LOGINSafir adalah siswi baru di Nuansa Jaya, niatnya ingin memperbanyak teman cewek yang satu frekuensi. Namun, alih-alih terealisasi, dia malah mendapatkan delapan cowok sekaligus yang siap sedia ketika dirinya butuh. Sayangnya, cowok-cowok itu terkenal berandalan. Lantas bagaimana dia harus menghadapi delapan cowok itu?
View More"Kamu gak malu, tampil di depan adik-adik kamu dengan pakaian begitu?"Safir menunduk untuk memperhatikan penampilannya sendiri. Sepatu yang sudah dibuka basah beserta dengan kaus kaki, rok, kemeja, dengan almamaternya juga basah, dan parahnya rambut berantakan setelah melepas helm. Kondisinya kacau karena perbuatan Neyna di toilet sekolah.Saat itu, Safir langsung berlari di sepanjang koridor, tak peduli ada banyak yang menatapnya atau tidak, di pikirannya saat itu hanyalah pulang dan bersembunyi di kamar. Dia juga tidak sempat mengambil tas di kelas, sayangnya ini adalah hasil yang dia dapatkan. Ferdi ada di rumah, menikmati makan siang selayaknya keluarga.Safir pikir dia akan diabaikan, tetapi semua perkiraan itu hilang sebab tiba-tiba saja Ferdi berjalan cepat dan menarik Safir untuk berhadapan dengannya."Kamu sudah berkelahi dengan siapa, hah?! Ngapain kamu setelah pulang sekolah?! Tawuran?! Lucu kamu begini? Keren?" Ferdi mengguncang-guncang lengan Safir, menekannya sedikit me
"Sam di mana?" Sean menghitung ulang anggota Eight begitu tiba di parkiran. Sejak istirahat, Sam tidak kelihatan sama sekali, bahkan ponselnya tidak aktif kala dihubungi."Mahesa?" Harka menolehkan kepalanya pada cowok dengan rambut merah menyala. Mahesa adalah cowok yang satu kelas dengan Sam di kelas 12 IPS 1. Mahesa menggeleng, satu tangannya mengangkat tas hitam milik Sam. "Dia ninggalin ini doang." "Cigana mah, lagi beraksi," ujar Widra. "Si Paaya lagi nyari mangsa, euy!" (Kayaknya)"Tapi gak mungkin sampai ninggalin kelas gitu aja, dong? Dia bolosnya paling kalau lagi bosen sama pelajaran." Yuga menyanggah. Dia tahu betul bagaimana Sam. Cowok sipit dengan head band itu tidak akan rela bolos hanya karena cewek. Di tengah keterdiaman anggota Eight, sosok cewek dengan senyuman cerah datang dan secepat kilat memeluk lengan Harka. "Ayo pulang, kalian nungguin gue? Maaf gue lama." "Eh, Ney." Sean tersenyum seperti biasa. "Lo lihat Sam, nggak?" "Sam?" Neyna memutar bola matanya, l
Neyna ada untuk Eight, dan Eight ada untuk Neyna. Hubungan timbal balik di antara mereka sudah ada sejak lama. Hanya mereka yang tahu, hanya mereka yang menyimpan rahasia, tidak ada siapapun yang akan mengetahui penyebabnya, karena semua sudah Neyna simpan dengan baik, dan dia pun sudah berjanji tidak akan membongkar apa yang terjadi pada Eight selama ini. Intinya, Neyna adalah kunci untuk Eight. Hanya Neyna yang tahu tentang Eight, hanya Neyna yang bisa membuka Eight sepenuhnya. Dimulai dari Harka, yang kini duduk tepat di samping kursi Neyna dan membiarkan cewek itu bersandar pada pundaknya seraya memainkan ponsel. Mereka memang tidak satu kelas, tetapi Harka akan menyempatkan waktu setiap pagi, menemani Neyna di kelasnya, seperti sekarang. "Ayah lo ngelawan Papi semalam." Neyna bergumam, membuat pergerakan Harka pada buku tugas Neyna terhenti. Harka berdeham. "Mereka berantem lagi?" "Iya." Neyna memutuskan untuk menyimpan ponselnya di meja, dia beranjak untuk duduk tegak, mengh
"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, de--" Neyna mengernyit ketika melihat Eight yang berjalan di koridor, mereka baru saja datang di SMA Nuansa Jaya, tetapi tidak dengan anggota yang lengkap.Buru-buru Neyna berdiri di hadapan Eight, menahan langkah mereka saat ia merentangkan tangannya, tak lupa wajahnya dipasang ekspresi segarang yang dia bisa."Sam di mana?!" tanya Neyna.Eight saling melirik satu sama lain. Mereka baru saja dari parkiran dan Sam tidak bersama mereka karena cowok itu belum sampai di sekolah. Setelah mengobati Safir di rumah Yasa, Sam berinisiatif untuk mengajak Safir sarapan lebih dulu di jalan, dan itu disetujui oleh Harka, makanya Eight sampai lebih dulu."Dia ada urusan, Ney," jawab Yuga dengan senyumannya, yang mana itu malah membuat Neyna mengernyit penuh kecurigaan."Urusan apa emangnya?" tanya Neyna lagi."Maneh tatanya wae, lieur aing." Widra mengusap wajahnya dengan kasar, dia tahu jika Neyna tidak bisa bahasa Sunda, makanya dia berani blak-blakan.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.