Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

last updateLast Updated : 2026-03-29
By:  Nian NianUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
11Chapters
60views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Yishu seharusnya mati karena kecelakaan setelah berpesta semalaman. Namun, Ia malah terbangun sebagai Lu Shuyi, tokoh perempuan gendut yang mati karena kebodohannya. Tidak ingin berakhir menyedihkan ia memutuskan mengubah takdirnya. Difitnah, diremehkan, dan hampir dihancurkan, ia tetap melawan. Saat kebenaran terungkap dan perceraian disahkan di depan raja, seluruh istana sadar bahwa perempuan gendut yang mereka hina adalah orang yang akan berdiri di puncak kekuasaan.

View More

Chapter 1

Bab 1 - Adegan Pertama sang Antagonis

“Aku tidak percaya ada wanita sebodoh itu!”

Yishu, 29 tahun. Ia membanting gelas berisi bir ke atas meja. Ia duduk di depan Liyun — sahabat masa kecilnya.

Sekarang sudah larut malam. Namun, suara musik masih bergema. Banyak orang yang berpesta atau hanya sekadar minum bir seperti mereka.

“Drama apa lagi sekarang?” Liyun dengan santai meminum birnya.

Yishu menatap layar ponselnya dengan kesal. “Wanita gendut yang berakhir karena kebodohannya sendiri.” Yishu meminum birnya lagi. “Setelah dicampakkan suaminya, ia masih saja menunggunya, sungguh bodoh!” maki Yishu.

Liyun tertawa kecil. “Kamu terlalu terbawa perasaan hanya karena sebuah drama.”

“Aku tidak terbawa perasaan.” Yishu mendengus kesal. “Aku hanya tidak tahan melihat wanita bodoh yang berakhir menderita karena cinta. Jika aku adalah dia, maka aku tidak akan berakhir sepertinya.”

Liyun menunjuk wajah Yishu. “Itu karena kamu adalah Yishu. Dua puluh sembilan tahun, CEO cantik yang berhasil membangun kerajaan bisnis.” Liyun tersenyum tipis. “Jangan bandingkan dirimu dengan karakter fiksi.”

Yishu terdiam sejenak. Ia menatap kedua gelas bir kosong di depannya. Pantulan lampu klub berkilau di permukaan meja yang basah karena embun air. Yishu tersenyum miris mengingat Shuyi — tokoh wanita bodoh yang ia tonton dalam drama pendek.

“Baiklah-baiklah, aku mengerti.” Yishu berdiri. “Aku harus pulang.”

Ekspresi Liyun tidak rela. “Cepat sekali?”

“CEO kan sibuk.” Yishu memberikan kedipan mata sebelum berbalik dan berjalan pergi.

Yishu berjalan dengan terhuyung-huyung. Tiba-tiba sebuah panggilan telepon masuk. Yishu meraih ponsel dari dalam tasnya. Baru saja akan mengangkat teleponnya. Sbuah cahaya menyilaukan penglihatannya. Lalu, terdengar suara teriakan bersamaan dengan suara klakson mobil yang nyaring.

“Yishu! Awas!”

Semua terjadi dalam sekejap. Yishu merasakan tubuhnya melayang dan menghantam sesuatu dengan keras. Dunia seperti berputar. Ponselnya terjatuh tidak jauh dari wajahnya. Layarnya yang retak menampilkan sebuah notifikasi drama pendek.

‘Istri Gendut akan Mengubah Takdirnya!’

“Apa-apaan ini?” guman Yishu.

Sedetik kemudian pandangannya berubah menjadi gelap.

“Nona ….”

Suara tangisan samar-samar mulai terdengar dalam kegelapan. Perlahan Yishu mencoba membuka matanya. Langit-langit kayu dan kain sutra memenuhi pandangannya.

Yishu berkedip beberapa kali. Ia mencoba bangun. Namun, tubuhnya terasa sangat berat.

“Nona, syukurlah Anda bangun!”

Seorang gadis muda berlutut di samping Yishu. Wajahnya sembab.

Yishu mengerutkan keningnya. “Nona?”

“Nona, apakah kepala Anda masih sakit?” tanya gadis itu panik. “Tabib istana bilang Anda hampir kehilangan nyawa karena tertabrak kereta kuda.”

“Hah? Apa maksudmu dengan kereta kuda?” heran Yishu.

Yishu menggeleng. Yishu ingat terakhir kali ia memang tertabrak. Namun, tertabrak mobil van, bukan kereta kuda.

“Nona ... apakah luka di kepala Anda sangat serius hingga tidak mengingatnya?” suaranya gemetar.

Yishu makin kebingungan. Ia menatap sekelilingnya. Ruangan yang terlihat seperti Paviliun Istana. Tirai sutra berwarna biru muda yang menggantung di pinggir kasurnya.

“Mengapa aku di sini? Apakah kita sedang syuting film?” tanya Yishu.

“Nona ... apakah perlakukan Pangeran Jingyi benar-benar melukai Anda?” rengeknya.

Yishu mengerjapkan matanya. “Jingyi? Siapa?”

Yishu menatap gadis di depannya. Pakaian yang digunakan bukanlah pakaian modern tetapi seperti pakaian pelayan dengan hanfu berwarna hijau muda.

“Tunggu, kenapa tanganku jelek sekali?”

Yishu menarik tangannya. Menatap jemarinya yang besar dan gendut. Dadanya semakin terpacu saat Yishu menyentuh pipinya.

“Tolong ambilkan aku cermin,” pinta Yishu.

Pelayan itu terlihat ragu. Namun, ia tetap mengambilkan sebuah cermin perunggu kecil. Begitu melihat pantulan cermin, Yishu merasa seperti tersambar petir.

“Mengapa ….” Suaranya gemetar. “Mengapa aku menjadi wanita bodoh ini!?” seru Yishu.

Yishu membeku. Pipi bulat. Hidung sedikit lebar. Perban yang melilit kepalanya dengan asal-asalan.

Itu bukan wajah Yishu. Itu adalah wajah wanita gendut bodoh yang ada di drama pendek, Shuyi. Istri sah yang dicampakkan suaminya sendiri.

Ingatan yang bukan miliknya menyerbu kepalanya. Pernikahan yang dipaksakan, sifat dingin suaminya, adik tirinya yang mencoba merebut posisinya, bahkan tatapan hina dari para pelayan.

Wajah Yishu tampak memelas. Kemudian menatap pelayan di sampingnya. Berdasarkan ingatan Shuyi, gadis di depannya ini adalah satu-satunya pelayan Shuyi.

“Luolan?” tanya Yishu ragu.

“Ya?” Luolan memiringkan kepalanya.

“Sudah berapa lama sejak aku tidak sadarkan diri?”

Luolan berpikir sejenak. “Tiga hari setelah Anda menikah dengan Pangeran Jingyi, Anda menghadiri sebuah jamuan di istana. Lalu, Anda tidak sengaja tertabrak kereta kuda saat mengejar Pangeran Jingyi dan tidak sadarkan diri selama sehari penuh,” jelas Luolan panjang lebar.

‘Shuyi ... kamu benar-benar wanita bodoh!’ maki Yishu dalam hati.

Yishu tersenyum miris, memegang kepalanya yang pusing. Tiba-tiba terdengar keributan di depan kamarnya. Tidak lama terdengar suara lembut perempuan yang seperti akan menangis.

“Ah ... adegan ini. Aku tidak menyangka benar-benar akan memainkan peran wanita bodoh ini,” gumam Yishu.

Yishu beranjak dari ranjangnya. Membuat Luolan terkejut dan dengan cepat mengikuti Yishu. Kini, Yishu berdiri tepat di belakang pintu kamarnya. Yishu menempelkan telinganya pada celah pintu, berusaha mendengar percakapan lebih jelas.

“Kakak belum keluar juga? Apakah dia benar-benar tidak mau menerimaku?”

‘Ah! Apakah itu adik selir kita yang polos?’

Yishu tahu suara siapa itu. Tidak lain adalah Lu Qingran. Adik tiri sekaligus selir suaminya. Lalu, tidak lama terdengar suara yang rendah dan dingin.

“Shuyi, jika kamu tidak segera membuka pintu maka jangan salahkan aku jika pintu ini rusak,” ancamnya.

‘Jingyi? Apakah pangeran berkuda putih kita sudah sampai?’

Yishu memegang dagunya. Kedua alisnya mengerut. Seolah ia berpikir bagaimana caranya ia akan tampil kali ini.

“Nona, apa yang akan Anda lakukan sekarang?” bisik Luolan dari belakangnya.

Yishu merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan. Tangannya memegang gagang pintu. Bibirnya menyeringai tipis.

“Sebelum mengacak-acak jalan cerita, mari kita sapa suami dan selir tercinta!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status