Chapter: 08. Ingin Dipeluk Mommy"Mommy tanya sekali lagi, kamu mau kemana Devian."Nada suara yang penuh penekanan itu, sukses membuat air mata yang ditahan Devian lolos begitu saja. Namun, bukan kemarahan Carina yang membuat Devian menangis. Melainkan.. "M-mommy?" tanya Devian dengan lirih, ia membalikan tubuhnya agar bersitatap dengan Carina. Perasaan hangat menyeruak dihati Devian, ia menatap Carina dengan linglung sekaligus tak percaya. Apa Devian tak salah dengar?. Namun, kata 'Mommy' terasa jelas, dari pada saya, ataupun aku. "Apa sekarang mommy, sudah menganggap aku sebagai anaknya?" batin Devian, air mata nya mengalir deras membuat Carina mengerjapkan matanya. "Ada apa denganmu? Mengapa menangis?" tanya Carina dengan kerutan didahinya.Carina bukanlah wanita yang menyukai anak kecil, tapi ia juga tak membencinya. Dan sampai saat ini Carina masih bingung, cara menghadapi anak kecil. "M-mommyy" panggil Devian dengan sendu, dengan bibir yang melengkung ke bawah. "Kenapa?" tanya Carina yang terlihat bing
Huling Na-update: 2026-06-25
Chapter: 07. Mengajak Devian Makan MalamEntah apa yang terjadi pada Carina, tapi setelah Ayu membual bahwa Carina dan Devian bisa mengisi tanki cinta masing-masing, Carina malah langsung bergerak. Kali ini Carina pergi ke kamar Devian, dengan niat mengajak anak kecil itu makan bersama. Langkah Carina terhenti, ia menatap papan nama yang menempel disebuah pintu didepannya. Debaran jantung milik Carina terasa menyakitkan. Namun, Carina tetap memilih menggegam knop pintu. "Semasa aku remaja. Aku selalu ingin orangtua ku mengulurkan tangan terlebih dahulu.." Batin Carina sembari menatap sendu tangannya. "Mungkin Devian juga seperti itu." Ungkap Carina dengan suara kecil, ia menutup matanya dan mengatur nafas. "Aku bisa melakukan peran orang tua." Lanjut Carina dengan penuh keyakinan, ia akhirnya memutar knop pintu. Saat pintu terbuka sempurna, mata Carina langsung menangkap Devian yang juga menatap kearahnya. Dalam beberapa detik, Mereka bertatapan seolah mencoba mengerti satu pikiran masing-masing. Lalu tiba-ti
Huling Na-update: 2026-06-24
Chapter: 06. "Apa Anda Menyayangi, Tuan Muda?"Mendengar permintaan maafnya diterima, kedua sudut bibir Ayu langsung terangkat."Terima kasih sudah memaafkan saya, Nyonya."Carina berdehem pelan sambil memperhatikan wajah Ayu, yang jelas-jelas tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya."Jadi?" tanyanya datar. "Apa yang kau maksud dengan naluri itu?"Bukannya langsung menjawab, Ayu malah mencuri pandang ke arah Carina. Namun ketika melihat ekspresi Carina mulai berubah jengkel, Ayu buru-buru membuka mulut."Apa saya boleh bicara sejujurnya?"Keheningan memenuhi kamar. Ayu seketika merutuki dirinya sendiri. Dasar gila. Setelah membuat begitu banyak masalah, bagaimana bisa ia masih meminta izin untuk berbicara sesuka hati? Sudah bagus Carina tidak memecatnya."Kamu boleh berbicara semaumu."Ayu tertegun."Anda tidak akan memecat saya?""Kalau aku ingin memecatmu, sejak tadi aku sudah melakukannya.""Bahkan kalau saya mengolok-olok Anda?"Alis Carina langsung menukik tajam."Tuh kan! Saya tahu Anda mau memecat saya!"Carina menghela n
Huling Na-update: 2026-06-04
Chapter: 05. Kabur"Apakah Anda Cemburu?"Kelopak mata Carina melebar seketika, saat mendengar pertanyaan Pelayan di depannya.Pelayan itu memperlihatkan wajah polos, dengan tatapan keingintahuan.Hingga tiba-tiba, Pelayan itu menutup bibir dengan kedua tangannya."M-maaf Nyonya.. S-saya hanya mengikuti naluri saya sendiri.." ucap pelayan itu yang akhirnya bersimpuh di lantai dengan tubuh yang bergetar."S-saya bahkan tidak tahu, mengapa saya terus-menerus melakukan kesalahan seperti yang Nyonya katakan..""S-saya..""Saya hanya merasa.., jika tidak sekarang, maka tidak ada kesempatan lagi."Pelayan itu menangis, dan Carina hanya melihatnya dengan raut datar.Perkataan demi perkataan dari pelayan itu, Carina coba cerna."Cemburu?".Ingin rasanya Carina tertawa, dengan pertanyaan bodoh milik sang pelayan.Namun, faktanya hati Carina memang terasa sakit melihat anaknya menempel pada seorang pelayan.Alibi milik pelayan itu juga tak terasa meyakinkan. Karena seharusnya dia bisa berpikir lebih dulu dari pad
Huling Na-update: 2026-06-03
Chapter: 04. Berpikir"Jika kamu merasa lukanya sangat parah, telepon dokter Reksa." lanjut Carina yang menunjukkan raut datar khas miliknya.Melihat pelayan itu hanya diam, Carina langsung berdecak sebal."Ambil ini!" sentak Carina.Meski terlihat masih memproses apa yang terjadi, Pelayan itu dengan cepat mengambil kotak P3K yang Carina sodorkan.Carina menatap Devian, yang sedari tadi mencuri pandang ke arah nya.Setelah bertatapan persekiaan detik, Devian menyembunyikan wajahnya sambil memeluk erat Pelayan itu.Carina menghela nafas."Kamu." ucap Carina sambil menatap Pelayan itu. "Temani lah Devian, sampai dia merasa tenang."Setelah mengatakan itu, Carina melangkah pergi.Namun, langkahnya terhenti saat pelayan itu mengeluarkan suara."Apa nyonya tidak bisa mengobati Tuan Muda?" tanya Pelayan itu, tanpa ada niat menyindir.Carina ingin, tapi untuk sekarang, hanya ini yang bisa Carina lakukan. Apalagi jika mengingat Devian yang terus menghindari tatapannya.Tanpa menjawab, Carina akhirnya memilih melan
Huling Na-update: 2026-06-03
Chapter: 03. Mencoba Mengubah"NYONYA!!!"Teriakan dari belakang membuat Carina langsung tersadar, ia memperhatikan penampilannya sendiri dengan dahi yang mengkerut."Apa ini?" Gumam Carina saat melihat sebuah sabuk di tangannya.Carina sangat mengenali sabuk hitam panjang, dengan 3 garis merah digenggamannya.Jika sabuk itu bisa berbicara, maka ia pasti akan mengadukan seberapa kejinya Carina memakai dirinya untuk menyiksa Devian."Dimana sosok itu?" Tanya Carina seraya melemparkan tatapannya ke seluruh penjuru ruangan.Bukannya melihat apa yang ia mau, Carina malah melihat sosok perempuan yang berlari melewatinya.Perempuan itu langsung berjongkok di depan Carina, memperlihatkan punggung yang terlihat bergetar.Deg!.Jantung Carina terasa berhenti berdetak, saat bertatapan dengan manik hitam milik Devian."Dia benar-benar Devian." Batin Carina saat melihat tatapan Devian yang penuh ketakutan. Bahkan tubuh anak kecil itu masih bergetar, meski sudah dilindungi seorang pelayan.Ingatan dimana Gevano yang menyamar s
Huling Na-update: 2026-06-03