author-banner
Nian Nian
Author

Novel-novel oleh Nian Nian

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Yishu seharusnya mati karena kecelakaan setelah berpesta semalaman. Namun, Ia malah terbangun sebagai Lu Shuyi, tokoh perempuan gendut yang mati karena kebodohannya. Tidak ingin berakhir menyedihkan ia memutuskan mengubah takdirnya. Difitnah, diremehkan, dan hampir dihancurkan, ia tetap melawan. Saat kebenaran terungkap dan perceraian disahkan di depan raja, seluruh istana sadar bahwa perempuan gendut yang mereka hina adalah orang yang akan berdiri di puncak kekuasaan.
Baca
Chapter: Bab 11 - Diet Gila di Hari Pertama
“Masa depan terasa… sangat mengerikan.”Ucapan Luolan menggantung di udara. Wajahnya masih pucat, matanya berkaca-kaca, seolah baru saja melewati pengalaman hidup yang traumatis.Tanpa berkata apa-apa lagi, Luolan berdiri, meraih segelas air. Luolan meneguknya sampai habis dalam satu tarikan napas. Tangannya masih gemetar saat ia menatap kuali yang berisi sup hijau pekat itu.Shuyi terdiam sejenak. Lalu, ia mengangguk pelan.“Berarti ini berhasil.”“Ber-berhasil?” Luolan nyaris tersedak. “Nona, apakah saya salah dengar?”Shuyi mengangkat mangkuk itu. Menatap cairan hijau pekat yang masih mengepulkan uap tipis. Ekspresinya berubah serius, seolah sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar makanan.Luolan berdiri di samping meja, wajahnya pucat.“Nona, Anda yakin itu makanan?” tanya Luolan dengan ragu.Sedangkan Shuyi, kini ia duduk tegap. Memegang sendok seperti seorang jenderal memegang pedang. Ekspresinya serius seolah akan berperang.“Ini bukan makanan.”Shuyi menga
Terakhir Diperbarui: 2026-03-29
Chapter: Bab 10 - Sup Hijau yang Misterius
Kembali ke beberapa saat sebelumnya.“Luolan, kau serius membeli ini semua?”Shuyi berdiri di depan meja dapur. Berkedip beberapa kali seolah tak percaya. Di hadapannya, tumpukan lobak, timun, bayam, dan kubis menjulang seperti gunung hijau kecil.Tidak ada daging. Tidak ada telur. Angin dari celah jendela membuat daun bayam bergoyang pelan. Seolah melambai tanpa rasa bersalah.Luolan berdiri di sampingnya dengan gelisah.“Nona ... bukankah Anda yang meminta bahan makanan untuk diet?” ucap Luolan yakin.Shuyi menoleh perlahan. Tersenyum tipis. Namun, tatapannya kosong.“Aku meminta bahan diet,” katanya pelan, “bukan bahan untuk menjadi kelinci percobaan.”“Apakah aku salah, Nona?” tanya Luolan polos.Shuyi menatap Luolan dari ujung kepala hingga kaki. Di dunia ini, hampir semua perempuan bertubuh ramping. Berbeda dengan dirinya yang beratnya lebih dari seratus kilogram.‘Shuyi ... mengapa kau sangat suka makanan, sih?’ Shuyi mengepalkan tangannya tidak terima.Ia tahu penyebabnya. Dal
Terakhir Diperbarui: 2026-03-29
Chapter: Bab 9 - CEO ini akan Berperang Melawan Takdirnya
“Dasar pria aneh! Apakah di dunia ini tidak ada pria yang normal?”Suara kesal Shuyi pecah di tengah jalan setapak yang mulai gelap. Wajahnya masih memerah. Entah karena lelah berlari atau karena jengkel mengingat pertemuannya dengan kasim misterius tadi.“Aku rasa semenjak terbangun sebagai Shuyi, satu per satu masalah mulai menghampiriku.” Shuyi menghela napas panjang. “Ah, ayolah ... aku hanya ingin hidup tenang di kesempatan hidup ini.”Langkah Shuyi melambat. Ia menatap langit yang mulai berubah warna, jingga yang memudar digantikan biru gelap.“Sepertinya Luolan sudah kembali. Aku harus bergegas.”Tidak butuh waktu lama Shuyi kembali ke Paviliun Utara. Sejenak Shuyi terdiam menatap Paviliunnya. Sepi, sunyi, dan menyedihkan.“Walaupun sudah melihatnya berkali-kali, sepertinya aku belum terbiasa dengan paviliun buruk ini,” gumam Shuyi sambil berkacak pinggang.Tiba-tiba pintu terbuka dari dalam.“Nona, Anda sudah kembali!”Luolan muncul dengan wajah sedikit berkeringat.“Saya suda
Terakhir Diperbarui: 2026-03-28
Chapter: Bab 8 - Bayangan di Balik Tembok Istana
“Kalau orang istana melihat wajahmu sekarang, mereka pasti akan mengira kau anak bangsawan yang tersesat ke rumah minum arak.”Seorang pria duduk santai di ambang jendela kayu sambil menggoyangkan kakinya. Ia menggigit apel di tangannya. Dari bawah terdengar riuh tawa para tamu, dentingan cangkir, dan musik kecapi. Namun, ruangan mereka tetap sunyi."Jianyu, jika kau masih ingin duduk di sana dengan nyaman, sebaiknya kau berhenti mengomentari wajahku.”Jianyu tersedak. "Minghan, kau terlalu kejam pada sahabatmu sendiri."Minghan berdiri di depan meja kayu dengan jubah hitam sederhana. Tali pita berwarna hitam mengikat rapi setengah rambut panjangnya. Memperlihatkan wajah tampan dengan mata yang tenang.“Kau terlalu banyak bicara,” jawabnya datar.Jianyu melompat turun dengan ringan. Menatap Minghan yang bersandar santai di kursi kayu. Jianyu berjalan mengitari Minghan seperti pedagang yang sedang menilai barang.“Bukankah itu laporan dari setiap wilayah?” tanya Jianyu.Minghan mengel
Terakhir Diperbarui: 2026-03-28
Chapter: Bab 7 - Nyonya yang Terbuang
“Angkat dagumu, Nona.”Shuyi nyaris tertawa mendengar bisikan itu. Ia berhenti melangkah dan menoleh. Luolan berjalan di sampingnya dengan wajah tegang. Kedua alisnya mengerut tajam seolah hendak berperang.Di sepanjang koridor, para pelayan berpura-pura sibuk. Ada yang mengelap jendela terlalu lama, ada yang menyapu halaman yang sudah bersih. Bahkan, ada yang menatap terang-terangan.“Aku yang dibuang, kenapa kau yang tegang?” ucap Shuyi dengan santainya.Setelah kejadian di kolam Paviliun Qilin. Shuyi diberikan hukuman untuk pindah ke Paviliun Utara. Sesuai alur drama yang pernah ia tonton. Walaupun caranya sedikit berbeda, hasil akhirnya tetap sama.Luolan berhenti. “Karena saya mengenal Nona lebih dari mereka.” Luolan diam sejenak. “Jika bukan karena Pangeran sialan itu, Nona tidak akan mengalami nasib sial seperti ini.”‘Pangeran sialan?’Shuyi terkekeh pelan. “Aku hanya pindah paviliun, bukan mengakhiri kehidupan.”Shuyi menatap ke depan. Mereka kembali melangkah menjauhi Pavili
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Chapter: Bab 6 - Fitnah di Tepi Kolam
“Nona ... apakah Anda akan benar-benar memancing di sini?”Luolan menatap cemas Shuyi yang asyik memasang umpan ke kail. Setelah percobaan mengganggu saat minum teh gagal. Shuyi kembali merencanakan hal gila dengan memancing di kolam ikan yang tidak jauh dari Paviliun Qilin --- Paviliun utama di istana Pangeran Jingyi.“Kalau aku membuat masalah kecil seperti ini setiap hari, mungkin Jingyi akhirnya akan muak.” Shuyi melemparkan kailnya ke dalam kolam.“Tapi bagaimana jika Pangeran malah menjadi marah?” cemas Luolan.Shuyi mengangkat bahunya. “Yang penting dia akan menjadi muak, dan setelahnya dia pasti akan setuju untuk menceraikanku.”‘Demi hidup tenang dan jauh dari drama dengan akhir mengenaskan ini, mana mungkin aku diam saja?’Luolan akhirnya hanya menghela napas panjang. Namun, tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Qingran dan dua pelayannya menghampiri Shuyi.“Kakak sedang apa?”“Memancing,” jawab Shuyi singkat bahkan tanpa menoleh.Qingran tampak bin
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Anda juga akan menyukai
My Mate is a Wolf
My Mate is a Wolf
Fantasi · Emily Septiana
1.0K Dibaca
MENAWAR TAKDIR
MENAWAR TAKDIR
Fantasi · Lotus putih
996 Dibaca
Sang Penguasa
Sang Penguasa
Fantasi · Alyssa123
983 Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status