
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis
Pemburu Darah telah dimanfaatkan oleh gurunya selama lebih dari 20 tahun hanya demi mengambil darah iblis dari tubuhnya. Ketika waktunya sudah tiba, Pemburu Darah menerima 140 luka tusukan di sekujur tubuhnya, yang dilakukan oleh bawahannya sendiri atas perintah guru yang sudah dianggapnya sebagai Ayah. Namun, keinginan untuk balas dendam menciptakan keajaiban. Jiwanya tersimpan rapi di dalam air matanya sendiri, sebelum kemudian puluhan tahun berlalu, jiwa itu akhirnya masuk ke dalam tubuh seorang bocah di pertambangan biji logam. Talang Mayang tidak hanya mendapatkan tubuh baru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali. Namun semua usaha dan kemampuan yang sudah dilatihnya selama puluhan tahun, kini harus dimulai dari awal lagi di Sekte Empu. Sekte yang bergerak dalam seni pembuatan senjata. Namun sekarang, masalah mulai menghampiri, tidak hanya bersifat pribadi, tapi juga menyangkut harga diri Ayah Talang Mayan. Tanpa melupakan ambisi utamanya, Pemburu Darah bertekad untuk mengembalikan kehormatan Ayah 'barunya' di kehidupan ini. Dia akan menjadi pendekar sekaligus penempa senjata yang akan menguasai daratan Indraprasta.
Read
Chapter: 106. Gelombang KeduaDua pendekar Parasura kini berada di luar Benteng Pertahanan, Talang Mayan dan Putri Intan Selake. Sungguh hal nekad yang membuat semua prajurit merasa ngeri melihat keduanya dengan gagah berani menantang maut.Namun, Wayang Sari juga memutuskan untuk terjun langsung ke medan perang. Dengan tombaknya, dia menghadapi gerombolan siluman semut yang menyerang mereka seperti tiada habisnya.“Tunggu aku!” Satrio Pamungkas sudah membulatkan tekadnya, dan akhirnya memutuskan untuk terjun langsung ke medan perang. Tindakan pemuda itu akhirnya diikuti oleh seluruh pendekar Parasura yang lain.Bom. Saat Satrio Pamungkas mendarat di belakang Wayang Sari, untuk sejenak nafasnya terhenti, dan jantungnya berdetak tidak karuan. Dia merasakan bahaya mengintainya dari segala arah, menciutkan nyalinya untuk sesaat.Namun, nasi sudah menjadi bubur. Setelah terjun ke medan perang, satu-satunya yang bisa dilakukan olehnya hanyalah betarung habis-habisan.“Kalian semua, pertahankan pondasi benteng!” perinta
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 105. Gelombang BadaiDi hari berikutnya, para pekerja mulai menggabungkan setiap komponen alat. Namun masalah tiba-tiba muncul, ratusan siluman berusia lebih dari 500 tahun mendadak mendatangi Benteng Utara. Seolah, mereka berniat menggagalkan rencana yang sudah dibangun Talang Mayan dan teman-temannya.“Semua pasukan berada di posisi!” teriak Senopati Mandra, sembari bergegas memakai zirah perang, mengambil busur panahnya dan berdiri di atas menara.Di hadapan mereka, gerombolan siluman serigala bermata tiga dengan taring panjang sejengkal, berlari bak melihat makanan ketika perut sedang kosong.Bukan hanya para prajurit, para Pendekar Parasura kini berada di posisi mereka masing-masing. Putri Intan Selake berdiri di sebelah Talang Mayan, dengan ekspresi wajah serius menatap mahluk-mahluk mengerikan itu.“Bersiap membidik!” Senopati Mandra kembali berteriak di atas menara pengintai.Semua prajurit panah menarik busur panah mereka, mengarahkannya ke langit, dan mulai menghitung jarak antara benteng dengan
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: 104. Rancangan Senjata BeratDaripada tidak melakukan apapun, Talang Mayan memutuskan pergi menemui kepala pekerja yang sedang sibuk mengatur beberapa bawahannya. Di tangannya, Talang Mayan membawa gulungan kerta, kemudian menyerahkan nya kepada Kepala pekerja itu.“Tuan, apa kau bisa membangun benda semacam ini?” tanya Talang Mayan.Pria gendut dengan pakaian yang sempit, sehingga perutnya nyaris tidak tertutup oleh bajunya, mulai melihat gulungan kertas yang diserahkan Talang Mayan. Sejenak dia terdiam, perutnya yang buncit berguncang kala dia bernafas panjang, kemudian pria yang dikenal bernama Riwon mengernyitkan keningnya sembari menatap Talang Mayan.“Apa kau berasal dari Sekte Empu?” tanya Riwon dengan mimik wajah yang serius.Talang Mayan mengangguk.“Kau yang membuat rancangan senjata ini?” Riwon tersenyum lebar, dan mulai memanggil beberapa temannya untuk membahas rancangan senjata yang diserahkan Talang Mayan barusan.Sekitar lima orang mengamati bentuk gambar di dalam kertas itu. Semuanya sama-sama me
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: 103. Keadaan Wilayah UtaraMereka mulai meninggalkan Ibu Kota Indraprasta. Hanya berjalan kaki, bergerak beriring-iringan yang dipimpin oleh Talang Mayan. Di belakang pemuda itu, Putri Intan Selake berjalan lebih dekat daripada Wayang Sari.Sesekali Talang Mayan memberikan perintah untuk berhenti, hanya untuk beristirahat sejenak, minum dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.Tidak ada kuda yang akan membawa mereka ke arah utara. Tidak ada! Jikapun mereka memiliki uang untuk menyewa keretaka, tapi tidak ada satupun kusir yang mau mengangntar para pendekar ini.Warga yang bisanya menjual jasa angkutan, lebih memilih untuk melakukan pekerjaan lain dibandingkan pergi ke Utara yang kin terkenal sangat berbahaya.Sampai beberapa hari kemudian, dengan rasa letih rombongan ini akhirnya tiba di cabang pertahanan Utara. Benteng raksasa setengah jadi menyambut kedatangan rombongan ini, dan terlihat para prajurit masih sibuk mengangkat batu, menyusun struktur benteng yang setengah jadi.Seorang pria kekar menyambut ke
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: 102. Regu Utara“Wayang Sari, tetap bersamaku ..,” ucap Talang Mayan. Dalam pembagian kelompok ini, Patih Wira tidak memberikan aturan khusus, setiap peserta boleh memilih jumlah anggota kelompok berdasarkan keinginan mereka.Hal ini dilakukan, agar regu tercipta dengan landasan hubungan emosi di antara para peserta itu sendiri. Jadi, karena itulah, Talang Mayan meminta Wayang Sari agar tetap bersama dengannya, karena pemuda itu tidak yakin, akan ada orang yang cukup mampu untuk melindungi gadis tersebut selain dirinya.Tentu saja, Wayang Sari begitu senang. Bersama dengan Talang Mayan membuat persentasi hidupnya meningkat berkali-kali lipat daripada bergabung bersama dengan regu lain.Putri Intan Selake yang biasanya tidak banyak bicara, tiba-tiba mendekati Talang Mayan, dan mengajak pemuda itu untuk bekerja sama dengannya. Tentu saja, ucapan gadis itu menarik perhatian semua orang di tempat itu, termasuk Patih Wira yang tidak mengenali Talang Mayan dengan baik.“Jika kita berdua bekerja sama, silum
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: 101. Ancaman Baru“Kenapa tidak kau hajar saja gadis kasar itu?!” Putri Intan Selake mengepalkan tinjunya, sembari memandang wajah Talang Mayan dengan sinis, tapi sebaliknya Talang Mayan malah tertawa cekikikan.“Kalian berdua sama saja,” ucap Talang Mayan, membandingkan Intan Selake dengan Wayang Sari, jika saja di sini ada Rindu Ati, maka lengkap sudah tiga gadis keras kepala di kehidupan Talang Mayan.“Tapi ..,” Wayang Sari kemudian terdiam sejenak, menatap wajah Talang Mayan kemudian menatap wajah Intan Selake secara bergantian, “ngomong-ngomong, sejak kapan Tuan Putri mengenal- huf ..,” gadis itu menutup mulutnya, “jangan-jangan Tuan Putri sudah mengetahui identitas Pemburu Darah?”Wajah Intan Selake berubah merah saat mendengar pertanyaan dari gadis di depannya. Semakin merah, semakin menunjukan bahwa dia sebenarnya tertarik dengan Talang Mayan, si pemuda peminum tapi tidak pernah mabuk ini.Melihat wajah Intan Selake, Wayang Sari malah tersenyum simpul, tampaknya dia menyadari hal itu. Namun, Wa
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: TAMATSatu minggu telah berlalu, dan kini sudah waktunya bagi Rambai Kaca untuk pergi dari dunia lelembut.Dia telah menyiapkan semuanya, mental dan keberanian, bertemu dengan manusia untuk kali pertama bagi dirinya.Ibunya hanya bisa pasrah dengan pilihan Rambai Kaca, dia hanya bisa menyeka air mata yang setiap saat keluar membasahi pipi.Sementara itu, Pramudhita tampaknya begitu tabah melepaskan kepergian putra angkat yang telah dibesarkan00000000 dari bayi.Namun, ada yang lebih parah, yaitu Nagin Arum. Dia bersikeras untuk pergi bersama Rambai Kaca ke alam manusia, bahkan setelah ayahnya menjelaskan mengenai kehiudapan manusia, dia tetap bersikeras untuk pergi ke sana.Ya, impian Nagin Arum adalah keluar dari alam ini, dan berniat untuk menjelajahi seluruh dunia. Menurut dirinya, di sini dia tidak bisa hidup dengan bebas, ada batas-batasan yang ada di dalam alam lelembut tersebut.“Ayah, apapun yang terjadi, kau harus memikirkan caranya agar aku bisa pergi bersama Rambai Kaca!” ketus N
Last Updated: 2023-03-07
Chapter: KeinginanDua hari telah berlalu, pendekar dari Padepokan Pedang Bayangan terlihat sedang berbenah saat ini. Membenahi apa yang bisa dibenahi, seperti bangunan dan beberapa peralatan lainnya.Terlihat pula, ada banyak pendekar yang dirawat di dalam tenda darurat. Para medis bekerja cepat, memastikan tidak ada satupun dari korban yang mati.Di salah satu tenda darurat tersebut, tiga anak Pramudhita masih terkapar dengan kondisi tubuh penuh dengan ramuan obat-obatan.“Apa mereka baik-baik saja?” Rambai Kaca bertanya kepada salah satu tabib muda di sana. Dia sudah berada di tempat itu sejak tiga saudara angkatnya dibawa oleh Pramudhita.Meskipun Rambai Kaca juga terluka cukup parah, tapi tubuhnya luar biasa kuat, dia mampu bertahan, bahkan masih bisa berdiri atau bahkan berlari.Ditubuhnya sengaja dililit oleh banyak perban, menunjukan jika Rambai Kaca sebenarnya tidak baik-baik saja. Namun, hal biasa bagi pemuda itu merasakan sakit seperti ini, jadi ini bukanlah hal yang harus dipikirkan.“Ketig
Last Updated: 2023-03-07
Chapter: MaafSatu gerakan dari pemuda itu melesat sangat cepat, tepat menuju leher pria tersebut yang saat ini tengah bersiap dengan serangan yang di berikan oleh Rambai Kaca barusan.Melihat pemuda itu bergerak sangat cepat, Reban Giring menggigit kedua rahangnya, sembari menatap Rambai dengan tajam, kemudian bersiap dengan gerakan kuda-kuda.Nafasnya kembali teratur ketika dia melakukan gerakan barusan, lalu menyilangkang senjata yang dia miliki tepat ke arah dada.Sesaat kemudian, dia melesat kearah Rambai Kaca lalu melepaskan jurus Murka Pedang Bayangan.“Dengan ini, matilah kau..!!”Satu teriakkan pria itu menggema di udara, yang membuat siapapun yang mendengarnya, akan merinding ketakutan.Namun, hal itu tidak berlaku pada Rambai Kaca, yang seakan meminta hal tersebut benar-benar terjadi terhadap dirinnya.Dengan jurusnya tersebut, Reban Giring melepaskan semua tenaga yang dia miliki berharap ia dapat mengenai pemuda itu tepat sasaran.Wush.Tebasan itu di lepaskan ketika jarak mereka tingg
Last Updated: 2023-03-04
Chapter: TerserahDi sisi lain, Pramudita yang saat ini telah berhasil membunuh semua sosok hasrat berukuran besar, sempat terdiam beberapa detik, ketika ia melihat dari kejauhan langit berubah warna menjadi hitam pekat.Tidak hanya itu, dari sumber cahaya kehitaman tersebut, sempat terjadi kilatan petir di ikuti dengan beberapa ledakan yang mengguncang area tersebut.Dari sana, dia dapat menebak, jika saat ini terdapat seseorang yang sedang bertarung di tempat itu, akan tetapi ia bahkan telah menebak jika serangan beberapa saat yang lalu di akibatkan olah anaknya sendiri.“Rambai Kaca, apa yang sedang terjadi?” gumamnya bertanya.Namun pada yang sama, dia mulai menyadari jika dari cahaya berwarna hitam pekat itu, tidak lain ialah kekuatan yang di timbulkan dari kegelapan.Saat ini, Pramudita dapat menebak, jika Rambai Kaca tengah bertarung dengan sosok yang tidak lain ialah Reban Giring.Anggapan itu di landasi oleh tindakan yang telah di lakukan Reban Giring sebelumnya, ketika memulai pertempuran yan
Last Updated: 2023-03-03
Chapter: MatilahPedang Bayangan...." Satu jurus tersebut melesat, dengan terbentuk nya beberapa pedang bayangan yang melesat kearah sosok hasrat. Bom. Ledakan terjadi cukup besar, ketika jurus yang di lepaskan Pramudita berhasil mengenai musuh. Ya, satu serangan tersebut berhasil membunuh setidaknya, tiga atau lebih sosok hasrat yang berukuran besar. Tentu hal tersebut tidak dapat di lakukan oleh siapapun, selain Maha Sepuh Pramudita. Jabatan yang pantang bagi seseorang dengan kemampuan sangat tinggi. "Berakhir sudah."Di sisi lain, saat ini tengah terjadi gejolak batin yang mendalam bagi seorang pria ketika tengah merasa sangat kehilangan akan kehadiran sosok seorang adik. Isak tangis tidak dapat terbendung, ketika ia berusaha untuk menghampiri adiknya tersebut.Dengan langkah yang tertatih ia berusaha sekuat tenaga, tetapi langkah yang ia lakukan, bahkan tidak sebanding dengan jumlah tenaga yang dia keluarka"Adik...""Bertahanlah!"Langkah demi langkah berhasil membuatnya tiba di tempat ya
Last Updated: 2023-02-28
Chapter: Satu SeranganTubuh Reban Giring saat ini, tengah terdorong mundur akibat mendapat serangan tak terduga oleh Rambai, yang menyerang lehernya.Beberapa pohon bahkan telah tumbang dibuatnya, akibat bertabrakan dengan tubuh pria tua itu, sementara Rambai Kaca masih melakukan gerakan mendorong dengan tangan yang mencekik leher pria tua tersebut.Tidak banyak yang dapat pria itu lakukan, selain berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman jurus yang telah Rambai Kaca berikan. Brak. Brak. Beberapa pohon kembali tumbang, sementara mereka melesat dengan cepat, yang pada akhirnya gerakan tersebut berhenti ketika Rambai Kaca merasa cukup terhadap aksinya. "Bocah sialan!" "Kau bebas untuk berkata sesuka hatimu." timpal Rambai Kaca."Hiat.!"Kerahkan semua kemampuan yang kau miliki, Bocah!" Dalam keadaan ini, Reban Giring sempat menggigitkan kedua rahangnya, untuk bersiap menerima serangan dari Rambai Kaca, ketika telah mencapai titik dimana pemuda ini akan melepaskan tekanan tenaga dalam yang tinggi.
Last Updated: 2023-02-28
Chapter: ENDDi saat bersamaan, Rawai Tingkis menyernag Kelelawar Hitam dengan seluruh energi mistik yang dimilikinya.Kecepatannya masih tetap sama, tapi daya hancurnya menjadi sedikit berkurang, dan ini karena tubuhnya terlalu dibebani oleh teknik baru yang dimilikinya saat ini.Lima orang Manusia Murni mencoba melakukan sesuatu atas perintah Ki Langit Hitam untuk mengakhiri nyawa Kelelawar Hitam, tapi mereka bahkan tidak dapat mendekati pria jahat itu.Sekarang mereka tahu kekuatan Rawai Tingkis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka semua.Kesombongan mereka selama ini, akhirnya dijatuhkan oleh kenyataan yang memalukan.Bukan hanya lima orang itu, Putri Intan Kumala sendiri juga tidak mampu berhadapan langsung dengan Kelelawar Hitam.“Apa sekarang kalian menyadarinya?” tanya Ki Sundur Langit. “Rawai Tingkis mungkin tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain, tapi aku yakin, sekarang kalian mengakui kekuatannya!”Kelimanya langsung terdiam, tidak lagi menjawab ataupun berbuat sesuatu unt
Last Updated: 2023-07-26
Chapter: Menuju AkhirKedatangan Camar Putih membuat perubahan pada jalannya pertempuran antara Rawai Tingkis dan Kelelawar Hitam.Kedatangannya sama seperti kedatangan Ki Sundur Langit dan Ki Langit Hitam untuk membantu para Manusia Murni dalam mengalahkan Beruang Salju.Dua Satria Roh Suci kini menghadapi serangan demi serangan dari pihak Rawai Tingkis.Berkat kedatangan Camar Putih pula, Kelelawar Hitam untuk pertama kalinya setelah menggunakan Ulat Dari Neraka, terkena tebasan Rawai Tingkis.“Aku akan melindungimu!” ucap Camar Putih.“Baiklah, aku mengerti!” Rawai Tingkis melaju cepat ke arah Kelelawar Hitam, sementara Camar Putih bertugas menahan semua serangan bola mistik yang dilempar musuhnya.“Aku tidak akan membiarkan dirimu menguasai Benua ini,” ucap Camar Putih, sembari melepaskan beberapa serangan berbentuk sayap putih yang berputar seperti gasing.Boom.Setiap bola mistik diledakan sebelum menyentuh tubuh Rawai Tingkis dengan sayap-sayap putih tersebut.“Camar Putih, kau selalu menghalangi re
Last Updated: 2023-07-26
Chapter: Begitu SengitKi Langit Hitam dan Ki Sundur Langit, memasang kuda-kuda sebelum kemudian mulai menyerang Beruang Salju.Dua larik cahaya keluar dari telapak tangan dua pria tua tersebut, melesat cepat ke arah Beruang Salju.Mendapati serangan itu, Beruang Salju terpaksa menangkis serangan lawan dengan teknik pertahanan dinding es miliknya.Boom.Ledakan kecil terjadi di atas istana es, menggetarkan bagian puncak dari bangunan es tersebut.Saat Beruang Salju berniat melakukan perlawanan, dua petinggi Padepokan Surya telah berada di depannya, dan melancarkan serangan pisik.Suah.Beruang Salju melesat ke samping, menghindari pukulan Ki Langit Hitam, di saat yang sama, Ki Sundur Langit menyapukan tendangan cepat ke arah wajah Petinggi Penjaga Dunia tersebut.Boom.Tubuh Beruang Salju melesat cepat, meninggalkan Istana Es, dan jatuh terhempas di permukaan tanah yang gersang.Dia bangkit, lalu melepaskan dua bole energi ke arah lawannya. Sayangnya, dua serangan itu dapat dihindari oleh Ki Sundur Langit d
Last Updated: 2023-07-22
Chapter: Para Tetua MunculSerangan besar yang dilakukan oleh Rawai Tingkis dan Kelelawar Hitam, telah menyebabkan banyak kerusakan di sekitar mereka berdua.Namun dua orang itu, masih menolak untuk menyerah, meskipun salah satunya mengalami luka yang cukup serius, yaitu Kelelawar Hitam.Kelelawar Hitam memiliki energi mistik yang berlimpah, membuat dia percaya dapat mengalahkan Rawai Tingkis dalam segala kondisi yang dialaminya saat ini.Andaipun hanya memiliki satu tangan dan satu mata saja, Kelelawar Hitam masih percaya dapat menumbangkan Rawai Tingkis.Di sisi lain, Rawai Tingkis memiliki pertahanan pisik yang lebih baik, berkat pengobatan yang dilakukan oleh Naga Kecil.Namun demikian, energi mistik yang dimiliki pemuda itu berada jauh di bawah Kelelawar Hitam.Dua Roh Suci yang ada pada tubuh Rawai Tingkis, terbilang berusia muda, apa lagi Naga Kecil yang baru saja lahir beberapa waktu yang lalu. Energi mistik ke dua Roh Suci ini masih digolongkan kelas menengah, dan tidak dapat disandingkan oleh Energi M
Last Updated: 2023-07-21
Chapter: Kedatangan Lima Manusia MurniTidak pernah dirasakan oleh Kelelawar Hitam sensasi dan juga pengalaman seperti ini saat menghadapi musuh-musuhnya, kecuali hari ini.Dia tidak pernah takut, tapi hari ini dia melihat siapa yang kuat, dan siapa yang menjadi penguasa dari kalangan Roh Suci.Namun perasaan itu segera ditepisnya, dia tidak ingin jatuh dalam perangkap Rawai Tingkis.Kelelawar Hitam mengira, ini hanyalah permainan ilusi saja, mungkin ada kekuatan lain yang dimiliki oleh Rawai Tingkis, untuk mengendalikan pikirannya.Namun sayangnya, dia memang melihat sisi lain dari Rawai Tingkis.Sementara itu, Beruang Salju merasakan gejolak kekuatan Rawai Tingkis, dan tidak bisa tinggal diam saat ini.“Ini akan gawat, aku harus membantunya,” ucap Beruang Salju.Pria itu menaikan satu telunjuknya ke langit, lalu energi dingin menggumpal di ujung telunjuknya.Tidak selang beberapa lama, sesuatu yang sangat menakjubkan muncul di langit.Putri Intan Kumala menatap ke langit, dan untuk sesaat wajahnya menjadi tegang, meskipu
Last Updated: 2023-07-20
Chapter: Di Dalam HutanBeruang Salju masih berusaha untuk menumbangkan Putri Intan Kumala, meskipun tadinya dia penuh dengan kepercayaan diri dapat mengalahkan Kumala, tapi kenyataanya dia butuh waktu lama untuk menjatuhkan gadis tersebut. Beruang Salju telah menggunakan segagala cara untuk menjatuhkan boneka gurita raksasa yang dikendalikan oleh Putri Intan Kumala, tapi sialnya dia tidak mampu melakukan itu. Setiap kali dia brhasil memotong satu bagian tangan gurita itu, maka ditempat yang sama, tangan lain akan tumbuh. Menghadapi persoalan semacam ini, membuat kepala Beruang Salju serasa akan pecah. Sejauh ini, dia telah menemukan banyak ide, dan menerapkannya, bahkan ide paling licik sekalipun telah dia gunakan. “Jika aku tahu sebelumnya kekuatan gadis ini, aku tidak akan memilih padang tandus sebagai lokasi pertemuan,” ucap Beruang Salju. Baru kini dia menyadari kesalahannya, dan keunggulan Putri Intan Kuamala. Dengan semua batu yang ada di padang tandus, menjadikan Putri Intan Kumala memiliki pa
Last Updated: 2023-07-18