Chapter: Bab 10. Siapa Itu di Atas Atap?"Kak," panggil Sandy memecah keheningan. "Ya?" sahut Natha tanpa menolehDia masih fokus membelah jalanan Kota Malang yang mulai tersendat karena genangan air di sana-sini."Orang tua Kakak kok bisa tahu namaku? Kak Natha pernah cerita tentang aku ke mereka?” Sandy akhirnya menyuarakan rasa penasarannya.“Oh, itu. Kemarin lusa waktu aku pulang nggak pakai jaket, Mama nanya jaketku ke mana. Aku bilang aja dipinjam adik kelas namanya Sandy.”“Kamu yang minjemin ya, bukan aku yang pinjam.”“Ya, ya… sama aja lha.”"Tapi masa gara-gara gitu doang langsung ingat namaku, sih?"Natha hanya mengangkat bahu. Tak mau membahasnya lagi.Tiba-tiba Sandy teringat jaket Natha di dalam tasnya. Dia tidak lagi peduli alasan Natha yang terlihat dibuat-buat. Sandy pun segera mengeluarkan paper bag berisi jaket Natha dari dalam tasnya.“Oh iya ini, Kak. Terima kasih jaketnya. Hampir aja lupa.”Natha hanya mengangguk dan meminta Sandy menyimpannya di kursi belakang.Setelah itu, mereka kembali diam. Sand
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Bab 9. Anaknya Aneh, Orang Tuanya Juga“Kak, Natha yang bener dong! Kita mau ke mana? Kalau nggak dijawab aku lompat nih!” seru Sandy sedikit keras agar suaranya tidak teredam angin yang berhembus cukup kencang.Sandy mencengkeram ujung jaket Natha dengan erat karena sejak tadi motor sport hitam milik Ketua OSIS itu melaju dengan kencang.“Eh, jangan!” jawab Natha panik.Dia sedikit melambatkan laju motornya setelah mendengar ancaman Sandy.“Ya udah kasih tahu dong!”“Aku mau mampir ke rumah sebentar. Ada laporan yang ketinggalan.”Mendengar jawaban itu Sandy akhirnya diam.Motor itu terus melaju membelah jalanan sampai masuk ke kawasan Ijen Nirwana Residence. Rumah-rumah di kanan-kiri jalan ini berukuran besar dengan pohon-pohon rindang di halaman rumah. Taman-tamannya tertata rapi, membuat mata yang memandang merasa nyaman.Beberapa saat kemudian, motor Natha melambat dan berbelok memasuki halaman sebuah rumah bergaya modern kontemporer berlantai dua dengan cat dominan abu-abu.Natha mematikan mesin motor tepat di area
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Bab 8. Aku Mau Dibawa Ke Mana Ini?"Yah, baru juga jalan-jalan," keluh Bianca ikut kecewa. "Ya udah, tapi sebelum kamu balik ke sekolah, kita makan siang dulu, ya. Cacing di perutku sudah demo dari tadi.”"Ide bagus. Ke McD seberang jalan aja yuk, dekat banget tinggal nyeberang. Aku lagi pengin yang dingin-dingin," usul Keira yang disambut anggukan kedua sahabatnya.Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menyeberang jalan menuju McDonald's Sarinah. Begitu melangkah masuk, hawa sejuk AC dan aroma gurih makanan langsung menyambut mereka. Mereka memilih salah satu meja kosong di sudut ruangan. Bianca dan Keira langsung memesan makanan berat dan minuman dingin, sementara Sandy yang kehilangan nafsu makan hanya memesan kentang goreng dan McFlurry Oreo.Selama beberapa menit mereka makan sambil berbincang. Namun tak lama, ketenangan mereka kembali terusik."San... Sandy! Itu belahan jiwamu datang lagi," bisik Bianca sambil menendang pelan kaki Sandy di bawah meja.Sandy mendongak dan refleks memutar bola matanya. Di dek
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 7. Kak Natha Nyebelin Banget!Hari Jumat menjadi hari yang paling dinanti oleh seluruh murid baru, termasuk Sandy. Hari terakhir MPLS ini berjalan cukup padat sekaligus melelahkan. Sejak pagi, lapangan sekolah sudah diguncang oleh sorakan yel-yel dari tiap gugus yang tampil habis-habisan demi menjadi pemenang.Puncaknya adalah demo ekstrakurikuler di lapangan basket sekolah. Suasana yang awalnya panas dan gerah langsung berubah riuh rendah saat ekskul band mendapat giliran tampil. Panitia dengan sigap menarik kabel-kabel panjang dan menata instrumen di tengah lapangan, bergantian dengan properti ekskul bela diri dan olahraga yang tampil sebelumnya.Suasana langsung riuh begitu para personel memasuki lapangan. Apalagi saat melihat sang Ketua OSIS berdiri di posisi vokalis utama sambil memeluk sebuah gitar akustik-elektrik.“Kak Nathaaaaa!!!” Jeritan para siswi ramai terdengar.“Sandyyyyy!!! Lihat itu Kak Natha mau tampil!” Bianca yang duduk di sampingnya pun tak kalah heboh.Natha berdiri tenang di bawah terik m
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 6. Tunggu, Kok Jaketnya Sama?Sepanjang perjalanan pulang, Sandy lebih banyak diam menatap keluar jendela mobil. Tangannya tidak lepas dari jaket milik Natha yang kini ada di pangkuannya. Pikirannya berputar pada semua yang sudah dia lalui hari ini. Mulai dari kejadian dijemput paksa ke ruang OSIS, obrolan berdua dengan Natha, membantu administrasi sampai sore, hingga kejadian di gerbang sekolah beberapa saat yang lalu."San? Sudah sampai, loh. Kok malah melamun?"Suara lembut Kanigara membuyarkan lamunan Sandy. Gadis itu baru sadar kalau mobil mereka sudah terparkir rapi di garasi rumah."Ah, iya, Ma," jawab Sandy gelagapan. Dia buru-buru membuka pintu mobil, lalu berlari masuk ke dalam rumah sambil memeluk jaket Natha.Kelakuannya itu membuat Kanigara mengernyit heran.Begitu sampai di kamarnya yang terletak di lantai dua, Sandy langsung menutup pintu dan menguncinya. Dia meletakkan tas sekolah dan jaket Natha di atas kasur, lalu berjalan menuju lemari buku di sudut ruangan.Di salah satu rak, berjejer buku-bu
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Bab 5. Hukumannya Kok Malah Gini?Sesuai instruksi Natha tadi siang, begitu bel pulang sekolah berbunyi, Sandy terpaksa menyeret kakinya menuju ruang OSIS. Sepanjang jalan, dia komat-kamit berdoa agar sang Ketua OSIS tidak ada di sana. Cukup Alya saja yang dia hadapi.Namun, begitu pintu kayu itu terdorong terbuka, harapan Sandy langsung pupusDi dalam ruangan, bukan cuma ada Alya yang sedang merapikan tumpukan kertas. Natha juga duduk tenang di kursinya, sambil menatapnya yang sedang berdiri di ambang pintu."Eh, Sandy! Sini masuk," panggil Alya begitu menyadari kehadiran anak baru itu.Sandy tersenyum canggung lalu melangkah mendekat dan menutup pintu."Siang, Kak Alya. Tugas apa yang bisa saya bantu?"Baru saja Alya hendak menjawab, pintu ruangan kembali terbuka dan memunculkan sosok Bimo. Cowok berbadan gempal itu langsung bersiul menggoda begitu melihat Sandy sudah ada di sana.Sandy melirik canggung. Dia sempat agak tegang karena mengingat Bimo adalah salah satu panitia Tatib yang terkenal galak. Namun, me
Last Updated: 2026-06-20