LOGINSelama 15 tahun sekolahnya, hidup Raihan selalu dipenuhi dengan buku dan juga materi-materi pelajaran. Raihan selalu berpikir bahwa hidupnya berbeda dengan manusia kebanyakan, membandingkan dirinya juga mengumpat dia tidak diberi kebahagiaan dan mimpi yang sama. Raihan menyadari ada yang salah dengan dirinya, tetapi tidak tahu apa dan tidak tahu cara mengatasinya. Semenjak memasuki SMA, Raihan bertemu dengan orang-orang yang dapat mengatasi hal itu. Dari sini, Raihan sedikit demi sedikit mendapatkan kebahagiaan dan harapan yang selalu ia umpat selama 15 tahun hidup. Thanks to my friends who make the cover for me. Let's follow him on Instagram: @sansan_ar
View MoreSatu hari sebelum hari H. Aula sekolah—ruangan terbesar dan paling bersejarah di gedung ini—dipenuhi oleh suara echo mikrofon dan langkah kaki ratusan siswa kelas XII yang sedang gelisah. Panitia Graduation (sebagian besar anak OSIS kelas 1 dan 2) berlarian seperti semut pekerja. Shinta berteriak pada tim dekorasi bunga yang salah warna. Fachri mengatur barisan paduan suara yang menyanyikan lagu sedih dengan nada sumbang. Aku berdiri di balik tirai panggung, di area gelap yang menjadi tempat persembunyian favoritku. Memantau semuanya. Memastikan variabel-variabel berjalan sesuai rencana. Di tengah panggung yang terang benderang, berdiri sosok itu. Kak Clarissa. Dia sedang mencoba jubah wisuda berwarna hitam dengan toga di kepalanya. Dia terlihat... dewasa. Sangat berbeda dengan Clarissa yang biasa memakai seragam ketat dan jas almamater di bahu. Jubah itu membuatnya tampak anggun, tapi juga... jauh. Dia sedang berdiskusi dengan MC tentang tata cara naik panggung. Gerakannya per
Satu hari sebelum hari H.Aula sekolah—ruangan terbesar dan paling bersejarah di gedung ini—dipenuhi oleh suara echo mikrofon dan langkah kaki ratusan siswa kelas XII yang sedang gelisah.Panitia Graduation (sebagian besar anak OSIS kelas 1 dan 2) berlarian seperti semut pekerja. Shinta berteriak pada tim dekorasi bunga yang salah warna. Fachri mengatur barisan paduan suara yang menyanyikan lagu sedih dengan nada sumbang.Aku berdiri di balik tirai panggung, di area gelap yang menjadi tempat persembunyian favoritku. Memantau semuanya. Memastikan variabel-variabel berjalan sesuai rencana.Di tengah panggung yang terang benderang, berdiri sosok itu.Kak Clarissa.Dia sedang mencoba jubah wisuda berwarna hitam dengan toga di kepalanya. Dia terlihat... dewasa. Sangat berbeda dengan Clarissa yang biasa memakai seragam ketat dan jas almamater di bahu. Jubah itu membuatnya tampak anggun, tapi juga... jauh.Dia sedang berdiskusi dengan MC tentang tata cara naik panggung. Gerakannya percaya di
Minggu-minggu menjelang Ujian Nasional (atau asesmen penggantinya) adalah masa-masa tergelap bagi siswa kelas 3, dan masa-masa tersunyi bagi siswa kelas 1 dan 2 karena kakak kelas mereka menghilang ditelan Try Out. Aku menyibukkan diri dengan program kerja baru. Digitalisasi perpustakaan, perbaikan sanitasi toilet (janji kampanye yang paling ditunggu siswa putri), dan restrukturisasi ulang sistem poin pelanggaran. Aku bekerja seperti mesin. Efisien. Cepat. Tanpa ampun. "Raihan, istirahatlah," tegur Shinta suatu sore. "Matamu sudah seperti panda. Kau mau menyaingi rekor begadang mantan ketua OSIS yang dikeluarkan itu?" "Aku baik-baik saja, Shinta. Masih banyak yang harus diurus." "Kau tidak baik-baik saja," Fachri menimpali sambil melempar bola basket ke arahku (yang untungnya berhasil kutangkap, refleksku membaik). "Kau merindukan Kak Clarissa, kan?" "Jangan bicara sembarangan." "Kelihatan jelas, Bung. Kau jadi lebih galak dari biasanya. Kemarin kau memarahi ketua ekskul Paskib
Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat berubah bentuk.Aku berdiri di tengah lapangan sekolah yang sunyi pada pukul tujuh pagi di hari Minggu. Sampah plastik bekas botol minuman, sisa-sisa konfeti, dan jejak lumpur kering memenuhi aspal yang kemarin malam dipadati ribuan manusia.Energi euforia semalam kini telah berubah bentuk menjadi energi kinetik yang harus kami keluarkan untuk menyapu semua kekacauan ini."Kenapa..." Fachri merengek sambil menyeret kantong sampah hitam besar di belakangnya. "...kenapa bagian terburuk dari pesta selalu jatuh pada panitia inti?""Karena kita adalah pemimpin, Fachri," jawab Shinta yang sedang memungut sampah dengan penjepit besi, lengkap dengan sarung tangan karet dan masker medis (dia terlihat seperti tim forensik CSI). "Pemimpin yang baik tidak meninggalkan kotorannya untuk orang lain.""Teori yang bagus," gumamku sambil melipat terpal bekas stan Pak Wijaya. "Tapi secara praktis, ini nam
“Selamat datang, Raihan.”Suara itu terdengar ketika dia sudah membuka pintu yang ada di hadapanku. Dengan mendengar suara itu juga, aku melihat seorang gadis sedang menggunakan pakaian lengan panjang ditutupi oleh celemek berwarna biru polos dengan kantung di bawahnya. Gadis it
Ketika akhirnya tanggal untuk Ujian Tengah Semester dimulai, seluruh kegiatan ekstrakurikuler diberhentikan untuk sementara.. Seperti pada umumnya, ketika UTS berlangsung, jam pulang sekolah dipercepat dan jam istirahat semakin banyak. Bagi seluruh siswa pastinya ketika dua hal tersebut di
Libur selama 3 hari setelah UTS telah berakhir. Saat ini sekolah sudah memasuki bulan yang baru kembali.Setelah pergi berbelanja waktu itu, kami tidak pernah bertemu kembali secara langsung selama 5 hari. Kami hanya berbicara melalui grup yang sudah dibuat di aplikasi MINE sebelumnya.
Akhirnya setelah beberapa hari terlewat, acara 17-an di SMA Fortuna Negara di mulai.Acara ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 17-18 Agustus, yaitu hari Kamis dan acara ini akan digelar.Di hari pertama tentu saja diawali dengan acara yang formal; kata pengantar dari pihak se
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore