تسجيل الدخولDivonis putus karena perbedaan usia, Eva tidak pernah menyangka bahwa David yang merupakan mantan kekasihnya ternyata adalah sahabat karib papanya sendiri. Takdir semakin kejam ketika sebuah janji masa lalu memaksa Eva harus bertunangan dengan anak kandung dari pria tersebut. Kini, Eva terjebak dalam sandiwara menjadi calon menantu yang sempurna, sementara di balik pintu yang tertutup, ia terus dijerat oleh pesona dominan David yang kini harus dipanggilnya sebagai calon papa mertua.
عرض المزيدDi ruang CEO perusahaannya, David baru saja kembali dari rapat koordinasi proyek pembangunan hotel. Seorang staf berjalan di belakangnya membawa sebuah map.“Pak, ini rekapan hasil rapatnya,” ucap staf itu sembari meletakkan map di atas meja. “Iya,” jawab David singkat, ia berjalan ke kursinya dan mendudukkan tubuhnya di sana.“Oh ya, segera beritahu perusahaan Hendra kalau mereka dipilih jadi vendor furnitur untuk proyek ini,” perintah David ke stafnya yang akan pergi dari ruangannya.“Baik, Pak,” jawab staf itu sembari membungkukkan badannya dan berjalan keluar dari ruangan David.Setelah stafnya keluar, ruangan itu menjadi sunyi. David menarik map di depannya, membukanya, lalu membalik lembar demi lembar tumpukan kertas di dalam sana. Ia ingin memastikan tidak ada dokumen yang kurang.Ia berusaha memusatkan perhatian pada setiap detail, tetapi pikirannya terus kembali kepada Hendra. Tak satu pun isi dokumen itu benar-benar berhasil ia cerna.Ia sesekali menatap ke arah pintu, men
“Ayo makan malam, dari tadi kamu belum makan, kan,” ucap Hendra, menatap putrinya dengan senyuman. Eva menganggukkan kepalanya, lalu mendekap pinggang ayahnya dan menyandarkan pipinya di perut ayahnya. Ia mendongakkan kepalanya, lalu membalas senyum ayahnya. “Maafkan Eva, Pa,” ucap Eva pelan. “Ayo cepat bangun dan pergi ke meja makan,” ajak Hendra lagi, menepuk pelan punggung putrinya sebagai isyarat agar segera beranjak dari sana. Eva langsung melepaskan kedua tangannya yang melingkar di pinggang Hendra. Kemudian ia menurunkan kedua kaki ke samping ranjang untuk bersiap bangkit. Hendra berjalan lebih dulu, di ikuti oleh Eva yang mengekor di belakangnya. Sesaat kemudian, mereka berdua sudah duduk bersebrangan di meja makan. Di atas meja sudah di penuhi makanan yang masih mengepulkan asap. Keheningan memenuhi ruang makan. Yang terdengar hanya bunyi sendok yang sesekali beradu dengan piring dan suara pendingin ruangan yang berdengung pelan. Eva mengunyah makanannya tanpa benar-b
Hendra tetap membisu. Tatapannya terpaku ke satu titik, seolah sedang menimbang sesuatu yang terlalu berat untuk diucapkan.Keinginan memindahkan istrinya bukan semata-mata karena pengobatan. Hendra ingin membawa keluarganya menjauh dari David. Ia ingin memindahkan istrinya, lalu membawa keluarganya pergi dari kota ini. Selama ini, Hendra selalu percaya kepada David. Namun, setelah mengetahui pria itu mampu mengelabuinya, ia tidak lagi bisa menganggap semua ucapan Wulan sebagai fitnah belaka. Mungkin Wulan memang tidak sepenuhnya benar. Namun, Hendra juga tidak bisa lagi mengabaikan setiap peringatannya.“Saya akan cek kondisi Ibu Ratna dulu,” ucap dokter memecah lamunan Hendra. Dokter tidak ingin melanjutkan pertanyaan itu, ia sudah memahami bahwa pria itu tidak berniat memberikan jawaban.Dokter bangkit dari kursinya. Ia menoleh ke arah Hendra, memberi isyarat singkat agar pria itu mengikutinya, lalu melangkah menuju pintu.Sesaat kemudian, mereka sudah berada di ruang rawat inap.
Eva menahan napasnya saat menunggu kalimat yang akan keluar dari seberang telepon. “Mas pulang dulu. Tunggu Mas, ya,” suara David terdengar tenang dari seberang telepon.David langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Eva. “Aaaaaa…kebiasaan dia selalu melakukan apapun sendiri,” gumam Eva sembari menatap ponselnya yang menggelap. Ia menajamkan telinganya saat mendengar deru mobil david yang perlahan menghilang dari pendengarannya. Bisa dipastikan bahwa pria itu sudah pergi meninggalkan rumahnya.Semoga Mas david bisa menemukan cara untuk memperjuangkan hubungan ini, batin Eva.Eva merebahkan kembali tubuhnya ke atas kasur, menatap langit-langit kamar yang mungkin akan menemaninya selama beberapa hari kedepan. Entah sampai kapan ia akan dikurung oleh ayahnya di dalam sini.“Mama, apa kamu juga akan menolak Mas David?” gumam Eva yang tiba-tiba mengingat mamanya. Ia memiringkan tubuhnya, memeluk erat guling yang berada di sampingnya. Ia berusaha menenangkan dadanya yang
Mobil sedan hitam milik Rian berhenti tepat di depan pelataran rumah besar berarsitektur Eropa. Eva menatap keluar jendela dengan campur aduk. Jadi ini rumah David? Selama lima bulan berpacaran dulu, mereka hanya menghabiskan waktu di kota perantauan, tempat Eva menempuh pendidikan kuliah dan Dav
Eva berdiri mematung di depan wastafel, menatap lurus ke arah cermin besar berbingkai emas di hadapannya. Ia memperhatikan bayangan wajahnya sendiri yang tampak begitu asing dan melelahkan. Kedua tangannya mencengkram pinggiran wastafel dengan begitu erat, mencoba mencari tumpuan untuk tubuhnya ya
Eva bersandar pada kursi makannya, mencoba menahan rasa bosan yang mulai menyerang sejak pertama kali tiba di restoran mewah ini. Di atas meja bundar berlapis kain marun di depannya, deretan sendok dan garpu perak sudah tertata rapi, bersanding dengan gelas-gelas anggur yang masih kosong. Hari ini
Eva merasakan seluruh dunianya runtuh dalam sekejap, membuat pandangannya sempat mengabur saat mendengar kata perjodohan keluar dari bibir papanya di depan pria yang dicintainya. "Perjodohan? Maksud Papa apa…?" sahut Eva dengan suara yang bergetar hebat, mencoba mencari kekuatan dengan berpegangan


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات