LOGIN"Mereka bilang ada lima tahapan berduka — penyangkalan, amarah, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Namun aku ingin menambahkan satu hal, pembalasan" Sepuluh tahun sejak kematian sang ayah, Kiara Snow kembali ke Kota Valencia untuk menagih hutangnya. Untuk setiap kekejaman yang dilakukan oleh Ibu dan Kakak tirinya, dan ia akan membuat mereka membayar sepuluh kali lipat. Dan senjata yang akan dia gunakan untuk membalas denadam? Seorang pria yang penuh dengan pengaruh dan kekuasaan. Suami dari Kakak tiri tercintanya, CEO dari Inovara Corp. Elvano Arvan Pramana. Kiara akan membuat pria itu menjadi miliknya. Cara terkejam yang akan ia lakukan adalah dengan mengandung anak dari pria tersebut. Hal yang tidak akan pernah bisa sang Kakak lakukan.
View MoreBandara Valencia pagi itu terlihat ramai. Terlihat seorang wanita dengan rambut berwarna cokelat terurai sepinggang dan badan ramping semampai berjalan menuju pintu keluar bandara.
"Dengan Nona Kiara? Saya James asisten tuan Elvano" ucap seorang pria berjas hitam yang berdiri disamping sedan berwarna hitam. "Benar dengan saya Kiara." ucapnya sambil tersenyum. "Silahkan nona mari saya antarkan, tuan dan nyonya sudah menunggu dirumah utama." sambil membukakan pintu penumpang. "Terimakasih James" Sepanjang perjalanan dipenuhi dengan kesunyian. Kiara teringat kembali kenangan-kenangan yang ia coba kubur dalam-dalam. Namun semua kenangan itu sekarang tidak berarti, karena ia akan membuat kenangan baru dengan melihat runtuhnya kehidupan sang Ibu dan Kakaknya. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Terlihat mobil sedan tersebut sedang mamasuki halaman sebuah rumah mewah. Rumah yang akan ia tinggali mulai sekarang. "Kita sudah sampai nona." Ucap James sambil membukakan pintu mobil. "Tuan dan nyonya sudah menunggu didalam." Ia dituntun memasuki rumah tersebut. Namun sebelum benar-benar menginjakkan kaki kedalam rumah tersebut, ia sempat terlihat berdiam diri beberapa detik sambil berkata kepada dirinya sendiri "Kau pasti bisa Kiara. Waktu yang selama ini kau tunggu-tunggu akhirnya datang juga." Sambil melangkahkan kakinya dengan mantap memasuki rumah itu, terlihat sang Kakak dan suaminya sedang duduk di ruang tamu. "Kiara akhirnya kau sampai juga. Sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu. Bagaimana kabarmu?" Terlihat sang kakak berdiri saat melihat dirinya sambil merentangkan kedua tangannya. Menariknya kedalam pelukan yang terlihat hangat. "Halo Kak Siena, kabarku baik. Bagaimana denganmu kak?" Balas Kiara sambil membalas pelukan tersebut. "Kabarku juga baik. Mari kuperkenalkan pada suamiku." Ucap sang kakak sambil menarik tangannya untuk mendekat pada suaminya. "Sayang, ini Kiara. Adik yang pernah kuceritakan padamu. Dia tidak bisa datang ke pernikahan kita waktu itu karena harus menempuh pendidikan di luar negeri." Rumor yang beredar tentang CEO Inovara Corp. itu terlihat benar. Pria itu memang terlihat sangat tampan. Dengan tinggi dan badan yang tegap juga warna matanya yang hazel memang terlihat sempurna. Mata yang sekarang menatapnya dengan tajam dan intense itu membuatnya terpesona. "Saya Elvano." Ucapnya sambil mengulurkan tangan. "Halo Kak, Aku Kiara. Senang bertemu denganmu." Balas Kiara sambil menggenggam tangan tersebut yang hanya dibalas dengan anggukan kepala. Mereka saling menatap beberapa detik tanpa melepaskan genggaman tangan. Seolah-olah ada sesuatu yang menarik mereka lebih dalam. "Ayo kita duduk. Kiara, kau pasti sudah mendengarkan penjelasan Ibu melalui telepon secara singkat mengapa kami memanggilmu kemari." Ucap Siena, ia terlihat menyembunyikan rasa kesal saat melihat interaksi tersebut. Kiara memang sudah mengetahui alasan mengapa ia dipanggil untuk pulang. Bukan karena mereka merindukannya, namun karena lagi-lagi ada sesuatu yang mereka inginkan darinya. "Benar kak, Ibu sudah menjelaskan secara singkat beberapa waktu yang lalu." "Jadi, tujuan kami memanggilmu kemari karena kami membutuhkan seoarang Ibu Pengganti. Namun kami tidak ingin orang asing yang akan melahirkan penerus keluarga Pranama. Itulah alasan kami memanggilmu." Siena memang terdiagnosis mandul. Rumor kemandulannya sudah lama tersebar hingga sampai ketelinganya saat berada di negeri seberang. Pernikahan mereka yang sudah berjalan selama lima tahun itu belum menghasilkan seorang pewaris. Sedangkan keluarga Pranama terus mendesak agar keturunan bisa segera dilahirkan atau ancaman dia akan diceraikan akan datang. Membuat Seina mau tidak mau harus mencari seorang Ibu Pengganti. "Aku ingin dirimu menggantikanku melahirkan penerus keluarga Pranama. Jadi aku ingin bertanya kepadamu apakah kamu bersedia menjadi Ibu Pengganti untuk anakku?" Ucap Siena "Tentu kak, aku bersedia. Aku tidak akan berada disini jika aku menolaknya." "Terimakasih Kiara. Kau memang yang terbaik. Baiklah kalau begitu, aku tidak ingin menahanmu lebih lama disini karenak kau pasti lelah setelah perjalanan panjang. Aku akan menunjukan kamar tidur yang akan kau gunakan selama disini. Baru besok kita akan membicarakan secara lanjut dengan dokter yang akan membantu proses persiapan sebagai Ibu Pengganti." Sebelum meninggalkan ruang tamu itu, Kiara sempat melihat bahwa pria yang sedari tadi diam itu menatapnya. Ia tahu bahwa sepanjang percakapannya dengan Siena pria itu tidak pernah berhenti menatapnya.Kiara sedang duduk diujung tempat tidur saat Elvano memasuki kamar utama itu. Memainkan perannya seperti seorang istri, ia lalu membantu Elvano untuk melepaskan dasi yang dia pakai. "Aku telah menyiapkan air hangat untukmu kak. Atau kamu ingin makan malam terlebih dahulu?" "Aku akan mandi terlebih dahulu, tunggulah disini, kita pergi ke ruang makan bersama." Balas Elvano sambil mengusap pipi Kiara dengan lembut. Lalu berlalu memasuki kamar mandi.Sedangkan Kiara sedang mencoba menenangkan detak jantungnya, dia mencoba mengalihkannya dengan menyiapkan baju santai untuk pria itu.Sesaat setelahnya, terdengar pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Elvano hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian intinya saja, tetes air masih terlihat mengalir ditubuh yang kekar itu. Melihatnya, detak jantung Kiara yang semula telah kembali normal kembali berdebar. "Aku sudah menyiapkan bajumu kak, aku akan menunggu didepan kamar sembari menunggumu berganti pakaian." Ucapnya sambil memalingkan wajah un
Pagi itu dikediaman keluarga Pranama saat memasuki area ruang makan hanya terlihat Elvano yang duduk disana. Sebelumnya saat berada dikamar, ia telah berdandan dengan ekstra. Saat ini Kiara sedang memakai blouse silk berwarna merah jambu dengan potongan v-neck yang membingkai tubuhnya bagaikan godaan. Dipadukan dengan celana pendek longgar yang disetiap gerakannya akan membuat kain itu tertarik keatas memeperlihatkan keindahan kaki jenjangnya.Rambutnya ditata dengan model bergelombang, yang membingkai pipi meronanya."Selamat pagi kak.""Hmm, pagi." Ucap Elvano membalas sapaannya "Siapkan sarapan, teh hangat dan potongkan buah segar untuknya." Lanjut pria itu berkata kepada pelayan yang sedang berjaga di area ruang makan.Belum sempat mereka memulai percakapan, terdengar langkah kaki memasuki ruangan itu. "Pagi Kiara. Pagi sayang." Sambil berjalan menuju Elvano untuk mengecup pipinya yang hanya dibalas dengan dehaman."Pagi Kak" Balas Kiara."Pagi ini aku akan mengantarmu ke klinik
Malam itu, saat Kiara duduk didepan meja rias, dengan satin robe bewarna hitam dan rambut masih basah setelah membersihkan tubuhnya secara menyeluruh. Terdengar ketukan dari arah pintu kamarnya."Masuk."Terlihat Elvano dari arah pintu, masih menggunakan kemeja hitam yang dia pakai tadi sore, dengan beberapa kancing bagian atas yang terbuka dan lengan digulung. Ia menyapukan pandangannya ke arah kamar sebelum mendarat ke arah Kiara, seketika tatapan matanya terlihat menggelap."Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan kak?" Ucap Kiara sembari berdiri, tindakan tersebut membuat robe yang sedari awal terikat tidak rapat terlihat melorot dan memperlihatkan bahunya."Aku sedang berpikir tentang Ibu Pengganti." Ucap Elvano sembari menutup pintu dibelakangnya. "Dan bagaimana aku tidak suka orang asing menyentuh apa yang menjadi milikku."Seketika raut wajah Kiara terlihat melembut, ia bertanya "Oh? Bukannya aku disini karena Kak Siena?""Kau disini karena kami berdua," sambil duduk di unjung ka
"Ini yang akan menjadi kamarmu selama kau tinggal disini Kiara. Aku harap kau betah dan jangan sungkan-sungkan apabila membutuhkan sesuatu." Ucap Siena sambil memperlihatkan kamarnya yang terletak di lantai dua rumah itu."Terimakasih kak, kamar ini terlihat nyaman. Aku pasti akan betah tinggal disini." Balas Kiara sambil memperhatikan sekekeliling kamar itu.Sambil memelukanya sekali lagi Siena berkata "Aku akan meninggalkanmu sekarang agar kau bisa beristirahat. Sekali lagi terimakasih Kiara, aku tidak tau apa yang akan aku lakukan jika kau tidak menyetujui permintaanku ini." "Tentu kak, tentu."Setelah berada diruangan itu sendirian, ia akhirnya bisa bernafas dengan lebih lega. Tahap pertama misi pembalasan dendamnya telah dimulai. Sambil merebahkan diri dikasur dan menatap langit-langit kamar dia berpikir. Jika bukan karena ingin membalaskan dendam itu, ia tidak akan sudi tinggal berada diatap yang sama dengan seseorang yang pernah memperlakukannya dengan buruk sekali lagi. Nam
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.