Chapter: Bab 35 : MOBIL SUPER LAMBORGHINIMOBIL SUPER LAMBORGHINI Malam semakin larut. Pesta yang penuh kejutan dan kemewahan itu akhirnya mulai usai. Suasana di depan gedung pencakar langit itu masih sangat ramai. Mobil-mobil mewah berjejer rapi di sepanjang jalan. Sopir-sopir pribadi sibuk membukakan pintu untuk majikan mereka yang sedang berbasa-basi dengan penuh senyum. Namun. Perhatian semua orang kini tertuju pada satu titik. Di tangga utama gedung. Chen Yuan berjalan keluar dengan santai diiringi oleh Lin Ruoxi yang cantik jelita mengenakan kalung berlian seharga 18 Juta Yuan. Di belakang mereka menyusul Paman Lin dan Bibi Lin yang wajahnya berseri-seri penuh kebanggaan. Mereka baru saja naik dari status orang yang diremehkan menjadi keluarga yang disegani oleh seluruh elit kota dalam satu malam saja. Kerumunan yang Menghormat. Begitu mereka muncul di tangga. Semua orang yang ada di sana secara otomatis membungkuk atau menundukkan kepal
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 34 : AKU ADALAH PEMILIK BANK SENTRALAKU ADALAH PEMILIK BANK SENTRAL. Suasana pesta kini berada di puncak kemeriahan. Musik lembut mengalun indah. Gelas-gelas kristal beradu bersuara nyaring. Dan di tengah semua itu, Chen Yuan menjadi pusat perhatian utama. Setelah memberikan kalung mewah kepada Lin Ruoxi, popularitas dan karismanya melonjak drastis. Semua orang ingin berfoto, berkenalan, atau sekadar menyapa. Namun, Chen Yuan tetap tenang dan ramah tanpa terlihat sombong. Tapi, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Kedatangan Orang Besar. Tiba-tiba, pintu utama aula terbuka lebar kembali. Kali ini, kedatangan tamu istimewa membuat seluruh ruangan menjadi hening seketika. Seorang pria paruh baya dengan wajah tegas dan berwibawa berjalan masuk. Dia mengenakan setelan jas hitam yang sangat rapi. Di belakangnya, diikuti oleh puluhan orang dengan penampilan formal dan serius. Aura yang dipancarkan orang ini sangat berat. Dia bukan pengusaha b
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 33 :HADIAH MEWAH UNTUK TEMANHADIAH MEWAH UNTUK TEMAN. Suasana di aula pesta kini berubah total. Dari yang tadinya mencekam dan penuh ketegangan, sekarang berubah menjadi suasana yang meriah dan penuh kekaguman. Semua tamu undangan kini menatap Chen Yuan dengan pandangan berbeda. Bukan lagi pandangan meremehkan atau curiga, tapi pandangan yang penuh hormat, takjub, dan sedikit ketakutan. Baru saja mereka menyaksikan bagaimana seorang pemuda berusia belasan tahun membeli sebuah gedung pencakar langit hanya dalam hitungan menit, hanya untuk menegur seorang manajer yang kurang ajar. "Ini benar-benar bukan mainan..." bisik salah satu pengusaha tua. "Anak ini punya kekuatan finansial yang mungkin setara dengan raksasa ekonomi nasional." Perlakuan yang Berbeda. Chen Yuan tidak peduli dengan bisik-bisik orang di sekitarnya. Dia dengan santai mengulurkan tangan menawarkan lengan kepada Lin Ruoxi. "Ayo Ruoxi. Kita jalan-jalan. Jangan biark
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 32 : MEMBELI SELURUH GEDUNG MEWAH MEMBELI SELURUH GEDUNG MEWAH Suasana di dalam aula pesta itu hening total. Hanya suara napas berat dan detak jantung yang bisa terdengar. Zhao Tianlong masih berlutut di lantai marmer yang dingin. Tubuhnya gemetar hebat seperti daun tertiup angin. Rasa malu, takut, dan panik bercampur menjadi satu menghancurkan harga dirinya yang selama ini dia bangga-banggakan. Di hadapannya. Chen Yuan berdiri tegak bak menara yang tak tergoyahkan. Tatapan mata pemuda itu sedingin es dan se tajam pisau. "Jadi. Bagaimana. Kau mau menandatangani surat penjualan saham itu sekarang. Atau kau mau aku hancurkan hidupmu perlahan-lahan." tanya Chen Yuan dengan nada datar namun penuh tekanan mematikan. Zhao Tianlong mengangkat wajahnya yang basah oleh keringat dan air mata. "Saya... Saya setuju... Saya jual... Saya tanda tangan sekarang juga... Asal Tuan berjanji tidak akan menyakiti keluarga saya..." isaknya dengan suara pecah. "Bagus.
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 31 : PESTA AMAL MEWAH YANG MENGGUNCANG KOTAPESTA AMAL MEWAH YANG MENGGUNCANG KOTA. Malam itu. Langit kota dipenuhi lampu-lampu gemerlap yang memantulkan cahaya keemasan. Di sebuah gedung perjamuan bergaya Eropa klasik yang megah dan mewah. Suasana sedang sangat ramai dan meriah. Ini adalah acara pesta amal tahunan yang dihadiri oleh para pejabat tinggi, pengusaha kaya raya, dan selebriti terkenal dari seluruh kota. Semua orang yang hadir di sini adalah orang-orang yang dianggap berada di puncak piramida sosial. Mereka mengenakan gaun malam yang indah dan setelan jas bermerek. Gelas-gelas berisi anggur mahal beradu bersuara nyaring. Tawa dan obrolan santai terdengar di setiap sudut ruangan. Namun. Di tengah kemeriahan itu. Ada satu kelompok orang yang wajahnya terlihat sangat masam dan tidak nyaman. Keluarga yang Terpinggirkan. Di sudut ruangan yang agak gelap. Berdiri keluarga Lin. Ayahnya, Lin Guodong, berdiri dengan tangan disilangkan di dada
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 30 : PESAWAT PRIBADI DAN KITA TERBANG KE AWANPESAWAT PRIBADI DAN KITA TERBANG KE AWAN. Hari ini cuaca sangat cerah. Langit biru membentang luas tanpa awan. Di dalam ruang kerokanya yang sekarang sudah berubah menjadi kantor mewah seluas satu lantai gedung. Chen Yuan duduk santai di kursi putar kulit asli sambil memandang pemandangan kota dari kaca tempered setinggi langit. "Hmm. Enak sih punya gedung sendiri. Punya bank sendiri. Punya kota sendiri. Tapi rasanya agak bosan juga kalau cuma diam di darat terus." gumam Chen Yuan sambil memainkan pulpen emasnya. Tiba-tiba. ide cemerlang muncul di kepalanya. "Eh iya kan. Orang kaya biasanya punya pesawat pribadi dong. Biar bisa jalan-jalan ke mana saja cepet dan gak perlu antri di bandara kayak orang biasa." Chen Yuan langsung menekan tombol interkom. "Panggil Manajer Li dari Bank. Suruh cari info pesawat terbagus di dunia sekarang. Aku mau beli." Katalog Pesawat Dewa. Tidak butuh waktu lama. Manajer Li datang dengan membawa tablet berisi data-data pesawat termahal.
Last Updated: 2026-04-13