Chapter: #Bab 60: Penunggu Pulau ArtemisSyuu! Syuu! Syuu! Syuu!Trang! Trang! Trang! Trang!Sejak meluncur pertama kali beberapa saat lalu, sesuatu yang Muramasa duga sebagai panah cahaya yang serupa dengan yang menghancurkan Si Janggut Biru di Pulau Dionysus, panah itu kini meluncur tak habis-habisnya—siapa pun penembaknya berusaha membombardir Argonauts.Meski begitu, Muramasa pun dengan sigap menangkis semua panah cahaya yang meluncur dengan katana miliknya, seakan tubuhnya bereaksi penuh tepat saat serangan tiba.[Kemampuan Teraktivasi – Muramasa Sengo: Zona Muasal]Ah, begitu. Ternyata Muramasa memang mengaktivasi satu Kemampuan miliknya untuk menangkis semua panah cahaya itu. Dante segera menyadarinya begitu notifikasi barusan muncul di hadapan matanya. Meski begitu, ia tak punya waktu untuk kagum.Grakk!Kapal akhirnya berlabuh di pesisir Pulau Artemis setelah Muramasa cukup lama menangkis panah-panah cahaya yang datang. Pun seakan tak menunggu posisi kapal lebih stabil, kakek tua itu segera melompat turun dari kapal
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: #Bab 59: Tamu Tak DiundangDi sekitar perairan Pulau Artemis, Kalender Bintang – 30 Maret 2149Kriiieeett ...!“Marie, kau tidak apa-apa? Kau belum istirahat sejak kita kembali dari Pulau Dionysus.”Dante memasuki kamar yang sejak 12 Maret lalu menjadi tempat Francois dirawat oleh Marie. Iya, sejak mereka kembali dari Pulau Dionysus, Marie selalu berada di sana—keluar hanya saat malam dan ingin melihat bintang. Siapa pun akan khawatir dengan baik kondisinya maupun Francois.“Aku tidak apa-apa,” balas Marie simpel, mencoba melebarkan senyum tipis meski terpaksa.“Kau tampak lelah,” Dante mendapati kantung mata Marie yang semakin tebal.Namun Marie hanya menggeleng, “Ini tidak seberapa demi teman,” ujarnya.Dante mengembuskan napas, melapisi pundak Marie dengan selimut yang sudah dibawanya, “Kau tidak bisa merawat temanmu kalau kau sendiri tumbang, kan,” ujarnya.“Dante ....” Marie sejenak terkejut dilapisi selimut seperti itu. Hangat.“Lagian kau juga bilang, kan,” ujar Dante lagi, “Ada batasan untuk berbuat bai
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: #Bab 58: Yang Tersisa di Sana“Aku sudah menduga hasilnya akan parah. Tapi tidak kuduga akan separah ini ....”Beberapa jam telah berlalu sejak kengerian Si Janggut Biru di Pulau Dionysus berakhir. Disinari mentari yang entah berasal dari mana, pulau itu kini tak ubahnya pulau tak berpenghuni biasa. Namun pagi itu, kalian justru bisa melihat wujud laki-laki Francois berjalan-jalan santai di sana.“Apa pun itu, aku tetap punya data bagus untuk diserahkan kepada Qin Shi Huang, sih,” Francois mengangkat bahu setelah cukup lama berjalan-jalan di Pulau Dionysus, lantas menoleh, “Bagaimana denganmu, apa yang akan kau lakukan mulai sekarang, Obyek Penelitian Tak Terpakai?”“Kalau menghina ada batasannya juga, Bajingan,” balas sosok yang dimaksud Francois—sosok gadis berzirah hitam lengkap, tatapan sinis, dan kulit pucat: Jeanne d’Arc.Iya, Jeanne selamat dari kehancuran wujud kolosal Si Janggut Biru meski berada di area ledakan. Entah itu kabar baik atau buruk, tapi salah satu alasannya mungkin karena ia sudah pernah mat
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: #Bab 57: Panah SurgawiCklek!Billy the Kid, di antara perjalanan panjangnya pasca kesepakatan dengan Dante Alighieri, dini hari itu tiba di perairan Pulau Dionysus dan berubah menjadi Pahlawan Bertopeng. Pun perubahannya tidak tanggung. Bukannya menggunakan koin, ia menggunakan kartu dari dek di sabuknya.Lepas menggeser tombol di bagian depan sabuknya, Billy pun memasukkan kartunya, “Henshin.”Blarr!!![Final Form – Mode: Star Burst]Berbekal Muasal Roh yang meluap-luap dari wujudnya yang ditutupi kostum berlapis zirah corak emas di dada, lengan, dan kaki, Billy menyiapkan kontainernya. Benda itu ditransformasinya menjadi bazoka yang menyatu di lengan kiri. Ia pun memindai tiket miliknya—bukan hanya sekali, tapi dua kali.[Final Form: Full Charge – Maximum Drive][Di antara liarnya dunia barat, diriku berburu][Di antara kejamnya kematian, peluruku menari]“Maka biarlah peluru yang dimuntahkan diri ini menari bersamamu menuju kematian!!” seru Billy, bersamaan dengan berpendarnya bagian mata topeng besinya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Chapter: #Bab 56: Pesta Kekejian Tanpa BatasGraaaa!!!!!“Tidak hanya sifatnya, kini wujudnya juga sama menjijikkannya.”Jeanne hanya bisa menggerutu demi mendapati wujud Si Janggut Biru saat ini. Ia bahkan juga menatap sinis makhluk kolosal berwujud abstrak dengan tentakel di belakangnya. Pun kalau dijadikan taruhan, Si Janggut Biru di dalam wujud kolosalnya mendengar dan keenakan dibuat cemoohan Jeanne.“Apa yang kau lakukan, Jeanne?! Bagaimana bisa kau berpihak kepadanya!?”Seruan Dante kembali mengalihkan tatapan sinis Jeanne terhadap sosok Si Janggut Biru. Iya, gadis berzirah hitam itu masih menahan tinju Dante dengan tongkat benderanya. Meski begitu, terasa betul jika ia tidak senang ditanyai begitu oleh Dante.“Menurutmu saya melakukannya karena ingin?” ujar Jeanne mempertanyakan—cukup membuat Dante menaikkan alis dan bertanya-tanya, “Masa bodohlah. Kau juga berisik. Lenyaplah.”Bwosh!!Api hitam tiba-tiba saja berkobar dari tongkat bendera yang dipegang Jeanne. Pun kobaran itu segera merangsek membakar tangan Dante. Tak s
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Chapter: #Bab 55: Si Janggut BiruDi pedalaman Pulau Dionysus, Kalender Bintang – 12 Maret 2149“Di sini tempatnya ... kalau menurut pelacakan lanjutan Merlin.”Beberapa jam berjalan di antara aura pekat dan bau menyengat yang menyelimuti Pulau Dionysus, Dante dan Marie pun tiba di seluruh kebusukan pulau. Di hadapan keduanya, berdiri sebuah gubuk kayu tua yang tampak tak berpenghuni. Namun pelacakan Merlin tampaknya tepat.Dari gubuk kayu tua di hadapan Dante dan Marie, memancar tak hanya aura pekat, tapi juga Muasal Roh gelap yang benar-benar menyesakkan dada mereka selama beberapa jam terakhir.Marie hanya bisa menelan ludah, “Kalau begitu kita masuk ...?” tanyanya ragu-ragu.Dante pun mau tidak mau mengangguk, “Ayo masuk—“Kriieett ...!!Belum sempat Dante dan Marie melangkahkan kaki menuju gubuk kayu tua di hadapan mereka, pintu gubuk itu berderit. Papan kayu yang membatasi dunia luar dengan bagian dalam gubuk terbuka. Pun dari sana, keluar sosok yang tak asing—tapi dengan aura gelap yang mengintimidasi.Siapa lag
Terakhir Diperbarui: 2026-06-10