100 Hari Diet Bersama Guru Dingin
Setelah tidak sengaja memukul seorang pria asing yang dikiranya pencuri, Zeeya berharap kejadian memalukan itu tidak akan pernah terungkit lagi.
Sayangnya, harapan itu hancur keesokan harinya.
Pria tersebut muncul di kelas sebagai guru pengganti baru.
Archer.
Tampan, tegas, dan entah kenapa selalu bersikap seolah Zeeya memiliki utang padanya.
Bagi Zeeya, hidupnya selama ini baik-baik saja. Ia menikmati makanan favoritnya, menghabiskan waktu bersama teman-temannya, dan berusaha menjalani hari tanpa terlalu banyak drama.
Namun sejak kehadiran Archer, hidup yang tenang itu perlahan berubah.
Pertemuan-pertemuan tak terduga, sebuah rumah tua yang menyimpan rahasia, serta berbagai peristiwa yang membuat mereka terus terlibat satu sama lain dan perasaan yang tak seharusnya muncul perlahan tumbuh di antara mereka.
Sebuah kisah tentang persahabatan, keluarga, rahasia masa lalu, dan perjalanan menemukan bahwa nilai seseorang tidak pernah ditentukan oleh angka.
Read
Chapter: BAB 8 - Gantungan KelinciArcher menghentikan langkahnya di koridor menuju ruang guru.Tangannya terangkat perlahan menyentuh plester yang masih menempel di keningnya. Ujung jarinya menekan bagian itu sedikit lebih keras. Rasa perih yang samar masih tertinggal. Ia mengembuskan napas panjang, lalu mendecak pelan. “Hebat.” gumamnya dengan nada jengkel. “Sudah membuat orang terluka, malah tidak ingat sama sekali.”Archer menurunkan tangannya. Tatapan kosong mengarah ke depan, tetapi pikirannya masih tertuju pada gadis yang baru saja ditinggalkannya di lapangan.Wajah kebingungan Zeeya tadi tampak begitu nyata. Bukan pura-pura.Dan justru itu yang membuatnya semakin kesal.Ia kembali menyentuh plester di keningnya sekilas.Lalu berbalik dan melanjutkan langkah menuju ruang guru tanpa menoleh lagi.****Setelah seharian mengajar, Archer akhirnya kembali ke rumah.Saat membuka paga
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: BAB 7 - Napas Yang MemburuWaktu berjalan begitu cepat. Jarum jam kini menunjukkan pukul tiga sore.Lapangan sekolah mulai dipenuhi para murid yang sudah berganti pakaian olahraga.Di bawah sinar matahari yang mulai meredup, Archer berdiri di tepi lapangan.Kemeja rapi yang tadi di kenakannya telah berganti menjadi Jersey olahraga hitam dengan celana training panjang.Lengan bajunya sedikit tergulung memperlihatkan lengan yang berotot dengan urat-urat menonjol.Beberapa siswi langsung berbisik.“Ya ampun..…”“Guru olahraga kok ganteng begitu?”“Aku rela lari sepuluh putaran deh.”Zeeya yang mendengar itu hanya menggeleng pelan. ‘Dasar..…’Archer menyapu seluruh lapangan dengan pandangannya. “Apa semuanya sudah berkumpul?”Beberapa murid mengangguk.“Bagus” Ia melangkah satu langkah ke depan. “Hari ini kita mulai dengan lari mengelilingi lapangan.” Murid-murid tampak s
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: BAB 6 - Tatapan Yang Dingin“Angelina Golding.”“Iya, Pak” Luna mengangkat tangannya dengan cepat.Archer mengangguk kecil, lalu kembali melihat buku absennya.Satu per satu nama di panggil. Murid yang dipanggil akan menjawab, kemudian Archer akan mengangguk dan berpindah ke nama berikutnya.Sampai akhirnya..… nama terakhir dari buku absen.“Zeeya Beverly”“Iya, Pak” Zeeya mengangkat tangannya.Matanya terangkat dari buku absen. Ia memandang ke arah Zeeya.Memastikan… Gadis yang duduk di bangku paling belakang masih orang yang sama, gadis dengan tongkat kayu, gadis yang membuatnya terluka semalam.Mata Archer bertemu dengannya. Kali ini tidak ada keterkejutan, tidak ada keraguan, karena dia sudah tahu, gadis itu memang Zeeya Beverly.Archer hanya diam beberapa detik, memperhatikan wajah yang sekarang terlihat jauh berbeda dari malam tadi.Tanpa ketakutan, tanpa kepanikan.Hanya se
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: BAB 5 - Guru Sementara Yang TampanPagi itu suasana di SMA Arunika terasa lebih ribut dari biasanya.Beberapa siswi berlarian menyusuri lorong sekolah sambil berbisik-bisik dan tertawa heboh. Wajah mereka berbinar, seolah baru saja mendapat kabar bahwa idola favorit mereka datang berkunjung.“Ayo, cepat!”“Dia masih di ruang guru!”“Ya ampun, serius ganteng banget!”Zeeya yang baru tiba di sekolah hanya bisa mengernyit bingung melihat pemandangan itu. Dengan tas yang masih menggantung di bahunya, ia berjalan pelan menuju kelas sambil memperhatikan para siswi yang berlalu-lalang.Tiba-tiba seseorang menabraknya dari samping.“Maaf!”Gadis itu bahkan tidak berhenti dan terus berlari bersama teman-temannya.Zeeya sampai terdorong ke dinding lorong.Ia memijat pelan bahunya yang sedikit sakit, lalu menoleh mengikuti arah mereka berlari.‘Ada apa, sih? Kenapa heboh sekali? Apa ada idol pria yang datang
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: BAB 4 - Gadis GilaBesoknya…Malam mulai turun ketika Archer tiba di rumah neneknya.Rumah itu berdiri sunyi di balik pagar besi yang mulai berkarat. Tidak ada lampu yang menyala, tidak ada suara, hanya keheningan.Archer membuka gerbang lau berjalan masuk ke halaman. Di tangannya terdapat beberapa anak kunci yang diberikan Pak Dalton.Sesampainya di depan pintu utama, ia mulai mencoba memasukkan kunci ke lubang pintu satu per satu.Klik. Tidak cocok.Klik. Masih salah.Klik. Tetap tidak bisa.Saat hendak mencoba kunci berikutnya, pandangannya menangkap sesuatu. Sebuah bayangan, terpantul samar di kaca jendela samping.Archer langsung berbalik. Seorang siswi SMA berdiri beberapa meter darinya. Wajah gadis itu terlihat pucat. Matanya membesar. Seolah baru saja melihat penjahat paling berbahaya di dunia.Archer berkedip. ‘Murid SMA ?’Belum sempat mengatakan apa pun, gadis
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: BAB 3 - PermintaanPria itu berenang beberapa putaran sebelum akhirnya meraih pegangan tangga di tepi kolam. Ia melangkah naik satu per satu hingga tubuhnya muncul dari permukaan air.Air mengalir dari rambut hitamnya yang basah, menetes melewati leher hingga membasahi bahunya yang lebar. Dadanya tampak bidang, bahunya lebar dan tegap, sementara otot-otot lengannya mengencang setiap kali ia bergerak. Tubuhnya terlihat terlatih, hasil disiplin yang dijaga selama bertahun-tahun.Archer berjalan menyusuri pinggir kolam. Jejak-jejak air tertinggal di lantai keramik di belakangnya, sementara tetesan air terus jatuh dari ujung rambut dan pakaiannya yang basah.Tanpa terburu-buru, ia berjalan menuju kursi panjang di tepi kolam lalu duduk di sana.Sesaat ia memejamkan mata, menikmati semilir angin sore yang menyapu kulitnya yang masih dingin oleh air.Untuk beberapa saat, dunia terasa tenang.Drrtt..…Drrtt..… Getaran ponsel membuyarkan waktu santainya.Archer membuka mata lau meraih ponsel yang terletak di samp
Last Updated: 2026-06-12