Chapter: Bab 184 Gelas PecahPadahal, Danendra sendiri tahu itu dari ibunya. Foto itu dikirim oleh temannya yang juga ikut menghadiri acara tersebut. "Sudahlah! Jangan dipikirkan lagi! Kalau memang tidak melakukannya, kenapa harus marah? Aku pun tidak apa-apa, kan? Masalah Mama, jangan didengarkan! Abaikan saja! Nanti juga Mama lupa sendiri," balas Danendra dengan enteng. Padahal Marissa sangat kesal dengan tuduhan itu pada dirinya. Di acara itu, Marissa sudah mencoba menghindari Ethan. Ia sudah mengusir pria itu, tapi Ethan tetap tidak pergi. Akhirnya Marissa sendiri yang mengalah. Ia pergi demi menghindari Ethan. Dan sekarang, setelah apa yang dirinya lakukan, Ambar malah terus menuduhnya, juga menghinanya. Bahkan, ibu mertuanya itu juga meragukan janin yang ada di dalam perut Marissa. Ambar sudah sangat keterlaluan. "Sayang! Sudahlah! Ya! Jangan dipikirkan lagi! Nanti malah jadi setres. Bukankah kata dokter kau tidak boleh banyak pikiran?" ucap Danendra saat tidak ada jawaban dari Marissa. "Sekaran
Huling Na-update: 2026-03-14
Chapter: Bab 183 Pelayan BergosipMelihat sikap dan ucapan kasar Ambar pada dirinya, Marissa pun berdiri, lalu mundur dua langkah ke belakang untuk menghindar. Perasaannya menjadi tidak enak. Kenapa Ambar tiba-tiba membahas tentang hal itu? Padahal yang tahu tentang kejadian tadi malam hanya dirinya dan Danendra. 'Apa Danen mengadu pada Mama?' tebak Marissa tanpa menjawab pertanyaan ibu mertuanya. Semalaman Marissa tidak bisa tidur karena memikirkan foto yang ada di laptop Danendra. Siapa yang mengirim foto itu pada Danendra! Juga siapa yang memotretnya di acara jamuan makan malam itu? Marissa tidak berani menanyakan hal itu pada suaminya, karena takut pria itu akan marah lagi. Dan sekarang, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba ibu mertua membahas hal itu pada Marissa. 'Kalau bukan dari Danendra, mau dari siapa lagi?' "Marissa! Danen itu pernah dikhianati, pernah dikecewakan oleh pasangannya dan menghasilkan anak yang bukan darah dagingnya! Jangan sampai kau melakukan hal menjijikan itu pada Dane
Huling Na-update: 2026-03-13
Chapter: Bab 182 Pria itu MengaduSetelah mengantar Mario ke kamar hotel, Marissa segera pulang ke rumah dengan menggunakan taksi. Sesampainya di rumah, ia melihat suasana di ruang keluarga terasa hening dan dingin. Tidak ada satu orang pun di sana. Padahal biasanya di ruang keluarga itu selalu hangat dan ramai, tidak pernah sepi. Ambar, Josep, dan Wilyam selalu menghabiskan malam di ruang keluarga sambil berbincang. Karena sepi, Marissa pun segera naik ke atas menuju kamarnya. Di dalam kamar, Danendra duduk bersila di sofa sambil memegang laptop sambil menggerakan jari tengahnya dengan serius. Saking seriusnya, keningnya sampai mengerut dan matanya disipitkan. Ia pun tidak mempedulikan saat istrinya masuk ke dalam kamar. "Sayang! Kau sudah pulang?" tanya Marissa yang segera menghampiri Danendra. Tas dan paper bag yang isinya pakaiannya, ia letakan di samping tempat tidur. Di lihat dari pakaian yang dikenakannya, juga dengan rambutnya yang sedikit basah disisir ke belakang, Marissa bisa tahu, pria itu baru se
Huling Na-update: 2026-03-12
Chapter: Bab 181 Sebuah Permohonan"Marissa?" Ethan datang menghampirinya. Pria berpakaian rapi itu berjalan menghampiri Marissa sambil membawa gelas di tangannya. Tanpa rasa canggung, dia duduk dan meletakan gelasnya di atas meja. "Ethan ... sedang apa kau di sini?" Melihat mantan kekasihnya tiba-tiba datang dan duduk di mejanya, Marissa pun merasa tidak nyaman. Ia masih ingat dengan pertemuan terakhir mereka tempo hari, Ethan menculik dirinya dan Mario. Ia dibawa ke sebuah vila yang jauh dari kota. Itu pengalaman yang tidak akan pernah Marissa lupakan. "Hey ... kau Mario, ya! Senang bisa bertemu denganmu lagi! Bagaimana kabarmu sekarang? Emmh, sepertinya kau tumbuh dengan baik di bawah asuhan ibu angkatmu!" Bukannya menjawab pertanyaan Marissa, Ethan malah berbicara pada anak yang duduk bersamanya. Dia pun menjelaskan sesuatu hal yang tidak seharusnya diucapkan. "Ethan! Kau jangan berkata omong kosong! Kami tidak membutuhkanmu di sini! Sebaiknya kau duduk di tempat lain!" Dengan lantang Marissa mengus
Huling Na-update: 2026-03-11
Chapter: Bab 180 Ikut BersamamuKeesokan harinya, Marissa kembali meminta izin pada Danendra untuk menemui Mario. "Ini hari terkhir Mario ada di Kota A. Besok pagi dia akan kembali ke Kota K," jelas Marissa sambil memeluk Danendra yang sudah berpakaian rapi dan wangi. Pria itu sudah siap untuk pergi ke kantor. Melihat istrinya terus memohon dan begitu manja padanya, Danendra pun tidak tega untuk berkata "Tidak!". Ia segera mengangguk sambil mengelus kepala Marissa dengan pelan. "Pergilah! Nanti pulangnya biar aku jemput!" "Emh, baiklah! Terima kasih, Sayang!" balas Marissa dengan bahagia. Ia memeluk Danendra, menyandatkan kepalanya di dada kekar pria itu. "O, iya!" Tiba-tiba Danendra mengatakan sesuatu pada Marissa. "Hari ini Fanny tidak bisa menemanimu! Ada pekerjaan yang harus dia kerjakan dengan timnya. Dia tidak bisa pergi ke luar!" "Hah???" Marissa membuka mulutnya lebar. Ia baru tahu, ternyata Fanny datang kemarin atas perintah dari suaminya. Pantas saja, kemarin itu Fanny tahu semua hal tentan
Huling Na-update: 2026-03-10
Chapter: Bab 179 Sukses Menikahi Pria KayaSaat pintu kamar dibuka, Marissa melihat seorang wanita mengenakan pakaian formal berdiri sambil menatap Marissa dengan mulutnya yang terbuka. Detik berikutnya, wanita itu meninju lengan Marissa sambil menggerutu. "Keterlaluan! Dasar tidak tahu diri! Kau ini ... habis manis sepah dibuang! Saat susah, kau selalu bersamaku, tapi setelah sukses menikahi pria kaya, kau mendadak amnesia! Jangankan bersamaku, saat kita berkomunikasi pun kau tidak pernah mengatakan hal ini! Dasar teman yang sangat licik!" Melihat teman baiknya marah, Marissa segera menarik Fanny masuk ke dalam kamar. Ia memeluk Fanny dengan senyum lembut di bibirnya. "Maaf!" Hanya itu yang bisa Marissa katakan. Marissa tidak ingin mengumbar hubungannya dengan Danendra karena pria itu merupakan atasan Fanny dan Ray di kantor. Marissa juga tidak ingin orang-orang di kantor bergunjing dan bergosip tentang Danendra yang menikahi seorang janda beranak satu seperti Marissa. Karena kesan mereka tentang Marissa, ya, itu, dia
Huling Na-update: 2026-03-09
Chapter: Bab 87 Ditinggalkan Saat Apa?Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Pasalnya, kedua keluarga kaya itu telah merilis kabar bahagia tentang pernikahan Wihaldy-Jane yang akan digelar besok lusa. "Sha! Apa ini benar? Apa Haldy benar-benar akan menikah dengan wanita itu?" Stefia menunjukan berita di ponselnya pada Danisha. "Kukira kalian hanya bertengkar biasa! Haldy tidak bisa dihubungi karena ponselnya hilang atau apa. Eh tahunya malah keluar berita tentang pernikahannya dengan wanita lain! Pantas saja kau galau, sering melamun, tiba-tiba menangis sendiri. Ternyata ...." Stefia tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Berita tentang pernikahan yang mungkin bagi segelintir orang itu sangat membahagiakan, namun bagi dirinya ini sangat mengejutkan. "Hehe! Aku juga tidak menyangka ini akan terjadi!" balas Danisan dengan getir. Air matanya perlahan menetes diiringi senyum yang terasa menyakitkan. "Tapi ya, aku juga sadar siapa aku, siapa wanita itu! Aku hanya gadis biasa yang tidak m
Huling Na-update: 2025-12-06
Chapter: Bab 86 Hasil Memuaskan Hari-hari telah berlalu, hujan tipis-tipis mengguyur kota malam itu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu jalan, membuat suasana sendu. Wihaldy duduk di kursi kemudi mobilnya, menatap kosong ke depan. Sejak tiga minggu terakhir, hidupnya terasa hampa. Ia kembali mengikuti aturan ayahnya, kembali mengikat diri pada Jane, kembali menjadi putra Mahendra yang patuh. Tiba di rumah orang tuanya, begitu melangkah masuk, suara Tuan Wilhem langsung menyambutnya dari ruang tamu. “Dari mana saja kau, Haldy?” suaranya berat, penuh wibawa, namun juga curiga. Wihaldy berhenti, menundukkan kepala sejenak. “Ada urusan!” “Urusan? Atau kau menemui wanita itu lagi?” Wilhem meletakkan koran di meja, menatap putranya dengan sorot tajam. Jantung Wihaldy berdegup keras. Sekilas wajah Danisha terbayang di wajahnya. Seperti biasa, setiap malam ia mengikuti wanita itu ke tempat kerja, melihatnya masuk ke salah satu ruangan dan keluar setelah beberapa jam. Setelah itu, dirinya pun langsung pulang
Huling Na-update: 2025-09-15
Chapter: Bab 85 Kau HebatMalam turun perlahan, menutup kota dengan cahaya neon dan keramaian. Di depan cermin, Danisha menatap bayangan dirinya. Riasan tipis menutupi sisa sembab di matanya. Gaun sederhana yang dipilihkan Stefia kembali melekat di tubuhnya, memberikan kesan anggun meski hatinya masih penuh luka. “Cantik,” suara Stefia terdengar dari balik pintu kamar. “Kau sudah siap?” Danisha membuka pintu. Stefia berdiri dengan balutan dress merah menyala, rambutnya ditata rapi. Senyumnya penuh percaya diri, seakan dunia malam adalah panggung tempat ia bersinar. “Aku… aku masih merasa aneh, Stef,” bisik Danisha lirih. “Tapi aku akan coba!” Stefia menepuk bahunya. “Tidak apa-apa! Kau tidak sendirian. Ingat, aku selalu ada di sampingmu.” *** Mereka tiba di gedung karaoke mewah yang sama. Lampu-lampu neon berkelip, suara musik berdentum samar dari dalam. Begitu masuk, aroma parfum bercampur alkohol langsung menyambut. Bagi Danisha, dunia ini masih asing. Ia merasa seperti terlempar ke dalam realit
Huling Na-update: 2025-09-14
Chapter: Bab 84 Jadi, Ini Akhirnya? Siang itu, apartemen terasa begitu hening. Matahari menyorot masuk lewat celah tirai, tapi sinarnya tidak mampu menghangatkan hati Danisha yang dingin. Ia duduk di sofa, memeluk lutut, menatap kosong ke arah televisi yang menyala tanpa suara. Suara presenter di layar bergerak-gerak, tapi otaknya tak menangkap apa pun. Hanya ada satu hal yang terus menghantui pikirannya. Sejak semalam, ia sudah mencoba menelepon, mengirim pesan, bahkan menunggu sampai hampir fajar. Namun nomor itu tak pernah aktif. Tak ada balasan. Tak ada kabar. Seolah lelaki itu menghilang dari permukaan bumi. “Apa aku melakukan kesalahan?” bisiknya lirih, nyaris tak terdengar. Air matanya menggenang, tapi Danisha berusaha menahannya. Ia sudah terlalu sering menangis. Ia takut kalau air mata itu tak akan ada habisnya. Namun semakin ditahan, semakin perih rasanya di dada. Ia berdiri, melangkah gontai menuju balkon. Kota terlihat ramai dari lantai dua puluh apartemennya. Orang-orang berjalan, kendaraan lalu lalan
Huling Na-update: 2025-09-14
Chapter: Bab 83 Tanggung Jawab Besar yang Membelit Pagi itu udara di rumah besar keluarga Mahendra begitu sejuk. Embun masih menempel di dedaunan taman yang terawat rapi, sementara sinar matahari perlahan menerobos kaca jendela besar ruang makan. Seisi rumah seakan tahu bahwa badai yang sempat mengguncang keluarga itu akhirnya sudah reda. Tuan Wilhem, kepala keluarga Mahendra, duduk di kursi utama meja makan panjang dengan wajah riang yang jarang ia tunjukkan. Koran harian terbuka di tangannya, sesekali ia menghela napas puas. Baginya, ketertiban dan kepatuhan anak-anaknya adalah hal terpenting, bahkan lebih penting dari perasaan mereka. Di seberangnya, Jane duduk anggun dengan gaun rapi warna gading. Rambut hitam panjangnya ditata gelombang lembut, wajahnya terlihat manis seperti biasa, namun tatapan matanya menyimpan kebahagiaan yang menusuk. Senyum tipis di bibirnya tak pernah lepas sejak semalam. “Om,” panggil Jane lembut, suaranya seperti madu, tapi ada tekanan terselubung di baliknya. “Terima kasih sudah memberikan kepercayaa
Huling Na-update: 2025-09-09
Chapter: Bab 82 Tidak Akan Menyerah Di malam hari, Danisha duduk di sebuah kafe remang bersama teman baiknya. Wajahnya dihiasi riasan tipis namun matanya masih menyimpan duka. Di depannya, Stefia menepuk tangannya. “Sha! Kau harus kuat! Dunia ini keras, tapi kau tidak boleh menyerah,” ucap Stefia dengan penuh rasa khawatir. Danisha sudah menceritakan semuanya, dari mulai masalah di kantor sampai dengan kondisinya saat ini. Stefia pun sedikit syok, tidak menyangka hidup teman baiknya akan rumit setelah beberapa waktu keduanya tidak bertemu. Tadi sebelum pulang kerja, Danisha sudah memberikan surat pengunduran dirinya pada Syam. Awalnya Syam tidak menerima, namun keputusan Danisha sudah dipertimbangkan matang-matang. Itu terbaik untuk Syam dan perusahannya. “Aku tidak tahu harus ke mana lagi, Stef! Aku kehilangan segalanya! Semuanya kacau gara-gara aku!” Danisha tersenyum getir. Stefia menatapnya serius. “Kalau begitu ikut aku! Tempatku memang bukan dunia yang bersih. Tapi di sana, setidaknya kau bisa hidup. S
Huling Na-update: 2025-09-09

Terjebak Pernikahan dengan CEO
Elyana Louis, gadis berusia dua puluh tiga tahun ini kabur dari rumah karena menolak perjodohan. Agar tidak ditemukan oleh orang suruhan kakeknya, ia menyamar menjadi gadis culun dan bekerja di sebuah rumah orang kaya sebagai pembantu.
Niat hati ingin menghindari perjodohan, Elyana malah harus menggantikan anak sang majikan untuk menikah. Karena tepat di hari pernikahannya, sang mempelai wanita kabur bersama dengan kekasihnya.
"Eli, aku memohon! Bantu kami untuk menyelamatkan nama baik keluarga Danu. Jika sampai perjodohan ini dibatalkan, keluarga Danu akan diusir dari kota ini. Anggap saja ini sebagai pekerjaan untukmu. Aku akan memberimu uang satu juta dolar sebagai imbalan. Bagaimana?" ucap sang majikan dengan penuh permohonan.
"Hanya satu tahun saja. Setelah itu, kau boleh mengajukkan gugatan perceraian," tambahnya lagi, meyakinkan Elyana.
Ketika Elyana sudah menyetujui tawaran dari sang majikan untuk menikah, alangkah terkejutnya ia ketika melihat pria yang akan menjadi suaminya.
Pria itu adalah pria yang bersamanya satu bulan yang lalu. Dan pria itu ... tidak melepaskan Elyana seumur hidupnya.
"Aku ingin bercerai!" ucap Elyana.
"Hah, bercerai? Itu tidak akan terjadi, kecuali aku mati!" balas pria itu.
Simak cerita selengkapnya, hanya di "Terjebak Pernikahan dengan CEO".
Buku lain: "Dicerai Suami Jahat, Diratukan Konglomerat"
Selamat membaca. Semoga terhibur ^_^
Follow @rymatusya
Basahin
Chapter: Bab 92 I Love U"Apa kau menyukai kejutan dari kami?" bisik Rosyana dengan kerlingan mata penuh godaan sambil berjalan di atas karpet merah mendampingi Elyana. "Anggap saja ini sebagai hadiah dari kami atas kembalinya El setelah lima tahun menghilang!" timpal Yuan Louis dengan santai. Tidak terdengar nada keras seperti yang biasa pria tua itu katakan. Ucapan dari kakak dan kakeknya itu membuat Elyana hampir pingsan karena terkejut juga terharu. "Jadi ... ini???" "Ya, ini adalah hari pernikahanmu dan David! Kami sudah menyiapkan ini dari empat hari yang lalu. Walau terkesan mendadak, namun aku dan Daniel sudah menyiapkan pesta pernikahan ini dari empat bulan yang lalu. Jadi sekarang ... berbahagialah, ini semua untukmu dan David! " Rosyana menjawabnya tanpa ragu. Rosyana dan Daniel sepakat untuk membuat akta pernikahan tanpa ada pesta pernikahan. Mereka ingin menghadiahkan pesta ini untuk Elyana dan David. Bahkan, mereka mencetak ulang dan menyebar undangan ya
Huling Na-update: 2022-03-05
Chapter: Bab 91 Kejutan PernikahanElyana segera membenarkan emosinya. Ia berkata dengan pelan, "Kak! Sepertinya, kita sudah nyaman menjadi saudara daripada pasangan!" Elyana menutup kotak cincin di hadapannya, lalu mendorongnya ke arah Arvan lagi. "Kak! Kau pria yang baik. Kau pun harus menikah dengan wanita yang baik pula. Dan wanita baik itu bukanlah aku!" "Ya, walau selama ini aku sudah banyak berhutang budi kepadamu, namun, aku sungguh tidak pantas untuk menjadi istrimu!" lanjut Elyana, masih dengan pelan karena takut menyinggung perasaan Arvan. "Apa kau menolakku karena mantan suamimu?" tanya Arvan—tidak suka. Arvan memegang erat kotak itu dengan sekuat tenaga. Terlihat bahwa dia tidak suka dengan penolakan halus Elyana. "Bukan!" jawab Elyana dengan ragu. "Hubunganku dengan David pun sepertinya tidak ada masa depan. Kakek tidak menyukainya, dan David pun tidak pernah datang lagi ke rumahku." Bahkan, ponsel Elyana yang waktu itu diambil oleh David, sudah di
Huling Na-update: 2022-03-04
Chapter: Bab 90 Mengutarakan PerasaanKeesokan harinya, kondisi Yuan Louis sudah sangat baik. Bahkan, lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa sakit yang sering ia keluhkan—membuatnya tidak mampu untuk pergi ke kantor. Sekarang, tubuhnya sudah benar-benar sehat setelah melihat cucunya kembali.Tiga hari kemudian Yuan Louis sudah bisa pergi ke kantor untuk bekerja. Ia menyelesaikan semua pekerjaan yang sempat tertunda, juga menangani masalah kerjasamanya dengan perusahaan David.Di rumah, tinggallah Rosyana dan juga Elyana, karena Alvano pergi bersama Arvan tadi pagi."El, apa kau mau ikut bersama kami ke butik?" tanya Rosyana pada adiknya. Ia merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih segar. Sedangkan Elyana, duduk di atas tempat tidur sambil melihat kakaknya berdandan."Sepertinya tidak bisa!" Elyana segera menolaknya. "Aku sudah janjian dengan Arvan, sekalian mau menjemput Alvano.""Oh!" Rosyana memoles bibirnya dengan pewarna bibir sambil bercermin. Lalu menutup lipsti
Huling Na-update: 2022-03-03
Chapter: Bab 89 Kau Akan Kembali"Elyana ... atau, lebih akrab kalian memanggilnya dengan nama Pelayan Eli, dia adalah Nona Kedua di keluarga Louis yang kabur dari rumah dan melamar menjadi pelayan di rumah kalian." David menatap pria bernama Alex Danu itu dengan penuh ancaman. Juga melihat keterkejutan dari wajah Alex Danu ketika mendengar cerita pelayannya—Eli.David melanjutkan, "Karena aku dan putrimu dijodohkan, putrimu menolak lalu kabur dari rumah bersama kekasihnya tepat di hari pernikahan! Lalu???"David menarik napas panjang sebelum dia melanjutkan ceritanya.Ada perasaan sedih ketika dirinya harus mengenang kembali nasib Elyana yang terjebak pernikahan dengannya. Itu rasanya sangat berat. Seharusnya, pertemuannya dengan sang istri haruslah pertemuan yang manis hingga akhirnya mereka jatuh cinta dan menikah. Namun, ini malah karena sandiwara Alex Danu dan istrinya hingga dirinya menikahi pelayan mereka—Elyana.David tahu cerita lengkap ini dari Daniel dan dari Elyan
Huling Na-update: 2022-03-02
Chapter: Bab 88 Menikah Satu Minggu LagiHari ini, dunia Yuan Louis terasa sangat cerah dan indah. Ia bisa melihat cucunya—Elyana—yang sudah lama menghilang. Banyak bintang-bintang bertaburan di atas kepala Yuan Louis yang perlahan menyebar ... mengisi seisi ruangan itu. Terlihat seulas senyum di wajah pria tua berusia delapan puluh taun itu sebelum akhirnya Yuan Louis memejamkan mata, lalu tubuhnya melemah dan ambruk di atas tempat tidur."Kakek!" teriak Elyana dan Rosyana secara bersamaan. Mereka sangat panik melihat sangat kakek tiba-tiba pingsan setelah melihat Elyana.Daniel dengan cepat naik ke atas tempat tidur, lalu mengangkat punggung dan kepala Yuan Louis."Cepat, cari Asisten Judis! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!" teriak Daniel pada kekasihnya—Rosyana.Elyana dan putranya hanya berdiri di samping tempat tidur sambil melihat kakeknya dipeluk oleh Daniel. Elyana begitu terkejut melihat keadaan Yuan Louis yang tiba-tiba saja pingsan.Nona pertama di
Huling Na-update: 2022-03-02
Chapter: Bab 87 Pahlawan BertopengSore hari, di Kota Lyon, di kediaman Yuan Louis, semua orang sudah berkumpul dan masuk ke dalam rumah untuk menemui sang pemilik rumah. Namun, tidak dengan Arvan. Setelah memastikan Elyana dan putranya sampai di rumah, pria tersebut malah berpamitan dan pergi dengan menggunakan taksi. Elyana yang merasa tidak enak dengan situasi ini, segera mengirim pesan singkat pada Arvan untuk memastikan pria itu baik-baik saja.["Ya, aku tidak apa-apa. Kau jangan khawatir. Nanti jam delapan malam, aku akan datang menjemput Alvano!"]Elyana terdiam sambil memegang ponselnya setelah membaca pesan dari Arvan. Perasaannya masih tidak enak.Walau bagaimanapun, Arvan sangat berjasa dalam hidupnya. Jika bukan karena lima tahun yang lalu Arvan membawanya pergi dan merawatnya di luar negeri, mungkin Elyana dan Alvano tidak akan ada di muka bumi ini lagi. Dan mungkin, dirinya akan mati sia-sia karena ulah Alex Danu yang menginginkan Elyana meninggal. Jadi sekarang, Elyana benar-benar
Huling Na-update: 2022-03-01