Chapter: Enam - Milik Damian SepenuhnyaNapas Damian tertahan saat jemari Kalila mencengkeram kemejanya. Sentuhannya membuat darah Damian berdesir, dan suara bisikan gadis itu terus terngiang di kepalanya, menghancurkan sisa-sisa akal sehat yang sejak tadi berusaha ia tahan."Kalila... kau tidak sadar dengan apa yang kau katakan," geram Damian dengan suara serak. Matanya menajam, menatap bibir Kalila yang gemetar menahan reaksi obat itu. Ia memegang kedua bahu Kalila, berusaha memberi jarak agar Kalila tersadar."Aku sadar, Damian... tapi ini sakit, panas sekali," rintih Kalila. Air mata menetes di pipinya yang memerah. Kepolosannya kalah oleh rasa panas yang membakar tubuhnya. Gadis itu makin mendekatkan wajahnya, hingga napas hangatnya terasa di kulit Damian.Garis batas itu akhirnya runtuh.Damian menarik tengkuk Kalila, membungkam bibir gadis itu dalam ciuman yang dalam. Kalila mengerang pelan, pasrah saat Damian mengambil alih kendali. Sentuhan dingin dari pria itu seolah menjadi satu-satunya penawar dari rasa pana
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Lima - Kobaran Api GairahDi sisi lain, Karti dan Chandra dilanda kecemasan lantaran tidak ada kabar mengenai putri mereka. Karti cemas, bukan karena putrinya menghilang tapi karena Darma menuntut ganti rugi uang yang sudah ia berikan padanya. Uang yang sudah habis ia pakai, untuk memenuhi kebutuhannya. "Makanya, Ma. Kalau belum pasti uangnya nggak perlu foya-foya dulu," ujar Chandra yang juga sama cemasnya, jangankan untuk membayar denda pada Darma, untuk membayar sejumlah DP yang diberikan Darma saja mereka bingung. "Kenapa Ayah jadi nyalahin Mama sih? Ya wajar kalau mama foya-foya, selama ini memang Ayah pernah ngasih Mama uang banyak?" Tidak terima ditegur, Karti justru mengungkapkan unek-uneknya selama ini. Adam yang hanya menjadi penonton di antara mereka berdua hanya diam. Dua hari setelah kakaknya meninggalkan rumah, keadaan di tempat ini menjadi kacau. Karena memang sebelumnya segala pekerjaan rumah ditanggung oleh kakaknya. Chandra yang mendengar unek-unek istrinya hanya diam saja karena untuk p
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Empat - Dekapan Hangat"Ini calon istri seorang Damian?" Tanpa ada yang menjawab, tapi tampaknya diamnya orang yang ada di sini menandakan bahwa apa yang ia tanyakan benar adanya. "Bagai berlian dengan kerikil," lanjutnya dengan gerakan tangan yang benar-benar merendahkan sosok Kalila yang sedang berdiri gemetar di tengah ruangan seorang diri. "Sayang sekali, Damian yang agung malah disandingkan dengan Upik Abu sepertimu," katanya. Kalila tak mampu menjawab, karena ucapannya benar adanya. Ia bukan siapa-siapa, ia tak punya kuasa apa pun. Sialnya, yang berkuasalah yang menang. "Tapi tidak apa-apa, Upik Abu sepertimu itu bisa saja disulap jadi Cinderella dalam satu hari. Apa lagi dengan koneksi Lazuardi," katanya menyombongkan diri. "Saya Meliana Lazuardi, ibu dari Damian." Ibunya? Kalila baru melihatnya pagi ini, bahkan Damian tak menceritakan apa pun mengenai wanita di hadapannya. Beberapa orang yang ada di sini hanya memperhatikannya, sepertinya mereka mengasihani dirinya yang diinjak-injak oleh ibu
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Tiga - Ruang Bawah Tanah"Karti!""Aku tahu kamu sembunyikan calon istriku, kan?" Darma mengamuk di halaman rumah Karti, dekorasi pesta pernikahan sudah ditata dengan apik di hotel yang sudah disiapkan Darma. Tetapi apa yang terjadi? Calon mempelai wanitanya kabur tanpa jejak."Dia kabur, Darma." Seorang pria paruh baya yang mana adalah ayah sambung Kalila sedikit menjelaskan. "Malam-malam dia kabur lewat jendela dan menghilang sampai sekarang belum ditemukan." Raut wajah Chandra begitu panik, karena bisa gawat jika Kalila tak segera ditemukan."Aku tidak mau tahu, Chandra! Dalam dua puluh empat jam dan kamu belum menemukannya, kamu harus mengembalikan lima kali lipat dari uang yang sudah aku keluarkan untuk DP." Darma berujar dengan penuh kuasa. Bagaimanapun juga pria itu sudah mengeluarkan sejumlah uang, pastinya ia tidak mau semua ini sia-sia. Jika mereka tak bisa menemukan Kalila, maka mereka harus memberinya kompensasi!Karti yang mendengar hal itu menganga tak percaya, DP yang diberikan Darma padanya s
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Dua - Sosok Dibalik Nama Damian Lazuardi"Makanlah."Setelah membuat wanita itu ketakutan, sekarang justru gilirannya yang takut atas perintah pria itu. Meskipun nada bicaranya sudah sedikit lebih baik, tetapi atmosfer di ruangan ini masih belum stabil.Kalila tak ingin ambil risiko, ia langsung mengambil alat makan yang dibalut tisu dan membukanya untuk segera menikmati makanan yang sudah disiapkan untuknya.Satu suapan. Pikirannya masih sibuk dengan kata 'calon istri' yang beberapa menit lalu diserukan oleh pria itu sendiri. Kalila berdehem. "Apa maksud Anda tentang 'calon istri'?"Kalila menunggu jawaban karena pria itu diam tak langsung menjawab, membuatnya terus menduga-duga apa yang akan keluar dari mulut pria itu."Aku pikir kau sudah memahami apa yang ada dalam perjanjian, apa aku harus menjelaskan sekali lagi padamu?" tanyanya membuat Kalila hanya bisa diam, karena memang dalam perjanjian dirinya harus patuh pada perintah pria di hadapannya ini."T-tidak, aku paham," jawab Kalila. Pria itu menyeringai tipis, mengus
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Satu - Hak Milik Tuan Damian"Tunggu di sini."Pria itu memberi perintah, Kalila menurut lantaran dia yang membawanya ke sini untuk bekerja. Sembari menunggu, manik mata gadis itu melihat sekitar, menatap perabotan mahal dan juga lukisan-lukisan yang terlihat mengerikan. Rumah ini sangat megah, sayangnya sangat tertutup dari dunia luar.Kalila Geovani.Semalam baru saja melarikan diri dari rumah karena sang ibu memaksanya untuk menikah dengan pria yang sebenarnya lebih pantas menjadi ayah dibanding suaminya. Ia bertemu dengan teman masa kecilnya, dan pria itu mau membantunya untuk mencari tempat tinggal dan pekerjaan.Di sinilah dia berada.Di rumah mewah yang jauh dari kota dan pemukiman warga, bisa dibayangkan bagaimana sepinya di sini? Hanya ada pepohonan di sekitar rumahnya, tapi cukup nyaman untuk seukuran orang yang tertutup."Kalila, aku sudah menyerahkan dokumen kontrak perjanjian yang sudah kau tandatangani. Sebentar lagi mungkin kau akan dipanggil, tunggu di sini." Davin keluar, memberikan informasi ya
Last Updated: 2026-07-15