Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-26
Oleh:  S H YOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
5Bab
22Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku mencintai suamiku, mengejarnya seperti anjing gila, menurutinya bagai budak rendahan. Tapi di hari aku tahu selingkuhannya tengah hamil anaknya dan ingin merebut posisiku sebagai Marchioness, selingkuhannya membunuhku. Namun, aku hidup kembali tepat di hari pernikahan kami. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku mengganti calon pengantin pria di hari itu juga! Sang Duke dari Utara, yang kabarnya tak ada wanita yang bisa mendekatinya, bersedia untuk menikahiku. Anehnya, semakin aku menjauh dari mantan suamiku, semakin dia mengejarku gila-gilaan! Tapi suami baruku memelukku dengan posesif, "Tak akan kubiarkan sampah ini menyentuh istriku, bahkan seujung helai rambut pun!"

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 : Terlahir kembali

Tubuh Alinea Tyranne terdampar di tanah, darah mengaliri sebongkah batu di belakang kepalanya. Rasa sakit yang hebat menjalar, hingga ia kesulitan bernapas.

Di atas sana, ia dapat melihat langit mendung terhampar luas, dan dua orang yang baru saja mendorongnya dari ketinggian balkon.

Wanita itu, Karina Granners, adalah selingkuhan suaminya. Dan di sampingnya… Marquess Haren Tyranne, suami Aline sendiri.

Hari ini, ia mengetahui kebenaran itu. Karin hamil anak Haren.

Demi menjaga martabat pernikahan mereka, Aline datang menawarkan tambang emas agar kandungan di luar nikah itu digugurkan. Untuk membicarakannya, ia mendapat undangan makan malam di balkon vila pribadi Haren.

Undangan yang ternyata sebuah jebakan.

“Apa kau tahu, Aline?” Bisikan Karin terngiang di telinga Aline sebelum ia didorong dari tepi balkon.

“Pernikahanmu dengan Haren hanyalah untuk balas dendam pada keluargamu yang sudah mengacaukan rencananya mengambil gelar Duke. Setelah menguasai harta keluargamu, dia sudah merencanakan caramu mati.”

“Dan di sinilah kamu akan mati.”

Karin membongkar semuanya, sebelum mengantarkannya pada kematian.

Haren tidak pernah mencintainya. Di masa lalu, orang tua Aline meninggal sebab mereka telah menyelamatkan nyawa Duke Daryl. Namun itu justru menjadi kegagalan rencana kudeta sang Marquess.

Oleh karenanya, Haren merencanakan balas dendam. Demi mengambil kuasa dan harta keluarga Baron Shanzai, ia pun menikahi Aline.

Setelah dibutakan oleh rasa cintanya pada Haren, bagaimana Aline harus menerima kenyataan itu?

Bahwa ia tidak hanya dibohongi, dikhianati, tapi suaminya bahkan merencanakan kematian istrinya di tangannya sendiri.

Aline mendongak, melihat Haren berdiri di sisi Karin di tepi balkon itu. Pria itu berdiri dengan tenang. Tidak ada sedikit pun kecemasan di wajah pria itu. Tidak ada penyesalan.

Hanya tatapan dingin yang memandangnya seperti seseorang yang tidak pernah berarti apa-apa.

“Kenapa…?” suara Aline serak.

Pria yang ia cintai, keluarga yang ia banggakan, bahkan pernikahan yang ia pertahankan mati-matian, semuanya hanya bagian dari permainan mereka.

Di akhir hidupnya, ia menyadari penyesalan terbesarnya.

Air mata menetes dari ujung matanya, bercampur dengan darah yang mengalir. Seluruh badannya bergetar dengan rasa sakit.

Mata Aline menutup, sebelum jiwanya benar-benar lepas dari raganya.

Lalu sunyi.

Hampa.

Kosong.

Untuk beberapa saat, sebelum sebuah suara memanggilnya kembali ke alam sadar.

"Aline?"

"Kau mendengarku?!"

Suara itu. Aline membuka mata.

Aroma bunga putih memenuhi hidungnya. Suara riuh tamu terdengar samar.

Ia berdiri di halaman kediaman Baron Shanzai.

Di hadapannya, Haren mengenakan pakaian putih resmi. Penampilannya begitu tampan.

Aline terdiam. Ia juga menyadari bahwa kini, ia berdiri di hadapan pria itu dengan gaun pengantin putih yang anggun.

"Aku harus pergi. Karina mengalami kecelakaan kereta kuda. Kondisinya kritis. Tunda pernikahan ini. Kita lanjutkan setelah Karin sehat. Kau mengerti?" tajam tatapan Haren, mengisyaratkan keegoisan.

Aline sendiri masih memastikan kalau ini bukanlah mimpi, bukan pula ilusi, dia sungguh kembali. Ke hari pernikahannya yang batal dengan Haren.

Seolah tak didengar, Haren berucap lagi, memastikan wanita ini mengerti.

"Aline, dengar! Aku tidak butuh persetujuanmu, aku harus pergi, ini soal hidup dan mati Karina. Jangan berulah, kau mengerti?!" suara dingin, dengan kalimat diktator, anti-penolakan, seolah kata-katanya adalah keputusan yang mutlak.

Ingatan Aline jatuh dari ketinggian masih terasa nyata. Amis darah belum hilang dari radar hidungnya. Rasa sakit saat kepalanya menghantam batu masih jelas di benaknya.

Dia akhirnya sadar, ini bukan mimpi, tapi…

Ia kembali. Takdir memberinya satu kesempatan lagi.

"Tidak perlu ditunda," ucap Aline tenang. "Pernikahan ini batal saja. Pergilah, Tuan Marquess."

Haren menatapnya tajam. "Kau tidak bisa sedikit berempati? Karin kecelakaan karena datang demi pernikahan kita!"

"Aku tidak menahanmu." Ada yang berbeda dalam tatapan Aline kali ini.

Tidak ada lagi cinta. Tidak ada lagi harap. Hanya dingin.

Haren tersentak halus. Dia merasa ada yang berbeda dari Aline barusan, perbedaan yang membuat Haren tidak nyaman.

"Kau—"

"Tuan, kita harus segera ke sana! Itu kan Aline, ujung-ujungnya dia juga akan merengek memohon menikah pada Anda. Yang terpenting sekarang adalah Karin, kita harus pastikan kondisinya baik-baik saja," potong Jean, kakak sepupu Karina.

"Terserahmu saja, tunda pernikahan ini atau aku tidak akan menikahimu sama sekali!" ancam Haren, dia menghentakkan kakinya, melangkah tanpa ragu, pergi begitu saja meninggalkan altar pernikahan dan sang pengantin, tanpa menghiraukan respon para tamu undangan.

Meninggalkan rasa malu yang membekas untuk Keluarga Baron Shanzai.

Para tamu mulai berbisik-bisik. Sementara itu, sang Baron, kakek Aline, perlahan mendekati cucunya.

"Nak, tidak apa-apa, kita tunda saja—"

"Tidak perlu, Kakek, kalau calon pengantin prianya pergi, maka ganti saja. Kebetulan kita punya yang cocok di sini."

Aline menatap lurus ke arah pria yang berdiri tak jauh dari altar.

Pria tinggi dengan pakaian formal yang melambangkan tahta kekuasaannya. Wajahnya dingin, tenang, dan tetap berwibawa meski Aline memandangnya dengan tekad yang tajam.

Aline maju menuju pria itu, yang konon katanya paling tampan di kekaisaran ini.

"Duke Darryl Winter Sheldian, bersediakah Anda menjadi suami saya hari ini? Tidak bersedia juga harus bersedia, sebab kini aku menagih hutang budi keluarga Sheldian pada keluarga Shanzai."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Rafawife
Rafawife
aku suka modelan begini, semoga Dukenya bulol ...
2026-03-17 15:55:03
1
0
5 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status