مشاركة

Ngehajar!

مؤلف: PwanChaa
last update تاريخ النشر: 2026-09-01 21:17:32

Kakek Ron menatap Bambang yang memohon padanya, ia lalu memegang pundak Bambang dan duduk di sebuah kursi tua yang sudah hampir ambruk.

“Kenapa sebenarnya? Ini masalah percintaan atau apa?” tanya Kakek Ron, Bambang duduk di sebelah kursi yang Kakek Ron duduki.

“Aku hanya ingin membuktikan bahwa diriku bukan orang yang lemah dan mudah dimanfaatkan, Kek!” ujar Bambang, ia memainkan tangannya.

“Bela diri itu baik untuk dipelajari, tapi kamu hanya bisa menggunakannya untuk membela dirimu saat k
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Menunggu

    Sudah hampir 3 hari Bambang di rumah sakit, setelah mengalami demam tinggi. Setelah Bianca meninggalkannya sendirian dan Bambang menelan obatnya. Ternyata Bambang memejamkan matanya, panasnya tidak kunjung reda malah tambah tinggi.Diana yang awalnya mau menanyakan Bambang tentang kunjungan dokter selanjutnya kepada Bambang, membuka pintu kamar Bambang dan melihat Bambang yang sudah menggigil kedingin mengigau nama seseorang.“Kakek Ron… Kakek Ron..” Diana tanpa pikir panjang langsung menelpon Bianca. Itu pertama kalinya dia menelpon anak tirinya itu.Tuuut.. tuttt..“Halo, ada apa sih?” tanya Bianca dari telepon, seperti biasa ia masih sangat judes kepada Diana.Diana tidak mengambil pusing saat ini karena dia sudah amat sangat panik dengan kondisi Bambang, “Bianca, tolong mama… Mas Bambang badannya panas banget ini loh, Mama gak tahu harus apa…” Jantung Bianca seperti tersambar petir, padahal tadi ia sudah memberikan obat penurun demam kepada Bambang, kenapa masih tak kunjung reda

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Bangun

    Setelah itu Bambang hanya mengingat dirinya dibawa ke kantor polisi dan membuat sok 1 panti. Ia juga dihajar habis-habisan oleh ayah Rusdi. Seperti kata Rosyid sebelumnya, keluarga Rusdi itu keluarga terpandang, sebaiknya tidak pernah membuat masalah dengan Rusdi.Bambang kembali dengan tubuh babak belur, penuh dengan ancaman dan hinaan. Ia menggigil, tidak menjawab dengan semua ancaman yang dilantamkan kepadanya. Sampai di panti pun ia masih dicaci maki oleh pihak panti. Ia bahkan diancam akan dibuang jika tidak menjadi anak yang penurut lagi.Bambang pun mendapatkan skorsing dari pihak sekolah selama 1 bulan full, begitu pula dengan pihak panti yang mengurungnya di asrama dan hanya diberi makan 1X sehari. Bambang hanya bisa menahan rasa lapar dan hausnya setiap hari. Ia duduk di sudut kamarnya, menunggu siapapun mengajaknya berbicara tapi tidak ada yang berani mendekat ke arah kamarnya.Bambang merasa benar-benar terjatuh. Dia hanya anak kelas 3 SMP yang masih memasuki masa puber, k

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Melawan!

    “Kamu gila, Mbang?” Rosyid membelalakkan matanya tidak percaya dengan pilihan Bambang yang segila itu. Ia menepuk pundak Bambang sekali lagi, memastikan Bambang benar-benar yakin akan melakukan hal ekstrim seperti itu. Bambang hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia memang sudah memiliki niat. Ia bahkan dengan santai lanjut makan bekalnya tidak menghiraukan Rosyid yang menggelengkan kepalanya tidak percaya.“Seriuslah Mbang, yang kamu lawan itu si Rusdi. Kakak kelas kita yang dikenal rajanya tawuran. Orang tuanya itu polisi, Mbang. Udahlah mending gak usah ya,” pinta Rosyid dengan memohon kepada Bambang agar tidak mencari keributan dengan Rusdi.Bambang menepis Rosyid, “Kenapa? Kamu di pihak Rusdi atau aku?” Rosyid menggarukkan kepalanya, ia benar-benar bingung kali ini. Ia jelas memilih Bambang tapi ia tidak bisa menjamin nasib Bambang ke depannya jika berurusan dengan Rusdi.“Mbang, plis lah pikiran sekali lagi.”Bambang tidak merespon, ia malah menutup kotak bekalnya dan me

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Ngehajar!

    Kakek Ron menatap Bambang yang memohon padanya, ia lalu memegang pundak Bambang dan duduk di sebuah kursi tua yang sudah hampir ambruk. “Kenapa sebenarnya? Ini masalah percintaan atau apa?” tanya Kakek Ron, Bambang duduk di sebelah kursi yang Kakek Ron duduki. “Aku hanya ingin membuktikan bahwa diriku bukan orang yang lemah dan mudah dimanfaatkan, Kek!” ujar Bambang, ia memainkan tangannya. “Bela diri itu baik untuk dipelajari, tapi kamu hanya bisa menggunakannya untuk membela dirimu saat kamu sedang tersudut bukan untuk melawan atau membully orang yang tidak bersalah,” jelas Kakek Ron. Bambang mendangakkan kepalanya menatap Kakek Ron. “Tentu saja aku ingin membela diriku, Kek. Aku hanya ingin membuktikan bahwa diriku ini juga pantas untuk dihargai dan tidak takut meski mereka jauh lebih tua dariku.” Penjelasan itu cukup membuat Kakek Ron menganggukkan kepalanya, ia memainkan janggutnya yang panjang itu seolah sedang mempertimbangkan pemintaan Bambang. “Aku bisa saja mengajarim

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   bela diri

    Bambang dan Rosyid sama-sama terkejut, mereka bahkan tidak bisa berkata-kata.“Gila Mbang, gilaaaak!” Rosyid memukul Bambang, begitu juga dengan Bambang yang memukul balik Rosyid.“Gilaaaaakkk Syid,” ujar Bambang, meski gemetar dan jantungnya terasa seperti ditusuk jarum berulang kali tapi perbuatan Yanti benar-benar cukup berani. “Aku harus gimana, Syid?” tanya Bambang dengan suara bergetar, Rosyid menggelengkan kepalanya dengan wajah yang benar-benar kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun.“Mending kita balik aja Syid.” Bambang menarik tangan Rosyid, ia memilih untuk mengalah daripada berjuang mempertahankan hubungan yang hanya beberapa hari.Rosyid mengangguk, mereka berbalik badan.Kreeeekk…Kaki Rosyid menginjak ranting tanaman, memecahkan keheningan yang ada membuat mereka berdua yang sedang beraktifitas di sana langsung berhenti dan cepat-cepat memakai celana.“Siapa di sana?!” teriak laki-laki itu. Ia langsung bergegas berlari ke arah sumber suara. Yanti pun mengikuti arah l

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Heran

    Bambang menarik bibir Yanti, memasukkan lidahnya ke dalam sana, Yanti kaget tetapi tidak menolak. Ia membalas ciuman Bambang yang membuat Bambang semakin ganas. Meski itu pertama kalinya untuk Bambang tapi ia sudah bergerak dengan sangat liar. Yanti adalah ciuman pertamanya.Malam dingin itu tidak lagi terasa dingin di tengah cumbuan panas mereka berdua. Benar kaya Rosyid, berciuman itu memang sangat enak sekal. Bahkan bibir Yanti benar-benar terasa sangat manis.“Mnmmnn…” desah Yanti yang sudah kehabisan napasnya. Mereka berdua menyelesaikan ciuman itu dengan tawaan yang sangat manis. Karena jam malam Yanti sudah dekat, mereka akhirnya memutuskan pulang. Bambang memanggil Rosyid yang sibuk bermain catur dengan temannya.“Berarti kita resmi pacaran, Mbang?” tanya Yanti, Bambang terdiam. Dengan malu-malu, ia mengangguk pelan.Mereka berdua saling melambaikan tangan ketika Rosyid berada di depan hadapan Bambang.“Dihh.. dihh.. siapa yang kemarin katanya gak mau pacaran sekarang malah p

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status