, rasanya aneh. Aline tidak mau bertemu dengannya, takut tidak bisa mengontrol perasaan dan ekspresinya. "Kakek ke mana, ya? Matahari sudah tinggi, pergi juga tidak pamit." Aline mondar-mandir dengan gelisah. Satu-satunya orang yang tahu Aline ada di sini hanyalah Sienna. Soalnya Aline yang memintanya mencari kakek, sekaligus mengabari kalau Aline ada di kamarnya karena ada beberapa hal yang per
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: BAB 153
Sasya kembali ke danau di kampung halamannya. Dia mengabaikan semua surat dari Karin dan hal-hal lain yang mengganggu dirinya. Dia tidak lagi peduli pada perintah Tuan dan Nyonya di kediamannya.Dia hanya ingin sendiri.Menenangkan diri.Dia akhirnya tahu kalau Karin memang sengaja tidak mengajaknya ke pesta teh. Kenapa? Alasan yang masih belum dia tahu."Apa karena aku jelek? Apa karena aku putri haram? Atau karena aku memang bukan bangsawan?"Bertubi-tubi pertanyaan itu dia berikan, tetapi tak ada jawaban. Cukup menyakitkan, membuatnya sesak napas. Padahal dia sudah tahu jawabannya, dia juga tahu akhirnya. Namun, dia tidak tahu kalau rasa kecewa ternyata semenyakitkan ini.Srkkk!!Tiba-tiba terdengar suara rumput bergoyang. Ada seseorang yang datang.Perhatian Sasya langsung tertuju pada asal suara. Dia memegang sebatang kayu yang ada di sampingnya, semakin erat saat suara itu semakin mendekat."Arghh!!"Suara teriakan membuyarkan fokus Sasya.Dia akhirnya bisa melihat sosok yang me
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 152
Adel berjalan dengan anggun di lorong ruangan. Riasan wajahnya tipis, terlihat natural, namun juga meninggalkan kesan elegan. Gaun yang dipilihnya terkesan kasual, namun tidak biasa. Karena saat ini dia akan bertemu dengan pria itu, Pangeran Shand. Pangeran dari kerajaan tetangga yang sudah dipilihkan sang ayah untuk menjadi suaminya. Ia bersama salah satu pelayan pribadinya yang terus mengikutinya dari belakang. Tidak akan ada yang menyangka bahwa gadis yang sama semalam menangis hebat karena tidak ingin menikah. Tidak ada yang menduganya. Pintu terbuka. Tampak seorang pria duduk di meja, dengan beberapa hidangan mewah tersaji di sana. Adel bahkan tidak tahu sejak kapan ruang kosong di ujung istana ini bisa berubah menjadi ruangan seindah ini, dengan harum yang sulit dilupakan. Adel masuk ke sana sendirian. Pelayan pribadinya dia biarkan tetap di luar. Perlahan, pintu pun tertutup, menyisakan Adel dan pria berambut pirang cerah itu. "Maaf atas keterlambatan saya. Rasanya baru
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: BAB 151
"Anda datang ke sini, lagi? Bukannya Anda bilang akan tinggal di mansion Anda sendiri?" Kakek melirik Duke Sheldian, tampak tidak suka. Keduanya berdiri saling berhadapan di aula mansion keluarga Shanzai. "Untuk hari ini aku akan menginap di sini. Ada beberapa hal yang ingin aku diskusikan dengan calon istriku." Daryl menjawab tidak kalah angkuh. Sengaja dia menyebut calon istrinya dan bukan Nona Shanzai. "Tapi ini sudah malam. Dia ingin istirahat, dia sangat lelah. Anda tega memaksanya berdiskusi saat dia sedang lelah?" Kakek juga tak mau kalah. Status mungkin dia kalah, mungkin Daryl lebih tinggi. Tapi soal adu argumen, putar otak, dan berdebat, kakek jauh lebih berpengalaman. "Mana mungkin. Anda tahu saya tidak akan setega itu pada calon istri saya." "Makanya, silakan Anda kembali lain kali." Kakek tersenyum tipis. "Justru itu, makanya saya akan menginap di sini. Anda akan menerima saya, kan? Karena saya seorang Duke." Daryl menatap kakek penuh maksud, sudut bibirnya terangka
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: BAB 150
"Apa yang sebenarnya kau lakukan?" Suara Karin meninggi di dalam kereta kuda yang tengah bergoyang karena jalanan yang tidak rata.Kali ini Karin berada di dalam kereta kuda, tetapi dia tidak sendiri. Ada Sasya juga di hadapannya. Bukan karena Sasya ingin ikut, melainkan Karin yang menarik dan mulai memaksanya.Setelah pesta teh tadi sore, Sasya ingin kembali ke kediamannya, tetapi Karin langsung menariknya masuk ke kereta kuda, dan akhirnya di sinilah ia."Saya diundang oleh Lady—""Dia bukan mengundangmu, tetapi saudari tirimu," Karin menjelaskan."Dia mengundang Lady Liotte, kenapa malah kamu yang datang?" Karin terlihat emosi. Napasnya naik turun tidak stabil. Suaranya meninggi, tetapi belum sampai tahap membentak."Tapi di situ tertera jelas nama saya dalam undangannya. Bukan Lady Liotte, melainkan Nona Sasya Liotte. Hanya ada satu nama, dan itu nama saya." Jelas Sasya tidak mau kalah, karena sungguh undangan itu ditujukan hanya untuknya.Benar-benar untuk dirinya. Undangan spesi
Last Updated: 2026-06-25
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status