LOGINEnam bulan setelah terbangun dari koma misterius, Sandy memulai kehidupan barunya sebagai siswi SMA. Ia tidak mengira bahwa hari pertama MPLS langsung menjungkirbalikkan dunianya saat berhadapan dengan Natha, sang Ketua OSIS. Pemuda itu adalah sosok yang persis sama dengan laki-laki yang menghantui mimpi-mimpinya setiap malam selama enam bulan terakhir. Anehnya, Natha sengaja terus mendekat, seolah ia telah mengenali Sandy sejak lama. Ketika satu demi satu kejadian dari mimpi mulai terwujud di dunia nyata, hati Sandy perlahan mulai terusik. Yang Sandy tidak tahu, Natha bukan sekadar kakak kelas yang menyebalkan, dan mimpi-mimpinya bukanlah bunga tidur biasa. Ada rahasia besar yang tersembunyi di balik tatapan mata pemuda itu. Saat semua rahasia terbongkar, sanggupkah Sandy menerima bahwa hidupnya tidak sesederhana yang ia kira? Bahwa ia adalah seseorang yang punya kekuatan istimewa?
View MoreAngin sore yang berembus cukup kencang membuat air di kolam renang bergelombang, memantulkan bayangan pepohonan yang kian menggelap seiring matahari yang makin tenggelam. “Pindah ke dalam yuk, San. Dingin nih,” ajak Bianca. Sandy mengangguk, lalu mencoba berdiri sendiri. “Sini aku bantuin. Jangan dipaksa gerak sendiri dulu. Nanti makin sakit lho,” protes Bianca. Sandy tertawa. “Iya, iya… Kebiasaan aja, sih. Jadi lupa.” Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tengah. “Kita nonton film aja yuk. Besok kan nggak ada PR. Jadi santai…” ajak Bianca. “Boleh. Kamu aja yang pilih filmnya. Yang romantis ya.” Bianca segera menyalakan televisi layar datar berukuran 85 inci di hadapan mereka, membuka salah satu layanan streaming berlogo huruf merah, dan memilih salah satu film romantis yang ada di sana. Belum sepuluh menit mereka menonton, ponsel Sandy berbunyi. Sebuah panggilan telepon masuk dari nomor Natha. Sandy sudah menyimpan nomor itu sejak Natha
Mobil sedan putih itu akhirnya berhenti di depan rumah Bianca. Setelah mematikan mesin, Natha segera turun dan membantu Sandy keluar dengan hati-hati. Bianca menyusul dari pintu belakang. Satpam membukakan gerbang, lalu mereka bertiga masuk ke halaman depan. Natha berjalan di samping Sandy, memastikan langkahnya tetap hati-hati sampai mereka tiba di teras rumah. “Makasih, Kak,” ucap Sandy. “Sama-sama. Kakimu jangan terlalu banyak bergerak dulu, ya. Semoga besok pagi sudah membaik.” Sandy mengangguk. “Iya, Kak.” “Nggak masuk dulu, Kak?” ucap Bianca sambil merapikan tasnya. “Lain kali aja. Nitip Sandy, ya.” “Cie…” Lagi-lagi Bianca menggoda Natha. “Tenang aja pasti dijagain kok.” Sandy langsung mencubit kecil lengan Bianca. “Awww! Sakit, Sandy!” protes Bianca. “Kamu sih bercanda mulu.” Natha hanya tersenyum melihat kelakuan adik-adik kelasnya itu. “Ya udah, aku pulang dulu,” pamit Natha. “Hati-hati di jalan, Kak,” jawab Sandy sambil melambaikan tangan. Natha ik
“Kenapa, Bi?” tanya Keira saat melihat Bianca yang baru saja menerima telepon datang dengan wajah kecewa.“Supirku bilang ban mobilku pecah di jalan. Jadi nggak bisa jemput,” jawab Bianca.“Naik mobilku aja kalau gitu. Aku antar,” tawar Natha lagi.Sandy tampak berpikir, tapi Bianca langsung mengangguk setuju.“Boleh, Kak. Kayaknya itu pilihan terbaik sekarang,” ucap Bianca.“Keira mau sekalian bareng?” tanya Natha."Nggak usah, Kak. Aku dijemput kakakku.”“Kalau gitu kita tunggu sampai Keira dijemput dulu,” tambah Natha.Mereka berempat berjalan menuju gerbang dan mengobrol di sana sampai kakak Keira datang. Setelah Keira pulang, Natha beranjak mengambil mobil di belakang sekolah.“Aku ambil mobil dulu ya dibelakang. Kalian tunggu di sini saja,” ucap Natha kepada Sandy dan Bianca.“Oke, Kak!” jawab Bianca ceria. Sementara Sandy hanya mengangguk sambil tersenyum.Beberapa menit kemudian Natha muncul dengan sedan putihnya. Setelah mobil berhenti di depan gerbang, Natha turun dan membuk
Melihat Sandy yang mendadak melamun, Keira menyikut lengannya pelan. "San? Kok malah bengong? Oh ya, kayaknya aku bakal ikut ekskul seni rupa juga deh. Ternyata aku kurang cocok sama PMR. Banyak latihan fisiknya juga kayak Paskibra."Mendengar itu, Sandy langsung menoleh ke arah Keira."Serius? Asyik nih ada temennya. Tapi bukannya kamu nggak terlalu suka menggambar, ya?""Pengin belajar aja sih. Kan enggak ada salahnya mencoba hal baru," ucap Keira sambil mengulum senyum.“Bilang aja mau deketin Kak Raka. Udah kebaca banget!” Bianca menggoda Keira sambil tertawa.Pipi Keira merona merah. "Ih, Bianca! Apaan sih! Siapa juga yang naksir Kak Raka?"Bianca makin tertawa geli. “Udah deh, nggak usah mengelak. Aku tahu kok tiap kali Kak Raka lewat kamu melongo ngeliatin dia. Ya kan, San?Sandy ikut tersenyum menatap wajah Keira yang makin bersemu merah.“Udah jangan digodain, Bi. Nanti dia ngambek nggak jadi ikut ekskul seni.”Untungnya, beberapa saat kemudian Farel dan Rio kembali dari kan
Sepanjang perjalanan pulang, Sandy lebih banyak diam menatap keluar jendela mobil. Tangannya tidak lepas dari jaket milik Natha yang kini ada di pangkuannya. Pikirannya berputar pada semua yang sudah dia lalui hari ini. Mulai dari kejadian dijemput paksa ke ruang OSIS, obrolan berdua dengan Natha,
Sesuai instruksi Natha tadi siang, begitu bel pulang sekolah berbunyi, Sandy terpaksa menyeret kakinya menuju ruang OSIS. Sepanjang jalan, dia komat-kamit berdoa agar sang Ketua OSIS tidak ada di sana. Cukup Alya saja yang dia hadapi.Namun, begitu pintu kayu itu terdorong terbuka, harapan Sandy
Sandy pikir keputusannya untuk kabur kemarin sore sudah benar. Namun, dia meremehkan kegigihan seorang Natha.Menyadari suratnya diabaikan, Ketua OSIS itu memilih mengambil tindakan yang lebih agresif.Pada hari ketiga MPLS, saat jam istirahat baru saja dimulai, ketenangan Sandy kembali terusik.S
Hari kedua MPLS berjalan tidak kalah melelahkan dari hari pertama. Begitu bel istirahat berbunyi, Sandy menarik napas lega.“Ke kantin, yuk!” ajaknya kepada Bianca, Keira dan Farel.Bianca dan Keira setuju, tapi Farel tidak bisa ikut.“Sorry, ya, gaes. Aku sudah ada janji sama Rio.”Baru saja Farel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews