LOGINBagi Arini (26), pernikahan mewahnya bersama Hardian (48)—seorang konglomerat otoriter—tak ubahnya penjara emas yang dingin. Demi melunasi utang keluarga, ia terbiasa pasrah diperlakukan sebagai properti dan pelampiasan kasar sang suami hingga memilih mati rasa. Namun, ketenangan semu itu hancur saat Daman (32), seorang mantan prajurit pasukan khusus, hadir sebagai pengawal pribadinya selama 24 jam. Niat Daman untuk tetap profesional runtuh begitu melihat memar dan penderitaan di balik keanggunan sang nyonya muda. Sentuhan perlindungan Daman perlahan menjelma menjadi kehangatan yang membakar dan belum pernah dirasakan Arini sebelumnya. Perlahan, kehangatan sang pengawal bukan lagi sekadar penawar trauma, melainkan candu terlarang yang menguasai logika Arini. Di bawah intaian mata-mata rumah dan kecurigaan Hardian yang kian memuncak, ikatan emosional dan fisik mereka berkembang menjadi pengkhianatan paling berbahaya. Ketika hasrat terlarang ini mengundang ancaman maut, mereka harus memilih: tetap membiarkan jiwa mereka mati dalam sangkar emas, atau nekat bertaruh nyawa demi merebut kebebasan dan cinta sejati.
View MoreGedoran panggilan Hardian bergema kasar menembus keheningan koridor lantai dua.Daman menarik tangannya dari pinggul Arini, berdiri kaku memasang posisi patung profesional."Tetap tenang di belakang saya, Arini," bisik Daman dengan vokal serak yang sangat rendah.Arini mengangguk mantap, merapikan gaun merah mewahnya sebelum melangkah menyusul Daman.Di dalam ruang kerja berlantai kayu mahoni, Hardian duduk di balik meja kerja kulitnya yang tebal.Pria tua itu memegang pistol revolver perak yang berkilat dingin di atas meja, ditemani Sandra yang berdiri melipat tangan di samping jendela.Riko berdiri bersujud di samping meja dengan wajah pucat pasi dan keringat dingin membanjiri dahinya."T-Tuan Besar! Daman dan Nyonya benar-benar Main Belakang di rumah ini!" teriak Riko histeris menunjuk Daman."Dia sengaja meretas HP-ku buat menghapus foto mesra mereka di bawah payung semalam!" tambah Riko mencoba membela diri.Hardian
Riko gemetar hebat memandangi layar ponselnya yang mati suri, matanya bergantian menatap Arini dan Daman dengan kemarahan membara."Kau... Kau pakai sihir apa pada HP-ku, Bang?!" bentak Riko dengan vokal melengking panik.Arini bersedekap dada di ambang pintu kamar, mengusap lehernya dengan senyuman miring yang begitu menggoda."Makanya jangan suka mengancam orang, Riko. HP murah begitu memang gampang kena ganjaran," sindir Arini flirty.Daman melangkah satu tapak maju, memotong jarak pandang Riko dari lekuk tubuh Arini."Ikut aku ke ruang monitor bawah tanah kalau kau masih mau surat pengunduran diriku," sahut Daman kaku tanpa emosi."A-apa?! Kau mau main licik di bawah tanah, Bang?!" cecar Riko cemas sambil melangkah mundur."Kau punya cadangan data di cloud server rumah ini, kan?" tanya Daman dingin memancing lawan."Lakukan transfer data resmi di ruang monitor server. Aku serahkan surat resmi itu di depan konsol ut
"Bang! Tahan dulu servernya!" seru Daman melangkah cepat menuruni anak tangga koridor lantai dua.Arini berdiri terpaku di ambang pintu kamarnya, memandangi punggung tegap sang pengawal yang bergerak tergesa-gesa."Daman! Ada apa?!" panggil Arini dengan suara tertahan dipenuhi ketakutan.Daman menghentikan langkahnya sejenak, menoleh ke arah Arini dengan tatapan penuh penegasan dominan."Masuk ke kamar dan kunci pintu dari dalam, Arini," perintah Daman tegas."T-tapi... Kamu mau ke mana?" cicit Arini panik, meremas gaunnya."Saya harus menyelesaikan urusan Standar Keamanan di luar," sahut Daman singkat lalu berbalik menuruni tangga.Arini menelan ludah, menyaksikan Daman menghilang di balik pintu utama dengan rasa cemas yang kian membakar dadanya.'Sipir Berjas Hitam itu... Jangan sampai dia kenapa-napa gara-gara melindungiku,' batin Arini berdebar kencang.Dua puluh menit kemudian, sedan hitam milik Daman melaju membela
Gelas anggur di jemari lentur Sandra berputar pelan, memantulkan pendar lampu kristal pesta yang mewah.Daman berdiri kaku di posisinya, menahan napas saat aroma parfum maskulin yang sangat ia kenal di masa lalu menusuk hidungnya."Mau apa kau datang ke rumah Tuan Besar, Sandra?" tanya Daman dengan vokal rendah dan tajam, menyembunyikan keterkejutan di dadanya."Tuan Besar?" Sandra terkekeh sinis, menyipitkan matanya yang sarat akan dominasi licik."Aku di sini sebagai konsultan keamanan resmi yang disewa Hardian untuk mengaudit seluruh pengawalnya, Daman," bisik Sandra melangkah mendekat hingga jarak mereka tersisa satu tapak.Sandra mengulurkan jarinya yang berpoles cat kuku merah, mengusap bahu jas hitam Daman dengan gerakan memprovokasi."Termasuk mengecek apakah pengawal kepercayaannya ini... Masih profesional atau sudah ketagihan main api dengan istri majikan," tambah Sandra berbisik sangat beracun di telinga Daman.Daman menepi
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.