Chapter: Bab 24 — Jantung Kota FrostlandKereta berjalan perlahan melewati jalan utama Frostland.Amaris tidak berhenti melihat keluar jendela. Semakin jauh mereka meninggalkan istana, semakin ramai jalanan yang mereka lewati. Rumah-rumah batu berdiri di kedua sisi jalan, dengan cerobong asap yang mengeluarkan asap tipis. Beberapa bangunan memiliki lambang serigala di atas pintunya, sementara salju menumpuk di sepanjang atap.Namun kota itu tidak terlihat mati.Justru sebaliknya.Orang-orang memenuhi jalan. Pedagang membuka kios, para prajurit berpatroli, dan anak-anak berlari di antara rumah sambil tertawa.Dan hampir di mana-mana, Amaris melihat serigala.Ada yang berwarna putih, abu-abu, hitam, bahkan kecokelatan. Mereka berjalan di samping manusia, berbaring di depan toko, atau mengikuti pemiliknya melewati jalanan.Amaris memperhatikan salah satu serigala putih yang duduk di depan sebuah toko. Serigala itu mengangkat kepala ketika kereta mereka lewat, matanya mengikuti Amaris.“Indah,” gumamnya.Asterion yang duduk di s
Huling Na-update: 2026-08-20
Chapter: Bab 23 — Di Bawah PerlindunganAmaris bangun dan menemukan pakaian baru yang diberikan Agatha. Bukan pakaian mewah. Namun satu setel pakaian yang tebal dan hangat, dengan jahitan rapi yang cocok untuk udara luar Frostland. Amaris mengangkatnya dengan bingung. “Untuk apa ini?” Agatha menjawab, “Yang Mulia meminta Nona mengenakannya.” Amaris terdiam. Asterion mau membawaku ke mana? Ia tidak bertanya lebih. Hanya saja, pertanyaan itu terus berputar di kepala saat ia mengenakan pakaian tersebut. Ketika selesai, Amaris berdiri di depan cermin. Pakaian itu pas di tubuhnya. Bahkan bagian lengannya terasa lebih hangat daripada pakaian yang biasa ia gunakan di Elvmond. Ia menyentuh bahan mantel tersebut perlahan. “Anu...” “Ya, Nona?” “Apakah semua tamu di sini mendapatkan pakaian seperti ini?” Agatha terdiam sesaat. “Saya tidak tahu, Nona.” Jawaban itu membuat Amaris tersenyum kecil. Ia tahu dirinya bukan tamu biasa. Sejak tiba di Frostland, terlalu banyak hal yang diberikan kepadanya tanpa pernah ia minta.
Huling Na-update: 2026-08-17
Chapter: Bab 22 — Hari Di FrostlandAmaris bangun dengan perasaan aneh. Bukan karena ia tidak nyaman. Kamarnya hangat, ranjangnya empuk, dan cahaya pagi yang masuk melalui tirai putih kebiruan membuat ruangan terasa jauh lebih nyaman daripada tempat mana pun yang pernah ia tempati setelah meninggalkan Elvmond. Namun ada sesuatu yang mengganjal. Ia tidak punya pekerjaan. Di Elvmond, sejak pagi ia terbiasa membantu. Mengambil air, membantu dapur, merawat anak-anak, membersihkan altar kuil, atau sekadar membantu warga yang membutuhkan. Setiap harinya selalu ada sesuatu yang harus dilakukan. Di Frostland, semuanya sudah disiapkan untuknya. Makanan. Pakaian. Air hangat. Bahkan pelayan selalu datang sebelum ia sempat meminta sesuatu. Amaris duduk di tepi ranjang dan memandangi kedua tangannya. “Aku tidak terbiasa hanya duduk.” Ketika Agatha datang untuk memastikan kebutuhannya, Amaris akhirnya bertanya. “Nyonya Agatha.” Agatha menoleh. “Apa yang bisa kulakukan di sini?” Agatha sedikit mengernyit. “Nona tidak
Huling Na-update: 2026-08-14
Chapter: Bab 21 — Gadis Yang DibawaPagi datang perlahan di Frostland. Cahaya menembus jendela-jendela tinggi istana, memantul di atas dinding marmer putih yang masih terasa dingin meskipun perapian telah dinyalakan sejak fajar. Namun pagi itu terasa sedikit berbeda. Bisikan terdengar di sepanjang lorong. “Utusan Kuil Pusat benar-benar datang kemarin?” “Dua orang pendeta.” “Dan Yang Mulia menolak menyerahkan gadis itu?” “Katanya begitu.” “Kenapa mereka begitu menginginkannya?” “Entahlah. Aku hanya dengar mereka datang untuk membawanya kembali.” “Dan Yang Mulia menolak?” “Begitu katanya.” “Berarti gadis itu pasti penting.” “Atau justru membawa masalah.” “Berhenti membicarakan hal itu.” Bisikan itu berhenti ketika beberapa pelayan melihat Agatha berjalan melewati lorong. Mereka langsung menundukkan kepala. Namun begitu Agatha menghilang di tikungan, percakapan kembali terdengar. “Menurutmu dia akan tinggal lama di sini?” “Entahlah.” “Aku dengar Yang Mulia sendiri yang membawanya kema
Huling Na-update: 2026-08-13
Chapter: Bab 20 — LoncengDONG. Suara lonceng tua itu menggema di tengah gelapnya malam. Amaris yang baru saja hendak kembali ke kamarnya berhenti di tengah lorong. Ia menoleh ke arah jendela. Di luar, salju turun perlahan di atas benteng Frostland. Langit gelap tanpa cahaya bulan yang cukup untuk menembus awan tebal. Namun suara lonceng tadi masih terasa menggantung di udara. DONG. Lonceng itu berbunyi untuk kedua kalinya. Asterion berdiri beberapa langkah di belakangnya. Wajahnya tetap tenang, tetapi tatapannya tertuju jauh ke arah selatan. “Suara itu...” Amaris akhirnya berkata. “Kuil Pusat.” “Dari sini bisa terdengar?” “Tidak untuk hari biasanya.” Asterion berjalan menuju jendela dan membuka tirainya sedikit. Angin dingin segera masuk melalui celah kecil. “Lonceng itu tidak dibunyikan tanpa alasan.” “Apakah itu berarti buruk?” tanya Amaris. “Belum tentu.” Jawabannya tetap tenang. “Namun, biasanya itu dibunyikan ketika ada sesuatu yang penting.” Amaris mengangguk pelan. “Aku mengerti.
Huling Na-update: 2026-08-13
Chapter: Bab 19 — Bayang-bayangSiang sudah terlewati ketika suasana mendadak berubah.Suara langkah kaki terdengar semakin ramai dari lorong di luar kamarnya. Beberapa pelayan berjalan tergesa, disusul suara para kesatria yang saling berbicara dengan cemas.Amaris yang sedang duduk di dekat jendela menoleh.Kalimat tentang orang-orang yang lahir tanpa Penjaga masih memenuhi pikirannya.Mereka yang lahir tanpa Penjaga bukan mereka yang kehilangan sesuatu.Amaris belum memahami maksudnya.Jika dirinya memang tidak kehilangan apa pun, lalu mengapa ia tidak memiliki serigala?Ketukan terdengar dari pintu.“Masuk.”Seorang pelayan membuka pintu dan membungkuk.“Nona Amaris, Yang Mulia meminta Nona datang ke ruang pertemuan.”Amaris menutup gulungan itu.“Ada apa?”Pelayan itu tampak ragu sebelum menjawab.“Utusan dari Kuil Pusat telah tiba.”“Kuil Pusat?”“Ya, Nona.”Amaris langsung berdiri.Setelah kejadian di Elvmond, ia tidak pernah menyangka mereka akan datang sampai ke Istana.Namun jika mereka datang kemari, pasti
Huling Na-update: 2026-08-13