Kakak Kelas dari Mimpiku

Kakak Kelas dari Mimpiku

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-16
Oleh:  Asri LestariOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 Peringkat. 3 Ulasan-ulasan
26Bab
570Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

​Enam bulan setelah terbangun dari koma misterius, Sandy memulai kehidupan barunya sebagai siswi SMA. Ia tidak mengira bahwa hari pertama MPLS langsung menjungkirbalikkan dunianya saat berhadapan dengan Natha, sang Ketua OSIS. ​Pemuda itu adalah sosok yang persis sama dengan laki-laki yang menghantui mimpi-mimpinya setiap malam selama enam bulan terakhir. ​Anehnya, Natha sengaja terus mendekat, seolah ia telah mengenali Sandy sejak lama. Ketika satu demi satu kejadian dari mimpi mulai terwujud di dunia nyata, hati Sandy perlahan mulai terusik. ​Yang Sandy tidak tahu, Natha bukan sekadar kakak kelas yang menyebalkan, dan mimpi-mimpinya bukanlah bunga tidur biasa. Ada rahasia besar yang tersembunyi di balik tatapan mata pemuda itu. ​Saat semua rahasia terbongkar, sanggupkah Sandy menerima bahwa hidupnya tidak sesederhana yang ia kira? Bahwa ia adalah seseorang yang punya kekuatan istimewa?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Hah? Dia Beneran Ada?

Sandy!!"

​Sandy tersentak saat sebuah tepukan mendarat di bahunya. Suasana lapangan upacara pagi itu terasa sangat terik dan gerah, membuatnya sempat kehilangan fokus.

Dia merasa Kota Malang yang terkenal dengan hawa sejuknya sudah menghilang karena pemanasan global. Baru pukul setengah delapan, tapi panasnya sudah terik.

"Eh, iya? Kenapa, Bi?" tanya Sandy sambil menyeka keringat yang mulai muncul di dahinya.

​"Malah melamun! Lihat tuh Ketua OSIS kita di atas panggung. Cakep banget!" Bianca menyenggol lengan Sandy dengan heboh sambil menunjuk ke arah podium upacara.

Sandy tidak langsung mengangkat wajahnya, dia malah sibuk merapikan sabuk seragamnya yang melonggar. Dia tidak terlalu tertarik melihat senior tampan seperti yang sering dilakukan Bianca.

Pagi ini adalah hari pertama Sandy masuk SMA. Saat dia datang tadi, halaman sekolah sudah penuh dengan siswa baru yang sibuk mengikuti MPLS.

Di dekat gerbang dan sekitar lapangan, Sandy memperhatikan banyak panitia OSIS yang tampak sibuk mengarahkan murid-murid menuju barisan upacara sambil sesekali berteriak menggunakan pengeras suara.

“Sandy! Kamu dengar aku ngomong nggak sih?” Bianca mulai kesal karena Sandy tak kunjung menanggapi.

“Hah? apa? Oh, iya Ketua OSIS. Yang mana, sih?” tanya Sandy malas-malasan.

"Itu lho! Yang berdiri di atas podium. Yang pakai ban merah Ketua OSIS di lengan kanannya!” Keira ikut menyahuti.

Pandangan Sandy mengikuti arah telunjuk sahabatnya. Seorang siswa bertubuh tinggi tegap berdiri di sana dengan ban Ketua OSIS melingkar di lengan kanannya. Rambut hitam pendeknya ditata rapi, membingkai rahang tegas dan hidung mancungnya yang mencolok.

Setelah memperhatikan beberapa saat, jantung Sandy mendadak berdegup dua kali lebih cepat.

​"Nggak mungkin..." gumam Sandy.

Dia sangat mengenali wajah rupawan itu. Bukan karena pernah bertemu sebelumnya, melainkan karena sudah enam bulan terus hadir dalam mimpinya, setiap malam sejak dia terbangun dari koma misterius.

​"Kamu kenapa, San? Terpesona juga ya? Tumben sampai nggak kedip," goda Bianca.

Sandy tidak menyahut. Fokusnya terkunci pada cowok itu.

Saat itu Sandy kembali teringat mimpinya tadi malam. Di dalam mimpi yang terasa begitu nyata, dia dan cowok yang mirip Ketua OSIS itu berada di sebuah ruangan sepi.

Kemudian cowok itu melangkah perlahan. Begitu jarak di antara mereka tinggal beberapa langkah, dia mengulurkan tangan.

"Halo. Aku Natha. Maaf kalau membuatmu takut. Akhirnya kita bisa berbicara berdua. Aku sudah cukup lama mencarimu."

Sandy menatap dengan dahi berkerut.

"Kita kenal?"

"Belum."

Jawaban singkat itu justru membuat rasa penasaran Sandy semakin besar.

"Kalau begitu kenapa mencariku?"

Cowok itu tersenyum seolah ingin menjawab. Namun sebelum satu kata pun keluar dari mulutnya, Sandy keburu terbangun.

Lamunan Sandy buyar saat sebuah cubitan mendarat di lengannya diikuti pekikan Bianca.

​"Ya, ampun! Kakak gantengnya ngelihatin ke arah kita nggak sih? Eh, dia mulai jalan turun dari podium!" seru Bianca histeris.

Sandy segera tersadar dari lamunan karena tiba-tiba keadaan di sekitarnya menjadi riuh. Pekikan gemas dari barisan siswi saling bersahutan.

"Eh, Kakak gantengnya jalan ke sini!" Suara itu datang dari seorang siswi baru yang berdiri tak jauh di belakang Sandy.

Saat itu Sandy baru menyadari sesuatu. Cowok itu sedang berjalan lurus membelah barisan, menuju ke arahnya.

Dengan jarak yang semakin dekat, Sandy bisa membaca papan nama kecil yang tersemat di dada seragam Ketua OSIS tersebut.

Natha Praditya.

Tubuh Sandy tiba-tiba merinding. Bulu kuduknya meremang. Nama itu sama persis seperti di mimpinya.

​“Tidak mungkin. Pasti ini hanya kebetulan. Mana mungkin seseorang dari mimpiku benar-benar ada di dunia nyata?” batin Sandy bergejolak.

Riuh di kepalanya kontras dengan suasana di sekitar yang tiba-tiba hening saat Natha berhenti tepat di hadapan Sandy. Sandy bisa merasakan tatapan para siswa tertuju pada mereka.

Cowok itu melirik sejenak ke arah papan nama MPLS yang tergantung di dada Sandy.

“Sandy Senara?” Sang Ketua OSIS tiba-tiba memecah keheningan.

Sandy gemetar. Dia menunduk. Tidak berani menatap wajah kakak kelasnya itu.

“Kenapa dia di sini? Apa aku bikin salah?” Sandy bertanya dalam hati.

Namun ternyata tidak terjadi apa-apa. Setelah mengamati Sandy beberapa saat dengan tatapan dalam, Natha berbalik kembali menuju podium.

Sandy mendongak, melihat punggung Natha yang berjalan menjauh. Akhirnya dia bisa bernapas lega.

“Kamu kenal dia, San?” tanya Keira.

Sandy hanya menggeleng. Dia masih tidak tahu harus menjawab apa.

“Tapi tadi ngapain dia nyamperin kamu? Aku sampai kaget dia tiba-tiba berdiri di depanmu dan menyebut namamu.” Bianca tak kalah penasaran.

Sandy hanya diam. Rasa tidak nyaman sekaligus bingung berbaur menjadi satu di dalam dadanya. Dari sekian banyak murid baru di lapangan itu, kenapa Natha hanya menghampirinya?

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Lalacolla
Lalacolla
Seruuu, semangat updatenya author
2026-07-18 10:30:53
1
0
Mita Yoo
Mita Yoo
Suka banget sama cerita seperti ini. Banyakin update ya kak. Semangat...
2026-06-28 18:49:53
1
1
Nisa Hikaru
Nisa Hikaru
ceritanya menarik, kak! suka nih sama Natha ... mampir ke bukuku juga ya kak, saling follow yuk ...
2026-06-24 12:28:33
1
1
26 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status