author-banner
Amerta Klandestin
Amerta Klandestin
Author

Novels by Amerta Klandestin

Count Ejawantah: Balas Dendam Pewaris yang Menyamar

Count Ejawantah: Balas Dendam Pewaris yang Menyamar

Nathaniel ‘Ejawantah’ Yudhatama, 30 tahun, seorang serabutan di pinggir kota. Istrinya menuntut cerai dan memilih menikah dengan sahabatnya sendiri. Nathan pun diusir dari rumah mertua tanpa membawa apapun. Karena terdesak keadaan, ia menghubungi orang kepercayaan dan memintanya untuk membuka kembali akun Bank Internasional di luar negeri. Ternyata Nathan adalah pebisnis sekaligus pewaris dengan kekayaan bersih mencapai ratusan triliun rupiah. Hari itu juga, datang 5 bibi yang cantik dan seksi menghampiri Nathan. Mereka membantu Nathan membalaskan dendam pada orang-orang yang telah meremehkannya.
Read
Chapter: #Bab 215: Sampai Kapan ini Berlanjut?
Distrik Dayat, 19 OktoberKatakan saja Distrik Dayat sebagai daerah paling pinggir negeri yang difokuskan pada swasembada pangan.Hutan-hutan, cagar alam, serta lahan tani dan kebun ada di sekitar Distrik Dayat ini.Yang jadi masalah, selama beberapa bulan terakhir, area hutan lindung di dekat Distrik Dayat terbakar hebat.Katanya, sih, kebakaran disulut oleh musim kemarau berkepanjangan yang menimpa negeri. Tapi sudah bukan rahasia umum jika penyebab aslinya adalah pembakaran yang terencana oleh mafia-mafia minyak.Dan di tempat penuh asap itulah kini Nathan berada, berjalan dengan masker di wajah.‘Pun harus kuakui, kondisinya parah sekali di sini,’ batinnya di antara langkahnya.Selama berjalan sendiri tanpa pengawalan di Distrik Dayat itu, Nathan terus menyisir pandangan, mencerna situasi.Langit menguning.Asap di mana-mana.Tak sedikit di antara warga batuk-batuk.Dan yang paling parah, Nathan mendapati beberapa warga melintas dengan bayi atau balita mereka menghirup oksigen kal
Last Updated: 2026-10-26
Chapter: #Bab 214: Begitu Saja …?
“A-Apa yang sebenarnya terjadi …??”“Bagaimana bisa ada polisi di sini …??”“Apa aksi kita ketahuan …??”Pertanyaan-pertanyaan itu segera muncul, terdengar di antara kerumunan anggota organisasi mafia di bawah kepemimpinan King August.Bahkan King August sendiri bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sedang menimpanya.Saat itu, pasukannya dikepung polisi.Lehernya pun terancam tiga bilah pisau.Tidak jauh di sana, Cassandra dan Selena, dua ratu pilar ekonomi dunia menatapnya sinis, seakan ia telah salah memilih lawan.“S-Siapa sebenarnya kau …??”Demi pertanyaan itu, ketiga pisau di sekitar leher King August mendekat satu senti.Menelan ludah terasa makin sulit.Namun Nathan, yang kala itu berbincang enteng dengan Dahlia, tetap ber-oh panjang menanggapi pertanyaan King August.Ia bahkan mendekat tak selang lama.Langkah yang cukup membuat tiga sosok bertopeng di sekitar King August menarik pisau masing-masing menjauh satu senti.“Paman, kau kenal Count Ejawantah? Itu pertanyaanku tadi.
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: #Bab 213: Sesama Mafia
“Hup!”Dahlia kembali masuk ke mobil Nathan, tak lagi meringkus pengejar di belakang.Nathan pun segera menyambutnya di sana.“Terima kasih. Dibereskan satu, tumbuh lagi seribu. Mereka seperti jamur,” ujarnya.Dahlia hanya mendengus, tidak menjawab.Usahanya beberapa saat lalu seolah sia-sia.Namun bak mencoba memperburuk situasi, jalan di depan sana malah tak terlihat lagi, menyisakan hamparan lautan gelap sejauh mata memandang.Nathan pun mau tidak mau menginjak rem, menghentikan mobil sebelum tercebur.Meski begitu, mereka tak bisa kabur.Kerumunan pengejar sudah mengepung di sisi belakang sana, bersiap meringkus dua perusuh yang berani memukul bos besar organisasi mafia mereka.Ah, sosok bos besar yang beberapa waktu lalu dipukul Dahlia sudah sadar dan berada di baris terdepan pengepung itu, sih.Di titik itu, Dahlia pun mengempas tubuhnya ke sandaran sofa mobil pasrah.“Baik, aku mengakuinya,” ujarnya acuh.Nathan mendelik.“Aku kurang keras memukul si buncit itu,” ujar Dahlia la
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: #Bab 212: Salah Memukul Orang
“Apa yang kau pikirkan, sih?!”Dahlia berteriak-teriak mendapati Nathan benar-benar menghentikan mobilnya tepat di hadapan lampu lalu lintas yang berubah merah.“Lampunya merah.”Nathan mengangkat bahu simpel.“Kita sedang dikejar!”“Ayolah, kau terlalu panik. Terakhir kali kita kejar-kejaran saja kau tidak sepanik itu.”Dahlia mendengus.Itu adalah dua detik sebelum mobil hitam di belakang mereka, yang jumlahnya lusinan itu, menyejajari posisi mobil Nathan.Salah satunya bergeser ke jalur sebelah.Pengemudinya menurunkan kaca jendela, melambaikan sesuatu seperti tongkat besi.“Nathan …!!”Dahlia melotot.Nathan pun mendengus.“Padahal aku sedang mencoba menjadi warga negara yang baik. Sudahlah.”Tanpa menunggu para pengejar keluar dari lusinan mobil hitam itu, Nathan kembali menginjak pedal gas, tidak lagi peduli pada rambu lalu lintas.“Jangan biarkan dia lolos!!”“Kejar dia!!”Seruan-seruan itu menyerbu mobil Nathan.Pun berhenti di lampu merah tadi ternyata adalah keputusan buruk
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: #Bab 211: Mengulang Aksi Hari itu
“Loh, pantas saja sejak tadi ada bau wangi. Ternyata ada gadis muda di sini, toh.”Sebelum Dahlia menyadarinya, sosok pria paruh baya buncit dari salah satu sudut bar sudah muncul di sebelahnya.Tangannya merangkul Dahlia erat.Pun ia bicara kepada Dahlia dengan wajah teler yang didekatkan tanpa peduli privasi.Bau alkohol pekat tercium dari mulutnya.Meski begitu, kejadiannya hanya sesaat.Sepersekian detik berikutnya, Dahlia sudah melompat dengan kursi sebagai tumpuan.Dipanjatnya lengan pria yang merangkulnya itu, lalu dalam dua detik, menjepit leher dan membantingnya tanpa ampun.Suara berdebam menggema ke penjuru bar.Iya, Dahlia membuat sadar tiap pelanggan yang seharusnya tengah mabuk.Tentunya, termasuk mereka yang mengenal pria buncit yang tadi merangkul Dahlia.“Keparat, apa yang kau lakukan?!”“Beraninya kau menghajar Bos!!”“Kau harus membayarnya!!”Nathan sampai bangkit dan bersiaga.“Kau tetap melakukannya, ya,” ujarnya.“Ini namanya membela diri! Tidak dihitung melangga
Last Updated: 2026-10-19
Chapter: #Bab 210: Pengakuan
Jester menggigit bibir.Benar dugaan Nathan, ia hampir berteriak jika bukan karena lelaki yang duduk di sebelahnya itu mencegah tadi.Matanya kini melirik ke arah bartender di balik meja konter yang tak ubahnya Hugo.Iya, bartender itu adalah bawahan Jester. Namun ia juga hanya menelan ludah, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.“Buatkan mereka minuman terbaik di sini,” ujar Jester tak lama kemudian, menyerah.“Eh, jangan yang beralkohol.”Tanpa ragu, celetukan itu keluar dari mulut Nathan dan dianggukkan oleh Dahlia.“Lalu, jangan yang beracun juga.”Nada bicaranya berubah, lebih mengancam.Sempat menelan ludah sejenak, Hugo sang Bartender pun mengangguk menuruti.“A-Apa yang Anda lakukan di sini, Count …?” tanya Jester tak selang lama, berusaha membuka obrolan, memecah canggung.Jantungnya berdegup sangat keras saat itu, kau tahu, sampai hampir terdengar Nathan.“Coba buat deduksi. Kau jaksa, kan.”Nathan malah menantang.“T-Tugas jaksa bukan membuat deduksi, kami membela klien sa
Last Updated: 2026-10-17
Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Kedamaian dunia ciptaan Yggdrasil yang runtuh sejak terciptanya konsep kematian melahirkan ritual legendaris Pencarian Cawan Suci yang mempertemukan 13 Pencari Api demi menjadi Pahlawan sejati. Dante Alighieri, pemuda yang hanya ingin hidup sebagai penulis, justru terseret ke dalamnya dan dipaksa menghadapi kematian yang pernah merenggut orang yang ia cintai. Namun ketika kebenaran kelam di balik ritual itu terungkap, Dante memilih berbalik dan bertekad mengakhiri Pencarian Cawan Suci—atau begitulah seharusnya.
Read
Chapter: #Bab 117: Epilog
“Tunggulah dan berharaplah, Oda Nobunaga, dari kedalaman dendam dan kebencian ...!!”“Tidak ... mungkin! Bisa-bisanya ... aku kalah oleh orang sepertimu, Edmond Dantes ...!!”Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok!“Bukankah pertunjukan dramanya sangat bagus, Jeanne, Florence?”“Iya, tidak salah saya mengiyakan paksaan Florence untuk mengikutimu, Marie.”“Apa kubilang, drama pilihan Marie adalah yang terbaik, Jeanne!”Mengiringi suara tepukan tangan yang menderu ke penjuru gedung teater, suara-suara tiga gadis yang terus memuji pertunjukan terdengar di telinga Dante. Meski seharusnya itu adalah obrolan tiga gadis acak, Dante merasa sangat tidak asing dengannya. Pun ia tersenyum tipis mendengarnya.“Tidakkah menurutmu ... kronik itu akan menjadi kisah yang romantis, Beatrice ...?” gumam Dante.Entah sudah berapa tahun berlalu sejak saat itu, Dante sudah tidak ingat. Mungkin saja sudah ratusan tahun berlalu. Mungkin juga sudah ribuan tahun berlalu. Pun bisa saja beberapa milenium laman
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: #Bab 116: Kronik Kepahlawanan Yggdrasil – Bagian Akhir
“Jawab pertanyaan diriku, Dante Alighieri. Apa itu Pahlawan?”Meski tadinya sudah bersikap santai dan mulai bisa menerima bahwa suara Beatrice di hadapannya tak ubahnya program yang digunakan perwujudan Yggdrasil, kini Dante kembali terdiam. Ia tak bisa langsung menjawab pertanyaan butiran cahaya itu. Pikirannya lebih dulu pergi ke banyak ingatan.Ingatan tentang sosok Muramasa Sengo yang menempa karma demi mencegah kehancuran dunia.Ingatan tentang sosok Gadjah Mada yang mengakhiri hidup dalam pujian dewa-dewi pujaannya.Ingatan tentang sosok Qin Shi Huang yang menolak kematian hingga akhir hayat.Ingatan tentang sosok Edmond Dantes, dirinya yang lain, yang merelakan dendam yang terus dipegang teguh seumur hidupnya, lantas berlayar pergi ke dunia yang lebih baik bersama Haydee.Ingatan tentang sosok Hassan-I-Sabbah yang menyeramkan dan mengintimidasi.Ingatan tentang sosok Nitocris yang terlihat ramah meski aslinya penguasa jiwa.Ingatan tentang sosok Richard I yang meraung di medan p
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: #Bab 115: Kronik Kepahlawanan Yggdrasil – Bagian Awal
Di awal legenda, dunia berada dalam kekacauan.Bencana melanda, wabah menyebar, hingga Dewi dari Tanah Jauh turun ke dunia.Pada dunia yang kacau, Dewi dari Tanah Jauh menghapus semua peradaban yang menyiksanya, lalu menanamkan ulang benih Pohon Dunia yang menciptakan peradaban-peradaban baru.Tiga peradaban membawa kemakmuran.Tiga peradaban membawa kesengsaraan.Tiga peradaban membawa perubahan.Kesembilan peradaban menumbuhkan benih Pohon Dunia, menginisiasi peradaban kesepuluh—yang berawal damai dan makmur, namun berujung sengsara dan kacau akibat konsep Kematian yang tak pernah diminta penciptaannya.“Wahai manusia. Bila kalian mendamba kedamaian, carilah Cawan Suci di kedalaman Pohon Dunia.”Maka sejak saat itu, ritual megah Pencarian Cawan Suci pun digelar.“Sang Kaisar Pertama yang lolos dari maut, bimbinglah rakyat engkau dalam ritual, maka engkau akan mendapatkan keabadian yang engkau dambakan di akhir hidup engkau.”“Akan muncul di hadapan engkau, Rubah Penguasa Jiwa yang me
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: #Bab 114: Pertarungan 12 Menit
Buagh! Buagh! Buagh! Buagh!Di titik itu, baik Oda maupun Dante tak lagi memiliki Muasal Roh yang banyak.Di titik itu, baik Oda maupun Dante sudah tahu dirinya tak lagi lama.Di titik itu, baik Oda maupun Dante hanya bisa mengandalkan tinju masing-masing.Meski begitu, baik Oda maupun Dante tetap bergelut, saling baku hantam demi melihat siapa yang akan benar-benar bertahan di akhir. Tinju demi tinju terus dilayangkan, tak lagi sakit. Pukulan demi pukulan terus dihantamkan, berharap lawan tumbang.Hah ... hah ... hah ...!Bukan duel yang megah memang. Oda dan Dante bahkan sama-sama sempat berhenti jual-beli tinju, mengatur napas. Namun tak selang lama, Oda sudah kembali melayangkan tinju—yang meski gagal karena lengan kanannya itu lebih dulu terlepas dari tubuh, hancur dan menghilang.Sempat terkejut, Dante memanfaatkan momen itu, berusaha balik melayangkan tinjunya ke Oda. Kabar baiknya, ia berhasil menghantam wajah Oda yang sudah memar itu. Kabar buruknya, Oda tidak menyerah meski k
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: #Bab 113: Tahap Ketiga
“Terima kasih banyak, Dante Alighieri ... atas perasaanku yang kamu terima ini ...!”Krak! Brak!Marie melepaskan diri dari pegangan Dante, mengakhiri dansa beriringan Waltz mereka seorang diri. Langkahnya menghancurkan dataran es yang menyelimuti penjuru Yggdrasil. Lalu, pecahan-pecahan esnya membentuk sebilah pedang yang melayang beberapa senti di atas kepalanya.“Marie—“Syuuu—syat!!Terlambat. Dante gagal mencegah pedang es melayang di atas kepala Marie menjatuhkan bilahnya. Bak guillotine, pedang es itu mengakhiri riwayat Marie dalam sekejap. Meski begitu, pengorbanan itu agaknya tak berujung sia-sia.Ketika Dante menyadarinya, tubuhnya sudah dipenuhi Muasal Roh dingin milik Marie, membuatnya jauh cukup mampu untuk lanjut melepas Tahap Ketiga Pelepasan Penuh Api Jiwa miliknya.“Sayalah yang berterima kasih, Marie,” tidak terasa, air mata Dante pun mengalir membasahi pipinya, “Akan saya terima perasaanmu kalau kita memang bertemu lagi di kehidupan berikutnya ...!!”Iya, efek akhir
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: #Bab 112: Pergi ke Surga
“Menari hingga akhir ... Marie, jangan bilang kau juga ...?!”Dante hanya bisa terus mempertanyakan alasan Marie menahan tangannya untuk menolong Jeanne dan Florence di bawah sana. Situasi sudah terlanjur kacau balau. Dante agaknya sudah tidak sanggup jika harus kehilangan teman lainnya.Meski begitu, Marie justru tertawa kecil, “Kamu benar-benar berubah dibanding saat pertama kali kita bertemu,” ujarnya, “Tapi tenang saja, kalau kamu mau berdansa denganku, kita mungkin akan bisa menyelamatkan Jeanne dan Kak Flora,” ia tersenyum meyakinkan.Dante menelan ludah, berusaha menenangkan diri, “Bagaimana ...?”“Kamu ingat Api Jiwa milikku, kan,” ujar Marie membalas.Dante mengangguk.“Meski efeknya hanya membekukan sekitar untuk sesaat, lalu menghancurkan semua bak guillotine mengeksekusi terdakwa, Muasal Roh mereka yang dihancurkan akan tersalur ke tempat yang kuingin,” Marie menjelaskan ulang, “Seharusnya itu cukup untukmu mencapai Surga, kan?”Dante melebarkan mata, “Tapi dengan Muasal R
Last Updated: 2026-07-21
You May Also Like
Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku
Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku
Urban · Meisya Jasmine
19.5K views
Jadi Ratu Usai Ditalak
Jadi Ratu Usai Ditalak
Urban · Meisya Jasmine
19.5K views
Jejak Luka
Jejak Luka
Urban · Muzdalifah Muthohar
19.1K views
Kembalinya Sang Ahli Waris Terhebat
Kembalinya Sang Ahli Waris Terhebat
Urban · Ramdani Abdul
19.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status