Chapter: BAB 14 BEYOND THE RAINLangit sudah berubah muram bahkan sebelum dosen memasuki kelas. Awan kelabu di balik jendela menutupi cahaya matahari hingga ruangan gelap."Sebelum hujannya beneran turun, kita langsung pulang saja. Hari ini, saya hanya memberikan tugas yang dikumpulkan pekan depan."Begitu beliau meninggalkan kelas, suasana langsung berubah ramai. Semua orang ingin segera meninggalkan kampus sebelum langit benar-benar pecah.Aku ikut buru-buru keluar kelas. Awan yang tadi hanya menggelayut kini tampak sangat pekat. Belum sempat keluar, tetesan hujan membentur kaca dalam hitungan detik."Yah... telat."Beberapa mahasiswa yang sudah keluar kembali berlari masuk ke dalam gedung. Sebagian memilih menunggu di teras, sebagian lagi membuka aplikasi ojol berharap ada pengemudi yang mau menerima pesanan.Aku duduk di bangku koridor sambil memeluk tas di depan dada. Air hujan jatuh begitu lebat hingga bangunan di seberang halaman mulai terlihat samar. Sesekali seseo
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: BAB 13 A MAN OF MYSTERYObrolan para penghuni membuat bangunan tiga lantai itu terasa hidup sejak pagi. Suara tawa mereka menembus pintu kamar, memaksaku membuka mata lebih cepat dari yang kuinginkan. Aku mengusap wajah yang masih mengantuk sebelum duduk di tepi ranjang dan melirik jam di ponsel. Sudah pukul enam lewat sedikit.Setelah merapikan selimut dan mengikat rambut seadanya, aku mengambil dompet sebelum keluar dari kamar.Lorong lantai dua sudah ramai. Seorang penghuni baru saja selesai menjemur pakaian di balkon, sementara dua orang lainnya berjalan tergesa-gesa menuju tangga sambil membawa map praktikum.“Pagi, Vara.”“Pagi.” Aku membalas sapaan merekaAku melangkah menuruni tangga menuju lantai satu.Begitu memasuki area bawah, aroma masakan langsung memenuhi udara. Dapur besar sudah dipenuhi beberapa penghuni yang sibuk memasak. Di sebelahnya terdapat ruang santai dengan sofa panjang dan televisi yang sejak pagi sudah menyala. Se
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: BAB 12 THE WEIRD GUYSuara riuh memenuhi aula utama sejak pagi. Ratusan mahasiswa baru memenuhi kursi yang telah disusun berbaris menghadap panggung, sementara panitia sibuk mondar-mandir memastikan acara orientasi berjalan sesuai jadwal. Sesekali gelak tawa terdengar ketika salah satu mahasiswa, disusul tepuk tangan yang membuat suasana terasa jauh lebih santai daripada yang kubayangkan.Aku menarik napas pelan sambil menatap nama yang tertulia pada nametag-ku.Vara Clarissa. Di kanan kiriku, beberapa mahasiswa yang baru kukenal saling mengobrol tanpa henti. Sesekali aku ikut menanggapi pembicaraan mereka, tetapi sebagian besar waktuku kuhabiskan memperhatikan orang-orang yang maju memperkenalkan diri di depan."Namaku Dimas, dari Bandung. Targetku lulus tiga setengah tahun!"Tepuk tangan memenuhi aula.Panitia memanggil nama berikutnya.Begitulah acara terus berlangsung. Hampir semua jawaban terdengar sama. Ingin cepat lulus. Ingin me
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: BAB 11 AN UNEXPECTED VISITORPerpustakaan kampus hampir selalu menjadi tempat paling tenang di seluruh area universitas. Aroma buku yang mulai menguning bercampur dengan udara dingin dari AC menciptakan suasana yang membuat orang mengantuk.Aku mendorong pintu kaca perlahan lalu melangkah masuk. Di balik meja pustakawan, seseorang sedang sibuk menempelkan label inventaris pada tumpukan buku yang baru datang.Vara.Rambut panjangnya diikat sederhana. Sesekali ia meniup rambut yang jatuh ke depan wajahnya sebelum kembali menempel label berikutnya. Tangannya bergerak cepat, seolah pekerjaan itu telah menjadi rutinitas yang diulang berkali-kali.Aku menghampiri meja itu."Permisi."Tanpa mengangkat kepala, ia tetap melanjutkan pekerjaannya."Iya?""Aku lagi cari sebuah buku."Baru setelah mendengar suaraku lebih jelas, tangannya berhenti.Ia mendongak, lalu tersenyum sopan."Buku apa?""Artificial Intelligence.""Khusus apa?"
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: BAB 10 BEHIND THE CURTAIN‘SSR lagi!’Suara notifikasi memenuhi headsetku tepat ketika cahaya emas kembali memenuhi layar monitor. Karakter yang baru saja muncul berputar perlahan sebelum berhenti di tengah layar, disambut ledakan komentar yang bergerak jauh lebih cepat daripada sebelumnya.‘Orang ini pasti ngecheat!!’‘Aku seratus kali pull nggak dapet apa-apa!!’Aku menyandarkan tubuh ke kursi sambil memutar botol minuman di tangan."Baru 40 SSR dari seratus lima puluh kali."Kolom komentar kembali meledak.‘Baru katanya!!’Aku tertawa kecil sebelum menyesap minuman.Memang selalu seperti ini. Setiap kali aku mendapatkan hasil gacha yang tidak masuk akal, pertanyaan yang sama selalu muncul. Bahkan beberapa tahun lalu pernah ada orang yang rela membayar mahal hanya untuk menyewa akunku selama sehari penuh. Katanya ingin membuktikan kalau keberuntunganku berasal dari akun, bukan dari orangnya.
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: BAB 9 THE LEGACY OF TESLAAku meninggalkan reruntuhan kastil saat matahari mulai tenggelam di balik pegunungan. Beberapa kilometer kemudian, tanpa sadar pandanganku berhenti pada sebuah gang sempit di pinggir jalan. Titik buta yang sempurna untuk bersembunyi.Aku menghela napas pelan."Pengaruhmu mulai terasa ya, Jack."Tanganku masuk ke saku mantel lalu mengeluarkan catatan tua milik Edward. Satu nama menarik perhatianku dari catatan itu.Nikola Tesla.Nama yang muncul berkali-kali.Aku menatapnya beberapa detik sebelum mengaktifkan Spirit Search. Panah transparan langsung muncul ke arah barat.Senyum tipis terangkat di sudut bibirku."Baiklah…""Mari kita lihat warisan seperti apa yang ditinggalkan seorang jenius."Perjalanan begitu jauh namun Spirit Search terus menunjuk ke arah yang sama. Ke sebuah tempat yang bahkan tidak tercatat sebagai lokasi penting dalam kehidupan Tesla.Aku berdiri di tengah lapan
Last Updated: 2026-07-07