LOGINEllea Pramadisti Tanjung. 16 tahun usianya ketika mengalami kejadian tragis dalam hidupnya. Gadis remaja itu diperkosa dan dipaksa untuk membunuh janin yang masih berada dalam kandungannya. Raga tanpa jiwa, begitu lah gambaran dari kehidupan yang dijalani oleh Ellea. "El, bersabarlah sebentar lagi. Karena gue akan segera bawa lo pergi dari neraka yang mengatas namakan keluarga ini." Aliandra Dirgantara Ryder
View MoreLampu gantung kristal di aula hotel mewah Surabaya itu berpijar menyilaukan, memantulkan kemewahan yang dipaksakan. Malam ini, keluarga besar Tanjung dan Ryder bersatu dalam perayaan pertunangan Alano dan Karin. Gelak tawa palsu dan denting gelas sampanye memenuhi ruangan, seolah-olah bau busuk masa lalu bisa tertutupi oleh aroma parfum mahal.Di sudut balkon yang agak gelap, Ale berdiri dengan kedua tangan di saku celana. Matanya yang dingin menatap Alano yang nampak gagah dengan setelan tuksedo hitam. Alano menghampirinya, mencoba bersikap ramah meski raut wajahnya menyiratkan kecanggungan."Aku senang kamu mau datang, Al," ucap Alano pelan.Ale menoleh, bibirnya tertarik membentuk senyum miring yang penuh penghinaan. "Datang? Tentu saja. Mana mungkin aku melewatkan momen saat kakak sepupuku yang 'suci' ini mengikat janji dengan wanita yang sama busuknya."Alano mengernyit, wajahnya nampak bingung. "Kenapa kamu selalu bicara begitu? Kalau ada salahku di masa lalu yang membuatmu benc
Kyoto menyambut Ellea dengan udara dingin yang menusuk tulang. Benar kata Abraham, hunian ini jauh lebih mewah dari sekadar sangkar emas. Sebuah penthouse di pusat kota dengan dinding kaca setinggi langit-langit yang langsung menghadap ke arah Kuil Kiyomizu-dera di kejauhan. Segala fasilitas tersedia, namun rasa jengah tetap menyelimuti hati Ellea.Sudah tiga hari ia berada di sana. Abraham sangat sibuk dengan urusan bisnis yang tak pernah dijelaskan secara gamblang. Karena bosan setengah mati, Ellea memutuskan untuk keluar. Ia mengabaikan peringatan pengawal pribadi yang berjaga di depan pintu dan memilih berjalan-jalan di sekitar area Gion, mengenakan coat bulu tebal untuk menutupi tubuh ringkihnya."Kyoto memang cantik, tapi tetap saja rasanya hampa," gumam Ellea sambil menatap aliran sungai Kamo yang tenang.Langkah kaki Ellea terhenti saat melihat sosok pria yang sangat familiar sedang berdiri di depan sebuah kedai teh tradisional. Pria itu mengenakan trench coat cokelat, nampak
Suasana di ruang tamu keluarga Tanjung mendadak senyap, seolah oksigen ditarik paksa dari ruangan itu. Pertanyaan Elang yang bernada tantangan itu memukul telak harga diri Hendrik. Zia sendiri masih terpaku, tangannya gemetar hebat. Ia merasa menang karena Elang berlutut, tapi kata-kata "menghilangkan harkat dan martabat" itu terasa seperti tamparan yang menghinanya secara halus. "Kau gila, Elang!" desis Hendrik dengan suara rendah yang berbahaya. "Kau pikir pernikahan itu barang dagangan yang bisa kau tawar sesukamu?" Elang tertawa santai, merapikan setelan jasnya yang sedikit kusut karena tarikan sang ayah. "Lho, bukannya memang begitu cara kerja keluarga ini? Semuanya demi bisnis, kan? Kalau Ellea gagal jadi tumbal untuk Abraham Smith, kenapa tidak aku saja yang segera meresmikan 'bisnis' ini dengan Zia?" Zia akhirnya bersuara, suaranya melengking karena emosi. "Cukup, Elang! Aku tidak mau menikah dengan pria yang menganggapku sebagai beban atau sekadar transaksi!" "Tapi kau
"Non Ellea kami di suruh Tuan Abraham untuk membantu Nona berkemas." Dua pelayan memasuki kamar Ellea dengan menyeret satu koper berukuran sedang."Memang saya mau di suruh kemana?" tanya Ellea yang dibalas gelengan kepala oleh dua pelayan tersebut.'Apa Pria tua itu sungguh-sungguh ingin mengirimku ke Bandung? Dan kembali bersama Kak Ale?' Ellea menduga-duga.'Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin pria itu bisa bertindak semaunya seperti ini kepada dirinya.'Dan saking penasarannya ia bangkit dari atas tempat tidurnya untuk menemui Abraham langsung. Sayang aksinya itu terhalang oleh bodyguard yang berjaga di depan kamar pribadi Abraham."Ada perlu apa, Nona? Tuan sedang tidak bisa diganggu.""Aku ingin bertemu dan bicara dengannya. Jadi, buka pintu dan biarkan aku masuk.""Maaf Nona, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan jika tidak ada yang boleh masuk ke kamar beliau.""Tapi aku calon istrinya, bukan orang lain lagi bagi Tuanmu itu!" Ellea tetap kekeh dan berusaha membuka
"Apa bos premanmu sedang tidak di tempat?""Bu Didi ada di ruangnya, Tuan."Tanpa membalas ucapan si pegawai butik, Abraham membawa Ellea memasuki ruangan si pemilik butik. Mengabaikan dua pasang manusia yang masih berdiam diri di tempat. Dan Abraham tent
"Kebaikan apa yang dulu aku perbuat, sehingga kedatangan tamu dari pewaris Ryder, juga Hartono Grup." "Berhenti membual Abraham Smith, sebutkan berapa yang kau butuhkan untuk membebaskan Ellea." "Jadi kalian juga mengincarnya? Cukup menarik, rasanya untuk seorang gadis yang sangat banyak peminat
"Apa itu artinya kau akan menunda pernikahan lagi, Pak Tua?" "Dan kenapa jadi kamu yang ngebet ingin saya nikahi, Penggoda Cilik!" balas Abraham. "Tentu saja bukan kah itu juga yang kau tunggu dari delapan tahun yang lalu Pria Tua untuk bisa menik
"Makan, El. Kamu pikir dengan mogok makan aku akan langsung membebaskanmu? Jangan mimpi!""Sebenaranya apa mau Kakak? Jika itu uang aku akan berikan itu, berapa pun Kakak minta.""Lebih dari itu, Ellea. Apa kamu sanggup untuk memberikannya padaku?"






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore