Chapter: Bab 5 AncamanMalam itu, Aline memutuskan untuk kembali ke apartemen kecilnya. Ada beberapa dokumen penting peninggalan almarhum ayahnya yang masih tersimpan di apartemen itu. Berkas-berkas berharga yang tidak boleh jatuh ke tangan siapa pun, termasuk Kenzo Alexandre.Aline melangkah menyusuri lorong apartemen yang remang-remang. Namun, ketika langkah kakinya terhenti tepat di depan kamarnya, Aline mulai merasa ada yang aneh. Gagang pintu kayu kamarnya sudah hancur. Pintu itu sedikit terbuka, memperlihatkan ruangan gelap yang seharusnya terkunci rapat. Aline tidak berteriak ataupun berlari mencari pertolongan. Perlahan ia membuka pintu itu tanpa menimbulkan suara. Di dalam sana, tiga orang pria bertubuh besar terlihat sedang mengobrak-abrik lemari pakaian dan laci mejanya.Kertas-kertas berserakan di lantai, dan ruangan sudah hancur berantakan. "Tuan Bram bilang, cari sampai dapat! Wanita jalang itu pasti menyembunyikan sisa dokumen Pelabuhan Barat di tempat ini!" bisik salah satu preman dengan s
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 4 Tamparan"Bram Valerius," suara Kenzo mengalun rendahdan dipenuhi aura intimidasi yang seketika membekukan keberanian para pengawal di belakang Bram. "Sejak kapan lantai eksekutif Alexandre Tower berubah menjadi pasar hingga siapa pun bisa masuk dan menggonggong seperti anjing?" lanjut Kenzo dingin. Mendengar ucapan Kenzo yang begitu merendahkan, wajah Bram berkedut tegang karena menahan malu dan amarah. Sementara itu, Shena mendadak terdiam, nyalinya menciut setengah saat berhadapan langsung dengan tatapan mematikan milik sang CEO kejam. Pertikaian besar di antara dua kubu ini akhirnya resmi dimulai. Bram mengepalkan tinjunya erat-erat, mencoba meredam amarahnya. Shena sendiri masih terpaku menatap tidak percaya ke arah Aline yang kini berdiri dengan tenang di samping Kenzo tanpa ada rasa ketakutan. Aline justru menatapnya balik dengan binar mata yang meremehkan, seolah-olah Shena hanyalah sebutir debu kotor yang masuk ke ruangan ini. "Tuan Alexandre," Bram akhirnya membuka suara. "Ked
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 3 Berita Yang Mengguncang PublikPagi itu, ibu kota tidak hanya disambut oleh embun pagi, melainkan oleh sebuah berita besar yang meledak di seluruh lini masa media massa dan portal bisnis nasional. Sebuah foto eksklusif yang diambil secara rahasia dari balik kaca kafe Alexandre Tower menjadi sampul utama di setiap media digital. Di dalam foto tersebut, wajah tegas Kenzo Alexandre dan tatapan dingin Aline Valerius tampak begitu dekat. Judul berita utama terpampang dengan huruf tebal yang sangat provokatif di layar gawai masyarakat:"Aliansi di Balik Kebangkrutan: Kenzo Alexandre Resmi Menikahi Putri Mahkota Valerius Group yang Jatuh Miskin!" Kabar tersebut langsung meruntuhkan kestabilan bursa saham dalam hitungan jam dan publik gempar karena pernikahan mendadak ini. Bagaimana bisa seorang Kenzo Alexandre, taipan bisnis berdarah dingin yang paling antipati terhadap komitmen, mendadak mengumumkan pernikahan dengan Aline Valerius yang baru saja ditendang dari keluarganya? Di kediaman mewah Valerius yang kini tela
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 2 Perjanjian Di Atas KertasMatahari belum muncul kepermukaan saat bel apartemen kecil berbunyi. Aline terpaksa bangun dengan sisa kantuknya. Apartemen sempit ini adalah tempat persembunyian terakhir setelah Bram Valerius menyita seluruh aset utama keluarga. Tempatnya sempit dan terletak di sudut kota yang bising, jauh dari kemewahan rumah besar yang ditempati wanita itu kemarin. Namun, Aline tidak peduli dengan hal itu.Ia melangkah perlahan menuju pintu, lalu membukanya. Di ambang pintu, seorang pria berdiri tegak dengan setelan jas abu-abu. Pria itu adalah Leo, asisten pribadi Kenzo yang selalu berwajah datar tanpa senyuman. Di tangan Leo, terdapat sebuah map kulit berwarna hitam tebal berlambang elang emas yang menjadi simbol kebesaran Alexandre Group. "Selamat pagi, Nona Valerius. Saya diutus oleh Tuan Kenzo untuk mengantarkan kontrak perjanjian pernikahan kontrak Anda," ucap Leo formal. Leo menyerahkan map tersebut, Aline menerimanya dengan tenang tanpa ragu sedikit pun. "Terima kasih, Leo. Sampaikan
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 1 Negosiasi Dua IblisHujan deras mengguyur ibu kota malam itu. Dari balik kaca jendela restoran VIP hotel bintang lima, lampu jalanan di bawah sana terlihat buram tersapu air. Suasana ruangan sangat sepi karena sengaja dikosongkan. Tidak ada alunan musik atau obrolandari pengunjung lain. Hanya ada keheningan yang sesekali dipecah oleh ketukan jemari seorang pria di atas meja marmer hitam. Pria itu adalah Kenzo Alexandre, sosok yang duduk dengan posisi menyandar angkuh sambil menatap kosong ke arah kota di luar jendela. Dengan setelan jas tiga potong warna hitam yang melekat rapi di tubuh tegapnya, ia memancarkan aura intimidasi yang kuat. Di dunia bisnis, nama Kenzo dikenal sebagai pria berdarah dingin yang tidak pernah mengenal kata ampun bagi siapapun. Wajahnya yang simetris dan berahang tegas terlihat tampan, namun mematikan. Sebuah pintu di ujung ruangan terbuka perlahan tanpa suara. Seorang wanita melangkah masuk, memecah keheningan dengan ketukan pelan sepatu hak tingginya. Wanita itu adalah A
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07