author-banner
Ratmaningtiyastuti Nurlatifah
Author

Novels by Ratmaningtiyastuti Nurlatifah

Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang

Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang

Pangeran ketujuh, Zhao Chen pernah kehilangan segalanya. Difitnah sebagai seorang pengkhianat oleh saudara-saudaranya sendiri, ia dihukum mati dengan cara dipenggal di depan rakyatnya. Tepat ketika napas terakhir terlepas—sesuatu secara ajaib terjadi. Takdir memberi kesempatan kedua. Membawa ingatan dari kehidupan pertamanya, tak membuat Zhao Chen gegabah. Banyak hal simpang siur di otaknya. Tentang siapa dalang dibalik pemenggalan kepala atau siapa yang menjadi kaisar selanjutnya? Selalu menjadi pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya. Di sisi lain, Gu Qingyue seorang putri Adipati Agung yang menguasai administrasi kekaisaran. Dengan kecerdasan politik, strategi, dan keberanian mereka, keduanya perlahan saling melindungi untuk mengubah jalan takdir mereka sendiri. Dalam kejamnya intrik istana, politik yang menjebak, bangsawan haus kekuasaan akankah keduanya mampu mengukir takdir yang lebih baik?
Read
Chapter: Bab 116. Sebelum Aku Menjadi Manusia
Suara itu tidak datang dari luar tubuh Zhao Chen. Ia lahir dari tempat yang jauh lebih dalam, dari ruang yang bahkan tidak mampu disentuh oleh Kesadaran Awal. Ketika kalimat terakhir menggema, seluruh tubuh Zhao Chen membeku, sementara bayangan di belakangnya terus membesar seperti sesuatu yang selama berabad-abad menunggu kesempatan untuk kembali.Gu Qingyue menarik tangannya lebih kuat. “Zhao Chen!”Tidak ada jawaban.Mata Zhao Chen masih terbuka, tetapi tatapannya kosong. Di dalam kepalanya, ribuan suara bertumpuk menjadi satu, membawa kenangan yang bukan miliknya dan kehidupan yang bahkan tidak pernah ia jalani sebagai manusia.Kemudian ia melihat sebuah dunia.Bukan kota yang mereka masuki.Bukan kerajaan tempat ia dilahirkan.Bukan pula dunia yang telah disimpan dalam sistem.Sebuah ruang kosong tanpa langit, tanpa tanah, dan tanpa waktu.Di sana hanya ada satu kesadaran.Dirinya.Tetapi ia belum memiliki tubuh.Belum memiliki nama.Belum memiliki perasaan.Belum tahu bagaimana
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Bab 115. Tempat Asal
Ada pintu yang dibuat untuk memisahkan dua ruangan. Ada pula pintu yang sengaja diciptakan untuk memisahkan seseorang dari kebenaran yang terlalu berbahaya untuk diketahui. Namun, pintu hitam di hadapan Zhao Chen terasa berbeda, seolah-olah sejak awal pintu itu tidak pernah dimaksudkan untuk dibuka oleh siapa pun.Permukaannya gelap tanpa pantulan, bahkan cahaya dari kristal di sepanjang lorong seperti diserap begitu saja. Hanya satu tulisan yang terukir di tengahnya.TEMPAT ASAL.Zhao Chen berdiri beberapa langkah dari pintu itu. Tangannya mengepal, bukan karena takut, melainkan karena ada sesuatu di dalam dirinya yang terus berusaha mengingat sesuatu yang bahkan tidak pernah ia jalani.“Jangan dibuka,” suara Kesadaran Awal terdengar lemah dari belakang.Zhao Chen menoleh.Wujud Kesadaran Awal sudah jauh lebih transparan dibandingkan sebelumnya. Cahaya yang menyelimuti tubuhnya berkedip-kedip, seolah keberadaannya sendiri sedang menipis.“Kau tahu apa yang ada di sana?” tanya Zhao Ch
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: BAB 114. Kehidupan yang Ditinggalkan
"Chen..."Suara Kesadaran Awal terdengar semakin jauh."Jangan dengarkan dia."Namun suara itu perlahan menghilang, seolah tertahan di balik dinding yang tidak terlihat. Zhao Chen menatap lelaki di hadapannya, sementara Gu Qingyue berdiri rapat di sisinya."Aku adalah manusia pertama yang kau ciptakan?" ulang Zhao Chen.Lelaki itu mengangguk."Benar.""Dan semua orang di kota ini adalah kehidupan yang kutinggalkan?""Benar."Zhao Chen melihat ke sekeliling. Ribuan pasang mata menatapnya, tetapi tidak ada kebencian di sana. Yang ada justru sesuatu yang jauh lebih aneh.Kerinduan.Seolah mereka benar-benar telah menunggunya selama ratusan tahun.---"Aku tidak pernah menciptakan siapa pun."Lelaki itu tersenyum."Kau memang tidak mengingatnya.""Aku tidak mengingatnya karena itu tidak pernah terjadi.""Justru karena itu."Ia berjalan melewati kerumunan."Ingatanmu dihapus setiap kali kau kembali."Zhao Chen mengikuti dengan pandangan."Siapa yang menghapusnya?"Lelaki itu berhenti."Dir
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: BAB 113. Suara dari Bawah Istana
"Jangan percaya siapa pun di ruangan itu."Suara Lianhua menghilang setelah kalimat tersebut selesai diucapkan. Namun dampaknya justru semakin besar, sebab tidak seorang pun di aula berani bergerak setelah mendengarnya. Zhao Chen menatap lantai istana yang mulai dipenuhi retakan tipis, sementara Kesadaran Awal berdiri di sampingnya dengan wajah yang sulit dibaca."Lianhua sudah menghilang," bisik Gu Qingyue."Aku tahu.""Kalau begitu, bagaimana mungkin suaranya datang dari bawah istana?"Zhao Chen tidak menjawab. Ia mulai menyadari bahwa sejak awal mereka terlalu sibuk mencari tubuh, sementara orang-orang seperti Tuan Shen dan Lianhua mungkin sudah lama memahami bahwa tubuh bukan satu-satunya cara bagi kesadaran untuk bertahan.Di atas singgasana, sosok yang memakai tubuh Zhao Tianlong mengangkat tangannya. Para pejabat yang tadi gelisah kembali diam, seolah ada sesuatu yang memaksa mereka untuk menundukkan kepala. "Kalian semua keluar," katanya tenang.Tidak seorang pun membantah.We
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: BAB 112. Kaisar yang Bukan Ayahku
Lonceng kekaisaran berbunyi untuk keempat kalinya.Suara itu menggema sampai ke lembah, memantul di antara pegunungan dan membuat seluruh prajurit yang berada di sekitar makam menoleh ke arah ibu kota. Tidak ada seorang pun yang berbicara selama beberapa detik, seolah semua orang sedang mencoba memahami arti dari suara yang seharusnya hanya dibunyikan ketika terjadi keadaan paling genting di kerajaan.Zhao Chen justru merasa lebih tenang daripada sebelumnya.Bukan karena ia tidak takut.Ia takut.Tetapi setelah mengetahui begitu banyak rahasia tentang dirinya, ada satu hal yang akhirnya ia pahami. Ketakutan tidak selalu berarti seseorang harus berhenti berjalan."Siapkan pasukan," katanya.Wei Han langsung berdiri."Menuju ibu kota?""Ya."Zhao Chen menatap makam di belakangnya."Tapi sebelum itu, aku ingin tahu satu hal."---Ia kembali menatap pintu makam."Kaisar Pendiri."Tidak ada jawaban.Zhao Chen melangkah mendekat."Kalau kau benar-benar ingin aku pulang, berikan aku alasan u
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: BAB 111. Kaisar yang Seharusnya Telah Mati
Tidak ada seorang pun yang bergerak.Suara Kaisar Pendiri masih menggema di dalam makam, menyebut nama Zhao Mingyuan seolah-olah lelaki itu baru saja meninggalkan ruangan beberapa saat lalu. Padahal orang yang disebutnya sebagai putra telah menjadi ayah, kakek, bahkan leluhur bagi sebagian besar keluarga kerajaan yang hidup sekarang.Zhao Mingyuan berdiri kaku di depan pintu makam.Untuk pertama kalinya sejak Zhao Chen mengenalnya, wajah lelaki itu kehilangan seluruh ketenangannya."Mustahil..."Wei Han menoleh."Yang Mulia?"Zhao Mingyuan tidak menjawab.Matanya terpaku pada kegelapan di balik pintu."Aku pernah mendengar suara itu."---Zhao Yuan mendekat."Ayah?"Zhao Mingyuan akhirnya menarik napas panjang."Ketika aku masih kecil, kakekku pernah membawaku ke ruang leluhur."Ia menatap makam tersebut."Di sana ada sebuah catatan yang tidak boleh dibaca siapa pun selain keluarga inti.""Catatan tentang Kaisar Pendiri?" tanya Wei Han."Ya."Zhao Mingyuan mengangguk."Di dalamnya ter
Last Updated: 2026-09-04
You May Also Like
Pribumi Pemberontak
Pribumi Pemberontak
Historical · ffunaway
2.4K views
SANG PUTRI PEWARIS
SANG PUTRI PEWARIS
Historical · Lerina
2.4K views
Kesendirian
Kesendirian
Historical · Refiani Siburian
2.3K views
Keris Darah Candramaya
Keris Darah Candramaya
Historical · Songdeok eunjoo
2.2K views
Lambang
Lambang
Historical · Saint Nagita
2.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status