100 Hari Diet Bersama Guru Dingin
Setelah tidak sengaja memukul seorang pria asing yang dikiranya pencuri, Zeeya berharap kejadian memalukan itu tidak akan pernah terungkit lagi.
Sayangnya, harapan itu hancur keesokan harinya.
Pria tersebut muncul di kelas sebagai guru pengganti baru.
Archer.
Tampan, tegas, dan entah kenapa selalu bersikap seolah Zeeya memiliki utang padanya.
Bagi Zeeya, hidupnya selama ini baik-baik saja. Ia menikmati makanan favoritnya, menghabiskan waktu bersama teman-temannya, dan berusaha menjalani hari tanpa terlalu banyak drama.
Namun sejak kehadiran Archer, hidup yang tenang itu perlahan berubah.
Pertemuan-pertemuan tak terduga, sebuah rumah tua yang menyimpan rahasia, serta berbagai peristiwa yang membuat mereka terus terlibat satu sama lain dan perasaan yang tak seharusnya muncul perlahan tumbuh di antara mereka.
Sebuah kisah tentang persahabatan, keluarga, rahasia masa lalu, dan perjalanan menemukan bahwa nilai seseorang tidak pernah ditentukan oleh angka.
Basahin
Chapter: BAB 67 - Jujur Atau HukumanPada akhirnya, Archer membawa Elena ke vila mereka. Entah bagaimana, wanita itu berhasil menyampaikan keinginannya untuk ikut tanpa benar-benar mengatakannya secara langsung.Begitu sampai, semua orang yang sedang menunggu langsung menoleh.“Eh?” Lili bahkan hampir menjatuhkan gelasnya.Archer menghela napas. “Ini Elena. Dia datang karena ada acara reuni dokter di resor ini.”“Oh…”Lili mengangguk, lalu mendekat ke Esther dan berbisik, “Reuni dokter kok sampai ikut makan di vila orang?”Nada suaranya terdengar sedikit sinis.Esther melirik Elena sekilas. “Mungkin cuma mampir.”Zeeya tidak ikut berkomentar. Ia sibuk menata alat makan dengan bibir yang sedikit dimanyunkan.****Makan malam dimulai.Entah kebetulan atau tidak, Elena duduk tepat di samping Archer. Sesekali ia mengajak Archer berbicara, tertawa kecil, dan meminta bantuan mengambil makanan dengan gaya y
Huling Na-update: 2026-10-08
Chapter: BAB 66 - Matahari TerbenamSetelah puas bermain air, mereka berpindah ke area pasir.Dean menemukan sebuah bola voli pantai dan langsung mengangkatnya tinggi-tinggi. “Cowok lawan cewek!”“Kenapa harus begitu?” protes Esther.“Biar seru.”Esther menyeringai. “Takut kalah?”“Mimpi.”Akhirnya mereka membagi tim secara acak. Tim A terdiri dari Zion, Esther, dan Luna. Sementara Tim B diisi Archer, Zeeya, dan Dean. Lili mengambil peran sebagai wasit.Pertandingan pun dimulai.Namun alih-alih seru, permainan justru berubah menjadi kekacauan.Esther terlalu bersemangat hingga beberapa kali salah memukul bola. Luna bahkan sampai terjatuh karena tertawa ketika Dean gagal menangkap servis sederhana.Sementara itu, Zeeya yang awalnya tidak terlalu yakin justru berhasil mengembalikan beberapa pukulan dengan baik.“Bagus, Zee!” seru Dean.Zeeya tersenyum bangga.Namun ketika bola be
Huling Na-update: 2026-10-07
Chapter: BAB 65 - Bermain AirVila yang mereka tempati berdiri di atas hamparan pasir putih, hanya beberapa langkah dari bibir pantai.Bangunannya berbentuk A-frame dengan dua lantai. Dinding depannya didominasi kaca lebar dan kayu berwarna cokelat hangat, membuat bagian dalam vila terlihat terang meski tanpa banyak lampu.Di lantai bawah terdapat ruang keluarga yang cukup luas, sofa panjang, meja makan, dapur kecil, serta sebuah kamar mandi.Sebuah tangga kayu berada di sisi ruangan dan mengarah ke lantai dua.Lantai atas memiliki ruang terbuka yang lebih sederhana dengan beberapa tempat tidur dan kamar mandi sendiri. Dari sana, mereka bisa melihat laut melalui jendela besar yang menghadap langsung ke pantai.Setiap lantai memiliki kamar mandi, sehingga mereka tidak perlu berebut menggunakannya.Bagian depan vila dilengkapi teras kayu yang menghadap ke laut. Dua kursi santai diletakkan di sana, menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati angin l
Huling Na-update: 2026-10-06
Chapter: BAB 64 - Perjalanan LiburanMalam itu, tiga orang masih memikirkan kejadian yang sama, hanya dengan alasan berbeda.Di kamar Nenek Alba, Archer duduk di tepi tempat tidur sambil menatap jendela. Ucapan Luna masih terngiang di kepalanya.Ia tidak menyangka gadis itu akan mengatakan sesuatu seberani itu. “Anak zaman sekarang…”Archer mengusap wajahnya pelan. Kemudian teringat reaksi Zeeya yang jauh lebih heboh.Sampai lengannya hampir diremas karena terlalu bersemangat.Archer terkekeh kecil.“Dia benar-benar penasaran dengan urusan orang lain.”****Di kamar lain, Zion masih duduk di atas kasur. Ponselnya berada di tangan, tetapi layar yang terbuka sama sekali tidak diperhatikannya.“Kak Zion.” Suara Luna kembali terngiang.Zion langsung menjatuhkan ponselnya. “Ah!”Ia mengusap wajah. “Kenapa aku masih memikirkan itu?”Ia mencoba menganggapnya sebagai candaan. Luna memang terkadang suka
Huling Na-update: 2026-09-29
Chapter: BAB 63 - Satu Pernyataan MengejutkanRasa penasaran membuat Archer akhirnya menghampiri mereka. “Zeeya.” Zeeya dan Dean menoleh bersamaan. “Baru pulang kerja, Pak?” tanya Dean. “Sudah dari tadi. Sepertinya kau juga baru selesai latihan.” Dean mengangguk. “Setelah latihan, aku melihat Zeeya berolahraga. Jadi aku menemaninya sampai selesai.” Pandangan Archer beralih kepada Zeeya. “Aku tidak bisa menghubungi Bapak. Takut mengganggu,” jelas Zeeya. “Seharusnya aku mengabarimu kalau hari ini tidak bisa menemanimu.” Zeeya tersenyum kecil. “Tidak apa-apa. Lagi pula tadi ada Dean.” Archer tidak langsung menjawab. Entah kenapa, kalimat sederhana itu membuatnya sedikit terganggu. Krukkk! Suara perut Zeeya memecah keheningan. Wajah gadis itu langsung memerah. Ia buru-buru menutupi perutnya dengan kedua tangan. Dean menahan tawa. “Zeeya, ayo m
Huling Na-update: 2026-09-28
Chapter: BAB 62 - Ulat KecilArcher baru saja tiba di Rumah Sakit Aruni. Ia langsung bergegas menuju ruang rawat kakeknya.Di hadapannya terdapat pintu bermotif kayu dengan tulisan emas “VIP” di tengahnya.Archer menggeser pintu tersebut. Di dalam, Pak Dalton sudah menunggu di sofa dan segera berdiri ketika melihatnya.“Bagaimana keadaan Kakek?” tanya Archer.Pak Dalton mengisyaratkan ke arah ranjang.“Archer?” Suara renta itu membuat Archer langsung menoleh. Ia segera berjalan mendekati ranjang.Kakek berusaha duduk dengan bantuan Pak Dalton.“Tidak perlu memaksakan diri. Tiduran saja,” ujar Archer.Kakeknya tertawa kecil. “Aku sudah tidak apa-apa. Tadi hanya tidur.”“Apa yang sebenarnya terjadi?”Pak Dalton menjawab, “Tuan pingsan karena kelelahan. Beberapa hari terakhir beliau banyak bertemu tamu penting. Selain itu, tidak ditemukan masalah serius.”Archer menghela napas. “Maaf
Huling Na-update: 2026-09-23