author-banner
Kak Han
Kak Han
Author

Novels by Kak Han

Mau Lagi, Nyonya?

Mau Lagi, Nyonya?

Aku dibayar untuk menanam benih di rahim Bosku, agar dia memiliki keturunan demi mendapatkan hak waris. Ini tidak masuk akal, tapi nyatanya Bosku justru tergila gila padaku. Apalagi setelah dia tau jika diriku ternyata seorang....
Read
Chapter: Bab 551
Kebenaran bahwasanya Evelyn sengaja melarikan diri meremukkan mental Bayu hingga ke titik terendah. Pria paruh baya yang biasanya berdiri tegar penuh wibawa itu kini terduduk kaku di sudut ruang kerjanya, menatap kosong ke arah lantai. Tatapannya meredup, digantikan oleh keputusasaan dan penyesalan yang amat pekat. Ia tak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri atas segala aturan ketat dan tembok perlindungan tinggi yang selama ini ia bangun di sekeliling putri tunggalnya.​"Papa yang salah..." bisik Bayu dengan suara parau yang tersedak duka. "Papa yang bikin dia merasa tertekan sampai harus kabur sama bajingan itu... Papa yang gagal menjaga dia."​Kondisi Maudy tidak kalah hancurnya. Begitu kesadarannya pulih usai pengaruh obat penenang mereda, tangisnya kembali pecah saat mendengar penuturan lengkap dari Putri. Maudy meratapi ketidakmampuannya sebagai seorang ibu. Rasa bersalah menggerogoti dadanya karena ia merasa gagal menjadi sosok teman yang aman bagi Evelyn, sampai-sampai put
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 550
Ketiadaan Evelyn beserta Arka, Bagas, Cakra, dan Daffa di sekolah pada hari pertama setelah libur singkat seketika memicu kasak-kusuk di antara para siswa. Keempat saudara kembar yang biasanya selalu terlihat mengawal adik perempuan mereka di area koridor dan parkiran kini sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Tak butuh waktu lama, rumor mengenai hilangnya Evelyn menyebar bagaikan api menyambar jerami di lingkungan SMA tempat mereka menuntut ilmu.​Kabar angin yang berembus makin kencang itu akhirnya mendarat di telinga Putri. Gadis itu terduduk kaku di bangkunya, merasa seperti dihantam gada besar tepat di dada.​Seketika, memori malam itu berputar hebat di kepalanya. Putri teringat jelas pada pesan singkat dari Evelyn beberapa hari lalu—sebuah pertanyaan pengandaian yang ganjil mengenai apa yang akan ia lakukan jika diajak bertemu seorang pria secara sembunyi-sembunyi pada tengah malam. Saat itu, Putri meresponsnya dengan teguran keras dan peringatan akan bahayanya tindaka
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 549
Bayu mengusap wajahnya kasar, berjuang keras mempertahankan sisa ketenangannya di tengah badai kepanikan yang menghantam rumah tangga mereka. Telepon di genggamannya tak berhenti terhubung dengan kepolisian sektor setempat. Sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, pihak kepolisian belum bisa menerbitkan laporan resmi orang hilang karena durasi kepergian Evelyn belum genap 24 jam. Namun, menyadari posisi Bayu sebagai sosok terpandang serta adanya indikasi kuat tindak kejahatan berupa manipulasi atau penculikan anak di bawah umur, tim penyidik setuju untuk memberikan bantuan darurat berupa pelacakan sinyal dan pengaksesan jaringan kamera pengawas jalanan.​"Lacak nomor ponselnya sekarang juga, Pak!" tegas Bayu pada perwira polisi di seberang telepon, suaranya bergetar menahan luapan emosi.​"Kami sudah mencoba melacak presensi sinyal base transceiver station dari nomor Putri Anda, Pak Bayu," sahut perwira di ujung saluran. "Namun tampaknya ponselnya mati total atau dicabut kartu SIM-
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bayu 548
"Satu... dua... tiga!"​Brak!​Dengan dorongan bahu Arka, Bagas, Cakra, dan Daffa yang menghantam pintu secara bersamaan, engsel kayu itu akhirnya jebol dan terbuka lebar. Ruangan kamar Evelyn seketika terekspos di hadapan mereka.​Namun, pemandangan di dalam kamar membuat seluruh keluarga itu terpaku kaku. Seprai kasur tampak sedikit kusut, selimut tergeletak di atas tempat tidur, dan jendela kamar dalam keadaan terkunci. Evelyn tidak ada di sana. Kamar itu kosong melompong.​Maudy yang melihat tempat tidur putrinya kosong seketika lemas. Kakinya gemetaran hebat hingga tubuhnya hampir meluruh ke lantai jika Bayu tidak dengan sigap menangkap dan merangkulnya.​"Evelyn... Evelyn di mana, Mas? Anak kita di mana?!" teriak Maudy histeris. Tangisnya pecah seketika, memenuhi seluruh penjuru lantai dua. "Evelyn! Jangan bikin Mama takut, Nak!"​Melihat istrinya menangis histeris, kepanikan Bayu makin memuncak. Rahangnya mengeras, dadanya naik turun menahan gelombang cemas dan amarah yang berp
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 547
Sepanjang malam yang kelam itu, penderitaan Evelyn terasa seolah tak bertepi. Di bawah pendar lampu kuning yang redup dan udara malam yang dingin menyengat, Evelyn sepenuhnya berada dalam cengkeraman ketakutan yang luar biasa. Setiap sentuhan dan intimidasi fisik yang dilancarkan Evan meremukkan seluruh rasa aman serta harga diri yang selama ini ia miliki. Pria itu terus mengintimidasi dan mengeksploitasi ketidakberdayaan Evelyn hingga fajar menyingsing, membiarkan gadis lima belas tahun itu terikat kaku di atas lantai semen yang dingin.“Tenang sayang…jangan tegang dong. Tubuhmu benar benar indah, mulus dan seksi… aku akan menjil4t seluruh tubuhmu, membuatmu merasakan kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan…” ujar Evan seraya merebahkan tubuh Evelyn di kasur.Ikatan tangan Evelyn, yang semula di belakang, kini diubah ke atas kepala. Semntara ikatan kakinya di lepas. Tapi, Ikatan itu diubah ke sudut ranjang, masing masing kaki satu ikatan. Posisinya pun berubah. Kini kedua kaki Eve
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 546
Melihat layar ponselnya terus bergetar menampilkan nama Rio, Evan tahu ia tidak bisa mengabaikan panggilan tersebut lebih lama lagi. Namun, sebelum menggeser tombol hijau di layarnya, ia melirik ke arah Evelyn yang terbaring gemetaran di atas lantai dingin.​Demi memastikan tangkapannya tidak memiliki celah untuk kabur atau membuat kegaduhan, Evan melangkah cepat meraih seutas tali tambang plastik dan selembar kain tebal dari atas meja kotor di sudut ruangan.​"Jangan coba-coba berulah kalau masih mau selamat," ancam Evan dengan suara rendah yang dingin seraya menekan bahu Evelyn.​Dengan gerakan kasar dan berpengalaman, Evan menarik kedua tangan Evelyn ke belakang lalu mengikat pergelangan tangannya dengan sangat kencang. Tak berhenti di situ, ia juga melilitkan tali ke kedua pergelangan kaki gadis itu hingga terkunci mati. Evelyn meringis menahan sakit, namun suaranya langsung terbungkam rapat saat Evan membebatkan kain tebal mengitari mulutnya, mengikatnya kuat-kuat di belakang ke
Last Updated: 2026-10-05
Nyonya, Suamimu Bukan Pria Lemah!

Nyonya, Suamimu Bukan Pria Lemah!

"Jangan goda kakak terus Tiara! Kalau kamu terus begini, kakak bisa kehilangan kendali. Ingat, kakak ini suami dari kakak tirimu!" Selama ini istri dan mertuaku menganggapku pria lemah dan sampah. Tapi tidak disangka, ada adik ipar tiri dan pembantu super perhatian, yang tiba tiba hadir di hidupku. Kehadiran mereka membuat kehidupanku berubah. Namun, mereka tidak tahu, bahwa aku selama ini menyembunyikan identitasku sebagai sang pewaris keluarga konglomerat. Dan saat mereka mengetahuinya, semua wanita yang pernah menghinaku, memohon-mohon padaku!
Read
Chapter: Bab 85
"Baik Pak Dilan. akan segera saya laksanakan. saya permisi dulu," ucap Bimo sebelum melangkah pergi. ​Bimo mengangguk tegap, lalu memutar badannya dan bergegas keluar dari kamar VIP untuk segera menjalankan perintah darurat dari Dilan. Pintu kayu jati yang tebal berderit halus sebelum terkunci rapat kembali, menyisakan keheningan mencekam di dalam ruangan bernuansa putih itu.​Di atas lantai marmer yang dingin, Ela masih bersimpuh. Air matanya terus menetes membasahi pipi, menatap ujung kaki Dilan dengan kepasrahan total.​Dilan bersandar pada tumpukan bantal empuk di kepala ranjang. Napasnya masih terengah-engah menahan kombinasi rasa nyeri pada bekas luka operasinya dan amarah yang membakar dada. Matanya menatap Ela dengan pandangan yang amat ketus, dingin, dan sarat akan kekecewaan.​"Kenapa kamu masih di sini, Ela?" tegur Dilan dengan suara bariton yang berat dan menusuk. "Semua kebohonganmu sudah terbongkar. Kamu sudah melapor pada Papaku, membuat Tiara dihina, dan pura-pura men
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 84
Sementara itu,di balik pilar besar koridor dekat pintu samping, rupanya Ela berdiri mematung dengan napas tertahan. Pembantu muda itu merapatkan tubuhnya ke dinding, menetralkan suara jalannya agar tidak terikat oleh pendengaran siapa pun.​Ela tanpa sengaja mendengar setiap bait percakapan dingin wanita elegan itu di dalam mobilnya melalui kaca jendela yang sedikit terbuka. Suara Alena yang begitu beracun saat memerintahkan detektif swasta untuk melacak, mengintai, dan meremukkan hidup Tiara bergaung sangat jelas di telinga Ela.​Seketika itu juga, sekujur tubuh Ela gemetar hebat. Rasa dingin yang mencekam merayapi dari telapak kakinya hingga ke dada.“Ya Tuhan, wanita ini kejam sekali. Tiara dalam bahaya,” batin Ela dengan rasa cemas.​Sejak Dilan dipindahkan dari rumah sakit kembali ke kediaman utama, Ela ikut dipanggil kembali bekerja di rumah tersebut untuk melayani kebutuhan sang putra mahkota. Melihat kondisi Dilan yang sempat kritis pasca-kecelakaan tragis, disusul tekanan emo
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 83
Rasa panas membakar menjalar hingga ke telinga Alena. Kata-kata Dilan yang begitu lugas, tajam, dan penuh dengan nada jijik rasanya bagaikan tamparan keras yang meremukkan harga dirinya sebagai putri tunggal keluarga terpandang. Selama hidupnya, tidak pernah ada satu pria pun yang berani menatapnya dengan pandangan sebenci itu, apalagi membongkar ambisi terselubungnya secara telanjang di depan calon mertuanya.​Jemarinya mengepal amat erat di balik gaunnya. Hatinya menjerit murka, ingin rasanya ia membalas makian Dilan dan membalikkan meja di ruang tamu yang megah itu.​Namun, Alena bukanlah wanita amatir yang gampang terpancing emosi hingga merusak panggung yang telah disusunnya dengan rapi.​Dengan kontrol emosi yang luar biasa, Alena menarik napas halus dan mengembuskannya perlahan. Dalam hitungan detik, raut wajahnya yang sempat pucat pasi berubah menjadi ekspresi terluka yang amat anggun. Matanya berkaca-kaca secara alami, menampilkan sosok wanita lembut, berkelas, dan penuh kep
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 82
Hari demi hari berlalu di Rumah Sakit Medika Sejahtera. Berkat penanganan tim dokter spesialis terbaik dan perawatan intensif tanpa henti, kondisi fisik Dilan perlahan-lahan menunjukkan kemajuan pesat. Luka jahitan bekas operasi di dadanya mulai mengering, memar di wajahnya kian memudar, dan kekuatannya untuk berdiri serta melangkah telah kembali secara bertahap.​Hingga pada suatu pagi, tim dokter akhirnya menyatakan bahwa kondisi Dilan sudah cukup stabil untuk diperbolehkan pulang dan menjalani proses pemulihan di rumah.“Akhirnya kamu diperbolehkan pulang Nak. Nanti kita lanjut perawatan di rumah,” ujar Nyonya Hendra sambil mengelus rambut putranya.​Tuan Hendra dan Nyonya Hendra, tentu saja tidak main-main. Demi kenyamanan dan keselamatan putra tunggal mereka, kediaman megah keluarga Dirgantara telah disulap bagai ruang perawatan kelas atas. Mereka menyewa dua orang dokter spesialis serta beberapa perawat pribadi berpengalaman yang bersiap siaga dua puluh empat jam penuh untuk mem
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 81
Sinar mentari sore yang samar-samar menyusut di balik deretan gedung tinggi Jakarta mengiringi langkah Tiara menyusuri gang sempit menuju rumah kosnya. Tubuhnya terasa begitu letih setelah seharian penuh berdiri, mengangkat tumpukan kardus berat, dan menghadapi tatapan sinis serta perlakuan tidak adil dari para senior di supermarket. Tumit kakinya berdenyut nyeri akibat lecet yang bergesekan dengan sepatu kerja, sementara jemarinya terasa kaku.​Namun, rasa lelah fisik itu sama sekali tidak sebanding dengan kekacauan yang berkecamuk di dalam dadanya.​Pikiran Tiara melayang jauh dari riuk pikuk pekerjaan. Setiap kali ia berusaha memfokuskan diri pada masa depannya, bayangan wajah Dilan selalu hadir menembus benaknya tanpa permisi. Ada kerinduan yang teramat sangat yang membelenggu hatinya, bersanding dengan rasa cemas yang terus membakar dada mengingat kondisi Dilan yang kritis pascaoperasi besar malam itu. Tiara ingin sekali berlari ke rumah sakit, menggenggam jemari pria itu, dan m
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 80
Keesokkan harinya sinar matahari memantul hangat di atas lantai marmer kilap sebuah supermarket retail mewah di kawasan pusat bisnis Jakarta. Tiara berdiri tegap di balik meja peraga produk makanan impor premium dengan seragam kerja barunya, sebuah kemeja putih bersih yang pas di badan dipadu dengan celemek merah marun yang rapi. Rambut hitamnya diikat tinggi, menampilkan paras ayu dan kulit putih bersihnya yang begitu menyegarkan pandangan.​Di dalam dadanya, jantung Tiara berdebar kencang oleh campuran rasa gugup dan semangat yang membuncah. Ini adalah hari pertamanya bekerja setelah badai kebohongan, hinaan kejam dari keluarga Dilan, dan keputusasaan yang meremukkan jiwanya dua hari lalu. Bagi Tiara, pekerjaan ini adalah jalan tunggal untuk menegakkan kembali harga dirinya yang sempat terinjak-injak, melunasi utang kos kepada Ibu kos yang baik hati, dan membuktikan bahwa ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri tanpa bantuan pria mana pun.​Namun, jika proses diterimanya Tiara di p
Last Updated: 2026-10-04
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status