author-banner
Indah Park Hyura
Author

Novels by Indah Park Hyura

Jiwa Yang Kembali Hidup Untuk Menuntut Balas

Jiwa Yang Kembali Hidup Untuk Menuntut Balas

Setelah selamat dari kecelakaan misterius, Alvaro mulai mendengar suara pria asing di dalam kepalanya—seorang pria yang mengaku telah dibunuh. Suara itu membuat Alvaro menyadari bahwa kematian tersebut terhubung dengan perusahaan besar tempatnya bekerja. Kini, tanpa sengaja Alvaro terjebak dalam rahasia berbahaya yang bisa membuatnya menjadi korban berikutnya.
Read
Chapter: Bab 90. Akhir sebuah kekuasaan
Matahari baru saja terbit tinggi saat iring-iringan sedan hitam mewah memasuki pelataran gedung utama Maheswara Group. Seketika itu juga, kesibukan di lobi mendadak lumpuh total. Seluruh karyawan menghentikan langkah mereka, sementara barisan satpam langsung berdiri tegap memberikan hormat paling khidmat. Bisik-bisik tegang mulai menjalar cepat di antara para pegawai yang saling melempar pandang.​Pintu mobil terbuka. Maheswara turun perlahan, menumpu bobot tubuhnya pada tongkat snakewood berlapis emas miliknya. Langkahnya kini jauh lebih mantap dan berwibawa, memancarkan kepemimpinan yang absolut. “Tuan besar datang, pak maheswara kok bisa?” “Bukannya Tuan besar masih sakit?” “Beliau datang sendiri?” Mario berjalan di belakangnya setengah langkah. Langkah Maheswara tegap, tak memperdulikan bisik-bisik yang menggema di lobi Maheswara Group. Ia masuk ke lift eksekutif, naik ke lantai atas tempat ruang CEO berada. Kedatangan Maheswara ke kantor sudah menyebar hingga ke ruang wakil
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 89. Panggung babak kedua
Flashback “Mario…?” Darian menatap deburan ombak di depannya, ia menarik napas sejenak. “Ya… aku tahu Mario, dia mantan militer. Keluar dari militer karena bertentangan dengan hati nuraninya,” Lanjutnya. Alvaro menggeser duduknya menghadap Darian. “Maksud lo apa?” Darian menyandarkan tubuhnya di bawah pohon menatap langit. “Mario pernah menjadi anggota militer. Ia meninggalkan seragamnya karena menolak mengorbankan anak buah demi kepentingan komandannya. Saat atasannya diam-diam bersekongkol dengan pemberontak, justru prajurit di bawah komandonya yang dikirim menjadi tumbal.”Alvaro menegakkan tubuhnya, menatap ombak yang berdebur pelan. “Terus gimana dia bisa kerja sama bokap lo?” Darian tersenyum menatap Alvaro. “Kamu pasti ingat Sebastian kan, ketua tim The Cleaner?” Alvaro mengangguk cepat. “Sebastian yang mengajak Mario untuk bekerja dengan ayahku, sayang Sebastian justru berkhianat,” Darian menghembuskan napas pelan. Tatapannya kembali lurus k
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 88. Jiwa yang kembali hidup
Aroma antiseptik kembali memenuhi lorong rumah sakit yang masih dipenuhi keheningan. Sinar matahari siang menembus jendela besar di ujung koridor, memantulkan cahaya hangat ke lantai mengkilap, namun tak sedikit pun mampu mengusir kecemasan yang menyelimuti ruang ICU. Di balik dinding kaca, tubuh Alvaro masih terbaring kaku dengan berbagai selang dan alat medis yang menopang hidupnya. Bunyi monitor jantung terdengar stabil, menjadi satu-satunya pertanda bahwa ia masih berjuang di antara batas sadar dan tidak sadar. Di samping tempat tidur, Aurel menggenggam erat tangan Alvaro tanpa pernah melepaskannya. Kelopak matanya sembab akibat kurang tidur, tetapi tatapannya tak pernah beralih dari wajah pria itu. Di luar ruangan, Mario baru saja tiba setelah meninggalkan gudang persembunyiannya. Ia berhenti sejenak di depan kaca ICU, menghembuskan napas panjang sebelum melangkah mendekat, menyadari bahwa pertarungan terbesar Alvaro saat ini bukan lagi melawan musuh, melainkan melawan dirinya
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 87. Pengakuan yang dibungkam
Suasana di dalam gudang persembunyian terasa begitu pengap. Yuda duduk terikat di sebuah kursi kayu dengan kondisi tubuh penuh lebam dan luka yang telah mengering. Ketika pintu besi berderit terbuka, Mario melangkah masuk dengan tenang sembari membawa selembar map hitam. Ia menarik kursi kayu lain, duduk tepat di hadapan mantan rival Alvaro tersebut tanpa menunjukkan ekspresi kemarahan sedikit pun.​Mario melempar tiga lembar foto ke atas meja kecil di antara mereka. Gambar Sebastian, Feri, dan Rama mendarat dengan posisi terbuka. Yuda melirik sekilas ke arah foto-foto itu, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi sambil mendengus remeh.​"Lo tuh buang-buang waktu tahu gak, kalau lo ngira gue bakal ngemis minta ampun sama lo," ujar Yuda.​Mario menatapnya lurus. "Gue gak butuh tangisan lo, gue hanya pengen tahu siapa yang nyuruh lo buat menghancurkan kota,”​Yuda tidak langsung menjawab, melainkan terkekeh pelan hingga bahunya berguncang. “Siapa yang meme
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 86. Perburuan sang pengkhianat
Pagi berikutnya, suasana di kediaman Maheswara berubah jauh lebih tegang dibanding biasanya. Tidak ada lagi pembicaraan panjang ataupun basa-basi. Setelah memastikan kondisi Alvaro masih belum sadar, Maheswara segera mengalihkan seluruh perhatiannya pada satu nama yang sejak semalam terus mengusik pikirannya. Di hadapannya, Mario berdiri tegak menunggu perintah berikutnya, sementara beberapa anak buahnya telah bersiap menerima tugas baru yang kali ini jauh lebih mendesak daripada sebelumnya. Maheswara mengetuk tongkat kayunya dengan ritme yang pelan. “Kalian cari pria bernama Feri itu, bawa dia kehadapanku hidup atau mati,” Ucapnya dengan nada rendah yang terdengar dingin. “Baik tuan!” Tanpa banyak kata Mario membawa anak buahnya menyebar ke sudut-sudut kota. Maheswara menatap ke arah halaman belakang rumahnya, taman bergaya japanese garden itu selalu di tata rapi oleh tukang kebun. Taman itu harus tetap sama walau Darian sudah meninggal. Kedua tangannya mencengkram erat tongkat kay
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 85. Cerminan jiwa
Lampu meja kerja berpendar temaram, menyinari permukaan laptop yang baru saja menyala di dalam ruangan yang gelap gulita. Rama duduk bersandar dengan tenang, menatap lurus ke arah layar saat jemarinya memasang flashdisk perak yang baru ia dapatkan dari Feri. Deretan folder baru langsung bermunculan, memuat puluhan data enkripsi yang selama ini tersembunyi rapat.​Rama mengklik salah satu file dokumen di baris paling atas tanpa mengubah posisi duduknya. Matanya yang dingin membaca baris demi baris informasi krusial itu dengan saksama. Wajahnya tetap datar, tidak menunjukkan keterkejutan maupun kepuasan, seolah seluruh isi dokumen tersebut memang sudah sesuai dengan apa yang ia perkirakan sejak awal.​Ia kemudian meraih ponsel di atas meja, menekan satu nomor kontak, lalu menempelkan perangkat itu ke telinga kiri.​"Lanjutkan tahap berikutnya," ujar Rama dengan nada suara rendah yang mutlak.​Sambungan telepon langsung diputus sepihak tanpa menunggu jawaban. Jemarinya mengetuk permukaan
Last Updated: 2026-07-06
You may also like
Legenda Dewa Tertinggi
Legenda Dewa Tertinggi
Fantasi · Vickry
61.3K views
Pendekar Dua Jiwa
Pendekar Dua Jiwa
Fantasi · WarmIceBoy
61.1K views
MASTER ALKEMIS
MASTER ALKEMIS
Fantasi · Zess
60.7K views
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG
Fantasi · MISTERIOUS
59.6K views
REINKARNASI PENDEKAR PEDANG
REINKARNASI PENDEKAR PEDANG
Fantasi · Dimas Saputra
58.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status