author-banner
Rahmani
Author

Novels by Rahmani

Safir dan Delapan Berandal

Safir dan Delapan Berandal

Safir adalah siswi baru di Nuansa Jaya, niatnya ingin memperbanyak teman cewek yang satu frekuensi. Namun, alih-alih terealisasi, dia malah mendapatkan delapan cowok sekaligus yang siap sedia ketika dirinya butuh. Sayangnya, cowok-cowok itu terkenal berandalan. Lantas bagaimana dia harus menghadapi delapan cowok itu?
Read
Chapter: 23. Hukuman Kurungan
"Kamu gak malu, tampil di depan adik-adik kamu dengan pakaian begitu?"Safir menunduk untuk memperhatikan penampilannya sendiri. Sepatu yang sudah dibuka basah beserta dengan kaus kaki, rok, kemeja, dengan almamaternya juga basah, dan parahnya rambut berantakan setelah melepas helm. Kondisinya kacau karena perbuatan Neyna di toilet sekolah.Saat itu, Safir langsung berlari di sepanjang koridor, tak peduli ada banyak yang menatapnya atau tidak, di pikirannya saat itu hanyalah pulang dan bersembunyi di kamar. Dia juga tidak sempat mengambil tas di kelas, sayangnya ini adalah hasil yang dia dapatkan. Ferdi ada di rumah, menikmati makan siang selayaknya keluarga.Safir pikir dia akan diabaikan, tetapi semua perkiraan itu hilang sebab tiba-tiba saja Ferdi berjalan cepat dan menarik Safir untuk berhadapan dengannya."Kamu sudah berkelahi dengan siapa, hah?! Ngapain kamu setelah pulang sekolah?! Tawuran?! Lucu kamu begini? Keren?" Ferdi mengguncang-guncang lengan Safir, menekannya sedikit me
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 22. Kekangan Mereka
"Sam di mana?" Sean menghitung ulang anggota Eight begitu tiba di parkiran. Sejak istirahat, Sam tidak kelihatan sama sekali, bahkan ponselnya tidak aktif kala dihubungi."Mahesa?" Harka menolehkan kepalanya pada cowok dengan rambut merah menyala. Mahesa adalah cowok yang satu kelas dengan Sam di kelas 12 IPS 1. Mahesa menggeleng, satu tangannya mengangkat tas hitam milik Sam. "Dia ninggalin ini doang." "Cigana mah, lagi beraksi," ujar Widra. "Si Paaya lagi nyari mangsa, euy!" (Kayaknya)"Tapi gak mungkin sampai ninggalin kelas gitu aja, dong? Dia bolosnya paling kalau lagi bosen sama pelajaran." Yuga menyanggah. Dia tahu betul bagaimana Sam. Cowok sipit dengan head band itu tidak akan rela bolos hanya karena cewek. Di tengah keterdiaman anggota Eight, sosok cewek dengan senyuman cerah datang dan secepat kilat memeluk lengan Harka. "Ayo pulang, kalian nungguin gue? Maaf gue lama." "Eh, Ney." Sean tersenyum seperti biasa. "Lo lihat Sam, nggak?" "Sam?" Neyna memutar bola matanya, l
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 21. Peringatan Kembali
Neyna ada untuk Eight, dan Eight ada untuk Neyna. Hubungan timbal balik di antara mereka sudah ada sejak lama. Hanya mereka yang tahu, hanya mereka yang menyimpan rahasia, tidak ada siapapun yang akan mengetahui penyebabnya, karena semua sudah Neyna simpan dengan baik, dan dia pun sudah berjanji tidak akan membongkar apa yang terjadi pada Eight selama ini. Intinya, Neyna adalah kunci untuk Eight. Hanya Neyna yang tahu tentang Eight, hanya Neyna yang bisa membuka Eight sepenuhnya. Dimulai dari Harka, yang kini duduk tepat di samping kursi Neyna dan membiarkan cewek itu bersandar pada pundaknya seraya memainkan ponsel. Mereka memang tidak satu kelas, tetapi Harka akan menyempatkan waktu setiap pagi, menemani Neyna di kelasnya, seperti sekarang. "Ayah lo ngelawan Papi semalam." Neyna bergumam, membuat pergerakan Harka pada buku tugas Neyna terhenti. Harka berdeham. "Mereka berantem lagi?" "Iya." Neyna memutuskan untuk menyimpan ponselnya di meja, dia beranjak untuk duduk tegak, mengh
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 20. Senyum Bulan Sabit
"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, de--" Neyna mengernyit ketika melihat Eight yang berjalan di koridor, mereka baru saja datang di SMA Nuansa Jaya, tetapi tidak dengan anggota yang lengkap.Buru-buru Neyna berdiri di hadapan Eight, menahan langkah mereka saat ia merentangkan tangannya, tak lupa wajahnya dipasang ekspresi segarang yang dia bisa."Sam di mana?!" tanya Neyna.Eight saling melirik satu sama lain. Mereka baru saja dari parkiran dan Sam tidak bersama mereka karena cowok itu belum sampai di sekolah. Setelah mengobati Safir di rumah Yasa, Sam berinisiatif untuk mengajak Safir sarapan lebih dulu di jalan, dan itu disetujui oleh Harka, makanya Eight sampai lebih dulu."Dia ada urusan, Ney," jawab Yuga dengan senyumannya, yang mana itu malah membuat Neyna mengernyit penuh kecurigaan."Urusan apa emangnya?" tanya Neyna lagi."Maneh tatanya wae, lieur aing." Widra mengusap wajahnya dengan kasar, dia tahu jika Neyna tidak bisa bahasa Sunda, makanya dia berani blak-blakan.
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 19. Di Depan Gerbang
Pukul 22.30 malam Mahesa, Sean, dan Safir berada tepat di halaman rumah Safir. Satu tangga yang Mahesa bawa sudah berdiri sempurna di dekat dinding yang menuju ke balkon kamar Safir. Sepuluh menit lalu, Yoan datang menghentikan karaoke malam di rumahnya, mengingatkan supaya Safir segera pulang karena sudah larut, maka dari itu kegiatan terhenti dan Eight terfokus pada satu-satunya cewek di sana.Untuk menghindari kejadian buruk menimpa Safir di rumah, misalnya, Ferdi yang marah dan mengamuk karena Safir baru pulang, akhirnya ide ini tercetus. Safir akan masuk ke dalam kamarnya lewat balkon kamar dan tidak melewati pintu utama.Safir juga tidak bisa menolak. Dibanding terkena masalah dan dimarahi habis-habisan, sebaiknya ia mengikuti ide yang diusulkan."Hati-hati, gue pegangin tangganya," ujar Sean.Safir mengangguk, dia mulai menaiki tangga satu persatu dengan Sean yang memegang tangga supaya tidak ada hal buruk yang terjadi. Sementara itu, Mahesa mengedarkan tatapan elangnya, meminda
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 18. Rasa Terima Kasih
Secara otomatis, jari-jari tangan Safir merambat naik secepat kilat hingga berhasil mencengkeram lengan hoodie milik Yasa. Cewek itu menolehkan kepalanya ke samping kanan dan mendongak, menuntut Yasa penjelasan. Pasalnya begitu Safir masuk ke rumah Yasa, dia dibawa ke ruang lain, yang entah sial atau tidak, malah menampilkan tujuh cowok anggota dari Eight. Bagaimana Safir tidak terkejut?!Safir jadi menyesal harus menurut pada Yasa untuk masuk ke rumah cowok itu, harusnya Safir pulang saja setelah memberikan kuenya. Memang ya, pada dasarnya penyesalan selalu berada di akhir.Yasa mengabaikan cengkeraman yang dirasakan, dia memilih mendorong punggung Safir ke depan lalu menatap Eight yang memperhatikan. "Tamu," ucapnya singkat lalu duduk di samping Yuga."Eh, Manis!" Sam melambai, kedua bola matanya berbinar diiringi lesung pipi dalam yang bermunculan di kanan dan kiri. Cowok itu bangkit dan menghampiri Safir. "Sini kumpul bareng dulu, kita karaoke.""Tapi--""Gak usah khawatir." Sean m
Last Updated: 2026-04-22
You may also like
Dia Putriku
Dia Putriku
Lainnya · Mei Risqia
10.1K views
Memburu Wanita Penghibur
Memburu Wanita Penghibur
Lainnya · Iweng. W
9.9K views
Saudara Rasa Orang Lain
Saudara Rasa Orang Lain
Lainnya · Kasih Dgreen
9.7K views
RENDEZVOUS
RENDEZVOUS
Lainnya · mochachash88
9.6K views
Jeruji Tanah Anarki
Jeruji Tanah Anarki
Lainnya · Maula Faza
9.4K views
LORO
LORO
Lainnya · Nur Juwariyah
9.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status