
Pengawal, Jangan Bikin Aku Ketagihan !
Bagi Arini (26), pernikahan mewahnya bersama Hardian (48)—seorang konglomerat otoriter—tak ubahnya penjara emas yang dingin. Demi melunasi utang keluarga, ia terbiasa pasrah diperlakukan sebagai properti dan pelampiasan kasar sang suami hingga memilih mati rasa. Namun, ketenangan semu itu hancur saat Daman (32), seorang mantan prajurit pasukan khusus, hadir sebagai pengawal pribadinya selama 24 jam. Niat Daman untuk tetap profesional runtuh begitu melihat memar dan penderitaan di balik keanggunan sang nyonya muda. Sentuhan perlindungan Daman perlahan menjelma menjadi kehangatan yang membakar dan belum pernah dirasakan Arini sebelumnya. Perlahan, kehangatan sang pengawal bukan lagi sekadar penawar trauma, melainkan candu terlarang yang menguasai logika Arini. Di bawah intaian mata-mata rumah dan kecurigaan Hardian yang kian memuncak, ikatan emosional dan fisik mereka berkembang menjadi pengkhianatan paling berbahaya. Ketika hasrat terlarang ini mengundang ancaman maut, mereka harus memilih: tetap membiarkan jiwa mereka mati dalam sangkar emas, atau nekat bertaruh nyawa demi merebut kebebasan dan cinta sejati.
Baca
Chapter: Bab 140 Pernikahan Agung dan Tahta Cinta Sang PengawalLaporan tegang dari Bang Togar melalui radio taktis membuat Daman langsung bergerak senyap tanpa memberi tahu Arini agar wanita itu tidak panik di hari bahagianya.Daman memperketat seluruh akses masuk ballroom utama hotel bintang lima yang sudah dihiasi lautan bunga mawar putih mewah.Ratusan pejabat, jajaran mitra bisnis papan atas, serta puluhan awak media telah memadati ruangan megah yang dijaga amat ketat oleh personel keamanan independen.Di balik koridor belakang panggung, Daman berdiri tegap dalam balutan tuksedo hitam buatan Siska yang semakin mempertegas kesan jantan dan gagah pada posturnya.Radio taktis di telinga Daman bergetar halus, menyalurkan vokal berat Bang Togar dari area parkir VIP."Daman, target mencurigakan berbaju katering bergerak ke arah lorong samping kiri stage," lapor Bang Togar cepat.Daman melangkah cepat mene
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: Bab 139 Pengukuhan Tahta dan Gaun Pengantin SiskaLaporan radio dari Bang Togar membuat Daman bergerak cepat memeriksa tumpukan dokumen di meja kerja vila, lalu mengamankan manifes jaringan pembunuh bayaran tersebut sebelum sempat mengeksekusi perintah Hardian.Tiga bulan berlalu sejak penangkapan besar-besaran itu, seluruh ancaman teror internasional berhasil ditumpas habis oleh gabungan tim Daman dan kepolisian.Pagi ini di aula utama Vektor Group, Arini berdiri anggun di atas podium mewah dalam acara pengukuhan resminya sebagai pemilik tunggal dan Direktur Utama Vektor Group.Daman berdiri tegap di samping podium memakai jas hitam rapi, matanya mengawasi seluruh penjuru ruangan dengan kewaspadaan penuh."Mulai hari ini, Vektor Group resmi meninggalkan seluruh praktik korupsi dan berdiri di atas transparansi mutlak," tegas Arini menyuarakan pidatonya di hadapan ratusan awak media.Tepuk tangan riuh bergema menyambut pidato tersebut, menandai runtuhnya bayang-bayang penjara emas yang selama ini mengurung hidup Arini.'Pria tua itu p
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Bab 138 Interogasi Bi Sumi dan Runtuhnya Taring TerakhirSuara gemeretak ponsel di bawah injakan boot tebal Daman memutus seketika jeritan ancaman Bi Sumi yang menggelegar di basemen logistik.Daman merebut ponsel yang hancur itu, lalu mencengkeram lengan Bi Sumi dan menyeretnya masuk ke dalam ruang interogasi kedap suara di lantai bawah tanah gedung Vektor.Di dalam ruangan berdinding beton itu, Riko sudah terduduk terikat di kursi besi dengan tubuh gemetar hebat dan keringat dingin membasahi pelipisnya."D-Daman... Tolong, Mas... Gue cuma diajak Bi Sumi! Gue nggak tahu apa-apa soal rencana Tuan Besar!" ceracau Riko gagap begitu melihat Daman melangkah masuk.Arini berjalan anggun melintasi ambang pintu, menyilangkan kakinya di depan meja kayu tebal seraya menatap dua pengkhianat itu dengan tatapan dingin."Masih mau berbohong di depan Direktur Utama Vektor, Riko?" tembak Arini tajam dengan senyum sinis menawan.'Pria penakut ini dulu sok hebat mau geser Daman, sekarang malah mau kencing di celana,' batin Arini terkekeh puas melihat kegugu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Bab 137 Operasi Sapu Bersih Kroni VektorSisa malam di safehouse rahasia Bang Togar berlalu dalam ketegangan, tempat Daman dan Arini merancang strategi pembalasan cepat sebelum teror Hardian meluas."Kertas-kertas pemecatan ini senjata pertama kita, Daman," desis Arini seraya mengepalkan tangan, menatap berkas jajaran direktur korup kroni Hardian di atas meja taktis."Saya pastikan garis depan aman saat Anda memegang kendali pagi ini, Nyonya," balas Daman dingin seraya memeriksa senjata dan setelan jasnya.Pagi harinya di ruang rapat utama lantai teratas Vektor Group, Arini berdiri tegak menguasai meja bundar besar dengan setelan blazer merah marun yang mempertegas lekuk tubuh serta aura kepemimpinannya.Daman berdiri tegap tepat satu langkah di belakang kursi utama Arini, matanya yang tajam menyapu seluruh sudut ruangan dengan jas hitam rapi yang membungkus dada bidangnya."S-Selamat pagi, Nyonya Arini... A-Apakah rapat darurat ini ada hubungannya dengan dokumen keuangan Tuan Hardian?" tanya Pak Seno, salah satu direktur sen
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 136 Pelarian Malam dan Barikade Bang TogarKepanikan seketika menyengat pembuluh darah Arini, membuat napasnya tertahan saat cengkeramannya di bahu tegap Daman makin mengencang."D-Daman... pria tua bangkai itu keluar?" bisik Arini gagap, suara cantiknya gemetar hebat mendengar nama Hardian disebut kembali.Daman mematikan sambungan ponsel, wajahnya mengeras dingin seraya menatap lurus ke sekeliling penthouse."Tenang, Nyonya. Selama saya bernapas, tempat ini tidak akan jadi kuburan kamu," tegas Daman bergeser cepat menyambar jas dan senjatanya.'Pria tua itu benar-benar menganggap Arini cuma aset utuh milik hak pribadinya,' batin Daman geram seraya memeriksa amunisi di pinggangnya.Daman menarik lengan Arini, membawanya mendekati dinding marmer di dekat lift pribadi."D-Daman... kita lewat mana? Pintu depan kan pasti dijaga anak buahnya," tanya Arini panik seraya menoleh ke arah lorong utama."Kita pakai jalur evakuasi rahasia. Ini masuk dalam standar keamanan tingkat tinggi," sahut Daman tenang seraya menekan tombol tersembu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 135 Malam Penaklukan Mutlak di Penthouse vektorMata Daman menyipit tajam, langsung menyambar amplop merah dari atas nampan Bi Sumi sebelum tangan Arini sempat menyentuhnya."Terima kasih teh hangatnya, Bi," pangkas Daman dingin seraya menyembunyikan surat itu di balik jasnya. "Bi Sumi bisa kembali ke area bawah sekarang."Bi Sumi mengulas senyum miring beracun, melangkah mundur pelan. "Baik, Bapak Direktur Baru. Selamat menikmati malam di penthouse baru."Begitu pintu lorong tertutup rapat, Daman menarik lengan Arini masuk ke dalam penthouse megah lantai paling atas, lalu mengunci pintunya rapat-rapt.Arini melepaskan napas lega, menyandarkan punggungnya pada pintu jati tebal seraya menatap seluruh ruangan bernuansa marmer dan kaca itu."Akhirnya... kita benar-benar terbebas dari rumah terkutuk itu, Daman," bisik Arini dengan suara bergetar bahagia.Daman melepas kancing jas hitamnya, me
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14