
KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK
Di mata semua orang di Kota Jiangnan, Chen Fan hanyalah seorang kuli bangunan yatim piatu yang lugu, miskin, dan kerap menjadi sasaran penindasan. Dengan singlet pudar dan peluh yang bercucuran di bawah terik matahari lokasi proyek Su Group, tidak ada yang menyangka bahwa pemuda yang tampak tak berdaya ini menyimpan rahasia legendaris.
Di balik penyamarannya sebagai buruh kasar, Chen Fan adalah seorang Kultivator Sakti sekaligus Master Alkemis agung. Berkat warisan kuno yang ditemukannya di sumur tua panti asuhan semasa kecil, ia mampu meracik pil obat pembalik takdir hanya dengan bermodalkan kuali bekas di kontrakan sempitnya yang kumuh. Chen Fan sengaja menyembunyikan kekuatannya demi melatih mentalitas fana dan melindungi panti asuhan tempat ia dibesarkan.
Namun, takdir sang naga tidak bisa selamanya terkubur dalam lumpur. Saat kultivasinya mencapai titik stagnan, Chen Fan dihadapkan pada satu-satunya cara untuk menembus batas: mempraktekkan teknik Kultivasi Ganda dengan wanita-wanita yang memiliki garis keturunan Yin khusus. Petualangan asmaranya pun dimulai, menyeret para wanita paling berpengaruh di kota tersebut ke dalam jaringan pesona dan karismanya.
Di saat musuh-musuh dari sekte hitam mulai mengintai dan panti asuhannya terancam digusur, rahasia terbesar dalam hidupnya akhirnya pecah. Konglomerat multinasional nomor satu di negara itu, Tianlong Group, berhasil melacak keberadaannya setelah pencarian selama dua dekade.
Chen Fan yang selama ini mengira dirinya hanyalah anak buangan, ternyata adalah pewaris tunggal tunggal triliunan Yuan yang menguasai nadi perekonomian absolut. Ketika konvoi puluhan mobil Rolls-Royce mengepung lokasi proyek dan para petinggi dunia bisnis berlutut di tanah berdebu di hadapannya, identitas sang kuli lugu terbongkar, memicu badai face-slap terbesar yang pernah disaksikan Kota Jiangnan!
Kontras Identitas yang Ekstrem: Transformasi dari kuli bangunan berpakaian lusuh yang dihina mandor, langsung melompat menjadi Tuan Muda Besar pemilik takhta bisnis tertinggi sekaligus kultivator tak tertandingi.
Kultivasi Ganda & Elemen Harem Modern: Hubungan romantis.
Basahin
Chapter: BAB 74Angin malam yang menderu di Pegunungan Kunlun membawa aroma kuno yang sarat akan energi Qi liar. Berbeda dengan Pegunungan Wudang atau Tianshan, deretan puncak di Kunlun dikenal sejak zaman purba sebagai "Urat Tubuh Naga" dari benua ini—tempat di mana batas antara dunia fana dan dimensi kultivasi terselubung menipis hingga batas tertipisnya.Di sebuah celah tebing terjal setinggi empat ribu meter di atas permukaan laut, hamparan salju abadi tampak terbelah oleh sebuah celah spasial raksasa berbentuk oval. Cahaya perak kebiruan membias dari dalam celah tersebut, memancarkan pusaran energi berdiameter lima puluh meter yang bergemuruh pelan. Inilah Pintu Gerbang Tersembunyi Kunlun, jalan lintas dimensi yang menghubungkan bumi fana dengan Ranah Tersembunyi Kunlun (Kunlun Hidden Realm).Di depan pintu gerbang spasial tersebut, berdiri dua puluh pengawal mengenakan zirah baja berwarna perunggu tebal. Masing-masing dari mereka menggenggam tombak panjang bertatahkan batu giok e
Huling Na-update: 2026-07-31
Chapter: BAB 73Aura membunuh yang memancar dari tubuh Gu Mu membubung tinggi, membelah gulungan awan di atas Puncak Pelangi Emas. Cahaya kebiruan dari Pedang Pusaka Pemotong Bintang kian memekatkan udara malam, memicu munculnya petir-petir halus berwarna perak di sekeliling pilar-pilar batu perunggu. Ranah Half-Step Golden Core yang diusungnya bukan sekadar gertakan; energi kehidupan yang dikumpulkannya selama seratus tahun pengasingan terkonsentrasi penuh pada mata bilah di genggamannya.Nenek Jiwa Es menggeram rendah, menghentakkan tongkat giok hitamnya ke atas tanah.SLRRRP————!Dua belas pilar es abadi setinggi sepuluh meter meledak keluar dari bawah pelataran batu, mengurung posisi Chen Fan dan Su Qingxue dalam Formasi Penjara Es Jiwa. Hawa dingin ekstrem anjlok drastis, membekukan molekul udara di sekitar mereka hingga membentuk kristal-kristal es tajam yang melayang siap menusuk."Bocah sombong!" seru Nenek Jiwa Es dengan suara melengking. "Dengan Penjara Es Jiwa milikk
Huling Na-update: 2026-07-31
Chapter: BAB 72Puncak Wudang di Bawah Bulan Purnama.Malam bulan purnama tiba di atas Pegunungan Wudang. Cahaya perak berdesir menyinari lautan awan yang membentang di sepanjang lembah, memantulkan bayangan gelap dari pilar-pilar batu raksasa dan kuil-kuil kuno yang berdiri tegak sejak ribuan tahun lalu. Di puncak tertinggi, Puncak Pelangi Emas, hawa dingin yang membekukan jiwa membalut setiap sudut tebing. Hembusan angin malam tidak lagi membawa aroma pinus yang menenangkan, melainkan bau tajam dari besi tua dan Niat Membunuh (Killing Intent) yang dipancarkan oleh ratusan praktisi beladiri dari sekte-sekte tersembunyi.Di tengah pelataran batu Puncak Pelangi Emas, sebuah altar perunggu kuno berdiri di bawah naungan panji-panji besar bertuliskan lambang Tiga Sekte Tersembunyi: Klan Pedang Surgawi, Sekte Lembah Es Murni, dan Klan Tinju Penguncah Jiwa.Lebih dari tiga ratus murid elit sekte mengenakan jubah putih berdada perak berdiri bersila dalam formasi melingkar. Di tangan mereka mas
Huling Na-update: 2026-07-30
Chapter: BAB 71Angin dingin pasca-badai di Puncak Tianshan perlahan mereda, menyisakan keheningan agung di atas hamparan salju yang kini ternoda oleh abu hitam sisa pembakaran energi Yang Murni. Di ketinggian ribuan kaki, jet taktis supersonik Tianlong-1 melayang stabil membelah samudra awan, meluncur memotong jalur udara menuju jantung ibu kota pusat.Di dalam kabin privat yang kedap suara dan berornamen kayu cendana hitam, Chen Fan duduk bersila di atas bantalan sutera. Mantel abu-abu gelapnya terhampar rapi di sampingnya. Di balik kemeja hitam yang membungkus tubuh tegapnya, pilar emas Inti Pondasi (Foundation Establishment Core) di dalam Dantiannya memancarkan pendaran cahaya suci yang kian padat dan mengkristal.Setelah menyerap sisa esensi darah murni dari Raja Darah Purba Vladis dan memurnikannya dengan Api Naga Langit, sirkulasi energi Chen Fan telah secara resmi menginjakkan kaki di puncaknya Ranah Pondasi Agung. Setiap kali napas raganya berembus, molekul udara di dalam kabi
Huling Na-update: 2026-07-29
Chapter: BAB 70ARGHHHHH————!Jeritan melengking yang membelah angkasa lolos dari mulut Raja Darah Purba Vladis. Suara itu bukan sekadar raungan kesakitan fisik, melainkan getaran keputusasaan murni dari makhluk yang menyadari bahwa eksistensinya yang telah bertahan selama ribuan tahun kini berada di ambang kemusnahan total.Api putih keemasan Yang Murni Naga Langit yang menjalar melalui genggaman tangan Chen Fan bekerja layaknya cairan asam panas yang membakar setiap sel di dalam tubuh Vladis. Kulit merah tembaga yang tadinya sekeras baja purba itu mulai melepuh, menghitam, lalu mengelupas memperlihatkan tulang-tulang kerangka yang berpendar dengan cahaya merah padam. Asap tebal berbau busuk dan belerang membubung tinggi, terkikis oleh angin es Tianshan sebelum sempat menyebar."Tidak... Tidak mungkin!" Vladis meronta-ronta dengan liar. Keempat sayap membran berdarahnya mengepak beringas, menciptakan badai tekanan udara yang sanggup merobek baja. Namun, cengkeraman tangan kanan Ch
Huling Na-update: 2026-07-28
Chapter: BAB 69Badai es mengamuk ganas di sepanjang celah Pegunungan Tianshan. Angin membekukan berkecepatan lebih dari seratus kilometer per jam menggemuruhkan salju tebal, menutupi bukit-bukit batu terjal dengan hamparan putih murni yang mematikan. Pada suhu ekstrem minus lima puluh lima derajat Celsius ini, kehidupan fana tidak memiliki tempat untuk bertahan—kecuali bagi mereka yang membawa aura kematian dan kegelapan purba.Di puncak tertinggi Tianshan, sebuah altar batu kuno melingkar berdiri megah di atas hamparan es abadi. Delapan pilar batu berukir huruf-huruf Runic purba mengelilingi sebuah peti mati batu raksasa berwarna hitam legam yang dililit oleh rantai-rantai baja perak murni.Di sekeliling altar, seratus praktisi elit Klan Darah Abadi yang mengenakan jubah bermotif mawar darah berdiri bersila. Dari telapak tangan mereka yang terluka, mengalir cairan darah merah pekat yang langsung mengalir menyusuri parit-parit ukiran altar, mengumpul masuk ke dalam celah-celah peti ma
Huling Na-update: 2026-07-27

MENANTU SAMPAH : WARISAN KAISAR NAGA PRIMORDIAL
Di mata semua orang di Kota Jianghai, Long Chen adalah sampah tak berguna nomor satu. Demi mematuhi wasiat mendiang kakek Keluarga Lin, dia rela menjadi menantu numpang yang mengabdi pada Lin Xinyan, dewi sedingin es yang menjadi dambaan seluruh kota. Selama tiga tahun, Long Chen hidup tanpa harga diri—mencuci, memasak, menerima caci maki mertua, hingga injakan dari para pewaris kaya yang mengantre untuk menggantikan posisinya.
Namun, tidak ada yang tahu bahwa di dalam tubuh pria yang selalu menundukkan kepala ini, mengalir darah yang mampu menggetarkan sembilan langit.
Pada hari ulang tahun Ibu Suri Keluarga Lin, di tengah badai penghinaan yang puncaknya membuat dia bersimbah darah, sebuah keajaiban terjadi. Darah Long Chen mengaktifkan cincin hitam berkarat peninggalan orang tuanya, menghancurkan segel batin yang mengurung takdirnya selama dua puluh tahun.
"Klan Naga Langit Primordial telah runtuh, namun darah sang Kaisar tidak akan pernah padam! Bangkitlah, Penerus Penguasa Jagat Raya!"
Auman Naga Emas bergema di dalam jiwanya. Long Chen terbangun dengan ingatan warisan tiada tanding: teknik Mandi Obat Pemurnian Sumsum yang mampu mengubah fisik fana menjadi Tubuh Dewa, serta teknik rahasia kuno Kultivasi Ganda Kaisar Naga.
Sejak hari itu, roda takdir berputar terbalik.
Dengan ramuan obat rahasia, dia mengobati penyakit, membangun jaringan bisnis tersembunyi, dan melumat setiap orang yang pernah merendahkannya. Melalui metode Kultivasi Ganda, kekuatannya melejit tanpa batas setiap kali dia menjalin ikatan dengan para wanita pemilik meridian murni—mulai dari istrinya yang berhati es, dokter jenius pelindung spiritual, hingga CEO wanita penguasa ekonomi kota.
Dari seorang menantu yang diinjak-injak, Long Chen melangkah mendaki puncak dunia, menghancurkan sekte-sekte rahasia kuno, dan memimpin kembali Klan Naga untuk bertakhta di atas langit tertinggi!
Basahin
Chapter: EPILOG: BENIH SILSILAH AGUNG DAN KEDAMAIAN ABADIWuuussshhh—Suara desiran angin laut selatan yang hangat bertiup lembut, menggoyangkan dedaunan pohon kelapa dan melambaikan tirai sutra putih di balkon kamar utama Villa Naga Langit. Villa megah yang berdiri megah di atas tebing karang tertinggi di Teluk Jianghai itu kini menjadi tempat peraduan paling privat di seluruh jagat raya—sebuah kediaman fana yang dipasangi Formasi Penyegelan Delapan Alam, menjaga ketenangan penghuninya dari usikan dewa mana pun di Dunia Atas maupun fana.Sepuluh tahun telah berlalu sejak kehancuran Sekte Langit Jiwa dan penundukan Benua Awan Surgawi di bawah dekret absolut sang Kaisar Naga. Bagi dunia fana, sepuluh tahun adalah waktu yang cukup untuk mengubah lanskap bisnis global. Di bawah kendali mutlak Konsorsium Naga dan Grup Lin yang dipimpin oleh jalur manajemen Gao Yuan, Kota Jianghai telah berubah menjadi metropolitan paling maju dan paling aman di dunia. Tidak ada lagi Aliansi Yanjing, tidak ada lagi persaingan keluarga cabang Lin, d
Huling Na-update: 2026-07-29
Chapter: BAB 108: Penguasa Baru Benua Awan Surgawi SHUUUUUT— Lautan Api Naga Primordial warna emas murni perlahan meredup, meninggalkan keheningan mutlak di puncak Gunung Langit Jiwa yang kini telah berubah menjadi dataran pualam cair yang membeku menjadi kristal emas transparan. Tidak ada lagi sisa-sisa arwah kelam, tidak ada lagi deret pilar giok iblis, dan tidak ada lagi sosok Master Sekte Ji Wuya beserta aliansinya. Sekte Langit Jiwa—yang telah berdiri tegak memancarkan tirani selama puluhan ribu tahun di Benua Awan Surgawi—kini terhapus total dari peta kekuatan Dunia Atas hanya dalam satu malam. Di tengah-tengah dataran kristal emas yang memancarkan pendaran cahaya suci tersebut, Long Chen berdiri tegak. Mantel parit hitamnya berkibar anggun tertiup angin puncak gunung yang kini terasa teramat segar dan kaya akan energi spiritual murni yang baru saja dimurnikan dari sisa-sisa aura kejahatan. Lin Xinyan menyandarkan tubuh indahnya di dalam pelukan Long Chen. Sepasang mata perak
Huling Na-update: 2026-07-28
Chapter: BAB 107: Kebangkitan Arwah LeluhurBOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Ribu-ribuan anak tangga batu giok yang menanjak menuju Puncak Utama Gunung Langit Jiwa berguncang hebat di bawah pijakan kaki Long Chen dan Lin Xinyan. Awan merah pekat yang menyelimuti puncak gunung mendadak berputar membentuk pusaran darah raksasa. Bau amis darah kuno dan aroma kebusukan berabad-abad terpancar hebat, menekan atmosfer Benua Awan Surgawi hingga langit malam berubah menjadi merah kehitaman yang membakar.Di pelataran luar Aula Agung Penghakiman, Master Sekte Ji Wuya berdiri di tengah-tengah formasi bintang bersudut delapan. Delapan Master Sekte aliansi dari Ranah Jiwa Nascent (Nascent Soul) berdiri di sekelilingnya, menancapkan pedang dan pusaka spiritual mereka ke lantai batu untuk mengalirkan darah serta basis kultivasi mereka secara masif."Dengan darah sembilan sekte dan silsilah jiwa para pembantai..." Ji Wuya menyayat telapak tangan kirinya, membiarkan darah kentalnya memancur ke atas altars giok hitam di depannya. "Arwa
Huling Na-update: 2026-07-27
Chapter: BAB 106: Pembantaian di Gerbang UtamaKRAAAK... CRACK!Patung-patung kristal es murni yang menampung raga dan jiwa tiga ratus kultivator Sekte Langit Jiwa seketika retak, lalu hancur menjadi debu es halus yang melayang kaku ditelan angin Puncak Langit. Suasana di atas Panggung Langit kini berubah menjadi sunyi senyap yang mengerikan, hanya diselingi oleh deru napas panik dari para penatua yang tersisa.Tetua Agung Duan gemetar hebat. Tongkat kepala naga hitam di genggamannya bergetar tajam, menghantam lantai pualam hingga memercikkan bunga api. Tatapannya berganti-ganti antara Lin Xinyan—wanita berbaju putih yang memancarkan dominasi es abadi—dan Long Chen, pria bergaya santai dengan mantel parit hitam yang berdiri seolah-olah seluruh benua ini hanyalah halaman belakang rumahnya."Iblis... Mereka berdua adalah iblis dari neraka purba!" jerit Penatua Zhao, wajahnya yang semula angkuh kini sepucat mayat. Dia tidak lagi memedulikan martabat sebagai penatua Ranah Inti Emas Tahap Sembilan; tubuhnya berbalik,
Huling Na-update: 2026-07-27
Chapter: BAB 105: Pijakan Pertama di Puncak LangitBOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Langit di atas Benua Awan Surgawi—wilayah terdepan Dunia Kultivasi Atas—mendadak terbelah oleh ledakan pilar cahaya keemasan yang teramat dahsyat. Pilar cahaya itu tidak sekadar menembus awan, melainkan merobek Formasi Pembantai Dewa Sembilan Bintang yang dipasang oleh gabungan aliansi sekte hingga menjadi serpihan energi tak berguna.Gelombang kejut spasial tercipta dalam radius ratusan mil. Ribuan pilar batu giok yang mengapung di sekeliling Pintu Langit hancur berkeping-keping. Udara yang semula tenang kini dipenuhi oleh bau hangus energi spiritual dan ratapan kesakitan dari ratusan murid penegak hukum Sekte Langit Jiwa yang terlempar secara tragis akibat hempasan Qi Naga Primordial.Wussshhh—Saat debu spiritual dan cahaya perak perlahan memudar, dua sosok manusia melayang turun secara anggun dari balik pusaran ruang yang robek.Long Chen melayang di udara dengan mantel parit hitamnya yang berkibar perlahan. Tangan kirinya masih m
Huling Na-update: 2026-07-26
Chapter: BAB 104: Menembus Tirai LangitBOOOOOM!!!!!!!!!!!!!!!!Dentuman guntur spasial kembali membelah malam di atas Samudra Selatan. Udara di sekeliling Kota Jianghai mendadak terasa sarat akan fluktuasi Qi yang teramat padat. Konsentrasi energi spiritual yang membuncah keluar dari retakan Pintu Langit membuat pepohonan di sepanjang pesisir pantai tumbuh meninggi dalam hitungan detik, sementara air laut memancarkan pendaran cahaya biru mikroskopis akibat terkontaminasi oleh energi Dunia Atas.Di atas landasan helipad pribadi di puncak gedung Konsorsium Naga, angin malam bertiup sangat kencang, mengibarkan mantel parit hitam milik Long Chen dan gaun sutra es putih perak yang dikenakan Lin Xinyan.Di hadapan mereka, Gao Yuan berlutut dengan satu kaki bersama seratus prajurit elit Konsorsium Naga. Wajah para pengawal setia itu dipenuhi oleh campuran rasa hormat yang mendalam dan kesedihan yang sulit disembunyikan. Mereka tahu bahwa begitu Long Chen dan Lin Xinyan melangkah menembus retakan langit malam in
Huling Na-update: 2026-07-26