Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan

Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan

last updateLast Updated : 2026-04-29
By:  SecretAKOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Blaire berpikir dia bisa melupakan kebodohannya malam itu, ketika ia tanpa sengaja tidur dengan pria asing. Namun, sialnya, esok harinya ia justru bertemu kembali dengan pria itu ... yang mana adalah kakak tirinya yang baru.

View More

Chapter 1

Bab 1. Jebakan Panas

“Blaire, kau sepertinya butuh bantuan,” ucap suara familier itu. Blaire mengenali pria itu sebagai kakkak sahabatnya. “Ayolah. Apakah kau akan pergi sebelum bersenang-senang denganku?”

Blaire menggelengkan kepala, mencoba fokus. Kesadarannya nyaris menguap sepenuhnya, dan sialnya, dia mulai merasakan reaksi aneh pada tubuhnya. Rasa gerah yang mendesak, rasa haus tetapi bukan di tenggorokan.

Malam ini, ia memang minum beberapa gelas alkohol untuk pesta perpisahan dirinya dan teman-temannya. Dirinya akan pindah, mengikuti sang ibu yang menikah lagi dan ingin membawanya serta. 

Ini bukan kali pertama ia minum minuman keras, tapi baru kali ini tubuhnya bereaksi demikian.

“Tidak,” tolak Blaire. Ia mencoba menepis tangan laki-laki itu. “Lepaskan aku….”

“Masih saja jual mahal.” Terdengar laki-laki itu mencemooh. Tiba-tiba ia mendorong Blaire ke dinding. “Padahal Ella sudah menaruh obat itu. Tapi kenapa kau masih menolakku, huh?”

Jantung Blaire seperti berhenti berdetak. “Ella? Obat?” gumamnya. 

“Ya. Sahabatmu itu–bahkan semua temanmu–ingin memberikan kenangan terindah untukmu sebelum kau pergi.”

“Tidak–”

“Semua karena kau merebut pria yang disukai Ella. Kau ingat?”

Blaire menggeleng, menolak percaya sahabatnya tega melakukan itu.

Ia bahkan tidak pernah merebut siapa pun. Pria yang dimaksud memang menyatakan cinta pada Blaire beberapa tahun lalu, tapi Blaire langsung menolaknya!

Kenapa teman-temannya setega itu?

“Sekarang, menurutlah dan–argh!”

Entah dengan kekuatan dari mana, Blaire mendorong pria itu menjauh, kemudian menendang selangkangan laki-laki itu. 

Meski oleng, Blaire mencoba berlari. Pandangannya mulai kabur saat ia tiba-tiba menabrak sesuatu. Keras. Tubuh itu tinggi dan tegap. Dia mencoba mendongak, tetapi sulit menjernihkan pandangan.

Aroma maskulin yang khas menggelitik hidungnya. Terasa sedikit familier.

Kaki Blaire akhirnya menyerah. Namun, sebelum dia benar-benar jatuh menghantam lantai, sebuah tangan kekar lebih dulu memeluk pinggang rampingnya. Erat. Tubuhnya lantas disentakkan, merapat pada tubuh tegap itu.

“Tolong ... tolong aku ....” Dia memohon setengah merintih. Rasa tak nyaman itu mulai terasa menyiksa. Anehnya, saat kulitnya bersentuhan dengan kulit laki-laki asing ini, rasa panas itu seakan terpadamkan meski hanya untuk sesaat.

“Shit.” Terdengar seorang laki-laki mengumpat. Laki-laki tadi rupanya berhasil menyusul, tetapi dia mengurungkan niat saat melihat Blaire telah ada di pelukan laki-laki lain.

Hidung Blaire mulai mengendus-endus aroma tubuh itu. Kedua tangannya yang ada di dada bidang laki-laki itu pun mulai meremas-remas kecil permukaan keras sekaligus empuk.

Namun, kedua tangannya mendadak ditangkap dan sedikit ditekan. “Jangan bermain-main denganku.” Kemudian, suara serak dan garang itu mengalun pelan, tetapi cukup berbahaya.

Blaire mencoba membuka kedua mata indahnya, tetapi benar-benar terasa berat. “Panas ....” Tangannya mulai menarik-narik bagian leher dress-nya sendiri. “Aku tidak tahan.”

Wajah laki-laki itu mengeras. Tampak sorot matanya pun menajam. Berbahaya.

“Aku tidak akan membantumu.” Kali ini, nadanya lebih tegas.

Blaire membuka kedua matanya lebih lebar. “Kumohon .... Ada yang memasukkan sesuatu ke minumanku.” Kesadarannya masih hilang timbul, dan akal sehatnya masih sedikit berfungsi di tengah desakan asing yang menuntut.

“Bukan urusan–”

Kedua mata laki-laki itu membola saat Blaire tiba-tiba mencium bibirnya. Ciuman singkat, sebelum Blaire kehilangan kesadaran.

Laki-laki asing itu mengumpat kasar begitu tubuh Blaire lunglai di dalam pelukannya, sumpah serapah langsung beruntun keluar dari mulutnya. Tanpa berkata apa pun, dia segera menggendong tubuh Blaire dengan gaya bridal. Membawanya pergi dari sana.

Niatnya baik, ingin membawa perempuan mabuk itu ke hotel terdekat dan akan meninggalkannya di sana.

Namun, niat baik itu tidak sejalan dengan apa yang terjadi. Begitu tiba di kamar di sebuah hotel terdekat, tubuh Blaire diletakkan di ranjang. Saat laki-laki itu sedikit lengah karena hendak membetulkan kaki Blaire, dua tangan tiba-tiba saja menjerat lehernya lalu menarik tubuhnya. Dia yang memang tidak menduga akan tindakan itu, berakhir jatuh oleng ke ranjang.

Blaire segera naik ke tubuh laki-laki itu. Kedua kakinya menekan permukaan ranjang, mengangkang tepat di pinggang laki-laki itu. Kedua tangannya pun menekan kedua tangan laki-laki itu yang jelas berusaha berontak.

“Cium aku,” kata Blaire. Desakan itu sudah tak tertahankan lagi sampai rasanya dia akan menjadi gila.

Laki-laki itu mencoba mendorong lagi. Namun, Blaire menjatuhkan tubuhnya sehingga menindih tubuh laki-laki itu.

Dalam gerakan singkat, Blaire menggigit jakun laki-laki itu.

Sontak dua tangan segera mendorong pundaknya kasar. Gigitan terlepas. Laki-laki itu mencoba bangkit duduk sekaligus mendorong tubuh Blaire. Namun, posisi Blaire masih berada di atasnya.

“Kau galak sekali. Kau tidak mampu menghabiskan malam denganku, ya?” gumam Blaire.

“Hati-hati dengan mulutmu!” peringat laki-laki itu tajam.

“Mulutku?” Blaire tertawa singkat. “Mulutku bisa jadi lawan mulutmu ...” Dia meracau dengan telunjuk menyentuh bibir tebal laki-laki di depannya.

“Akan kuajari kau sesuatu agar kau tidak lagi berbicara sembarangan!”

Kemudian, laki-laki itu meraih tengkuk Blaire, menekannya, dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman terburu-buru. Laki-laki itu yang memimpin, membungkam bibir Blaire secara penuh.

“Hmmmppthh ....”

Bukannya merasa takut, Blaire malah meloloskan desahan rendah. Seolah hal ini sudah ditunggunya sejak tadi.

Ciuman makin intens dan memanas. Lidah laki-laki itu menerobos masuk usai diberi akses secara sukarela oleh Blaire. Lidah mereka saling membelit. Decap basah dari lidah yang beradu terdengar memenuhi ruangan, sesekali diselingi desahan rendah yang lolos dari mulut Blaire.

Pukulan halus dari Blaire di dadanya membuat laki-laki itu menghentikan ciuman. Tampak Blaire bernapas pendek-pendek untuk mengisi paru-parunya.

Ciuman yang luar biasa.

Tatapan laki-laki itu pun teralih pada bibir bengkak Blaire yang tampak makin menggoda. Sial sekali. Kewarasannya yang tadi terjaga dengan baik, mulai goyah setelah melihat tampilan berantakan perempuan di atasnya yang justru tampak seksi. Apalagi dua gundukan yang menyembul dari balik dress berkerah rendah.

Sangat menggoda untuk disentuh.

“Jangan menyalahkanku karena kau yang lebih dulu memulai,” kata laki-laki itu di sela napas yang berembus kasar.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status