Chapter: Bab 34 | Lily HitamKetegangan di perempatan jalan besar itu sudah tidak bisa ditahan lagi. Udara malam yang sedingin es seolah ikut membeku menyaksikan kedua kubu yang saling mengunci pandangan.Pria raksasa bertopeng singa emas itu tidak membalas ucapan Kael dengan kata-kata. Sebagai jawaban, ia menarik kembali kapak ganda raksasanya dari dalam retakan tanah, lalu mengayunkannya membentuk lingkaran di udara, menciptakan suara deru angin yang memekakkan telinga."Pasukan Emas! Hancurkan para pemberontak ini!" teriak sang panglima bertopeng singa dengan suara menggelegar."Serang!" lolong pasukan zirah emas secara serentak.Dalam hitungan detik, pertempuran besar pecah di tengah perempatan jalan. Pasukan zirah emas melesat maju dengan tombak dan pedang panjang mereka yang berkilau. Namun, klan Nightvale bukanlah klan sembarangan. Mereka adalah para vampir berdarah murni yang telah bertahan hidup dari ratusan perang selama ratusan tahun.Lucien bergerak lebih dulu. Gerakannya begitu cepat hingga matanya h
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 33 | Kepungan Ibu KotaGelombang energi hitam kemerahan yang meledak dari Menara Jam Kuno menciptakan tekanan besar di langit ibu kota. Selena, yang sempat tak sadarkan diri selama beberapa saat, tiba-tiba terbangun dengan napas terengah-engah.Clang!Suara logam yang menghantam lantai batu membuat kesadarannya pulih sepenuhnya.Kunci Perak Kuno yang sebelumnya terpasang di lempengan mesin tiba-tiba terlepas dan melayang tepat di depan nya. Benda itu bergetar hebat, seolah ada kekuatan besar yang menariknya keluar dari menara. Cahaya keperakan yang memancar darinya kini hanya tersisa samar.Dengan sisa tenaga yang ada, Selena merangkak menghampiri kunci itu. Tangannya yang dingin gemetar saat menggenggamnya, lalu buru-buru memasukkannya kembali ke kantung bajunya."Tarikannya sangat kuat. Kalau tidak kupegang erat, kunci ini bisa saja terbang sendiri," batin Selena sambil mengatur napasnya.Wajahnya semakin pucat. Udara di dalam ruangan terasa semakin tipis akibat gelombang sihir yang dikeluarkan mesin jam.
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 32 | Awal Berakhirnya Kegelapan"Tetap menunduk, Selena. Ikuti langkahku," bisik Kael pelan. Tangannya memegang siku Selena, membimbingnya berjalan di sepanjang dinding aula yang tertutup tirai beludru besar.Selena merapatkan jubah tipis yang menutupi gaunnya. Kunci Perak di balik lipatan gaun terus bergetar semakin kuat, seolah tahu mereka sedang menuju tempat yang seharusnya."Kael..." bisik Selena pelan. "Penjaga di dekat pintu samping itu... mereka melihat ke arah kita." Ia sempat melirik dua prajurit berbaju zirah perak yang mulai memperhatikan mereka."Jangan tatap mata mereka, terus berjalan" jawab Kael tenang.Saat mereka tinggal beberapa langkah lagi dari pintu keluar darurat di sudut aula, Rowan tiba-tiba muncul dari balik sebuah pilar batu. Tanpa ragu, ia menyenggol seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisi gelas. Semua gelas jatuh ke lantai marmer dan pecah berantakan. Prang!Suara keras itu langsung menarik perhatian para penjaga."Hei! Apa yang kau lakukan? Jalannya luas begini kenapa bisa me
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 31 | Penjamuan Bulan MerahSuasana di ruang tengah Paviliun Nightvale langsung berubah tegang setelah para pengawal istana pergi. Kabar bahwa perjamuan dimajukan menjadi malam ini benar-benar menghancurkan rencana yang telah mereka susun.Kael menjadi orang pertama yang memecah keheningan. Tinju pria itu menghantam meja kayu hingga menimbulkan suara keras.Brak!"Sial!" bentaknya dengan wajah penuh amarah. "Mereka sengaja melakukan ini! Bajingan-bajingan tua itu pasti tahu jika kita merencanakan sesuatu!"Rowan yang berdiri di dekat jendela besar tampak melipat kedua tangannya. Matanya yang merah menatap langit malam yang mulai diselimuti oleh kabut tipis. "Jika Selena tidak muncul di aula perjamuan bersama kita, Dewan Pusat pasti langsung curiga. Mereka akan mengirim Ordo Bayangan untuk menggeledah seluruh kawasan penginapan dan tempat pertama yang akan mereka datangi adalah Menara Jam Kuno. Jika itu terjadi, rencana kita akan gagal sebelum sempat dimulai."Selena yang sejak tadi duduk di sudut ruangan hanya b
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 30 | Rencana Gagal?Pakaian Selena masih terasa agak lembap akibat uap air dari jalur pembuangan bawah tanah ketika mereka akhirnya berhasil keluar di pinggiran sungai, tepat di luar tembok pembatas Ibu Kota. Saat itu, rasa cemas sempat melanda dada Selena. Ia terus menoleh ke arah Menara Jam Kuno yang berdiri menjulang di kejauhan, memikirkan Lucien yang tadi memilih tetap tinggal di dalam ruangan inti untuk mengunci jalur pelarian mereka.Namun, kekhawatiran Selena tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, sesosok bayangan hitam melesat dari balik pepohonan dan mendarat tepat di hadapan mereka.Itu Lucien.Jubah hitamnya sedikit berdebu, tetapi tak terlihat sedikit pun luka di tubuhnya.Selena mengembuskan napas lega begitu melihat Lucien muncul di hadapan mereka. Tanpa sadar, ia segera menghampirinya."Lucien... akhirnya kau keluar juga." Tatapannya menyusuri wajah hingga tubuh pria itu, memastikan tidak ada luka sedikit pun. "Kau tidak apa-apa, kan?"Lucien menatap Selena beberapa saat. Senyum
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 29 | Ordo BayanganBagi Selena, genggaman tangan Lucien yang dingin justru menjadi satu-satunya hal yang membuatnya tetap tenang di tengah situasi yang semakin kacau."Cassian, Rowan! Lewat jalur bawah tanah. Cepat!" perintah Lucien. Suaranya rendah, tetapi tegas dan tidak memberi ruang untuk dibantah.Rowan langsung bergerak paling depan sambil mengangkat obor sihirnya. Mereka berempat berlari menuruni tangga batu yang melingkar. Selena berusaha mengikuti langkah mereka yang cepat. Kakinya masih sedikit gemetar, sehingga ia mencengkeram jubah Lucien agar tidak terpeleset di anak tangga yang licin.Namun, saat mereka hampir mencapai jalan menuju ruang arsip bawah tanah, Rowan tiba-tiba berhenti. Ia mengangkat satu tangan sebagai isyarat agar yang lain tidak bergerak. "Ada apa?" bisik Cassian.Rowan tidak langsung menjawab. Matanya yang merah menatap lurus ke lorong gelap di depan mereka. Beberapa detik kemudian, semua orang mulai mendengarnya.Itu suara langkah kaki, tapi bukan hanya satu atau dua ora
Last Updated: 2026-07-04