INICIAR SESIÓNSelama 15 tahun sekolahnya, hidup Raihan selalu dipenuhi dengan buku dan juga materi-materi pelajaran. Raihan selalu berpikir bahwa hidupnya berbeda dengan manusia kebanyakan, membandingkan dirinya juga mengumpat dia tidak diberi kebahagiaan dan mimpi yang sama. Raihan menyadari ada yang salah dengan dirinya, tetapi tidak tahu apa dan tidak tahu cara mengatasinya. Semenjak memasuki SMA, Raihan bertemu dengan orang-orang yang dapat mengatasi hal itu. Dari sini, Raihan sedikit demi sedikit mendapatkan kebahagiaan dan harapan yang selalu ia umpat selama 15 tahun hidup. Thanks to my friends who make the cover for me. Let's follow him on Instagram: @sansan_ar
Ver másBanyak sekali cerita tentang kisah cinta yang populer berakhir tragis. Sebagai contoh yang terkenal dan tidak asing di telinga adalah kisah dari Romeo dan Juliet. Cinta mereka terhalangi kedua buah keluarga, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka agar cinta mereka abadi.
Sebagai contoh lain adalah cerita dari Cleopatra dan Mark Antony. Cinta mereka mendapat kecaman dari orang Romawi sehingga saat terjadi perang, Antony mendapatkan kabar Cleopatra sudah tiada. Mendengar hal itu, Antony menghunuskan pedangnya sendiri. Sedangkan di sisi lain, Celopatra pun mengorbankan hidupnya setelah mendapati kematian dari kekasihnya tersebut.
Tetapi terdapat pula kisah cinta dengan akhir yang bahagia. Bahkan kisah cinta yang bahagia itu seperti mempunyai dukungan yang luar biasa.
Sebagai contohnya adalah cerita dari Cinderella.
Cinderella dibantu oleh peri agar ia dapat pergi ke pesta sang pangeran. Tidak berhenti di situ, sepatu Cinderella yang tertinggal pun tidak berubah ataupun menghilang setelah melewati tengah malam yang membuat sang pangeran dapat menemukan Cinderella. Dalam kasus ini, kita bisa membuktikan bahwa Cinderella sangatlah beruntung seperti Tuhan yang selalu mengikutinya.
Dari hal itu bisa dapat aku simpulkan fakta bahwa yang dinamakan cinta itu adalah sesuatu yang rumit. Jika ingin menjauhi dari hal itu, sifat biologis dasar manusia menolak untuk melakukannya karena manusia merupakan makhluk hidup sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Sedangkan di sisi lain, jika ingin terlibat dalam masalah percintaan tersebut, kita harus siap menghadapi dua kemungkinan yang ada:
Mendapat akhir yang bahagia dengan penuh keberuntungan, atau mendapat akhir yang bisa membuat hidupmu berakhir dengan tragis.
Satu hari sebelum hari H. Aula sekolah—ruangan terbesar dan paling bersejarah di gedung ini—dipenuhi oleh suara echo mikrofon dan langkah kaki ratusan siswa kelas XII yang sedang gelisah. Panitia Graduation (sebagian besar anak OSIS kelas 1 dan 2) berlarian seperti semut pekerja. Shinta berteriak pada tim dekorasi bunga yang salah warna. Fachri mengatur barisan paduan suara yang menyanyikan lagu sedih dengan nada sumbang. Aku berdiri di balik tirai panggung, di area gelap yang menjadi tempat persembunyian favoritku. Memantau semuanya. Memastikan variabel-variabel berjalan sesuai rencana. Di tengah panggung yang terang benderang, berdiri sosok itu. Kak Clarissa. Dia sedang mencoba jubah wisuda berwarna hitam dengan toga di kepalanya. Dia terlihat... dewasa. Sangat berbeda dengan Clarissa yang biasa memakai seragam ketat dan jas almamater di bahu. Jubah itu membuatnya tampak anggun, tapi juga... jauh. Dia sedang berdiskusi dengan MC tentang tata cara naik panggung. Gerakannya per
Satu hari sebelum hari H.Aula sekolah—ruangan terbesar dan paling bersejarah di gedung ini—dipenuhi oleh suara echo mikrofon dan langkah kaki ratusan siswa kelas XII yang sedang gelisah.Panitia Graduation (sebagian besar anak OSIS kelas 1 dan 2) berlarian seperti semut pekerja. Shinta berteriak pada tim dekorasi bunga yang salah warna. Fachri mengatur barisan paduan suara yang menyanyikan lagu sedih dengan nada sumbang.Aku berdiri di balik tirai panggung, di area gelap yang menjadi tempat persembunyian favoritku. Memantau semuanya. Memastikan variabel-variabel berjalan sesuai rencana.Di tengah panggung yang terang benderang, berdiri sosok itu.Kak Clarissa.Dia sedang mencoba jubah wisuda berwarna hitam dengan toga di kepalanya. Dia terlihat... dewasa. Sangat berbeda dengan Clarissa yang biasa memakai seragam ketat dan jas almamater di bahu. Jubah itu membuatnya tampak anggun, tapi juga... jauh.Dia sedang berdiskusi dengan MC tentang tata cara naik panggung. Gerakannya percaya di
Minggu-minggu menjelang Ujian Nasional (atau asesmen penggantinya) adalah masa-masa tergelap bagi siswa kelas 3, dan masa-masa tersunyi bagi siswa kelas 1 dan 2 karena kakak kelas mereka menghilang ditelan Try Out. Aku menyibukkan diri dengan program kerja baru. Digitalisasi perpustakaan, perbaikan sanitasi toilet (janji kampanye yang paling ditunggu siswa putri), dan restrukturisasi ulang sistem poin pelanggaran. Aku bekerja seperti mesin. Efisien. Cepat. Tanpa ampun. "Raihan, istirahatlah," tegur Shinta suatu sore. "Matamu sudah seperti panda. Kau mau menyaingi rekor begadang mantan ketua OSIS yang dikeluarkan itu?" "Aku baik-baik saja, Shinta. Masih banyak yang harus diurus." "Kau tidak baik-baik saja," Fachri menimpali sambil melempar bola basket ke arahku (yang untungnya berhasil kutangkap, refleksku membaik). "Kau merindukan Kak Clarissa, kan?" "Jangan bicara sembarangan." "Kelihatan jelas, Bung. Kau jadi lebih galak dari biasanya. Kemarin kau memarahi ketua ekskul Paskib
Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat berubah bentuk.Aku berdiri di tengah lapangan sekolah yang sunyi pada pukul tujuh pagi di hari Minggu. Sampah plastik bekas botol minuman, sisa-sisa konfeti, dan jejak lumpur kering memenuhi aspal yang kemarin malam dipadati ribuan manusia.Energi euforia semalam kini telah berubah bentuk menjadi energi kinetik yang harus kami keluarkan untuk menyapu semua kekacauan ini."Kenapa..." Fachri merengek sambil menyeret kantong sampah hitam besar di belakangnya. "...kenapa bagian terburuk dari pesta selalu jatuh pada panitia inti?""Karena kita adalah pemimpin, Fachri," jawab Shinta yang sedang memungut sampah dengan penjepit besi, lengkap dengan sarung tangan karet dan masker medis (dia terlihat seperti tim forensik CSI). "Pemimpin yang baik tidak meninggalkan kotorannya untuk orang lain.""Teori yang bagus," gumamku sambil melipat terpal bekas stan Pak Wijaya. "Tapi secara praktis, ini nam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñasMás