Chapter: Bab 26. Mama Tahu Sesuatu?Angin sore yang berembus cukup kencang membuat air di kolam renang bergelombang, memantulkan bayangan pepohonan yang kian menggelap seiring matahari yang makin tenggelam. “Pindah ke dalam yuk, San. Dingin nih,” ajak Bianca. Sandy mengangguk, lalu mencoba berdiri sendiri. “Sini aku bantuin. Jangan dipaksa gerak sendiri dulu. Nanti makin sakit lho,” protes Bianca. Sandy tertawa. “Iya, iya… Kebiasaan aja, sih. Jadi lupa.” Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tengah. “Kita nonton film aja yuk. Besok kan nggak ada PR. Jadi santai…” ajak Bianca. “Boleh. Kamu aja yang pilih filmnya. Yang romantis ya.” Bianca segera menyalakan televisi layar datar berukuran 85 inci di hadapan mereka, membuka salah satu layanan streaming berlogo huruf merah, dan memilih salah satu film romantis yang ada di sana. Belum sepuluh menit mereka menonton, ponsel Sandy berbunyi. Sebuah panggilan telepon masuk dari nomor Natha. Sandy sudah menyimpan nomor itu sejak Natha
Huling Na-update: 2026-08-16
Chapter: Bab 25. Jangan-Jangan Kita Dimata-Matai!Mobil sedan putih itu akhirnya berhenti di depan rumah Bianca. Setelah mematikan mesin, Natha segera turun dan membantu Sandy keluar dengan hati-hati. Bianca menyusul dari pintu belakang. Satpam membukakan gerbang, lalu mereka bertiga masuk ke halaman depan. Natha berjalan di samping Sandy, memastikan langkahnya tetap hati-hati sampai mereka tiba di teras rumah. “Makasih, Kak,” ucap Sandy. “Sama-sama. Kakimu jangan terlalu banyak bergerak dulu, ya. Semoga besok pagi sudah membaik.” Sandy mengangguk. “Iya, Kak.” “Nggak masuk dulu, Kak?” ucap Bianca sambil merapikan tasnya. “Lain kali aja. Nitip Sandy, ya.” “Cie…” Lagi-lagi Bianca menggoda Natha. “Tenang aja pasti dijagain kok.” Sandy langsung mencubit kecil lengan Bianca. “Awww! Sakit, Sandy!” protes Bianca. “Kamu sih bercanda mulu.” Natha hanya tersenyum melihat kelakuan adik-adik kelasnya itu. “Ya udah, aku pulang dulu,” pamit Natha. “Hati-hati di jalan, Kak,” jawab Sandy sambil melambaikan tangan. Natha ik
Huling Na-update: 2026-08-13
Chapter: Bab 24. Aku Tadi Nggak Salah Lihat, Kan?“Kenapa, Bi?” tanya Keira saat melihat Bianca yang baru saja menerima telepon datang dengan wajah kecewa.“Supirku bilang ban mobilku pecah di jalan. Jadi nggak bisa jemput,” jawab Bianca.“Naik mobilku aja kalau gitu. Aku antar,” tawar Natha lagi.Sandy tampak berpikir, tapi Bianca langsung mengangguk setuju.“Boleh, Kak. Kayaknya itu pilihan terbaik sekarang,” ucap Bianca.“Keira mau sekalian bareng?” tanya Natha."Nggak usah, Kak. Aku dijemput kakakku.”“Kalau gitu kita tunggu sampai Keira dijemput dulu,” tambah Natha.Mereka berempat berjalan menuju gerbang dan mengobrol di sana sampai kakak Keira datang. Setelah Keira pulang, Natha beranjak mengambil mobil di belakang sekolah.“Aku ambil mobil dulu ya dibelakang. Kalian tunggu di sini saja,” ucap Natha kepada Sandy dan Bianca.“Oke, Kak!” jawab Bianca ceria. Sementara Sandy hanya mengangguk sambil tersenyum.Beberapa menit kemudian Natha muncul dengan sedan putihnya. Setelah mobil berhenti di depan gerbang, Natha turun dan membuk
Huling Na-update: 2026-08-11
Chapter: Bab 23. Kak Natha Makin PerhatianMelihat Sandy yang mendadak melamun, Keira menyikut lengannya pelan. "San? Kok malah bengong? Oh ya, kayaknya aku bakal ikut ekskul seni rupa juga deh. Ternyata aku kurang cocok sama PMR. Banyak latihan fisiknya juga kayak Paskibra."Mendengar itu, Sandy langsung menoleh ke arah Keira."Serius? Asyik nih ada temennya. Tapi bukannya kamu nggak terlalu suka menggambar, ya?""Pengin belajar aja sih. Kan enggak ada salahnya mencoba hal baru," ucap Keira sambil mengulum senyum.“Bilang aja mau deketin Kak Raka. Udah kebaca banget!” Bianca menggoda Keira sambil tertawa.Pipi Keira merona merah. "Ih, Bianca! Apaan sih! Siapa juga yang naksir Kak Raka?"Bianca makin tertawa geli. “Udah deh, nggak usah mengelak. Aku tahu kok tiap kali Kak Raka lewat kamu melongo ngeliatin dia. Ya kan, San?Sandy ikut tersenyum menatap wajah Keira yang makin bersemu merah.“Udah jangan digodain, Bi. Nanti dia ngambek nggak jadi ikut ekskul seni.”Untungnya, beberapa saat kemudian Farel dan Rio kembali dari kan
Huling Na-update: 2026-08-09
Chapter: Bab 22. Malu Banget Digendong Kak NathaNamun, sebelum tubuhnya terjatuh, seseorang menahannya.Satu tangan melingkar di pinggang Sandy, sementara tangan lainnya menahan bahunya agar tidak kehilangan keseimbangan. Aroma maskulin yang begitu familier langsung memenuhi indra penciumannya."Pelan-pelan.”Sandy langsung mengenali suara itu. Natha. Cowok itu berdiri tepat di belakangnya, masih menopang tubuh Sandy yang nyaris terjatuh.Jantung Sandy berdegup tak karuan. Beruntung area tangga sudah sepi. Hampir semua siswa telah masuk ke kelas masing-masing sehingga tak seorang pun menyaksikan kejadian memalukan barusan."Kak Natha?" Sandy menoleh menatapnya. "Kok Kakak ada di sini?""Kalau aku telat dikit, kamu pasti udah jatuh.""Bukan itu. Tadi kan Kakak masih di lapangan basket. Kok bisa tiba-tiba—"Kalimat Sandy terputus saat mendadak Natha membantunya berdiri tegak.“Aww!” jerit SandySandy langsung meringis. Rasa nyeri yang tajam langsung menjalar dari pergelangan kaki kanan hingga betisnya.“Kenapa?”Natha tampak panik da
Huling Na-update: 2026-08-01
Chapter: Bab 21. Mimpinya Jadi Nyata LagiPertanyaan Natha menggantung di antara mereka, ditemani gemericik hujan yang masih turun membasahi jalanan.Sandy menggigit bibir bawahnya. Mengakui kalau dia memimpikan seorang kakak kelas yang baru dikenalnya jelas terdengar memalukan. Apalagi mimpi-mimpi itu datang jauh sebelum mereka benar-benar bertemu.Akhirnya Sandy memilih untuk berbohong."Enggak pernah, Kak. Kenapa tiba-tiba nanya gitu?”"Nggak apa-apa, cuma penasaran aja," jawab Natha sambil tersenyum. "Katanya, kalau sering ketemu, kadang suka kebawa mimpi."Sandy tertawa.“Emang Kak Natha pernah mimpiin aku?”“Pernah.”Senyum di wajah Sandy langsung memudar."Serius?""Iya.”Sandy menatap Natha beberapa detik, mencari tanda kalau cowok itu sedang bercanda. Sayangnya, ekspresi Natha tetap tenang.“Hayooo… mimpi apaan?” Sandy mencoba bercanda, mengalihkan detak jantungnya yang kian kencang.Natha tersenyum."Banyak, tapi rahasia.""Ih... pelit banget.""Suatu hari nanti bakal aku ceritain," ujar Natha. "Tapi nggak sekarang.
Huling Na-update: 2026-07-26