로그인Ruang pesta yang penuh dengan orang kalangan atas terasa memuakkan bagi seorang gadis yang memilih sendiri di pojokan. Matanya menelisik seluruh ruangan itu untuk mencari seseorang yang sedang dia incar. "Akhirnya, dia muncul juga!" Gadis itu berjalan pelan ke tengah kerumunan banyak orang. Bruk.... Byur... "Aduh, maaf aku nggak sengaja." Sheza Malvika ( 27 ) seorang model yang sudah merintis karirnya dari remaja. Berdiri dengan kakinya sendiri karena keluarganya tak pernah menginginkan kehadirannya. Bertekad mempertahankan hidupnya dengan segala cara bahkan terkenal sebagai model yang antagonis suka menindas Sasa adik nya. Di balik sikap arogan Sheza tersimpan luka yang tak pernah orang lain tahu. # "Cari identitas lengkap wanita itu, aku mau malam ini dia ada di kamarku!" "Berani sekali kucing liar seperti dia mencari masalah dengan ku!" Zello Karang Sentanu ( 32 ) putra tunggal raja bisnis di negara itu mulai tertarik karena Sheza menggodanya terlebih dahulu. Meskipun pada akhirnya dia sadar saat Sheza memanfaatkannya untuk membalas Sasa adik angkatnya. Perlahan Sheza terjebak dengan permainannya sendiri dan berakhir di ranjang panas milik Zello. Mereka menikah resmi dan di setiap langkah Sheza ada Zello sebagai baju zirahnya. Akankah Sheza bisa bertahan dengan semua ujian dari keluarganya? Apakah Zello benar benar tulus menikahinya atau dia juga mempunyai maksud dan tujuan yang lain? Cinta seperti apa yang akan mereka jalani setelah ini? Sheza & Zello Love Story. # IG : Sangkarachan/Sangkarachan2
더 보기Sebuah ruangan yang awalnya sunyi itu berubah menjadi panas. Hawa dingin dari AC yang menyala tak bisa mendinginkan tubuh dua orang yang sedang menyatu secara liar.
"Mendesah sayang.... panggil namaku!" Suara berat dan serak itu masuk ke gendang telinga seorang perempuan yang berada di bawa Kungkungan laki laki tampan dengan mata elangnya. "Zello... Ah....." Laki laki itu menyeringai saat mendengar namanya di panggil berkali kali. Dia seperti orang kesetanan, bergerak maju mundur dengan tenaganya yang tak habis habis. Permainan panas dengan seorang wanita yang tiba tiba dia temui di sebuah pesta. Yang membuat Zello tak bisa berhenti dan merasa kurang jika hanya satu permainan. # Sebelumnya..... Seorang gadis menatap semua orang dengan pandangan yang muak. Dia menggoyangkan segelas anggur yang sejak tadi dia pegang. Menelisik seluruh ruangan dengan mata tajamnya. Malam ini, dia datang karena mendapat undangan dari kenalannya. Sheza Malvika, seorang model yang terkenal arogan dan juga sifat dinginnya. "Pesta kalangan atas yang membosankan. Harusnya aku nggak datang kesini kalau nggak ada yang menarik!" Sheza memindai wajah semua orang yang ada disana. Lalu pandangan matanya tertuju pada seseorang yang baru saja tiba bersama asistennya dan jangan lupakan beberapa pengawal yang ada di belakangnya. "Dia kan?" Pikiran Sheza berusaha mengingat siapa laki laki tampan berwajah dingin yang baru saja tiba di ruangan pesta itu. "Zello, laki laki yang di kejar Salsa? Wah, ternyata tampan juga." gumam Sheza. "Akhirnya dia muncul juga!" Tanpa Sheza sadari langkah kaki Sheza membawanya pergi ke arah Zello. Matanya tertuju pada Zello yang sedang bersama dengan beberapa orang berpakaian mewah. Mata Sheza membola ketika dari arah samping pundaknya di senggol oleh seseorang. Bruk.... Byur.... "Ma-maaf aku nggak sengaja." Sheza mencoba membersihkan jaz mahal milik Zello yang terkena anggur miliknya. Tapi tangannya langsung di cekal oleh Zello. Mata mereka berdua bersitubruk sesaat dan Sheza yang lebih dahulu memalingkan wajahnya Entah kenapa, wajah Sheza mulai memanas karena seperti di telanjangi oleh Zello saat ini. "Maaf aku akan ganti rugi jaz nya. Bisa tolong lepaskan tanganku?" Sheza sudah kembali mengontrol dirinya dan bisa menghadapi Zello dengan wajah datarnya. Zello melepaskan tangan Sheza tanpa mengatakan apa apa. Dari kejauhan Salsa yang melihat itu segera menghampiri Sheza. "Kakak, apa yang kamu lakukan?" tanya Salsa dengan nada manjanya. Sheza yang mendengar suara cempreng Salsa memutar bola matanya malas. Dia enggan berurusan dengan Salsa. Apalagi saat ini mereka menjadi pusat perhatian. Zello sejak tadi hanya diam memperhatikan, tapi tatapan matanya terus tertuju pada Sheza. "Bukan urusan mu." Setelah mengatakan itu Sheza pergi dari sana. Dia ingin membersihkan gaunnya yang juga terkena percikan anggur itu. Zello terus memandangi punggung Sheza lalu senyum samar terbit di wajah tampannya. Salsa menghentakkan kakinya kesal. Sejak tadi banyak bisik bisik yang terdengar disana. "Bukannya itu Sheza yang anak haram tuan Tora?" Mata Zello menyipit mendengar itu. Berbeda dengan Salsa yang bahagia karena tanpa dia mengatakan apapun sudah ada yang mewakilinya. Jadi dia tak akan kerepotan turun tangan sendiri. Zello meninggalkan ruangan pesta untuk membersihkan jaz miliknya. Sedangkan Salsa yang baru ingat jika Zello ada di dekatnya langsung mencarinya tapi tak menemukannya disana. "Sialan, ini semua gara gara Sheza aku jadi kehilangan Zello!" geram Salsa. Salsa mengitari ruangan itu untuk mencari keberadaan Zello. Tapi ternyata Zello tak ada disana. # Di toilet, Sheza berusaha menghilangkan noda anggur merah di gaunnya tapi tak kunjung beres. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya noda merah itu sedikit pudar. Tapi saat dia ingin keluar dari toilet dia mendengar suara Salsa yang bicara dengan seseorang. Sheza mengurungkan niatnya untuk keluar dari toilet dan memilih menguping pembicaraan Salsa dengan seseorang itu. "Berikan minuman ini pada Zello, pastikan dia meminum semuanya. Dan buat dia masuk ke dalam kamar yang sudah aku siapkan. Pastikan dia masuk ke dalam kamar itu. Aku sudah mentransfer sejumlah uang ke rekeningmu." Mata Sheza membola mendengar rencana Salsa yang ingin menjebak Zello seperti itu. Meskipun Sheza tahu dalam dunia mereka ada hal seperti itu. "Dia sampai melakukannya hanya untuk mendapatkan laki laki itu?" gumam Sheza pelan. Sheza memilih menunggu sampai tak ada suara apapun disana. Setelah memastikan Salsa pergi dari sana, barulah Sheza keluar dari toilet. Dia memutuskan untuk segera pulang. Disana dia merasa bosan karena bagi Sheza tak ada yang menarik. Sheza juga tak ingin berurusan dengan Salsa atau pun Zello. Tapi saat dia melewati sebuah lorong untuk pergi dari sana sebuah tangan menariknya dengan keras. "Apa yang kamu.... mph .... " mata Sheza membola saat tiba tiba seseorang menciumnya dengan brutal. Sheza memukul dada laki laki itu tapi dia kalah tenaga. Laki laki itu melepas ciumannya saat merasa pasokan udaranya sudah hampir habis. Mata Sheza kembali melotot lebar saat tahu jika Zello lah yang menciumnya secara brutal. "Lepasin!!" Sheza memberontak tapi tetap saja tenaganya kalah dengan Zello. Sheza tahu saat ini Zello sudah terpengaruh obat yang di berikan oleh Salsa. Dia ingin mendorong Zello agar dia bisa pergi dari sana tapi terdengar derap langkah mendekat ke arahnya. "Sial, aku harus membawanya pergi dari sini!" Sheza berusaha menolak Zello tapi Zello terus menciumnya. "Aku harus gimana, dia berat banget." keluh Sheza bingung. Zello yang memang terpengaruh dengan obat perangsang itu masih setengah sadar dan dia tahu jika ada orang yang mendekat ke arah mereka. Zello menarik tangan Sheza untuk pergi dari sana. Lagi lagi Sheza terkejut dengan apa yang di lakukan Zello kepadanya. Terlebih ketika Zello membawanya masuk ke dalam sebuah kamar. Lalu saat pintu kamar itu tertutup, dengan gerakan cepat Zello kembali mencium Sheza tanpa jeda. Sheza ingin menolak tapi mengingat semua kejadian di rumahnya dan mengingat bagaimana Salsa bertindak Sheza akhrinya menggunakan ini untuk membalas Salsa. "Salsa, kamu nggak akan pernah dapat apa yang kamu mau!" batin Sheza. Perlahan Sheza membalas ciuman Zello tak kalah brutalnya. Zello yang mulai bisa mengendalikan dirinya, membuka matanya. Di sela ciuman mereka, senyum samar tercetak di bibir Zello. "Kucing liar yang nakal!" batin Zello. Zello tak menyia menyiakan hal ini. Dia membuat Sheza menyerah pada kuasanya. Dan malam itu, menjadi malam yang panjang untuk Zello dan Sheza tanpa mereka tahu takdir apa yang akan mereka hadapi ke depannya. # Di sisi lain, Salsa yang sejak tadi menunggu kedatangan Zello mulai gelisah. "Kemana dia?" to be continuedGita dan Meliya benar benar langsung di skak matt oleh Raka. Tak lama Sheza keluar bersama Cila karena Cila memaksa untuk bertemu dengan mereka. "Bisa tidak, kalian tak buat keributan disini? Kurang semua yang kalian nikmati sampai kalian mengemis disini?" Gita dan Meliya sontak langsung menoleh ketika mendengar suara Cila. Meliya tentu saja geram dengan Cila karena merasa semua perkataan Cila menghina dirinya. "Cila jangan kurang ajar, kamu nggak lupa kan selama ini mama ku yang urus kamu? Kalau nggak ada mama kamu juga nggak bakal bisa hidup sampai sekarang!" "Dan kalau nggak ada aku, kalian juga gag bisa menikmati semua kemewahan itu. Meliya, aku nggak pernah lupa bagaimana kalian memukul ku dan juga menjadikan aku pembantu di rumahku sendiri. Aku nggak lupa kalau kalian bikin nenek ku meninggal karena kalian mengadu pada nenek jika aku hamil anaknya James. Aku nggak pernah lupa semua itu. Dan sekarang kalian nggak tahu malunya datang kemari minta sesuatu yang nggak ma
Jumpa pers itu berlangsung aman dan semua memberi komentar yang baik. Hanya beberapa saja yang komentar nya sedikit tak menyenangkan. Terlebih karena sebelumnya Raka dan Cila tak terlihat pacaran tapi tiba tiba mereka menikah. "Ribet sekali karena selalu ada orang orang yang selalu berpikiran buruk tentang apa yang kita lakukan." Sheza mengeluh kesal karena banyak orang yang mempermasalahkan tentang apa yang mereka lakukan. Kenapa hal sepele saja di pertanyakan oleh mereka. Zello yang berada di sampingnya mengusap kepala Sheza lembut. "Biarkan saja jangan dipikirkan." Sheza mengambil napas panjang lalu menyandarkan kepalanya di dada Zello. Saat ini mereka sedang berkumpul dengan orang tua Raka di kediaman Farhan. Mereka akan mengadakan pesta kecil kecilan di mansion Farhan karena baik Raka dan Cila tak ingin pergi kemana mana mengingat keluarga Cila masih mencari keberadaan Cila. "Aku pikir mereka akan datang kemari mencari Cila." Zello melirik Sheza yang masi
Raka benar benar menyembunyikan Cila dari keluarganya sampai kedua orang tuanya datang kesana untuk menikahkan Raka dan juga Cila. Keluarga Sentanu sudah menyelediki semuanya dan Cila bisa menikah tanpa di hadiri keluarganya. "Nggak sabar banget lihat mereka menikah, lagian aku ngrasa aneh kenapa Raka lama sekali menyembunyikan Cila disana. Jangan jangan udah ini mereka." bisik Sheza pada Zello. Zello menggelengkan kepalanya pelan, dia meraih pundak Sheza untuk di pelukannya. Selama seminggu ini mereka sibuk menyiapkan pernikahan Raka juga Cila. Mengatur semua keamanan agar kedua orang tua angkat Cila tak sampai tahu. Dibantu dengan pengacara kepercayaan mendiang orang tua Cila akhirnya pernikahan itu terlaksana. Dan dengan pernikahan sah itu, semua harta peninggalan kedua orang tua Cila serta kakek dan neneknya semua sah jatuh ke tangan Cila di hadapan pengacara dan notaris. Raka menggunakan kekuasaan keluarga Sentanu untuk mempermudah semuanya. Meskipun awalnya pen
Setelah apa yang mereka lewati bersama, Raka melihat Cila yang sedang terlelap di dalam pelukannya. Dia menghubungi seseorang untuk menyiapkan pernikahannya dengan Cila. Zello juga sudah mengabari jika ayah dan ibunya juga sudah setuju. "Zello, bagaimana keluarga itu?" Raka menanyakan semua pada Zello karena saat ini gantian Zello yang membantu Raka untuk mengurus masalah keluarga Cila. "Mereka mengambil alih perusahaan yang harus nya milik Cila. Memaksa Cila menikah dengan laki laki itu agar warisannya tetap bisa di kendalikan. Dan satu lagi yang harus kamu tahu, laki laki itu sudah mempunyai anak dan istri. Tapi mereka ada diluar negeri." Mata Raka sempat membola, lalu penasaran dengan apa yang Zello temukan setelahnya. "Jadi Meliya dan kedua orang tuanya juga di bohongi?" tanya Raka lagi. "Ya, tepat sekali. Uang yang diberikan pada James kemudian lari ke tangan istri dan anak James. Dan mereka bahkan sama sama tahu dengan apa yang dilakukan James dengan Meliya." Zello
Berita penangkapan Salsa dan Nana tersebar luas di media sosial. Sheza melihatnya di ruangannya. Sejak dia siuman, Sheza hanya diam saja meskipun Zello mengajaknya bicara. Moza juga baru saja kesana untuk mengantar beberapa makanan yang diminta oleh Zello. "Sayang ... kamu mau makan lagi?" She
Sheza pergi dari sana dengan perasaan tak karuan. Sementara Nana dan Salsa di bawa pergi tanpa bisa bertemu dengan Tora lagi. Tepat saat Sheza ingin masuk ke dalam mobil, tubuh Sheza limbung. Hampir saja Sheza ambruk ke tanah jika Zello tak langsung menangkapnya. "Sayang ...." Zello berusah
Salsa menggeleng keras karena melihat Nana sedang di siksa oleh Sheza. Tak hanya menampar, Sheza juga menendang Nana berkali kali. Meskipun Nana meminta ampun tapi Sheza tak melepaskan nya begitu saja. Mengingat semua yang terjadi membuatnya gelap mata. Mata Raka membola saat Sheza mengambil s
Akhirnya identitas Raka di buka di depan Nana. Awalnya Sheza dan Raka tak ingin membuka semua itu tapi terpaksa karena mereka menuduhnya berselingkuh. Tubuh Nana ambruk ke lantai begitu juga dengan yang lainnya. Raka memang selama ini terkenal sebagai asisten Zello. Kemanapun Zello berada, sudah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰