Chapter: Bab 87 Ditinggalkan Saat Apa?Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Pasalnya, kedua keluarga kaya itu telah merilis kabar bahagia tentang pernikahan Wihaldy-Jane yang akan digelar besok lusa. "Sha! Apa ini benar? Apa Haldy benar-benar akan menikah dengan wanita itu?" Stefia menunjukan berita di ponselnya pada Danisha. "Kukira kalian hanya bertengkar biasa! Haldy tidak bisa dihubungi karena ponselnya hilang atau apa. Eh tahunya malah keluar berita tentang pernikahannya dengan wanita lain! Pantas saja kau galau, sering melamun, tiba-tiba menangis sendiri. Ternyata ...." Stefia tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Berita tentang pernikahan yang mungkin bagi segelintir orang itu sangat membahagiakan, namun bagi dirinya ini sangat mengejutkan. "Hehe! Aku juga tidak menyangka ini akan terjadi!" balas Danisan dengan getir. Air matanya perlahan menetes diiringi senyum yang terasa menyakitkan. "Tapi ya, aku juga sadar siapa aku, siapa wanita itu! Aku hanya gadis biasa yang tidak m
Terakhir Diperbarui: 2025-12-06
Chapter: Bab 86 Hasil Memuaskan Hari-hari telah berlalu, hujan tipis-tipis mengguyur kota malam itu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu jalan, membuat suasana sendu. Wihaldy duduk di kursi kemudi mobilnya, menatap kosong ke depan. Sejak tiga minggu terakhir, hidupnya terasa hampa. Ia kembali mengikuti aturan ayahnya, kembali mengikat diri pada Jane, kembali menjadi putra Mahendra yang patuh. Tiba di rumah orang tuanya, begitu melangkah masuk, suara Tuan Wilhem langsung menyambutnya dari ruang tamu. “Dari mana saja kau, Haldy?” suaranya berat, penuh wibawa, namun juga curiga. Wihaldy berhenti, menundukkan kepala sejenak. “Ada urusan!” “Urusan? Atau kau menemui wanita itu lagi?” Wilhem meletakkan koran di meja, menatap putranya dengan sorot tajam. Jantung Wihaldy berdegup keras. Sekilas wajah Danisha terbayang di wajahnya. Seperti biasa, setiap malam ia mengikuti wanita itu ke tempat kerja, melihatnya masuk ke salah satu ruangan dan keluar setelah beberapa jam. Setelah itu, dirinya pun langsung pulang
Terakhir Diperbarui: 2025-09-15
Chapter: Bab 85 Kau HebatMalam turun perlahan, menutup kota dengan cahaya neon dan keramaian. Di depan cermin, Danisha menatap bayangan dirinya. Riasan tipis menutupi sisa sembab di matanya. Gaun sederhana yang dipilihkan Stefia kembali melekat di tubuhnya, memberikan kesan anggun meski hatinya masih penuh luka. “Cantik,” suara Stefia terdengar dari balik pintu kamar. “Kau sudah siap?” Danisha membuka pintu. Stefia berdiri dengan balutan dress merah menyala, rambutnya ditata rapi. Senyumnya penuh percaya diri, seakan dunia malam adalah panggung tempat ia bersinar. “Aku… aku masih merasa aneh, Stef,” bisik Danisha lirih. “Tapi aku akan coba!” Stefia menepuk bahunya. “Tidak apa-apa! Kau tidak sendirian. Ingat, aku selalu ada di sampingmu.” *** Mereka tiba di gedung karaoke mewah yang sama. Lampu-lampu neon berkelip, suara musik berdentum samar dari dalam. Begitu masuk, aroma parfum bercampur alkohol langsung menyambut. Bagi Danisha, dunia ini masih asing. Ia merasa seperti terlempar ke dalam realit
Terakhir Diperbarui: 2025-09-14
Chapter: Bab 84 Jadi, Ini Akhirnya? Siang itu, apartemen terasa begitu hening. Matahari menyorot masuk lewat celah tirai, tapi sinarnya tidak mampu menghangatkan hati Danisha yang dingin. Ia duduk di sofa, memeluk lutut, menatap kosong ke arah televisi yang menyala tanpa suara. Suara presenter di layar bergerak-gerak, tapi otaknya tak menangkap apa pun. Hanya ada satu hal yang terus menghantui pikirannya. Sejak semalam, ia sudah mencoba menelepon, mengirim pesan, bahkan menunggu sampai hampir fajar. Namun nomor itu tak pernah aktif. Tak ada balasan. Tak ada kabar. Seolah lelaki itu menghilang dari permukaan bumi. “Apa aku melakukan kesalahan?” bisiknya lirih, nyaris tak terdengar. Air matanya menggenang, tapi Danisha berusaha menahannya. Ia sudah terlalu sering menangis. Ia takut kalau air mata itu tak akan ada habisnya. Namun semakin ditahan, semakin perih rasanya di dada. Ia berdiri, melangkah gontai menuju balkon. Kota terlihat ramai dari lantai dua puluh apartemennya. Orang-orang berjalan, kendaraan lalu lalan
Terakhir Diperbarui: 2025-09-14
Chapter: Bab 83 Tanggung Jawab Besar yang Membelit Pagi itu udara di rumah besar keluarga Mahendra begitu sejuk. Embun masih menempel di dedaunan taman yang terawat rapi, sementara sinar matahari perlahan menerobos kaca jendela besar ruang makan. Seisi rumah seakan tahu bahwa badai yang sempat mengguncang keluarga itu akhirnya sudah reda. Tuan Wilhem, kepala keluarga Mahendra, duduk di kursi utama meja makan panjang dengan wajah riang yang jarang ia tunjukkan. Koran harian terbuka di tangannya, sesekali ia menghela napas puas. Baginya, ketertiban dan kepatuhan anak-anaknya adalah hal terpenting, bahkan lebih penting dari perasaan mereka. Di seberangnya, Jane duduk anggun dengan gaun rapi warna gading. Rambut hitam panjangnya ditata gelombang lembut, wajahnya terlihat manis seperti biasa, namun tatapan matanya menyimpan kebahagiaan yang menusuk. Senyum tipis di bibirnya tak pernah lepas sejak semalam. “Om,” panggil Jane lembut, suaranya seperti madu, tapi ada tekanan terselubung di baliknya. “Terima kasih sudah memberikan kepercayaa
Terakhir Diperbarui: 2025-09-09
Chapter: Bab 82 Tidak Akan Menyerah Di malam hari, Danisha duduk di sebuah kafe remang bersama teman baiknya. Wajahnya dihiasi riasan tipis namun matanya masih menyimpan duka. Di depannya, Stefia menepuk tangannya. “Sha! Kau harus kuat! Dunia ini keras, tapi kau tidak boleh menyerah,” ucap Stefia dengan penuh rasa khawatir. Danisha sudah menceritakan semuanya, dari mulai masalah di kantor sampai dengan kondisinya saat ini. Stefia pun sedikit syok, tidak menyangka hidup teman baiknya akan rumit setelah beberapa waktu keduanya tidak bertemu. Tadi sebelum pulang kerja, Danisha sudah memberikan surat pengunduran dirinya pada Syam. Awalnya Syam tidak menerima, namun keputusan Danisha sudah dipertimbangkan matang-matang. Itu terbaik untuk Syam dan perusahannya. “Aku tidak tahu harus ke mana lagi, Stef! Aku kehilangan segalanya! Semuanya kacau gara-gara aku!” Danisha tersenyum getir. Stefia menatapnya serius. “Kalau begitu ikut aku! Tempatku memang bukan dunia yang bersih. Tapi di sana, setidaknya kau bisa hidup. S
Terakhir Diperbarui: 2025-09-09
Chapter: Bab 107 Bonus dari BosWaktu sangat cepat berlalu. Pagi ini, Marissa keluar dari rumah sewaannya dengan memakai seragam hitam dan tas kecil di punggung, juga sepatu kets berwarna putih tulang. Ia berjalan menyusuri jalan gang yang lumayan sempit menuju halte bus. Saat ini, Marissa bekerja di sebuah kedai mie yang ada di sudut kota A atas bantuan Ray. Pria itu selalu setia menemani Marissa, dari dia terpuruk, sedih, sampai sekarang ini. Ray juga yang membantu Marissa bersembunyi dari orang-orang yang tidak ingin dia temui, termasuk Danendra dan juga Fanny. Sekarang, setelah tiga bulan berlalu, suasana hatinya sudah kembali baik. Tidak lagi galau dan sedih seperti sebelumnya. Marissa sudah bisa menerima dan melupakan semua pengalaman buruknya atas kehilangan banyak hal, termasuk kehilangan anak, cinta, dan kebahagiaannya. Sekarang, Marissa menjalani kehidupan yang baru, yang baik dan juga tenang. Jauh dari permasalahan-permasalahan yang ada sebelumnya. Di halte bus, Marissa duduk bersama beberapa oran
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 106 Ini Bukan yang KuinginkanSelama ini, Mario selalu menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan ibunya karena neneknya selalu melarang. Sebagai anak kecil yang masih polos, tentu saja Mario sangat takut dengan ancaman itu. Ia selalu menjaga jarak dengan Marissa agar ibu angkatnya tidak disakiti. Dan sekarang, setelah apa yang dia lakukan—menuruti semua perintah kakek dan neneknya—ibunya tetap pergi. Kalau tidak ada yang terjadi, ibunya tidak mungkin pergi meninggalkan Mario begitu saja. "Sebenarnya, apa yang salah dengan kami? Kenapa kalian memisahkan aku dan Mama?" Tiba-tiba Mario bertanya lagi. Pria dewasa di depannya masih juga tidak menjawab. "Aku pikir, Mama sengaja mencarikan ayah baru untukku agar kita bisa seperti keluarga! Aku punya ayah, dan Mama punya pasangan! Tapi, setelah punya ayah baru seperti yang kuinginkan sebelumnya, aku malah harus berpisah dengan Mama!" "Ini bukan yang aku inginkan!" Tangisannya semakin pecah. Mario menangis tersedu sambil terus mengusap air mata di wajahnya.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 105 KaburMelihat video antara Darius dengan seorang wanita, perasaan Fanny menjadi tidak enak. Rasanya sangat sakit, bahkan lebih sakit dari sebelumnya. "Kalau dia bersama wanita lain, berarti Marissa???" Mungkinkah dia tidak bersama Marissa. Fanny masih menebak-nebak, tiba-tiba pria di sampingnya terbangun. Ia pun segera mengambil ponsel yang masih ada di lantai, lalu mengambilnya. "Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Dariys dengan suara pelan. Tangan panjangnya terulur, lalu mengelus kepala Fanny dengan pelan. Tindakannya itu membuat hati siapapun akan meleleh. Termasuk Fanny. "Ah! Tidak!" Fanny menyembunyikan ponsel itu di belakang pakaiannya. "Aku belum ngantuk! Kau tidurlah, besok kita akan pulang!" "Emh!" Darius pun mengerti. Ia kembali menarik tangannya, lalu mulai memejamkan matanya lagi. Melihatnya tidur, pelan-pelan Fanny menghapus fotonya sendiri. Gerakannya sangat pelan, setelah penyimpan ponselnya ke tempat semula, ia ke sofa dan berbaring. *** Siang hari di ha
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 104 Kau SalahNamun, Danendra tidak bisa melihatnya karena tulisan di ponsel itu tidak terlihat. "Apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" Danendra berniat mengambil ponsel itu. Tapi Marissa malah memukul dadanya dengan keras. Buk! "Brengsek! Kau benar-benar iblis yang memberi buah khuldi pada Adam dan Hawa! Kau pria menyebabkan yang pernah aku temui! Kau pria brengsek yang sangat pandai berakting! Berpura-pura menyukaiku, padahal kau hanya memanfaatkan aku saja!" teriaknya dengan sangat keras. Air mata Marissa terus keluar tanpa bisa dia tahan lagi. Hanya karena rasa cintanya pada anak itu Marissa sampai kehilangan banyak hal. Bukan hanya kehilangan masa mudahnya, cintanya, tapi juga sekarang perasan dan harga dirinya. "Aku ... kau bersamaku karena anak itu membutuhkanku??? Haha! Kau salah Danendra!" Marissa tertawa iblis, menatap pria di depannya dengan air mata yang terus keluar. "Mario tidak membutuhkan aku! Dia selalu bersikap acuh dan tidak peduli lagi! Sekarang, memeluk aku pun ... dia
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26
Chapter: Bab 103 Musibah Dicari SendiriPercumbuan mereka terjadi lumayan lama. Danendra tidak melepaskan pautan bibirnya sampai mereka berpindah ke sofa.Entah sudah berapa lama waktu berlalu, akhirnya Marissa mengakhiri percintaan mereka. Ia mendorong dada kekar Danendra agar sedikit menjauh.Dengan napas yang terengah, Danendra benar-benar melepaskan diri. Ia menjatuhkan dirinya di samping Marissa dengan menahan hasratnya.Di atas sofa yang tidak terlalu lebar itu mereka berbaring saling berdesakan.Marissa pun sangat gugup dengan tindakan Danendra yang tiba-tiba itu. Hampir saja dirinya hilang kendali lagi.Disela kewarasannya, Marissa mengalihkan perhatian dengan bertanya tentang ponselnya."Hemh???" Danendra mendengar permintaan Marissa. Ia segera bergeser ke samping, lalu memeluk wanita itu dengan satu tangan."Ponselmu ada di kamarku! Mau diambil sekarang?" tanya Danendra dengan pelan. Ia tersenyum sambil menatap Marissa.Kata "Kamar" yang diucapkan oleh Danendra itu membuat Marissa curiga."Kamarmu?""Enh!" Danendr
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26
Chapter: Bab 102 Video yang SalahBeberapa menit kemudian Darius pun datang. Ia mengenakan pakaian serba hitam dengan topi yang menutupi setengah wajahnya. Ia sengaja menunduk agar orang yang bertemu dengannya tidak bisa melihat wajah aslinya dengan jelas.Awalnya, Darius memang tidak tahu dengan perubahan yang terjadi pada video itu. Namun setelah diunggah, ada banyak pesan yang masuk ke akunnya. Kebanyakan berisi cacian dan makian. Dibilang Darius pria yang merebut tunangan orang, dan masih banyak lagi. Selain itu, pihak Josep juga menelepon Darius dan memarahinya habis-habisan. Sontak saja Darius bingung dengan hal itu. Saat dilihat lagi ternyata ada yang salah dengan video itu. Seseorang telah mengeditnya hingga wajah Marissa berubah menjadi wajah orang lain.Dan yang lebih membuat Darius terkejut adalah, wajah wanita itu sangat mirip dengan wajah wanita yang selalu dicintainya—Lisa.Darius pun semakin yakin kalau ini adalah ulah Danendra.Danendra ingin mempermalukannya dan membuka bukti kisah lama Darius dengan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26

Terjebak Pernikahan dengan CEO
Elyana Louis, gadis berusia dua puluh tiga tahun ini kabur dari rumah karena menolak perjodohan. Agar tidak ditemukan oleh orang suruhan kakeknya, ia menyamar menjadi gadis culun dan bekerja di sebuah rumah orang kaya sebagai pembantu.
Niat hati ingin menghindari perjodohan, Elyana malah harus menggantikan anak sang majikan untuk menikah. Karena tepat di hari pernikahannya, sang mempelai wanita kabur bersama dengan kekasihnya.
"Eli, aku memohon! Bantu kami untuk menyelamatkan nama baik keluarga Danu. Jika sampai perjodohan ini dibatalkan, keluarga Danu akan diusir dari kota ini. Anggap saja ini sebagai pekerjaan untukmu. Aku akan memberimu uang satu juta dolar sebagai imbalan. Bagaimana?" ucap sang majikan dengan penuh permohonan.
"Hanya satu tahun saja. Setelah itu, kau boleh mengajukkan gugatan perceraian," tambahnya lagi, meyakinkan Elyana.
Ketika Elyana sudah menyetujui tawaran dari sang majikan untuk menikah, alangkah terkejutnya ia ketika melihat pria yang akan menjadi suaminya.
Pria itu adalah pria yang bersamanya satu bulan yang lalu. Dan pria itu ... tidak melepaskan Elyana seumur hidupnya.
"Aku ingin bercerai!" ucap Elyana.
"Hah, bercerai? Itu tidak akan terjadi, kecuali aku mati!" balas pria itu.
Simak cerita selengkapnya, hanya di "Terjebak Pernikahan dengan CEO".
Buku lain: "Dicerai Suami Jahat, Diratukan Konglomerat"
Selamat membaca. Semoga terhibur ^_^
Follow @rymatusya
Baca
Chapter: Bab 92 I Love U"Apa kau menyukai kejutan dari kami?" bisik Rosyana dengan kerlingan mata penuh godaan sambil berjalan di atas karpet merah mendampingi Elyana. "Anggap saja ini sebagai hadiah dari kami atas kembalinya El setelah lima tahun menghilang!" timpal Yuan Louis dengan santai. Tidak terdengar nada keras seperti yang biasa pria tua itu katakan. Ucapan dari kakak dan kakeknya itu membuat Elyana hampir pingsan karena terkejut juga terharu. "Jadi ... ini???" "Ya, ini adalah hari pernikahanmu dan David! Kami sudah menyiapkan ini dari empat hari yang lalu. Walau terkesan mendadak, namun aku dan Daniel sudah menyiapkan pesta pernikahan ini dari empat bulan yang lalu. Jadi sekarang ... berbahagialah, ini semua untukmu dan David! " Rosyana menjawabnya tanpa ragu. Rosyana dan Daniel sepakat untuk membuat akta pernikahan tanpa ada pesta pernikahan. Mereka ingin menghadiahkan pesta ini untuk Elyana dan David. Bahkan, mereka mencetak ulang dan menyebar undangan ya
Terakhir Diperbarui: 2022-03-05
Chapter: Bab 91 Kejutan PernikahanElyana segera membenarkan emosinya. Ia berkata dengan pelan, "Kak! Sepertinya, kita sudah nyaman menjadi saudara daripada pasangan!" Elyana menutup kotak cincin di hadapannya, lalu mendorongnya ke arah Arvan lagi. "Kak! Kau pria yang baik. Kau pun harus menikah dengan wanita yang baik pula. Dan wanita baik itu bukanlah aku!" "Ya, walau selama ini aku sudah banyak berhutang budi kepadamu, namun, aku sungguh tidak pantas untuk menjadi istrimu!" lanjut Elyana, masih dengan pelan karena takut menyinggung perasaan Arvan. "Apa kau menolakku karena mantan suamimu?" tanya Arvan—tidak suka. Arvan memegang erat kotak itu dengan sekuat tenaga. Terlihat bahwa dia tidak suka dengan penolakan halus Elyana. "Bukan!" jawab Elyana dengan ragu. "Hubunganku dengan David pun sepertinya tidak ada masa depan. Kakek tidak menyukainya, dan David pun tidak pernah datang lagi ke rumahku." Bahkan, ponsel Elyana yang waktu itu diambil oleh David, sudah di
Terakhir Diperbarui: 2022-03-04
Chapter: Bab 90 Mengutarakan PerasaanKeesokan harinya, kondisi Yuan Louis sudah sangat baik. Bahkan, lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa sakit yang sering ia keluhkan—membuatnya tidak mampu untuk pergi ke kantor. Sekarang, tubuhnya sudah benar-benar sehat setelah melihat cucunya kembali.Tiga hari kemudian Yuan Louis sudah bisa pergi ke kantor untuk bekerja. Ia menyelesaikan semua pekerjaan yang sempat tertunda, juga menangani masalah kerjasamanya dengan perusahaan David.Di rumah, tinggallah Rosyana dan juga Elyana, karena Alvano pergi bersama Arvan tadi pagi."El, apa kau mau ikut bersama kami ke butik?" tanya Rosyana pada adiknya. Ia merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih segar. Sedangkan Elyana, duduk di atas tempat tidur sambil melihat kakaknya berdandan."Sepertinya tidak bisa!" Elyana segera menolaknya. "Aku sudah janjian dengan Arvan, sekalian mau menjemput Alvano.""Oh!" Rosyana memoles bibirnya dengan pewarna bibir sambil bercermin. Lalu menutup lipsti
Terakhir Diperbarui: 2022-03-03
Chapter: Bab 89 Kau Akan Kembali"Elyana ... atau, lebih akrab kalian memanggilnya dengan nama Pelayan Eli, dia adalah Nona Kedua di keluarga Louis yang kabur dari rumah dan melamar menjadi pelayan di rumah kalian." David menatap pria bernama Alex Danu itu dengan penuh ancaman. Juga melihat keterkejutan dari wajah Alex Danu ketika mendengar cerita pelayannya—Eli.David melanjutkan, "Karena aku dan putrimu dijodohkan, putrimu menolak lalu kabur dari rumah bersama kekasihnya tepat di hari pernikahan! Lalu???"David menarik napas panjang sebelum dia melanjutkan ceritanya.Ada perasaan sedih ketika dirinya harus mengenang kembali nasib Elyana yang terjebak pernikahan dengannya. Itu rasanya sangat berat. Seharusnya, pertemuannya dengan sang istri haruslah pertemuan yang manis hingga akhirnya mereka jatuh cinta dan menikah. Namun, ini malah karena sandiwara Alex Danu dan istrinya hingga dirinya menikahi pelayan mereka—Elyana.David tahu cerita lengkap ini dari Daniel dan dari Elyan
Terakhir Diperbarui: 2022-03-02
Chapter: Bab 88 Menikah Satu Minggu LagiHari ini, dunia Yuan Louis terasa sangat cerah dan indah. Ia bisa melihat cucunya—Elyana—yang sudah lama menghilang. Banyak bintang-bintang bertaburan di atas kepala Yuan Louis yang perlahan menyebar ... mengisi seisi ruangan itu. Terlihat seulas senyum di wajah pria tua berusia delapan puluh taun itu sebelum akhirnya Yuan Louis memejamkan mata, lalu tubuhnya melemah dan ambruk di atas tempat tidur."Kakek!" teriak Elyana dan Rosyana secara bersamaan. Mereka sangat panik melihat sangat kakek tiba-tiba pingsan setelah melihat Elyana.Daniel dengan cepat naik ke atas tempat tidur, lalu mengangkat punggung dan kepala Yuan Louis."Cepat, cari Asisten Judis! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!" teriak Daniel pada kekasihnya—Rosyana.Elyana dan putranya hanya berdiri di samping tempat tidur sambil melihat kakeknya dipeluk oleh Daniel. Elyana begitu terkejut melihat keadaan Yuan Louis yang tiba-tiba saja pingsan.Nona pertama di
Terakhir Diperbarui: 2022-03-02
Chapter: Bab 87 Pahlawan BertopengSore hari, di Kota Lyon, di kediaman Yuan Louis, semua orang sudah berkumpul dan masuk ke dalam rumah untuk menemui sang pemilik rumah. Namun, tidak dengan Arvan. Setelah memastikan Elyana dan putranya sampai di rumah, pria tersebut malah berpamitan dan pergi dengan menggunakan taksi. Elyana yang merasa tidak enak dengan situasi ini, segera mengirim pesan singkat pada Arvan untuk memastikan pria itu baik-baik saja.["Ya, aku tidak apa-apa. Kau jangan khawatir. Nanti jam delapan malam, aku akan datang menjemput Alvano!"]Elyana terdiam sambil memegang ponselnya setelah membaca pesan dari Arvan. Perasaannya masih tidak enak.Walau bagaimanapun, Arvan sangat berjasa dalam hidupnya. Jika bukan karena lima tahun yang lalu Arvan membawanya pergi dan merawatnya di luar negeri, mungkin Elyana dan Alvano tidak akan ada di muka bumi ini lagi. Dan mungkin, dirinya akan mati sia-sia karena ulah Alex Danu yang menginginkan Elyana meninggal. Jadi sekarang, Elyana benar-benar
Terakhir Diperbarui: 2022-03-01