Chapter: 9. PengintaianAdam lalu bergegas ke kediaman Tian. Dia lalu menyuap pembantu di rumah lelaki itu untuk memasang kamera pengawas yang tadi sempat dibelinya dalam perjalanan. "Kak, aku menyuap pelayan di rumah Tian buat taruh kamera pengawas di kamar dan ruang keluarga Tian. Sama di kamar Mama Tian sekalian, dia kan dekat sama mamanya." Dia lalu menelepon Adeline. Adeline mengangguk. "Strategi bagus, Dam. Jadi aku bisa mulai mengawasi dia dan mungkin mencari bukti kejahatan dia," balasnya. Maka Adeline mulai hari itu mulai mengawasi keseharian Tian lewat kamera pengawas yang bisa diakses lewat ponselnya. Dia melihat Tian sedang memeriksa penampilannya. Dia memakai jas hitam yang menonjolkan tubuhnya yang bagus dan atletis. Bahkan, kemeja putih yang dipakainya tidak bisa menutupi dadanya yang bidang, yang terlihat jelas tercetak membuat iri pria manapun yang melihatnya serta bisa membuat para wanita tergila-gila. "Wah gantengnya anak Mama," kata seseorang tiba-tiba. Tian langsung t
Huling Na-update: 2026-09-09
Chapter: 8. Bertemu Adam"Pak Saga," kata Adeline pagi itu setelah selesai memasak sarapan, nasi goreng cabai hijau. "Hm?" tanya Saga sambil menyesap kopinya. Tentu saja dia bikin sendiri, dia tidak mau memperlakukan Adeline seperti pembantunya. Tapi untuk urusan memasak, Adeline sendiri yang menawarkan diri. Saga sendiri diam-diam merasa senang. Hitung-hitung irit, pikirnya. Lagipula dia senang juga ada gadis itu di dekatnya karena selama ini dia terbiasa hidup sendirian. "Boleh saya bertemu adik saya, Adam? Setidaknya ada anggota keluarga saya yang tahu kalau saya masih hidup," lanjut Adeline pelan. Saga segera mengangkat wajahnya. "Asal aman, tidak masalah. Tapi sebaiknya pertemuan kalian dilakukan secara rahasia," katanya."Cari tempat yang tidak mencolok, kenakan penyamaran kalau perlu. Kita nggak bisa lengah, siapa yang tahu Tian melakukan apa di luar sana demi menemukan Anda," lanjutnya. Adeline segera mengangguk. "Baik, Pak. Terima kasih sebelumnya," balasnya. ---"Kak—" Seseorang di depan Adel
Huling Na-update: 2026-09-09
Chapter: 7. Tinggal BersamaSiang itu, Saga membantu Adeline menyelesaikan administrasi untuk keluar dari rumah sakit. Adeline masih harus melakukan kontrol tiga hari lagi. "Mbak? Setelah ini Mbak mau pulang ke rumah?" tanya Saga. Adeline segera mengernyitkan dahinya. "Tentu saja, Pak. Apa maksud Bapak? Saya punya adik laki-laki dan kakek, mereka keluarga saya," balasnya. Saga segera memasang wajah serius. "Begini, Mbak. Sekarang posisi Mbak adalah saksi utama kejahatan atas Bastian Sadawijaya. Mbak sebaiknya tidak boleh kembali ke keluarga Mbak dulu untuk sementara waktu. Lagipula Tian pasti sudah menyadari Anda masih hidup dan kabur, dia pasti sedang mencari Anda," katanya memulai. "Dan tempat keluarga Anda tinggal adalah tempat pertama yang dia akan datangi," lanjutnya. Adeline segera tampak merenungkan itu semua. Dia juga segera tampak bimbang apa yang akan dilakukan selanjutnya. "Anda benar, Pak. Lalu apa saran Anda? Saya punya apartemen lain dan—" katanya tapi segera dihentikan oleh Saga. "Jangan.
Huling Na-update: 2026-09-03
Chapter: 6. Mulai Bekerja SamaAdeline menatapnya dengan berani. "Bukannya memang begitu, Pak? Kalau nggak, Bapak nggak akan mungkin ngomong sembarangan terhadap korban," katanya dengan datar. Saga segera menunjuk Adeline dengan telunjuknya. "Kamu!!! Kurang ajar!!!" serunya segera. Adeline mendengus. "Karena mengucapkan kebenaran? Anda benar-benar naif, Pak. Saya yakin banyak orang berpikir seperti saya terhadap Anda hanya saja mereka memilih untuk diam," katanya lagi dengan berani. Dada Saga naik turun karena emosi. Wajahnya merah padam. "Keterlaluan!!!!" Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan ruangan, meninggalkan Adeline yang tiba-tiba mengeluarkan air mata tanpa bisa ditahannya. ---Saga memutuskan untuk menenangkan diri di kafetaria rumah sakit. Dia tidak mau kembali ke markas dengan tangan kosong. Dia harus menggali informasi lagi dari Adeline. "Apa aku emang seburuk itu? Kenapa citra polisi di matanya sejelek itu?" tanyanya pada dirinya sendiri. Tak lama kemudian, setelah dia sudah mulai tenang,
Huling Na-update: 2026-09-03
Chapter: 5. Adeline Membuat Saga MarahAdeline sedang sibuk dengan ponselnya ketika pintunya diketuk. “Masuk,” katanya pendek. Begitu melihat siapa yang masuk, dia segera mendengus dan tiba-tiba… Adeline langsung melempar dengan bantal! Buru-buru Saga mengambil bantal itu. "Hei! Kalem, Mbak!" protesnya segera. Tapi Adeline malas menanggapinya dan hanya melengos. Dia lalu memandang ke arah jendela. Kepalanya masih diperban. Saga lalu mendekatinya dan duduk di kursi yang biasa didudukinya. "Maaf," katanya segera, mengesampingkan egonya sebagai laki-laki yang punya salah terhadap wanita. Adeline mendengus. "Nggak seharusnya saya menjudge dan menuduh yang bukan-bukan," lanjut Saga, masih keukeuh berusaha melunakkan hati Adeline.Adeline akhirnya menoleh kepada Saga dengan ekspresi galak. "Bagus kalau Bapak sadar! Kata-kata Bapak itu keterlaluan!" serunya marah. Saga menggertakkan gigi dengan jengkel, tapi dia menahan diri untuk tidak marah. "Saya tahu. Tolong maafkan saya," katanya sambil menundukkan kepala. Terde
Huling Na-update: 2026-09-03
Chapter: 4. Kekurangajaran SagaKeesokan harinya, Saga kembali mendatangi Adeline setelah jam makan siang, yang membuat cewek itu segera sebal setengah mati lagi. Kali ini dia benar-benar tidak segan-segan menunjukkan gelagat tidak sukanya terhadap kedatangan polisi itu. "Bisa tidak Anda datang di jam lain selain jam istirahat siang?" tanyanya blak-blakan. "Anda sebaiknya memperhatikan jam jika lain kali ke sini lagi, Pak," lanjutnya tanpa tedeng aling-aling. Saga segera menyeringai, sepertinya justru senang karena bisa memancing emosi Adeline. Dia lalu memperhatikan Adeline dengan kedalaman mata cokelatnya yang mempesona. "Maaf, kerja polisi nggak pandang waktu," jawabnya dengan enteng. "Pfft!!!" balas Adeline segera. Saga lalu duduk di kursi tanpa menunggu dipersilakan. "Sekarang saya akan mendata lingkungan tempat Anda bergaul. Saya ingin melihat bagaimana Bastian bertindak di lingkungan pergaulannya sendiri," katanya kemudian. Adeline segera memandangnya dengan ketus. "Sudah saya bilang dia baik dan per
Huling Na-update: 2026-09-03