author-banner
Nian Nian
Author

Nobela ni Nian Nian

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Yishu seharusnya mati karena kecelakaan setelah berpesta semalaman. Namun, Ia malah terbangun sebagai Lu Shuyi, tokoh perempuan gendut yang mati karena kebodohannya. Tidak ingin berakhir menyedihkan ia memutuskan mengubah takdirnya. Difitnah, diremehkan, dan hampir dihancurkan, ia tetap melawan. Saat kebenaran terungkap dan perceraian disahkan di depan raja, seluruh istana sadar bahwa perempuan gendut yang mereka hina adalah orang yang akan berdiri di puncak kekuasaan.
Basahin
Chapter: Bab 22 - Sup Embun Giok Legendaris
“Anda bercanda kan, Nona?”Luolan menghela napas. “Saya tahu Yujin sudah bertindak keterlaluan tetapi saya rasa ini sedikit berlebihan jika harus membuatnya merasakan sup hijau mengerikan itu.”Luolan bergedik ngeri membayangkan kembali sup hijau buatan Shuyi. Sup dengan warna hijau pekat dan yang sangat sulit dijelaskannya. Bahkan, ingatan saat Shuyi pingsan di halaman paviliun masih terekam jelas di kepalanya. Shuyi mendengus. “Luolan, apakah aku terlihat bercanda?”Shuyi mulai meletakan sisa kubis, wortel, dan telur di atas meja.“Nona? Anda benar-benar akan membuat sup mengerikan itu?”Luolan mulai panik, tangannya bergerak gelisah seolah ingin merebut sayuran itu dari tangan Shuyi.“Tentu saja. Mengapa tidak?” jawab Shuyi dengan penuh percaya diri.Luolan ingin sekali menghentikan Shuyi. Namun, Shuyi sudah dengan cepat mengupas wortel.“Bantu aku memotongnya agar makanan segera selesai.” Shuyi memberikan sebuah kubis segara kepada Luolan.Luolan mengambilnya dengan pasrah. Sese
Huling Na-update: 2026-06-26
Chapter: Bab 21 - Kehangatan Baru di Paviliun Utara
"Satu kali lagi, Nona! Angkat lutut Anda lebih tinggi, pertahankan posisinya!" seru Luolan dengan penuh semangat.“Ayo, Nona! Satu, dua, angkat!”Luolan bergerak ke sana ke mari. Tangannya bergerak naik turun. Seolah memberikan komando pada Shuyi.“Akh! Aku sudah tidak tahan lagi!”Shuyi menggeram. Keringat bercucuran deras membasahi dahi dan lehernya yang gempal. Dengan napas yang sudah putus-putus, Shuyi berusaha mengangkat tubuhnya untuk melakukan squat yang ke enam kalinya.Luolan berdiri depan Shuyi. “Nona, bertahanlah! Bayangkan bagaimana penampilan Anda dengan tubuh kurus dan cantik!”Ucapan Luolan berhasil membakar kembali semangat Shuyi yang hampir padam. Shuyi memejamkan matanya. Lalu, dengan sekuat tenaga Shuyi menurunkan tubuhnya, membuat lututnya tertekuk 90 derajat.“Ayo, Nona! Anda pasti bisa!” Luolan melompat-lompat kecil memberi semangat.Shuyi membuka matanya. “Satu kali lagi! Akh!”Shuyi langsung jatuh terlentang di atas rumput saat berhasil melakukan squat yang ke
Huling Na-update: 2026-06-21
Chapter: Bab 20 - Korban Kubis Gulung
“Bukankah hanya seekor kucing gendut? Mengapa aku harus berhati-hati?”Jianyu berdiri di tepi danau. Memandang Paviliun Utara yang tidak jauh dari pandangannya. Tidak ingin membuang waktu, Jianyu melangkah mendekati Paviliun Utara.“Baiklah, waktunya bekerja.”Setelah memastikan situasi aman, Jianyu bergerak cepat melompati tembok paviliun yang terlihat rapuh. Pandangannya langsung terpaku pada sebuah pohon willow tua yang tumbuh di belakang Paviliun Utara.Dengan lihai, Jianyu melompat ke dahan pohon willow. Matanya memandang Paviliun Utara dari balik dedaunan. Paviliun itu tampak sunyi.‘Aku penasaran apakah wanita itu masih hidup,’ batin Jianyu.Kemudian dengan pelan, Jianyu naik ke atap paviliun utara.‘Aku rasa ini jalur yang aman untuk menyusup ke Paviliun Qilin,’ batin Jianyu lagi.Namun, saat Jianyu hendak melangkah pergi. Telinganya menangkap beberapa suara tepat di bawahnya. Perlahan Jianyu mencondongkan tubuhnya agar bisa mendengar lebih jelas.“Nona, ini luar biasa! Siapa
Huling Na-update: 2026-06-21
Chapter: Bab 19 - Aroma Pemikat Masalah
“Apakah kepala pelayan sudah kehilangan akal?”Luolan membanting nampan makanan ke meja kayu. Benturannya menggema di paviliun yang sunyi. Dadanya terlihat naik turun, menahan emosi yang meluap.“Lihat ini, Nona!” serunya kesal.Di dalam keranjang itu hanya ada tumpukan sawi menguning. Beberapa buah umbi bahkan sudah mengeluarkan lendir busuk. Baunya yang menyengat langsung menusuk hidung Shuyi saat itu juga.“Apakah mereka pikir Paviliun Utara hanya dihuni oleh tikus?” sindir Luolan.Namun, Shuyi hanya duduk termenung. Memandang Paviliun Qilin dari balik jendela kamarnya dengan tatapan kosong. Wajahnya terlihat pucat, seperti sebuah raga yang telah kehilangan nyawanya.“Nona ...,” panggil Luolan dengan lemah.Pelayan dapur berdiri dengan canggung. “Nona ... jika tidak ada yang lain, saya–““Pergilah,” potong Shuyi.Suaranya terdengar pelan dan sangat lelah, seolah-olah ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk memperpanjang masalah. Kemudian pelayan itu buru-buru keluar. Setelah pint
Huling Na-update: 2026-06-20
Chapter: Bab 18 - Permainan di Balik Layar
“Luar biasa! Aku penasaran siapa yang berani membuat Pangeran Mahkota kita babak belur,” ejek Jianyu sambil menahan tawa.Jianyu duduk di pinggir jendela dengan santai. Mengayunkan kakinya sambil menatap geli ke arah Minghan. Seolah sedang menonton sebuah hiburan.Minghan tidak langsung menjawab. Tangannya sibuk menempelkan kain sutra yang telah dibasahi air hangat ke pelipisnya. Angin malam yang masuk lewat celah jendela seolah ikut membeku bersama ekspresi datarnya."Jianyu, jika kau masih ingin duduk di sana dengan nyaman, sebaiknya kau berhenti mengomentari wajahku.”Bukannya takut, Jianyu malah tertawa. Kemudian, ia melompat turun dengan ringan. “Minghan, kenapa kau masih begitu kejam dengan sahabatmu sendiri?”Jianyu melangkah mendekat, menarik sebuah kursi dari meja dan duduk di seberang Minghan. “Lagi pula pikirkan baik-baik, kapan lagi aku bisa melihatmu seperti ini?”Minghan tidak menjawab. Tubuhnya bersandar pada sandaran kursi. Matanya terpejam sambil merasakan pelipisnya
Huling Na-update: 2026-06-20
Chapter: Bab 17 - Kebenaran Pahit dari Sup Tangyuan yang Manis
“Nona ... Anda baik-baik saja?”Luolan menatap Shuyi dengan khawatir. Semenjak kejadian di dapur tadi, suasana hati Shuyi terlihat sangat kacau. Shuyi terus saja mondar-mandir di dalam kamar dengan raut wajah masam.“Mengapa aku tidak ingat sama sekali?” Shuyi berhenti dan memijat pelipisnya. “Sebenarnya siapa kasim gila itu?!”Dengan pelan, Luolan meletakan sebuah nampan di atas meja. Di atas nampan itu terdapat tiga buah bakpao jumbo dan semangkuk besar sup tangyuan wijen hitam yang berenang di dalam kuah sirup gula kental. Aromanya yang manis langsung memenuhi seisi kamar.“Nona, lebih baik Anda makan terlebih dahulu. Semenjak Anda sadar beberapa saat yang lalu, Anda belum makan apa pun,” ucap Luolan dengan lembut.Shuyi berhenti melangkah. “Baiklah, mungkin aku harus makan agar bisa berpikir.”Kemudian Shuyi duduk di kursi yang dekat dengannya. Namun, Shuyi menatap meja dengan tatapan tidak percaya.“Luolan, apa ini?” Shuyi menatap Luolan dengan penuh tanda tanyaa.Luolan mendekat
Huling Na-update: 2026-06-18
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status