author-banner
Ratmaningtiyastuti Nurlatifah
Author

Ratmaningtiyastuti Nurlatifahの小説

Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang

Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang

Fantasi TimurActionDramaDewa PerangNagaIdentitas TersembunyiKerajaanBudaya TimurTransmigrasi
Pangeran ketujuh, Zhao Chen pernah kehilangan segalanya. Difitnah sebagai seorang pengkhianat oleh saudara-saudaranya sendiri, ia dihukum mati dengan cara dipenggal di depan rakyatnya. Tepat ketika napas terakhir terlepas—sesuatu secara ajaib terjadi. Takdir memberi kesempatan kedua. Membawa ingatan dari kehidupan pertamanya, tak membuat Zhao Chen gegabah. Banyak hal simpang siur di otaknya. Tentang siapa dalang dibalik pemenggalan kepala atau siapa yang menjadi kaisar selanjutnya? Selalu menjadi pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya. Di sisi lain, Gu Qingyue seorang putri Adipati Agung yang menguasai administrasi kekaisaran. Dengan kecerdasan politik, strategi, dan keberanian mereka, keduanya perlahan saling melindungi untuk mengubah jalan takdir mereka sendiri. Dalam kejamnya intrik istana, politik yang menjebak, bangsawan haus kekuasaan akankah keduanya mampu mengukir takdir yang lebih baik?
読む
Chapter: Bab 7. Serangan di Tengah Malam
Angin malam berembus pelan melewati perkemahan rombongan Pangeran Ketujuh. Cahaya api unggun menari di antara tenda-tenda, sementara sebagian besar prajurit telah beristirahat setelah perjalanan panjang menuju Yunhe. Hanya beberapa penjaga yang masih berjaga dengan tombak di tangan. Di dalam tenda utama, Gu Qingyue masih membungkuk di atas meja kayu. Tumpukan gulungan bambu memenuhi hampir seluruh permukaannya, sementara cahaya lentera menerangi wajahnya yang mulai terlihat lelah."Aku tidak mengerti," ucapnya pelan tanpa mengalihkan pandangan dari laporan. "Jika mereka sudah berhasil menggelapkan gandum sebanyak ini, mengapa masih bersusah payah membakar gudang?"Zhao Chen yang berdiri di depan peta hanya tersenyum tipis. Jari telunjuknya berhenti tepat di atas tanda merah yang menandai Yunhe. "Karena api jauh lebih mudah dipercaya daripada angka. Jika gudang terbakar, semua orang akan mengira gandum lenyap karena musibah, bukan karena dicuri."Gu Qingyue perlahan mengangkat wajah. "
最終更新日: 2026-07-11
Chapter: Bab 6. Api di Yunhe
Fajar bahkan belum sepenuhnya menyingsing ketika rombongan Zhao Chen meninggalkan ibu kota. Kuda-kuda perang berlari tanpa henti menyusuri Jalan Naga Timur. Di belakang mereka, debu beterbangan membentuk garis panjang di bawah langit yang masih kelabu.Di dalam kereta, Gu Qingyue membuka peta Provinsi Yunhe. "Yang Mulia. Menurut laporan resmi, Yunhe adalah lumbung pangan terbesar kedua di kekaisaran."Zhao Chen hanya mengangguk. "Itulah sebabnya aku harus ke sana.""Tetapi bukankah gudang mereka selalu dilaporkan penuh?""Itu sebabnya aku tidak percaya."Gu Qingyue menatap wajah Zhao Chen. Semakin sering ia bekerja bersama sang pangeran, semakin ia merasa pria itu mengetahui terlalu banyak hal yang belum terjadi.Ia ingin bertanya. Namun ia tahu, sekarang bukan waktunya.***Menjelang senja, rombongan tiba di perbatasan Yunhe. Belum sempat memasuki kota, bau asap sudah menusuk hidung. Wei Han menghentikan kudanya. "Yang Mulia, itu asap dari arah gudang."Tanpa menunggu perintah, Zhao
最終更新日: 2026-07-11
Chapter: Bab 5. Bidak Pertama
Hujan rintik masih membasahi halaman gudang ketika para prajurit selesai mengumpulkan jasad para penyerang. Tidak satu pun dari mereka membawa tanda pengenal.Begitu menyadari kekalahan tak terhindarkan, sebagian besar memilih bunuh diri dengan racun yang disembunyikan di balik gigi mereka.Wei Han mengernyit sambil memeriksa salah satu mayat. "Yang Mulia, mereka sudah bersiap untuk mati.""Bukan prajurit biasa," gumam Zhao Chen. "Mereka pembunuh terlatih."Gu Qingyue ikut berjongkok di samping salah satu mayat. Jemarinya memeriksa pakaian hitam yang dikenakan para penyerang."Perhatikan jahitan ini." Zhao Chen mendekat.Di bagian dalam lengan baju terdapat benang emas yang membentuk pola awan. "Pakaian seperti ini tidak mungkin dibuat oleh penjahit biasa."Gu Qingyue mengangguk. "Benang emas hanya boleh dipakai oleh penjahit resmi ibu kota.""Itu berarti ... Mereka berasal dari ibu kota."Zhao Chen tersenyum tipis. Musuhnya ternyata lebih ceroboh daripada yang ia kira.***Sore harin
最終更新日: 2026-07-11
Chapter: Bab 4. Gudang yang Kosong
Mentari baru saja terbit ketika iring-iringan kereta meninggalkan Gerbang Timur Istana Naga Langit.Di depan, belasan pengawal berkuda membuka jalan. Di tengah rombongan, Zhao Chen duduk di dalam kereta bersama Gu Qingyue yang sibuk membaca daftar laporan pajak dari Provinsi Qing'an.Keheningan menyelimuti perjalanan mereka. Hanya suara roda kereta dan derap kaki kuda yang terdengar.Gu Qingyue memecah keheningan lebih dahulu. "Yang Mulia benar-benar yakin akan menemukan sesuatu?"Zhao Chen tidak langsung menjawab. Tatapannya tertuju pada pegunungan di kejauhan."Dalam laporan tertulis gudang utama Qing'an menyimpan seratus dua puluh ribu karung gandum.""Benar." Gu Qingyue membenarkan. "Tetapi jika ingatanku tidak salah..." Ia menghentikan ucapannya.Gu Qingyue mengangkat alis. "Tidak salah apa?"Zhao Chen tersenyum tipis. "Anggap saja firasat."Wanita itu menahan diri untuk tidak bertanya lagi. Semakin lama ia bersama Zhao Chen, semakin sering pria itu mengucapkan hal-hal aneh. Nam
最終更新日: 2026-07-11
Chapter: Bab 3. Sekutu Pertama
Langit senja memantulkan semburat keemasan di atas atap-atap Istana Naga Langit. Angin musim gugur bertiup pelan, menggoyangkan lentera merah yang berjajar di sepanjang koridor batu giok.Di Aula Administrasi, para pejabat masih sibuk memeriksa tumpukan gulungan bambu dan dokumen pajak yang menggunung.Di tengah kesibukan itu, Gu Qingyue menghela napas pelan. "Audit seluruh wilayah dalam waktu satu bulan." Ia mengusap pelipisnya. "Yang Mulia Pangeran Ketujuh benar-benar memberikan tugas yang mustahil."Bukan karena ia tidak mampu, tetapi karena laporan keuangan dari seluruh provinsi kekaisaran tidak pernah sederhana. Ada puluhan gubernur, ratusan pejabat daerah, dan ribuan catatan yang harus diperiksa. Belum lagi para bangsawan yang pasti akan menghalangi pekerjaannya."Kalau begitu, mengapa Nona Gu masih tersenyum?" Suara tenang itu membuat Gu Qingyue mengangkat kepalanya. Zhao Chen berdiri di depan pintu aula tanpa membawa pengawal. Ia mengenakan jubah putih sederhana, jauh berbeda
最終更新日: 2026-07-11
Chapter: Bab 2. Langkah Pertama Mengubah Takdir
"Yang Mulia, kereta menuju Aula Naga Emas telah siap." Kasim muda itu kembali membungkuk hormat.Zhao Chen menarik napas panjang. Bau kayu gaharu yang memenuhi kamarnya begitu nyata. Semua ini bukan mimpi. Ia benar-benar telah kembali... sepuluh tahun sebelum kematiannya.Dalam kehidupan pertama, hari ini hanyalah sidang rutin keluarga kekaisaran. Namun justru dari sinilah seluruh takdirnya mulai berubah. Ia masih mengingat setiap detail.Pangeran Pertama akan mengusulkan pembangunan Istana Musim Panas yang menghabiskan kas negara. Pangeran Ketiga akan berpura-pura menentangnya demi memperoleh pujian.Sedangkan dirinya...Akan berdiri membela rakyat dan secara tidak sengaja mempermalukan kedua kakaknya di hadapan para menteri. Sejak hari itu, mereka mulai menganggapnya sebagai ancaman."Kali ini ... " Zhao Chen tersenyum tipis. "Aku tidak akan memberi mereka alasan untuk membenciku."***Aula Naga Emas telah dipenuhi para pangeran, pejabat, dan bangsawan.Begitu Zhao Chen melangkah ma
最終更新日: 2026-07-11
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status