Chapter: Pidato Terakhir Dan Bunga Mawar HitamSatu hari sebelum hari H. Aula sekolah—ruangan terbesar dan paling bersejarah di gedung ini—dipenuhi oleh suara echo mikrofon dan langkah kaki ratusan siswa kelas XII yang sedang gelisah. Panitia Graduation (sebagian besar anak OSIS kelas 1 dan 2) berlarian seperti semut pekerja. Shinta berteriak pada tim dekorasi bunga yang salah warna. Fachri mengatur barisan paduan suara yang menyanyikan lagu sedih dengan nada sumbang. Aku berdiri di balik tirai panggung, di area gelap yang menjadi tempat persembunyian favoritku. Memantau semuanya. Memastikan variabel-variabel berjalan sesuai rencana. Di tengah panggung yang terang benderang, berdiri sosok itu. Kak Clarissa. Dia sedang mencoba jubah wisuda berwarna hitam dengan toga di kepalanya. Dia terlihat... dewasa. Sangat berbeda dengan Clarissa yang biasa memakai seragam ketat dan jas almamater di bahu. Jubah itu membuatnya tampak anggun, tapi juga... jauh. Dia sedang berdiskusi dengan MC tentang tata cara naik panggung. Gerakannya per
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: Pidato Terakhir Dan Bunga Mawar HitamSatu hari sebelum hari H.Aula sekolah—ruangan terbesar dan paling bersejarah di gedung ini—dipenuhi oleh suara echo mikrofon dan langkah kaki ratusan siswa kelas XII yang sedang gelisah.Panitia Graduation (sebagian besar anak OSIS kelas 1 dan 2) berlarian seperti semut pekerja. Shinta berteriak pada tim dekorasi bunga yang salah warna. Fachri mengatur barisan paduan suara yang menyanyikan lagu sedih dengan nada sumbang.Aku berdiri di balik tirai panggung, di area gelap yang menjadi tempat persembunyian favoritku. Memantau semuanya. Memastikan variabel-variabel berjalan sesuai rencana.Di tengah panggung yang terang benderang, berdiri sosok itu.Kak Clarissa.Dia sedang mencoba jubah wisuda berwarna hitam dengan toga di kepalanya. Dia terlihat... dewasa. Sangat berbeda dengan Clarissa yang biasa memakai seragam ketat dan jas almamater di bahu. Jubah itu membuatnya tampak anggun, tapi juga... jauh.Dia sedang berdiskusi dengan MC tentang tata cara naik panggung. Gerakannya percaya di
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: Transisi MusimMinggu-minggu menjelang Ujian Nasional (atau asesmen penggantinya) adalah masa-masa tergelap bagi siswa kelas 3, dan masa-masa tersunyi bagi siswa kelas 1 dan 2 karena kakak kelas mereka menghilang ditelan Try Out. Aku menyibukkan diri dengan program kerja baru. Digitalisasi perpustakaan, perbaikan sanitasi toilet (janji kampanye yang paling ditunggu siswa putri), dan restrukturisasi ulang sistem poin pelanggaran. Aku bekerja seperti mesin. Efisien. Cepat. Tanpa ampun. "Raihan, istirahatlah," tegur Shinta suatu sore. "Matamu sudah seperti panda. Kau mau menyaingi rekor begadang mantan ketua OSIS yang dikeluarkan itu?" "Aku baik-baik saja, Shinta. Masih banyak yang harus diurus." "Kau tidak baik-baik saja," Fachri menimpali sambil melempar bola basket ke arahku (yang untungnya berhasil kutangkap, refleksku membaik). "Kau merindukan Kak Clarissa, kan?" "Jangan bicara sembarangan." "Kelihatan jelas, Bung. Kau jadi lebih galak dari biasanya. Kemarin kau memarahi ketua ekskul Paskib
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: Residu PestaHukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat berubah bentuk.Aku berdiri di tengah lapangan sekolah yang sunyi pada pukul tujuh pagi di hari Minggu. Sampah plastik bekas botol minuman, sisa-sisa konfeti, dan jejak lumpur kering memenuhi aspal yang kemarin malam dipadati ribuan manusia.Energi euforia semalam kini telah berubah bentuk menjadi energi kinetik yang harus kami keluarkan untuk menyapu semua kekacauan ini."Kenapa..." Fachri merengek sambil menyeret kantong sampah hitam besar di belakangnya. "...kenapa bagian terburuk dari pesta selalu jatuh pada panitia inti?""Karena kita adalah pemimpin, Fachri," jawab Shinta yang sedang memungut sampah dengan penjepit besi, lengkap dengan sarung tangan karet dan masker medis (dia terlihat seperti tim forensik CSI). "Pemimpin yang baik tidak meninggalkan kotorannya untuk orang lain.""Teori yang bagus," gumamku sambil melipat terpal bekas stan Pak Wijaya. "Tapi secara praktis, ini nam
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: Panggung yang sesungguhnyaHari H.Kekacauan adalah kata yang terlalu halus. Ini adalah zona perang.Sejak gerbang dibuka pukul 8 pagi, ribuan siswa dan pengunjung umum membanjiri area sekolah. Musik berdentum keras. Stan makanan dipenuhi antrean. Dan stan properti Pak Wijaya?Ramai. Sangat ramai.Strategi booth foto instagramable berhasil total. Tia mendesain backdrop foto yang luar biasa estetik, membuat para siswa rela mengantre demi konten media sosial. Dan syaratnya? Follow akun dan isi data. Staf Pak Wijaya terlihat kewalahan namun tersenyum lebar melihat tumpukan data calon pembeli.Aku berdiri di ruang kontrol (sebenarnya cuma tenda kecil di samping panggung) sambil memegang walkie-talkie."Cek, Raihan. Stok konsumsi panitia menipis. Anak basket makan seperti monster," suara Shinta terdengar di earpiece."Kirim Fachri untuk beli nasi padang di depan. Pakai dana darurat. Jangan biarkan mereka kelaparan atau mereka akan memakan pengunjung," instruksiku."Copy that."Aku menghela napas lega. Sejauh ini, se
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: Diplomasi Meja HijauPagi itu, sinar matahari masuk melalui celah ventilasi ruang kesiswaan, menciptakan garis-garis cahaya yang menyinari debu-debu beterbangan. Tapi bagi diriku yang sedang duduk di kursi kayu keras ini, sinar itu terasa seperti lampu interogasi polisi.Di hadapanku duduk Pak Teguh. Pria paruh baya dengan kumis tebal yang menjadi ciri khas kedisiplinannya. Di meja, tergeletak proposal revisi dan fotokopi cek senilai 30 juta rupiah yang baru saja kuserahkan.Di sudut ruangan, duduk Bu Annisa yang sedang pura-pura sibuk membaca koran, namun aku tahu telinganya terpasang tajam. Dan di sampingku—berdiri dengan pose santai seolah ini adalah rumah neneknya—adalah Kak Clarissa."Raihan," suara Pak Teguh berat, menekan setiap suku kata. "Bisa kau jelaskan apa arti dari 'Stan Promosi Eksklusif' dan 'Pengumpulan Data Wali Murid' ini? Sejak kapan sekolah kita menjadi agen pemasaran properti?""Sejak Bapak menantang saya untuk mengadakan acara megah tanpa anggaran sekolah, Pak," jawabku tenang. Seti
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: Chapter 112 [Tamat]Matahari kembali memperlihatkan sosoknya yang agung. Dia begitu bersinar dan nampak cerah dengan cahaya alaminya. Di pagi hari ini, wajah para pasukan aliansi kembali pada titik mereka bisa tersenyum setelah melewati malam yang begitu mengerikan. Saat pemimpin mereka melawan paus keimanan, mereka diserbu oleh pasukan musuh yang tidak mempunyai nyali ataupun takut di dalam diri mereka. Beberapa teman yang mereka kenal lama atau baru kenal saat di perjalanan mati dengan keadaan mengenaskan. Setelah pertempuran semalam, mereka memutuskan untuk berkabung sebentar saat itu juga, karena tidak banyak waktu lagi bagi mereka untuk bergerak. Raja Aria dan Ratu Brimmid sebenarnya sudah memutuskan untuk mereka beristirahat dan menjaga kota, tapi para pasukan akan merasa sangat tidak termotivasi jika tidak ikut dengan pemimpin mereka. Meneriakkan kemenangan bersama dengan para pemimpin adalah salah satu motivasi mereka agar tidak terpuruk sesudah pertempuran. Jasad Paus Keimanan tidak dapat
Last Updated: 2022-11-21
Chapter: Chapter 111Lalu kemudian Gillechrìosd merasakan rasa takut yang besar, tapi dirinya tidak bisa merespons hingga akhirnya tanpa ia sadar, wajahnya sudah mencium tanah dengan keras. "Mhmffuu!" Serangan itu berasal dari Aria. Dia menenggelamkan wajah Gillechrìosd dengan kekuatannya sendiri hingga menghantam dan menghancurkan tanahnya. Setelah memberikan serangan, Aria lalu membawa Ninelie ke tempat yang aman dan mematikan sihir cahaya yang berakibat fatal bagi Ninelie. Dengan sihir yang sudah dimatikan, Ninelie yang tidak berdaya masih bisa belum merespons. "Florithe." ucap Aria untuk memberikan tindakan khusus."Ya." Florithe dengan segera datang dan menyembuhkan Ninelie. "Aku tidak menyangka dia bisa mengubah darah menjadi senjata." Sambil menyembuhkan Ninelie, Aria memulai percakapan. Mengingat jarang sekali melihat sihir yang identik, ia tidak bisa menahan rasa penasarannya.Florithe juga tidak keberatan. Konsentrasinya tidak mudah luntur hanya dengan percakapan biasa. "Itu adalah kemampua
Last Updated: 2022-11-21
Chapter: Chapter 110Gillechrìosd menatap tajam ke arah Aria yang menunjukkan posisi sedikit tertunduk, seakan menahan rasa sakit serangan miliknya. Dari jari tengah tangan kanannya, dia melihat darah menetes ke tanah. "Jadi aku masih terkena serangannya." umpat dirinya lalu, Gillechrìosd mendecak. "Itu membuatku kesal." Gillechrìosd menghapus darahnya lalu melangkah ke mendekati Aria yang masih belum bergerak. "Baiklah, kau tidak sedang tidur sekarang, bukan? Mari kita lanjutkan pestanya." Gillechrìosd melebarkan kalung yang ia lilitkan di tangan kanannya sambil membaca mantra. Tangan kanannya kini dikelilingi oleh lingkaran sihir tiga lapis berwarna biru dengan kalung lambang agamanya yang ikut bersinar. "Ini akan menjadi sesuatu yang bagus saat otakmu meleleh. Holy Fire!" Tangan kanan Gillechrìosd langsung diselimuti oleh api berwarna biru putih menggantikan lingkaran sihirnya. Namun lagi-lagi, tanpa dirinya sadar, seseorang menyerang dirinya sekali lagi. Tapi ia dapat merasakan serangan itu saat
Last Updated: 2022-11-21
Chapter: Chapter 109Berdiri di antara pasukannya, Gillechrìosd memasang senyum segar di wajahnya. Badannya masih dalam posisi yang sempurna. Goresan serta lecet dan beberapa luka yang ia dapatkan saat pertarungan melawan Aria hilang tanpa jejak. Tatapan matanya begitu tinggi dan mengejek sosok lawannya yang ia pikir berdosa. Gillechrìosd menilai mereka semua adalah sampah yang seharusnya dewanya tidak ciptakan. Tidak ada sifat mulia bahkan dengan berani menginjakkan kakinya di tempat suci untuk peribadatan. "Untuk seorang raja baru dari kerajaan Ordioth, kau lumayan." Dari nadanya, siapapun bisa mendengar bahwa nada itu adalah nada ejekan yang diberikan kepada Aria. "Bahkan setelah melawan tubuh keduaku ... Mungkin hanya kau yang bisa membuatnya tidak sadarkan diri." Gillechrìosd mengocehkan kehebatannya dengan gerak gerik seorang bangsawan yang memiliki kekuasaan absolut. Dengan postur tubuh yang bagus dan wajah yang tampan, Gillechrìosd masuk dalam jajaran kedua orang yang dibenci oleh Aria setel
Last Updated: 2022-11-21
Chapter: Chapter 108Di depan mereka, berseberangan dengan tempat mereka berdiri, muncul dari kegelapan bayangan, disinari dengan sedikit cahaya bulan, terdapat seorang pria menggunakan baju pendeta, sama seperti yang dikenakan para paus yang ditemukan oleh Aria sebelumnya. Tetapi pria itu memiliki banyak hiasan keagamaan yang menempel di pakaiannya. Terdapat rantai, kalung, juga buku yang menempel pada baju pendetanya. Rambut pria itu panjang dan berwarna keemasan. Tubuhnya tinggi juga proporsional. Dilihat dari kulitnya, usia orang itu terbilang sangat muda dibandingkan dengan paus lainnya yang ada di teokrasi. Ninelie yang melihat itu langsung masuk dalam mode siaga untuk bertempur. "Hati-hati. Dia sangat kuat." "Sangat kuat? Dia?" Aria yang diberi peringatan oleh Ninelie bertanya kembali untuk memastikan.Ninelie kembali membalasnya sambil mempertahankan sikap siaganya. "Ya, meskipun penampilannya terlihat seperti itu dia adalah orang yang terkuat di Teokrasi." "Jadi itu bukan Paus Keberanian?"
Last Updated: 2022-11-20
Chapter: Chapter 107Setelah membunuh karakter yang Aria pribadi benci, Aria bersama dengan Florithe keluar dari dalam gedung melewati puing-puing bangunan yang hancur, efek dari serangan pedang Arthur yang bertabrakan dengan pelindung sihir milik Aria. Matahari di sana sudah melumpuhkan warna oranye, dan bayang-bayang bangunan di sekitar taman utama mencerminkan waktunya untuk istirahat dari segala aktivitas. Tetapi taman itu sudah sunyi. Tidak ada satupun aktivitas terasa di taman utama teokrasi yang menjadi pusat dari segala acara keagamaan. Aria yang masih di sekitar gedung itu melihat ke arah matahari dengan mata yang penuh dengan keinginan kuat. Tetapi secara visual matanya hanya menatap keindahan matahari itu. Menjadikan balas dendam sebagai alasan utama ketidakbergunaan diri sendiri berjalan di atas dunia. Dan yang membuat itu semakin buruk, karena menjadikan aksi selingkuh tunangannya sebagai alasan utama. Benar-benar bodoh sekali. Angin berembus yang membuat pakaian Aria dan Florithe mengik
Last Updated: 2022-11-20