Menjinakkan CEO Kejam

Menjinakkan CEO Kejam

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-10-07
Oleh:  Nabelle frostBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
5Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aline Valerius menawarkan pernikahan kontrak kepada Kenzo Alexandre, pengusaha kejam yang dijuluki iblis bisnis. Demi membalas dendam pada keluarganya, Aline memanfaatkan Kenzo untuk mendapatkan kekuasaan, sementara Kenzo mengincar keuntungan bisnis. Hubungan penuh siasat ini dimulai dengan satu aturan main, “siapa yang jatuh cinta duluan, dia yang kalah”.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 Negosiasi Dua Iblis

Hujan deras mengguyur ibu kota malam itu. Dari balik kaca jendela restoran VIP hotel bintang lima, lampu jalanan di bawah sana terlihat buram tersapu air. 

Suasana ruangan sangat sepi karena sengaja dikosongkan. Tidak ada alunan musik atau obrolandari pengunjung lain.  Hanya ada keheningan yang sesekali dipecah oleh ketukan jemari seorang pria di atas meja marmer hitam. 

Pria itu adalah Kenzo Alexandre, sosok yang duduk dengan posisi menyandar angkuh sambil menatap kosong ke arah kota di luar jendela. Dengan setelan jas tiga potong warna hitam yang melekat rapi di tubuh tegapnya, ia memancarkan aura intimidasi yang kuat. 

Di dunia bisnis, nama Kenzo dikenal sebagai pria berdarah dingin yang tidak pernah mengenal kata ampun bagi siapapun. Wajahnya yang simetris dan berahang tegas terlihat tampan, namun mematikan. 

Sebuah pintu di ujung ruangan terbuka perlahan tanpa suara. Seorang wanita melangkah masuk, memecah keheningan dengan ketukan pelan sepatu hak tingginya. 

Wanita itu adalah Aline Valerius, langkah kakinya mantap menembus hawa dingin ruangan, membawa keanggunan yang menolak untuk tunduk. 

Kenzo tidak bergerak dari posisinya, namun sepasang matanya langsung bergeser mengunci pergerakan Aline. Pria itu melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya dengan gerakan lambat yang sengaja dipertontonkan. 

"Kau terlambat tiga menit, Aline," suara Kenzo terdengar berat dan dingin. 

Bagi pria sekelas Kenzo, waktu adalah miliaran rupiah dan tidak ada toleransi semenit pun terbuang sia-sia. Namun, tidak ada ketakutan sedikit pun di wajah Aline. 

Wanita itu justru mengangkat sedikit sudut bibirnya, menyunggingkan senyuman tipis yang sangat sulit diartikan. Dengan langkah tenang, Aline terus berjalan mendekat. 

Gaun malam berbahan satin hitam yang memeluk tubuh wanita itu bergoyang lembut, memancarkan aura kemewahan yang pekat. Aline menarik kursi tepat di hadapan Kenzo, lalu menyandarkan punggung dengan santai sebelum melipat kaki jenjangnya. 

"Tiga menit yang berharga untuk memastikan bahwa sesuatu yang kubawa malam ini jauh lebih mahal daripada waktumu yang berharga itu, Tuan Alexandre," balas Aline dengan nada suara tenang. 

Kenzo menatap tajam ke arah Aline. Dari sorot mata itu, tidak ada yang bisa menebak isi kepala sang CEO yang sedang mencoba membaca topeng milik wanita di hadapannya. 

"Langsung pada intinya. Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan drama wanita bangkrut yang ingin meratapi nasibnya," ucap Kenzo ketus. 

Aline tidak terpengaruh sama sekali oleh gertakan tersebut. Ia mengeluarkan sebuah flashdisk, lalu menggesernya dengan pelan di atas permukaan meja sampai berhenti di depan jemari Kenzo. 

"Aku tidak butuh belas kasihan ataupun air mata. Aku tahu kau tidak menjual hal-hal tidak berguna seperti itu," ujar Aline, membuat suaranya mengalun sedingin es. 

"Aku datang untuk menawarkan sebuah aliansi yang tidak bisa kau tolak. Kau sudah mengincar proyek perluasan Pelabuhan Barat selama dua tahun ini, bukan? Tapi, Bram Valerius selalu mencegah langkahmu menggunakan koneksi politiknya yang kotor." 

Kenzo tidak langsung menyentuh flashdisk itu, tapi tatapannya menuntut penjelasan lebih lanjut. "Lalu?" 

"Di dalam sana adalah seluruh data korupsi, laporan keuangan ganda, dan jalur penyelundupan senjata serta barang ilegal yang dilakukan Bram selama dekade terakhir," jawab Aline tegas. 

"Sekali kau melempar data ini ke dewan audit internasional, Bram Valerius tidak hanya akan kehilangan pelabuhan itu, tetapi juga seluruh hidupnya," lanjut Aline dengan nada datar yang tegas. 

Mendengar hal itu, Kenzo mendadak mencondongkan tubuh tegapnya ke depan meja. Ia memperkecil jarak keduanya, membuat aura intimidasi pria itu menguar kuat menekan suasana di sekitar mereka. 

"Informasi yang menarik," desis Kenzo, bibirnya membentuk seringai tipis.

"Kau bersedia menghancurkan pamanmu sendiri demi menjatuhkannya. Rupanya darah Valerius memang terkenal beracun. Lalu, apa yang kau inginkan dariku sebagai imbalannya?" 

Aline membalas tatapan Kenzo dengan senyuman yang menyembunyikan rencana besarnya. "Pernikahan." 

Satu kata itu menggantung, membuat keheningan di dalam ruangan semakin terasa. 

"Aku ingin status resmi sebagai Nyonya Alexandre," lanjut Aline dengan memberikan penekanan dingin di setiap kata. 

"Aku ingin dunia tahu kalau aku memiliki kekuatan Alexandre Group di belakangku. Kita gunakan satu sama lain. Kau mendapatkan kendali penuh atas Pelabuhan Barat, dan aku mendapatkan takhta tertinggi untuk membalaskan dendamku." 

Kenzo tampak tertegun sejenak sebelum akhirnya terkekeh sinis. "Menikah? Kau tahu apa sebutan orang-orang luar sana tentangku? Aku adalah monster tanpa hati" 

Aline tidak mundur sama sekali dari posisinya. Ia justru merapatkan tubuhnya sampai aroma parfum maskulin Kenzo yang pekat tercium olehnya. 

"Kalau begitu, mari kita lihat apakah monster tanpa hati sepertimu bisa dijinakkan oleh wanita kejam sepertiku," bisik Aline tepat di depan bibir Kenzo. 

Kenzo tidak langsung menjawab. Pria itu menarik kembali tubuh tegapnya, lalu mengambil flashdisk di atas meja. 

"Kau sangat percaya diri, Aline," ujar Kenzo akhirnya, suaranya kembali datar. 

"Tapi pernikahan bukan sekadar transaksi di atas kertas bagi keluarga Alexandre. Jika kau menjadi istriku, kau harus tunduk pada peraturanku. Dan yang paling penting... aku tidak suka dikhianati." 

"Pengkhianatan adalah makanan sehari-hariku. Aku tahu persis bagaimana rasanya, dan aku tidak akan sebodoh itu untuk melakukannya padamu," balas Aline seraya tersenyum tipis. 

Kenzo memasukkan flashdisk itu ke dalam saku jasnya. "Asistenku, Leo, akan mengirimkan draf perjanjian pernikahan kontrak kita besok pagi ke alamat tempat tinggalmu." 

"Jika kau menyetujui setiap syarat di dalamnya, kita akan mendaftarkan pernikahan ini secara resmi minggu depan. Secara rahasia terlebih dahulu," lanjut Kenzo dengan nada tegas. 

Aline berdiri dari kursi, merapikan gaun satin hitam dengan gerakan anggun. "Kesepakatan yang adil. Sampai jumpa minggu depan, Calon Suamiku." 

Aline berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan tersebut menuju lobi luar hotel bintang lima. Namun, baru saja Aline melangkah menuju area penjemputan taksi, sebuah suara melengking terdengar olehnya

"Oh, lihat siapa yang ada di sini! Bukankah ini sepupuku yang malang, Aline Valerius?" 

Aline menghentikan langkahnya, berbalik perlahan menghadapi Shena Valerius yang berdiri dengan gaun merah menyala yang glamor. 

Shena berjalan mendekat dengan senyum mengejek. "Kenapa seorang wanita bangkrut sepertimu berkeliaran di hotel semewah ini? Apa kau sedang mencari pria kaya untuk membayar utang-utang peninggalan ayahmu? Mau kupinjamkan sedikit uang untuk ongkos taksimu?" ejek Shena

Aline tidak membalas makian itu, ia justru melangkah maju mendekati sepupunya. "Simpan uangmu untuk biaya pengacara ayahmu" bisik Aline dengan suara yang tenang namun tajam tepat di depan wajah sepupunya itu. 

Shena memicingkan mata, merasa tersinggung karena ancaman tersebut. "Apa maksudmu?!" 

"Nikmati hari-harimu selagi bisa. Karena sebentar lagi... aku sendiri yang akan menyeretmu dan ayahmu turun," balas Aline dengan senyuman kejam, lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan Shena yang mulai berteriak histeris sendirian di tengah lobi hotel. 

**

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
5 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status