Chapter: Lima Bulan yang Sia-Sia"Eva, lebih baik kita sampai di sini aja," kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut David.Pria berusia empat puluh lima tahun itu duduk tegap di hadapan Eva, melipat kedua lengan kekarnya di depan dada sambil menatap lurus tepat ke arah sepasang mata gadis itu. Wajahnya tampak begitu dingin, sedingin es batu yang mulai mencair di dalam gelas minuman mereka yang terabaikan sejak tadi.Seketika Eva terdiam kaku di tempat duduknya. Kedua tangannya yang berada di atas meja saling bertautan, wajahnya sedikit memucat karena menahan gejolak di dalam dada."Kenapa tiba-tiba putus?" tuntut Eva sembari menatap lurus ke dalam mata pria yang sudah menemaninya selama lima bulan terakhir ini.David menarik napas dalam-dalam, membiarkan dadanya membusung sejenak di balik setelan kemeja kerja abu-abunya yang masih tampak sangat rapi."Umur kita jaraknya terlalu jauh. Aku merasa kamu lebih cocok jadi anakku daripada pacarku," ucap David.Mendengar alasan menjijikan yang keluar dari mulut pria itu,
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Plot Twist TakdirEva langsung menarik napasnya, sementara jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya saat mengenali postur tubuh tegap yang sangat dihafalnya itu. Seluruh isi kepalanya mendadak berputar hebat, mencoba mencerna bagaimana mungkin David bisa berada di dalam rumahnya dan duduk berhadapan dengan sang papa.Dari balik celah pintu, mata Eva tidak berkedip memperhatikan profil samping wajah David yang terpahat tegas. "Kok Mas David bisa tahu rumahku? Padahal seingatku, aku sama sekali belum pernah cerita soal alamat rumahku atau soal Papa ke dia," batin Eva dengan cemas.Ketakutan besar langsung menguasai benak Eva hingga telapak tangannya mendadak dingin. Mengingat status hubungan mereka selama ini disembunyikan rapat-rapat dari sang papa, pikiran buruk Eva langsung tertuju pada satu kesimpulan yang mengerikan."Jangan-jangan dia ke sini mau ngaduin aku ke Papa? Mau bilang kalau aku pacaran sama pria berumur?" tanyanya dalam hati, panik membayangkan amarah papanya jika sampai ra
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Keputusan FinalEva merasakan seluruh dunianya runtuh dalam sekejap, membuat pandangannya sempat mengabur saat mendengar kata perjodohan keluar dari bibir papanya di depan pria yang dicintainya. "Perjodohan? Maksud Papa apa…?" sahut Eva dengan suara yang bergetar hebat, mencoba mencari kekuatan dengan berpegangan pada sandaran sofa.Hendra tersenyum lebar, lalu membuka suara untuk memperjelas maksud kedatangan tamunya malam itu tanpa menyadari perubahan raut wajah putrinya."Benar, Eva. Ini memang kesepakatan lama antara Papa dan Om David dari dulu. Kami berdua sudah lama sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak laki-laki Om David yang namanya Rian," ujar Hendra dengan bangga.Mendengar hal itu, kepala Eva langsung menoleh ke arah David.David hanya duduk tegap dan menatap balik ke arah Eva dengan sepasang mata yang begitu datar dan tenang.Begitu kalimat perjodohan itu selesai diucapkan oleh sang papa, Eva berdiri diam dengan tatapan kosong. Mendadak ia kehilangan fokus terhadap sekelilingnya, ke
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Sandiwara Makan MalamEva bersandar pada kursi makannya, mencoba menahan rasa bosan yang mulai menyerang sejak pertama kali tiba di restoran mewah ini. Di atas meja bundar berlapis kain marun di depannya, deretan sendok dan garpu perak sudah tertata rapi, bersanding dengan gelas-gelas anggur yang masih kosong. Hari ini, Eva akhirnya menurut untuk menghadiri makan malam perjodohan ini. Ia tidak punya pilihan lain setelah melihat kerapuhan sang ayah yang menanggung beban utang budi sedemikian besar. Lagipula, kehadiran David di seberang meja yang bersikap teramat acuh, membuktikan bahwa kebersamaan mereka memang sudah tidak ada artinya bagi pria itu.Tepat di sebelah kanannya, Rian duduk sembari merapikan sedikit kerah jas biru gelapnya. Pria itu sedikit memutar tubuhnya agar bisa terus menatap Eva, lalu melempar sebuah senyuman ramah. "Ternyata aslinya jauh lebih cantik dari yang aku bayangkan," puji Rian."Terima kasih atas pujiannya," sahut Eva memutus aliran antusiasme yang coba dibangun oleh pria di s
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Di Luar KendaliEva berdiri mematung di depan wastafel, menatap lurus ke arah cermin besar berbingkai emas di hadapannya. Ia memperhatikan bayangan wajahnya sendiri yang tampak begitu asing dan melelahkan. Kedua tangannya mencengkram pinggiran wastafel dengan begitu erat, mencoba mencari tumpuan untuk tubuhnya yang mendadak terasa lemas. Sialan. Pria itu benar-benar sudah gila.Eva membuang napasnya perlahan, menikmati kesunyian di dalam toilet yang terasa jauh lebih aman daripada meja makan di luar.Bagaimana bisa David duduk setenang itu setelah bertingkah gila di bawah meja.Eva menyalakan keran air, membiarkan gemercik air yang deras menyamarkan suara helaan napas panjangnya yang terdengar begitu frustrasi. Tindakan lancang laki-laki itu benar-benar membuat isi kepalanya mendidih. Eva benar-benar muak dengan kelakuan kurang ajar David yang sengaja menyenggol betisnya. Sampai kapan ia harus menahan amarah di depan orang berengsek seperti itu.Ia menghembuskan napas kasar sekali lagi, lalu meneg
Last Updated: 2026-05-21