เข้าสู่ระบบMereka saudara kembar selalu kompak di mana saja sampai akhirnya ketika dewasa dan menemukan pendamping sesuai kriteria mereka masing-masing, disitulah untuk pertama kalinya mereka menjadi bumi dan langit. Suratman bekerja sebagai konsultan sebuah bank swasta terkemuka dan beristrikan seorang wanita penggila kerja sebagai sekretaris sebuah hotel berbintang lima. Sedangkan Suratmin hanya seorang cleaning servis di rumah makan dan beristrikan seorang Ibu Rumah Tangga saja. Dalam hal mendidik anak pun mereka berbeda, sehingga suatu hari anaknya pun yang menjadi korban. Apa yang terjadi dengan mereka?
ดูเพิ่มเติมRUBI MONTENEGRO
— ¿De verdad te vas a comer eso, Rubi? Me paralicé. Era solo media papa cocida. Mi estómago rugía fuerte, pero solté los cubiertos en el plato de inmediato. El ruido hizo que mi madre pusiera los ojos en blanco. — No almorcé, mamá... — murmuré, encogiendo los hombros, intentando ocupar menos espacio en la silla. Algo imposible para alguien de 110 kg. — Y tampoco deberías cenar — replicó ella, bebiendo un sorbo de su vino. — Mírate. El vestido que mandé a hacer a medida la semana pasada ya está a punto de reventar en las costuras. ¿No te da vergüenza? Bajé la cabeza, sintiendo que mi rostro ardía. — Lo siento mucho. — ¿Lo sientes mucho? — Ella se rio, un sonido cruel y sin gracia. — "Lo siento mucho" no cambia nada, Rubi. Sigues siendo un pozo sin fondo. ¿Tienes idea de cuánto dinero gastamos en ti? Comida, ropa de tallas gigantescas, médicos... La mitad de la fortuna de tu padre se fue en mantener tu gula. Las lágrimas se formaron en mis ojos. Yo sabía que la empresa de papá estaba mal, pero escuchar que la culpa era mía... que yo me había "comido" el dinero de la familia dolía mucho. — Leonora, basta — interrumpió mi padre, pero sin mirarme. — Deberías ser más sutil. — La sutileza no funciona con Rubi, querido. Ella necesita escuchar la verdad. — Mi madre se levantó y se acercó a mí. Me apretó el brazo gordito con sus uñas afiladas. — Tu hermana, Camila, se casó con un diplomático porque es hermosa y delgada. Ella es un orgullo. Tú eres nuestra ruina. Me tragué el llanto, sintiendo el sabor amargo de la humillación. — ¿Qué está pasando? — No había hecho nada, pero estaban peor que de costumbre. Mi padre tiró una carpeta frente a mí. El impacto derribó mi vaso de agua, mojando el mantel. A nadie le importó. — Estamos en la quiebra, Rubi. La casa, los autos, el banco nos va a quitar todo. A menos que hagas algo útil en tu vida. Miré la carpeta. Había un logotipo dorado en la portada: Beckett Industries. — ¿Qué es esto? — Un contrato de matrimonio — respondió mi padre. — Te vendí. — ¿Qué? — El CEO, Ares Beckett, aceptó limpiar todas nuestras deudas. Él va a salvar nuestra reputación y darnos una vida cómoda de nuevo. A cambio, quiere una esposa. Abrí mucho los ojos. ¿Ares Beckett? ¿El hombre más rico y codiciado del país? — Papá, esto es una locura. Ares Beckett puede tener a la mujer que quiera. ¿Por qué me querría a mí? Mi madre soltó una fuerte carcajada. — Al fin dices algo sensato. Realmente no hay motivo para que quiera a una ballena fea como tú. Es exactamente por eso que te eligió. — Se inclinó, susurrando cerca de mi rostro. — Él necesita una esposa para asegurar la herencia de su abuelo, pero no quiere dolores de cabeza. No quiere a una mujer hermosa y correr el riesgo de interesarse. Tú eres perfecta. Sentí un vacío abrirse en mi pecho. — ¿Me quiere porque cree que soy demasiado repugnante como para atraerlo? — Y le garanticé que eres callada y obediente — dijo mi padre, impaciente. — Lo dijo con todas las letras: "Quiero una mujer que no me moleste, como si no existiera". — ¡No voy a hacer esto! — Me levanté, derribando la silla. — ¡No soy un objeto! ¡Y no me voy a casar con un hombre que me tiene asco! Mi padre golpeó la mesa con tanta fuerza que los platos saltaron. — ¡No tienes opción! — gritó él, con el rostro rojo de ira. — ¡Te has pasado la vida entera siendo una carga! ¡Nosotros te mantuvimos, soportamos la vergüenza de tener una hija obesa mientras todos nuestros amigos tenían hijas perfectas! ¡Ahora es tu turno de pagar! — Si no firmas, nos echarán a la calle — agregó mi madre. — Y te juro, Rubi, que si tengo que vivir en un lugar asqueroso por tu culpa, nunca te lo perdonaré. Serás la culpable de la desgracia de tu familia. Otra vez. Miré el contrato borroso por mis lágrimas. No tenía a dónde ir. No tenía dinero, ni otra opción. — Es solo por un año — argumentó mi padre. — Ni siquiera vas a dormir con él. Solo tienes que firmar este papel y vivir en su casa. Suspiré, sintiendo mi alma romperse en pedacitos. — Está bien — susurré, derrotada. — Firmaré. ¿Cuándo lo voy a conocer? Mi padre caminó hacia la ventana y miró hacia la entrada de la mansión. — No hay tiempo para preparativos, Rubi. — Se dio la vuelta hacia mí, sin una gota de lástima en la mirada. — Límpiate esas lágrimas e intenta esconder esa barriga. Ares Beckett acaba de estacionar. La cena con tu prometido es ahora.Memang tidak diragukan dulu saat mereka satu kampus. Ayu yang terlahir dengan wajah cantik dan tubuh seksi, membuat siapa saja akan jatuh cinta dan tergoda, sehingga banyak para lelaki yang mencuri pandang dengannya dan ingin merasakan pelukan hangat dari Ayu. Apalagi cara berpakaian yang sangat terbuka membuat para pria panas dingin dibuatnya.“Apakah Ayu yang mengatakan hal itu dengan Bapak?” “Iya, kamu juga mencintai Ayu, kan?” tanya Suratman bersemangat dan melirik sinis kearah Suratmin. Rayhan menghela napas panjang, dia tahu akan terjadi seperti ini. Apalagi beberapa hari yang lalu Rayhan bersama Hanin melihat Ayu bergandengan tangan dengan pria yang lebih tua darinya.Saat mereka berbincang di ruangan Rayhan, tiba-tiba saja Pak Dibyo ayah kandung Rayhan masuk ke ruangan itu. Dia pun ikut terkejut dengan kehadiran dua orang saudara kembar itu. Dengan cepat Suratman berdiri untuk menyambut Pak Dibyo dan menghambur ke pelukan seakan mereka baru bertemu kembali sebagai seorang
Tepat pukul dua siang akhirnya Suratman sudah sampai di kantor Rayhan. Setelah memarkirkan mobilnya dia keluar dari mobil dengan senyuman semringah, berjalan tegak dengan membusungkan dadanya. Pria paru baya itu yakin kalau selain kerja sama itu dia juga menawarkan Ayu untuk dinikahinya. Apalagi kata putrinya sendiri kalau Rayhan juga sangat mencintai Ayu.“Ah sebentar lagi perusahaan ini akan menjadi milikku . Rasanya tidak sabar untuk bisa masuk di dalam keluarga Rayhan,” batin Suratman sambil menatap gedung tinggi itu, lalu melanjutkan langkahnya menuju lift. Dia pun menekan tombol lift pergi ke lantai empat tempat di mana ruang kerja Rayhan berada. Rasa gugup dan sedikit gelisah sudah menyelimuti hatinya. Tak lama kemudian pintu lift terbuka dia ib berjalan sedikit cepat karena waktu sudah menunjukkan pukul dua lewat lima menit.“Selamat siang Pak, dengan Bapak Suratman dari PT. Citra Kencana?” tanya Mila sekretaris Rayhan, menghentikan langkah Suratman yang ingin langsung masuk
“Ah sial ... kenapa harus sekarang?” tanyanya dalam hati.“Ada apa, Sayang?”“Nggak apa-apa, Pa!”Ayu lalu membalas pesan singkat itu sesaat lalu menaruh kembali ponselnya di dalam tas.“Sayang, kamu tidak usah ikut dulu, biar Papa yang bertemu Rayhan. Jika urusan Papa dengannya selesai dan menyetujui kerja sama ini maka itu sangat mudah kita masuk di dalam keluarga Wardana yang kaya raya,” jelas Suratman tersenyum bahagia.Namun saat mereka sedang membicarakan masalah itu, tiba-tiba perut Ayu terasa mual dan muntah.“Uek ... uek ...! Pa, perut Ayu sakit Pah!”Suratman yang melihat Ayu yang memegang perut langsung menghampiri dirinya dengan rasa panik.“Kenapa perut, Nak? Apakah tadi pagi kamu tidak makan atau kamu salah makan mungkin, kita ke dokter saja?” Suratman lalu mengambil kunci mobil dan ingin mengantar Ayu ke rumah sakit.Saat ingin memapah Ayu, dia merasa tidak tahan dan berlari ke toilet dengan cepat, Suratman begitu panik saat melihat Ayu muntah-muntah lagi.“Ayu ke kamar
“Oh ya kalian mau makan siang di sini?” tanya Hanin mengalihkan pembicaraan.“Nggak, mau main bola! Ya makan lah, kamu nggak lihat kita lagi nunggu antrean panjang itu, nyesel saya datang kemari dan bertemu kamu lagi di sini!” kilahnya berbohong.“Ayuk Dim, kita cari makan di tempat lain!” ajaknya lagi.“Kalian mau ke mana? Makan di sini saja,” ajak Hanin tersenyum.“Dengar ya Hanin, tidak usah berbaik hati dengan kami, memang hanya kamu saja yang menjual makanan, banyak kali dan pastinya enak juga,” Rayhan menatap lekat wajah Hanin yang masih terlihat lelah.“Kamu kenapa sih, dari awal kita bertemu kamu selalu jutek sama aku? Ada apa denganmu, Ray? Memang aku ada salah apa sama kamu?” tanya Hanin kesal kepada Rayhan.“Ayolah Ray, elo kenapa sih? Benar tuh yang dikatakan Hanin, elo itu bersikap aneh sama Hanin! Tunggu dulu kalian sudah saling kenal?” tanya Dimas penasaran.“Iya Mas, kita sudah kenal semenjak kami masih kecil,” jawab Hanin tersenyum.Rayhan hanya diam melihat Dimas ter
“Ayuk Sus, kalau mau bareng ke warung kebetulan kita juga mau ke sana, rencananya kita mau rujakan, kamu ikut saja,” ajak Bu Retno dengan senang hati mengajak Susi.Siska yang mendengar kalau ada makanan gratis pun dengan sigap mendatangi mereka yang asyik ngerumpi.“Loh, Bu saya kok nggak diajak i
Baiklah, kalian seperti benalu kok di rumah orang miskin, benalu itu di rumah orang kaya, ini nggak bisa dibiarin , pokoknya aku akan membuat mereka nggak ke sini lagi pelitnya minta ampun malah kita lagi yang dibilang pelit!” rutuknya dengan kesal.Setelah selesai makan mereka bersantai ria duduk
“Min, kapan anakmu lahir?” tanya Suratman saudara kembar Suratmin dengan nada mengejek.“Alhamdulilah, Mas, kata bidan sih tinggal menghitung hari saja paling tidak tiga atau lima hari lagi,” jawab Suratmin dengan santai sembari membuat meja kecil dari kayu untuk di dapurnya.“Berarti istri kamu me
“Ada Mas, nih seribu!” ucap Susi enteng.“Loh kok cuma seribu? Aku tadi kan ngasihnya seratus ribu, kok kembaliannya cuma seribu perak?” tanyanya dengan wajah yang sudah terlihat kusam dan jutek.“Loh Mas Ratman ini bagaimana sih? Tadi ada nggak nyuruh aku kembalikan uangnya harus berapa kan nggak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น