Chapter: Bab 5Badai salju pertama musim ini menghantam dinding batu kastil Blackwood dengan kekuatan yang mampu merobohkan pinus tertua di hutan. Di gudang kayu yang terbuka, udara terasa seperti ribuan jarum es yang menusuk kulit. Lyra, dengan seragam pelayan abu-abunya yang tipis, menyeret balok kayu terakhir dari tumpukan luar ke dalam perlindungan atap gudang.Uap putih keluar dari mulutnya setiap kali ia menghembuskan nafas. Jari-jarinya sudah mati rasa, membiru di ujungnya, namun ia menolak untuk berhenti. Di lantai atas, di balik jendela kaca yang hangat, ia tahu Lady Mira sedang menyesap teh hangat sambil menertawakan penderitaannya."Masih belum selesai, Omega?"Suara itu berasal dari seorang pelayan senior bernama Martha yang diutus Mira untuk mengawasi. Martha berdiri di ambang pintu yang lebih hangat, memegang sebuah cemeti kecil di tangannya.Lyra tidak menjawab, ia masih terus menyeret kayu. Pikirannya justru melayang pada ucapan Kael sebelum pemuda Ksatria itu membawa Lyra ke dapur.
Última atualização: 2026-03-17
Chapter: Bab 4Saat gerbang batu raksasa kastil Blackwood terbuka, kabut salju menyambut rombongan dengan keangkuhan yang sama seperti pemiliknya. Udara di Puncak Utara cukup membuat menggigil, Lyra turun dari kereta dengan kaki yang kaku, sama seperti biasa tidak ada yang memperdulikan. Lyra benar-benar tak kasat mata bagi mereka."Turun, Omega. Sambutan karpet merahmu sudah menunggu," sindir Kael, meski nada suaranya tidak lagi sekasar sebelumnya.Lyra menatap bangunan megah di depannya. Sebuah benteng yang terbuat dari batu hitam, menjulang tinggi seolah ingin menusuk langit yang kelabu. Lebih mirip penjara daripada tempat tinggal.“Jangan bengong, masuklah, ada seseorang yang harus kau temui!” Tiba-tiba saja Xander sudah ada di dekat Lyra.Xander mendorong Lyra untuk berjalan. Lelaki itu tidak bisa bersikap lembut pada Mate yang telah ditentukan Bulan. Lyra hanya bisa memejamkan mata, tubuh masih cukup kaku, wanita itu hanya bisa berjalan dengan pelan. Melihat hal tersebut semakin membuat Xander
Última atualização: 2026-03-17
Chapter: Bab 3"Aku tidak mau ikut," tolak Lyra tegas mempertahankan sedikit harga diri yang tersisa, dia bukan sebuah barang yang bisa dilempar ke sana ke mari.Xander mendekat lagi merasa harga diri jatuh karena diremehkan Lyra. Sampah itu menolak ajakannya. Xander mendecih lalu kembali membuka mulut, kali ini suaranya sangat rendah, nyaris berbisik di telinga Lyra. "Kau tidak punya pilihan. Di sini, kau hanya akan mati di tangan Elena dan kawan-kawannya. Di tempatku, kau mungkin punya kesempatan hidup lebih baik, setidaknya tidak akan ada yang mengusikmu tanpa izinku!”"Kesempatan atau hanya jenis siksaan baru?" sindir Lyra.Xander terdiam sejenak, menatap bibir Lyra yang gemetar. "Mungkin keduanya, tapi setidaknya, kau akan tetap hidup untuk membenciku.""Aku sudah membencimu, Xander," bisik Lyra."Bagus," sahut Xander sambil berbalik pergi. "Pertahankan kebencian itu. Itu adalah satu-satunya hal yang akan membuatmu tetap kuat saat kau menyadari betapa kejamnya duniaku yang sebenarnya."Tubuh Ly
Última atualização: 2026-03-17
Chapter: Bab 2Lyra berada di dapur Pakta yang lembab, setelah kehadirannya sebagai bahan tontonan selesai Lyra secara otomatis akan diusir dari ruang pesta dan berada di belakang. Bagi sebagian manusia serigala tempat itu menjadi titik terburuk, tetapi bagi Lyra, di dapur, dengan menjadi petugas kebersihan yang seharusnya bukan dia yang melakukan, justru Lyra bisa sedikit bernapas lega. Hanya ada bunyi denting peralatan makan beradu yang sedang dibersihkan. Bukan suara ejekan, atau kata-kata sarkas merendahkan. Akan tetapi kali ini berbeda, reaksi tubuh saat bertemu pandang dengan Xander masih membuat gemetaran berapa kali pun Lyra mengatur napas dan mencari ketenangan. Seolah ada hal mengerikan di balik sosok yang selalu dipuja bak dewa kesempurnaan para manusia serigala itu."Kau masih di sini, sampah?"Suara itu melengking tajam membuat Lyra yang sempat melamun melonjak karena terkejut. Lyra memegangi dada yang masih berdegup kencang. Ketika mengangkat kepala sebentar untuk melihat pemilik suara
Última atualização: 2026-03-17
Chapter: Bab 1“Kau memang hanya anjing kampung!” Kalimat sumbang yang berulang kali didengar seperti racun yang terus menggerogoti kewarasan Lyra Silvermane.Malam ketika bulan purnama menggantung tinggi di langit seperti mata perak yang dingin, memperhatikan dunia manusia serigala dengan ketidakpedulian yang mutlak. Ada sosok yang seolah tak kasat mata, tidak dipedulikan.Di balik dinding batu yang tebal, pesta perayaan bulan purnama sedang berlangsung megah. Suara musik gambus yang ritmis dan tawa para serigala kelas atas terdengar seperti ejekan.“Hutan Pinecreek tidak pernah bersahabat dengan mereka yang tidak memiliki kekuatan!” Kalimat lain yang tidak kalah menyakitkan masih terdengar sampai ke telinga Lyra meski tempat berdiri dengan kerumunan mereka cukup jauh.Pinecreek, wilayah yang dijaga oleh Pakta Silvermane, bukan sekadar hutan melainkan penjara tanpa jeruji. Konon, di balik pepohonan pinus yang menjulang, terdapat lorong-lorong kuno yang menyimpan rahasia tentang asal-usul darah me
Última atualização: 2026-03-17