author-banner
PwanChaa
PwanChaa
Author

Nobela ni PwanChaa

Obsesi Nyonya dan Nona Rumah

Obsesi Nyonya dan Nona Rumah

Bambang terjebak oleh obsesi istri dan anak dari penyelamatnya, Herman. Bambang sengaja menggantikan Herman menjadi kepala rumah tangga sebagai bentuk tanggung jawabnya pada pria yang kini terbaring lumpuh karena menyelamatkannya saat kecelakaan dua tahun lalu. Diana, Bianca, dan Celine terus menerus menggoda Bambang untuk mendapatkan perhatiannya. Bahkan makin hari godaannya semakin menjadi-jadi. Bambang yang awalnya berpegang teguh pada pendiriannya, kini merasa mulai goyah. Apakah Bambang akan tergoda dengan bujuk rayu Nyonya dan Nona di rumah itu?
Basahin
Chapter: Sakit!
Suara tekukuran burung perkutut yang bertengker di balkon kamar Bambang. Mata Bambang terbuka dengan beratnya. Kepalanya terasa sangat berat, sangat berat sekali. Tangannya memegang kepalanya, dahinya terasa panas. Ia ternyata terkena demam.Kepala Bambang semakin berat, bahkan terasa melayang-layang, “Aku harus minum obat,” ujarnya.Bambang berjalan dengan tangan yang dijulurkan, menyeleksi tembok-tembok di depannya. “Arghhh… Mana sih kotak obatnya!” erang Bambang. Tanpa sengaja kakinya tersandung oleh kabel yang berada di lantai kamarnya.Braaaakkk!Bambang terjatuh, suara hantamannya terdengar hingga ke dapur di mana Bianca sedang memasak untuk sarapan. Ia yang tengah terlamun disadarkan oleh suara hantaman di kamar Bambang.“Mas! Mas!” teriak Bianca, ia mendobrak kamar Bambang dan melihat Bambang sudah tersungkur kesakitan di bawah sana.“Kamu gak papa, Mas?” tanya Bianca panik, ia memapah tubuh Bambang, menidurkannya di atas
Huling Na-update: 2026-08-19
Chapter: Dokter Tuan
Bambang berjalan ke ruang perawatan Herman seperti biasa karena ada dokter yang hendak mengecek kesehatan Herman.“Bagaimana dokter Gilang, kondisi Tuan Herman?” tanya Bambang sembari memakaikan baju ke tubuh Herman yang tadinya dibuka setelah diperiksa.Dokter yang berperawakan seusia dengan Herman, mengecek datanya. Ia menaikkan kacamatanya, membenarkan posisinya yang sudah melorot. “Aku tidak menjamin kondisinya akan semakin baik, aku akan bicara sebagai manusia saja sekarang. Melihat kondisinya yang seperti ini. Masih bisa bernafas dengan alat bantu saja sudah mukjizat,” jawab Gilang. Matanya bergerak dari ujung kepala hingga ujung kaki Herman.Bambang mengiyakan pernyataan Gilang, tapi bukan itu masalahnya Bambang menanyakan kondisi Herman. Bambang hanya ingin memastikan kondisi Herman yang seperti ini pasti sangat menyiksa untuknya. Jiwanya pasti terjebak selama itu dalam keadaan koma membuatnya benar-benar tersiksa.“Memang pantas,” gumam Bambang dengan menangggalkan senyuman
Huling Na-update: 2026-08-13
Chapter: Tangis Nona
Mobil Bianca melaju dengan kecepatan yang tinggi. Ia menekan keras pedal gasnya dengan dalam dengan seluruh emosi yang bertumpuk di kepala dan hatinya. Ia menyetir dengan setengah ugal-ugalan membuat mobil-mobil lain mengklakson mobil Bianca.Bianca yang sudah frustasi, ia memukul-mukul setir mobilnya berkali-kali, “Diana sialan! Diana sialan!” Matanya menatap tajam jalan yang gelap. Hanya disinari oleh lampu jalan yang kekuning-kuningan.Cittttt….Mobil Bianca mengerem sempurna di parkiran rumahnya. Ia lalu melangkah dengan langkah cepat dan berat masuk ke dalam rumah, langsung berjalan masuk dan naik ke lantai dua. Bianca tidak melihat siapapun di sana karena sepertinya sedang sibuk di kamar masing-masing.Brak!Pintu kamar Diana ditendang paksa oleh Bianca, Diana yang sedang menyisir rambutnya di meja riasnya berdiri dan menoleh ke arah Bianca yang sedang tersengal-sengal menahan rasa marah dan kesalnya kepada Diana.“Sayang… kamu kenapa?” tanya Diana dengan senyuman khasnya, Bianc
Huling Na-update: 2026-08-09
Chapter: Menjebol milik Noma (2) 🔥
“Abis ini enak dong, sakitnya bentar doang kok,” jawab Bambang, ia bahkan membalikkan tubuh Celine, membuatnya merasakan jepitan Celine yang semakin menjepitnya. Memijat keperkasaannya.Celine yang awalnya tersiksa mulai bisa menikmati permainan Bambang, “Ah… Ah.. Om, disitu Om enak…”Bambang menarik dagu Celine, mencumbunya panas, menikmati setiap sudut bibirnya. Tangannya pun bergerak bebas memijat seluruh badan Celine yang menurutnya menarik.“Enak kan… Udah Om bilangin, sekarang kamu siap-siap ya..”Celine kebingungan dengan kata-kata Bambang sebeluma akhirnya ia menyadari gerakan Bambang sebelumnya belum ada apa-apanya, ia mendapat dorongan yang jauh lebih dalam dan nikmat membuat dia serasa melayang ke angka.“Om Bambang.. Om Bambang…”Ia meremas apapun yang ia pegang hingga akhirnya, ia merasakan kedutan tanda ia akan mencapai klimaks. Tidak hanya milik Celine, tetapi Bambang pun mulai bersiap mengeluarkan cairannya.“Ahhhh..”Mereka berdua mengerang bersamaan, melepaskan gaira
Huling Na-update: 2026-08-08
Chapter: Menjebol milik Nona 🔥
Diana duduk di ruang perawatan Herman sembari menatap wajah suaminya, ia hanya mematung dengan senyumannya yang aneh. Tidak ada perasaan lagi antara dia dan Herman.Tap…Tap…Suara langkah kaki yang mulai menaiki lantai dua dan decitan pintu ruangan yang terbuka membuat Diana menoleh ke arah sumber suara, Celine berdiri di sana dengan wajah yang tampak masih memerah dan berkeringat.‘Pasti Mas Bambang sudah menghukum bocah ini,’ pikir Diana, ia menatap Celine dengan memberikan senyuman terbaik, menunggu ucapan dan kata-kata yang sangat ingin dia dengar dari Celine, seseorang yang selalu ia takuti di rumah ini.Celine melangkahkan kakinya dengan langkah pelan-pelan, ia bahkan menyangga perut dan pinggangnya, “Tante Diana, a-aku minta maaf.” Celine mengucapkannya dengan menunduk, keringat menetes deras dari dahinya.Diana hanya tersenyum seperti seorang malaikat, “Tentu saja aku akan memaafkan anakku, tapi dengan satu syarat…” Diana menyentuh dagu Celine yang terasa panas, membuat Celin
Huling Na-update: 2026-08-08
Chapter: Bermain dengan nona (2) 🔥
Celine menggigit bibirnya saat Bambang berusaha memasukkan adiknya ke dalam rongga Celine, gesekan antara adik Bambang dengan bibir gua Celine, membuat Celine merasa ia tidak akan sanggup melawan keperkasaan Bambang yang tegak dan besar itu.“Om… A-aku gak siap… Aku bakal minta maaf aja sama Diana,” ujar Celine, Bambang melihat wajah Celine yang tampak ketakutan membuatnya tertawa ringan. Ternyata benar, Celine hanya anak penakut yang suka kecentilan di depan orang tapi tidak berani ekseskusi. Berbeda dengan Bianca yang jauh lebih berani.Bambang masih punya perasaan dan logika, ia juga tidak bisa memaksa seorang anak usia 20an awal untuk indehoy dengannya. Ia lansung bangkit dari tubuh Celine dan memakai celananya sebelum Celine menarik lengan Bambang.“Aku gak berani main, tapi pegang punya Om, boleh gak?” tanya Bianca sembari menggerakkan badannya dan menunjukkan sikap centilnya. Bambang mendengus kesal, rasanya sekarang ia sedang ditarik ulur dengan anak manisnya yang centil, Celi
Huling Na-update: 2026-08-06
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status