author-banner
Eloise Vox
Eloise Vox
Author

Novels by Eloise Vox

Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

"Mereka bilang ada lima tahapan berduka — penyangkalan, amarah, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Namun aku ingin menambahkan satu hal, pembalasan" Sepuluh tahun sejak kematian sang ayah, Kiara Snow kembali ke Kota Valencia untuk menagih hutangnya. Untuk setiap kekejaman yang dilakukan oleh Ibu dan Kakak tirinya, dan ia akan membuat mereka membayar sepuluh kali lipat. Dan senjata yang akan dia gunakan untuk membalas denadam? Seorang pria yang penuh dengan pengaruh dan kekuasaan. Suami dari Kakak tiri tercintanya, CEO dari Inovara Corp. Elvano Arvan Pramana. Kiara akan membuat pria itu menjadi miliknya. Cara terkejam yang akan ia lakukan adalah dengan mengandung anak dari pria tersebut. Hal yang tidak akan pernah bisa sang Kakak lakukan.
Read
Chapter: Bab 71 - Batas yang Tidak Boleh Dilewati
Kiara menatap pintu apartemen yang baru saja tertutup.Suara langkah Elvano sudah lama menghilang dari balik koridor. Namun keheningan yang ditinggalkannya masih memenuhi setiap sudut ruangan. Ia tetap berdiri di tempat yang sama, seolah tubuhnya belum benar-benar menyadari bahwa percakapan mereka telah berakhir.Di atas meja, buku catatan itu masih terbuka.Halaman yang sama.Tulisan yang sama.Kiara melangkah mendekat, lalu menatapnya cukup lama sebelum menutup buku itu perlahan. Gerakannya tenang, tetapi pikirannya tidak. Semakin ia berusaha mengembalikan fokus pada penyelidikan, semakin jelas kalimat terakhir Elvano kembali terdengar di kepalanya."Aku ingin dia lahir karena dicintai."Ia memejamkan mata sesaat.Kalimat itu seharusnya tidak mengubah apa pun. Rencananya tetap masuk akal. Perhitungannya tetap sama. Celine tetap memiliki titik lemah yang tidak dimiliki siapa pun.Namun entah mengapa, ia tidak lagi mampu memandang semuanya dengan kejernihan yang sama.....Malam itu,
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 70 — Aku Akan Mengandung Anakmu
Keputusan itu tidak lagi sekadar memenuhi sudut pikirannya.Selama dua hari terakhir, Kiara berusaha kembali pada rutinitas yang selama ini membantunya menjaga kendali. Ia membaca ulang laporan Arga, menelusuri catatan mengenai Saint Orla, bahkan mencoba menyusun kembali kronologi yang berkaitan dengan Darian. Namun setiap kali berhasil memusatkan perhatian pada penyelidikan, pikirannya selalu kembali berputar pada titik yang sama.Celine.Bukan pada kebenciannya.Melainkan pada ketakutan yang berulang kali berhasil ia tangkap di balik ketenangan perempuan itu.Semakin lama ia memikirkannya, semakin yakin Kiara bahwa seluruh pertahanan Celine berdiri di atas satu harapan yang sama—harapan keluarga Pramana akan seorang penerus.Kesimpulan itu tidak membuatnya merasa puas.Justru sebaliknya.Ia berharap menemukan jalan lain.Namun setiap kemungkinan yang ia susun selalu berakhir pada tujuan yang sama.Menjelang siang, Kiara akhirnya mengambil ponselnya.Ia mengetik sebuah pesan singkat.
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 69 — Jalan Paling Kejam
Pikiran itu tidak hilang setelah malam berlalu.Bahkan ketika Kiara mencoba mengalihkan perhatiannya pada dokumen Saint Orla, laporan Arga, atau catatan lama tentang Darian, selalu ada satu bagian dalam pikirannya yang kembali pada halaman yang sama.Bukan karena ia belum menemukan jawaban.Melainkan karena perlahan ia mulai memahami arah yang selama ini berusaha ia hindari.Kesadaran itu membuatnya merasa tidak nyaman.Kiara duduk di ruang kerjanya dengan beberapa dokumen terbuka di atas meja. Namun tidak satu pun benar-benar ia baca. Matanya hanya tertuju pada catatan yang sebelumnya ia buat, seolah berharap kata-kata di halaman itu akan berubah jika ia melihatnya cukup lama.Ia kembali menatap catatan yang berisi berbagai kemungkinan yang sudah ia kumpulkan.Tentang posisi seseorang di dalam keluarga. Tentang bagaimana sebuah nama dan pengaruh dapat dipertahankan. Tentang faktor-faktor yang menentukan arah masa depan
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 68 — Bukan Sekadar Balas Dendam
Garis tebal yang dibuat Kiara di bawah kata anak masih terlihat jelas di buku catatannya.Sejak malam sebelumnya, ia sudah beberapa kali menutup buku itu. Ia mencoba mengalihkan pikirannya, mencoba kembali fokus pada hal-hal yang seharusnya menjadi prioritasnya. Namun setiap kali buku itu terbuka lagi, pandangannya selalu kembali pada halaman yang sama.Status.Anak.Hak waris.Posisi keluarga.Empat hal yang awalnya hanya ia anggap sebagai bagian dari strategi. Cara untuk memahami bagaimana keluarga Pramana melihat kekuasaan, hubungan, dan masa depan mereka. Cara untuk menemukan celah yang bisa digunakan untuk menghadapi Celine.Namun semakin banyak yang ia pahami, semakin sulit baginya menganggap semua itu hanya sebagai informasi biasa.Karena sekarang yang ia lihat bukan hanya sebuah kelemahan.Ia mulai melihat akibat yang mungkin muncul dari keputusan yang ia ambil. Dan semakin jelas gambaran itu terbentuk, semaki
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 67 — Keputusan Pertama
Kiara baru benar-benar tertidur ketika dini hari hampir berganti pagi. Tidurnya pun tidak nyenyak. Beberapa kali ia terbangun sebelum akhirnya membuka mata saat cahaya matahari mulai menyelinap melalui celah tirai apartemennya. Ia tetap berbaring beberapa saat, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang terasa penuh, meski ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa tidak ada hal penting yang sedang dipikirkannya.Namun ingatannya kembali pada percakapannya dengan Celine semalam.Status tidak selalu mengikuti perasaan.Kalimat itu terus berputar di kepalanya. Diucapkan dengan nada yang tenang, tanpa ancaman atau emosi yang berlebihan, tetapi justru karena itulah kata-kata tersebut meninggalkan kesan yang sulit diabaikan.Dengan embusan napas pelan, Kiara bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang kerja. Laptop yang semalam ia tinggalkan masih tergeletak di atas meja. Begitu layar menyala, halaman terakhir yang terbuka langsung muncul di had
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Bab 66 — Tawaran yang Tidak Diucapkan
Celine tidak langsung pulang setelah meninggalkan klinik. Mobilnya masih terparkir di tempat yang sama, sementara amplop berisi hasil pemeriksaan itu terletak diam di kursi penumpang sebelah. Ia tidak perlu membukanya lagi. Isi dokumen tersebut sudah terlalu akrab untuk dilupakan. Pandangannya tertuju lurus ke depan. Jalanan di hadapannya ramai seperti biasa, tetapi pikirannya masih tertinggal di ruang konsultasi beberapa menit lalu. -Peluang kehamilan alami Anda masih sangat rendah.- Kalimat itu tidak membawa kabar baru. Ia sudah mendengar versi yang sama bertahun-tahun lalu. Namun mendengarnya kembali tetap menimbulkan rasa sesak yang tidak pernah benar-benar hilang. Selama ini Celine berhasil hidup berdampingan dengan kenyataan tersebut. Ia menyimpannya rapat-rapat, jauh dari jangkauan keluarga Pramana, jauh dari pertanyaan Adrian, dan terutama jauh dari Elvano. Ia belajar ter
Last Updated: 2026-06-25
You may also like
Hasrat Liar Tuan Devano
Hasrat Liar Tuan Devano
Romansa · Hello Cutie
842 views
Bayang Cinta sang Tuan
Bayang Cinta sang Tuan
Romansa · Chiavieth
840 views
CINTA PALSU SUAMIKU
CINTA PALSU SUAMIKU
Romansa · Chau Navriena
840 views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status