author-banner
Adean Kirei
Adean Kirei
Author

Romances de Adean Kirei

Diceraikan Saat Mengandung, Kini Aku Jadi Miliarder

Diceraikan Saat Mengandung, Kini Aku Jadi Miliarder

"Anak itu bukan anakku!" Satu kalimat itu sudah cukup untuk menghancurkan segalanya. Malam itu, Rendra mengusir Shena yang sedang hamil tua ke tengah hujan deras atas fitnah yang tidak pernah ia lakukan. Tanpa kesempatan membela diri, tak ada seorang pun yang mau mendengar penjelasannya. Yang Rendra tidak tahu, wanita yang baru saja ia buang ternyata adalah putri kandung dari salah satu orang paling berkuasa di Asia. Lima tahun kemudian, Shena kembali sebagai pribadi yang sama sekali berbeda. Ia bukan lagi wanita malang yang dicampakkan di bawah derasnya hujan. Kini, hanya dengan melangkah masuk, kehadirannya cukup untuk membuat seisi ruang rapat menegang. Ia tidak pulang untuk memaafkan. Ia pulang untuk membuat perhitungan.
Ler
Chapter: BAB 13: Harapan Semu
Tangisan histeris Ibu Ratna mendadak berhenti.Suara sirine bahaya kebangkrutan yang sejak pagi bergaung di kantor Pratama Group seolah lenyap dari kepalanya. Wanita tua itu mengusap air matanya kasar, menatap potongan surat penyitaan dari Vance Group yang berserakan di atas lantai marmer.Matanya membelalak lebar, memancarkan binar aneh yang mendadak muncul di tengah kepanikan."Rendra..." bisik Ibu Ratna. Suaranya yang tadi melengking kini berubah pelan dan memburu.Rendra yang sedang terduduk lesu di lantai, menyandarkan punggungnya pada kaki sofa, mendongak lambat. Wajahnya kusam, matanya merah tanpa sisa wibawa."Apa lagi, Ma? Semuanya sudah selesai," gumam Rendra pasrah. "Besok pagi kantor ini disita. Rumah kita juga menyulul."Ibu Ratna berlutut di hadapan Rendra. Tangan wanita tua itu mencengkeram kedua bahu anaknya erat-erat."Belum selesai! Kita masih punya satu kesempatan emas!"Rendra mengerutkan keningnya. "Kesempatan apa? Bank memblokir rekening kita, investor kabur, dan
Última atualização: 2026-08-04
Chapter: BAB 12: Efek Domino
Telepon di atas meja kerja Rendra tidak berhenti berdering sejak pukul delapan pagi.Sekretarisnya, Siska, bolak-balik keluar masuk ruangan dengan wajah pucat dan tumpukan map di pelukannya. Suara dering telepon dari ruang staf di luar terdengar seperti suara sirine bahaya yang tak kunjung padam.Rendra duduk di kursi kebesarannya dengan dasi yang sudah melar dan lengan kemeja tergulung acak-acakan. Matanya merah, menatap layar komputer yang menampilkan grafik pergerakan saham dan laporan keuangan perusahaannya yang merosot tajam."Pak Rendra... Pak Surya dari PT Nusa Indah di telepon," ucap Siska bergetar, berdiri ragu di ambang pintu.Rendra langsung meraih gagang telepon di mejanya. "Halo, Pak Surya! Mengenai rencana investasi sepuluh miliar untuk proyek perumahan minggu depan...""Maaf, Pak Rendra," potong suara di ujung telepon dengan nada dingin. "Saya menelepon untuk memberitahukan bahwa pihak kami membatalkan seluruh kerja sama tersebut."Dada Rendra mendadak sesak. "T-tapi Pa
Última atualização: 2026-08-04
Chapter: BAB 11: Keputusan Pertama
Mobil sedan hitam mewah itu berhenti tepat di depan lobi utama Vance Tower.Seorang pengawal berseragam membukakan pintu. Shena melangkah keluar dengan tenang. Ia mengenakan setelan blazer hitam yang simpel namun tetap terlihat rapi dan elegan. Rambut panjangnya ditata rapi ke belakang.Mata Shena menatap megahnya gedung pencakar langit puluhan lantai di hadapannya. Lima tahun lalu, ia adalah perempuan tanpa arah yang diusir di tengah hujan deras, membawa perut buncit tanpa tujuan. Hari ini, ia melangkah masuk ke gedung ini sebagai orang yang memegang kendali atas jalan hidup banyak orang.Adrian berjalan santai di sampingnya, membawa sebuah map dokumen hitam. Pria itu menyapu pandangan ke sekeliling lobi yang ramai oleh karyawan yang mulai berbisik-bisik melihat kedatangan mereka."Semua direksi sudah menunggu di ruang rapat lantai lima puluh," ucap Adrian pelan saat mereka bertiga bersama dua pengawal masuk ke dalam lift khusus pimpinan.Shena mengangguk tipis. "Papa sudah di dalam?
Última atualização: 2026-08-03
Chapter: BAB 10: Pengawasan yang Rapat
Rasa penasaran yang membakar dada Rendra kini berubah menjadi obsesi yang menakutkan.Sejak malam penyesalan di kamar tidurnya, ketika album foto pernikahan itu terbuka dan menghantam kesadarannya, Rendra tidak lagi bisa berpikir jernih. Pengakuan Shena lima tahun lalu, kecocokan tanggal lahir, hingga raut wajah Arka yang merupakan cerminan dari masa kecilnya sendiri, semua itu menuntut satu bukti mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.Ia membutuhkan tes DNA.Bagi Rendra, hanya hasil laboratorium bersertifikat yang bisa memadamkan gejolak di dadanya, sekaligus memberinya kepastian apakah bocah itu benar-benar darah dagingnya yang sah.Pagi itu, Rendra menggunakan sisa simpanan uang tunai di brankas pribadinya untuk menyewa seorang penyelidik swasta independen. Pria itu menyuruh sang penyelidik untuk mengambil sampel biologis milik Arka, sehelai rambut, bekas sedotan minuman, atau tisu bekas pakai apa pun yang mengandung materi genetik bocah tersebut."Saya butuh sampel itu secepatnya,
Última atualização: 2026-08-03
Chapter: BAB 9: Hitungan Masa Lalu
Mobil sedan hitam milik Rendra membelah jalanan malam Jakarta dalam keheningan yang mencekik. Di kursi penumpang depan, Ibu Ratna terus mengoceh tanpa henti, menyuarakan kemarahan, kebingungan, dan kepanikan yang berputar-putar di kepalanya."Ini tidak masuk akal, Rendra! Benar-benar tidak masuk akal!" seru Ibu Ratna dengan suara melengking yang parau. Tangannya meremas tas kulitnya keras-keras."Bagaimana mungkin perempuan panti asuhan miskin yang kita usir dulu tiba-tiba jadi putri tunggal Hermawan Vance?! Jangan-jangan dia memanipulasi pria tua itu! Atau... atau dia cuma anak angkat?!"Rendra yang duduk di balik kemudi sama sekali tidak menjawab. Tangannya meremas lingkar kemudi begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Telinganya terasa mendenging, memblokir setiap kata yang keluar dari mulut ibunya.Pikirannya tidak ada lagi pada ancaman kebangkrutan, surat tagihan bank, atau rasa malu akibat diseret keluar oleh para pengawal keamanan malam ini.Hanya ada satu hal yang terus
Última atualização: 2026-08-02
Chapter: BAB 8: Terdepak dan Kehancuran Harga Diri
Cengkeraman dua pengawal keamanan berseragam hitam itu terasa seperti jepitan besi yang meremas kedua lengan Rendra. Nyeri tajam menjalar hingga ke bahunya, memaksa tubuh Rendra terdorong mundur tanpa bisa melawan."Lepaskan aku! Lepas!" teriak Rendra, mencoba menghentakkan tubuhnya dengan liar. "Kalian tidak tahu siapa aku?! Lepaskan tangan kotor kalian!"Namun, kedua pengawal bertubuh tinggi besar itu sama sekali tidak memedulikan gertakannya. Bagi mereka, Rendra hanyalah seorang pembuat keributan yang sudah dicatat dalam daftar hitam oleh pimpinan tertinggi mereka."Pak, tolong kooperatif dan keluar dari area ini sekarang," ucap salah satu pengawal dengan suara berat dan dingin, tanpa sedikit pun mengendurkan cengkeramannya.Mereka menyeret Rendra mundur melewati batas karpet merah. Langkah kaki Rendra yang terseret paksa menciptakan ketegangan hebat di tengah alunan musik yang mendadak terdengar sumbang.Atmosfer di dalam Grand Ballroom langsung berubah drastis.Ratusan pasang mat
Última atualização: 2026-08-02
Você também pode gostar
Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan
Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan
Romansa · SecretAK
2.3K visualizações
RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS
RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS
Romansa · Sangkarachan
2.3K visualizações
CINTA BERGANTI
CINTA BERGANTI
Romansa · lilybeth_25
2.3K visualizações
Istri di Atas Kertas sang CEO
Istri di Atas Kertas sang CEO
Romansa · Gabby_Rsyn
2.3K visualizações
Honestly, I'm Pregnant!
Honestly, I'm Pregnant!
Romansa · Nirv
2.3K visualizações
Dokter Obgyn itu Suamiku
Dokter Obgyn itu Suamiku
Romansa · Nisa Hikaru
2.3K visualizações
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status