Chapter: Bab 11Tiga minggu telah berlalu sejak Lavina ditahan. Tiga minggu sejak Arin mengetahui kebenaran tentang kematian ayahnya. Tiga minggu sejak Levis mengatakan bahwa ia punya pilihan untuk pergi atau tinggal.Dan Arin masih di sini.Ia tidak tahu persis mengapa ia belum pergi. Setiap pagi ia bangun, berpikir untuk mengemasi barang-barangnya, memanggil taksi, dan meninggalkan mansion megah ini selamanya. Tapi setiap pagi juga, ada sesuatu yang menahannya. Mungkin aroma kopi yang diseduh Naira. Mungkin sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya. Mungkin tatapan Levis saat mereka berpapasan di lorong—tatapan yang tidak lagi dingin, tapi juga tidak bisa ia artikan.Atau mungkin, Arin takut. Bukan takut pada Levis, tapi takut pada dirinya sendiri. Karena perlahan, tanpa disadari, ia mulai terbiasa dengan kehidupan ini. Mulai merasa aman. Mulai merasa... betah.Dan itu yang paling menakutkan.---Pagi ini, Arin duduk di teras belakang, menghadap ke taman. Matahari baru saja naik, menyinari
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: Bab 9Tiga hari telah berlalu sejak percakapan di perpustakaan itu. Tiga hari sejak Levis mengatakan bahwa ayahnya dibunuh. Tiga hari sejak dunia Arin terbalik untuk kesekian kalinya. Dan selama tiga hari itu, Levis tidak muncul. Arin bertanya pada Naira, tapi gadis itu hanya menggeleng. "Tuan sedang ada urusan di luar kota, Nona. Beliau bilang akan kembali beberapa hari lagi." Beberapa hari. Arin tidak tahu harus merasa lega atau cemas. Tanpa kehadiran Levis, mansion ini terasa lebih sunyi, tapi juga lebih berbahaya. Karena tanpa Levis, tidak ada yang melindunginya dari Lavina. Dari Evander. Dari semua ular yang bersembunyi di balik dinding mewah ini. --- Pagi ini, hujan akhirnya berhenti. Matahari muncul dari balik awan, menyinari halaman mansion dengan cahaya keemasan yang hangat. Arin memutuskan untuk berjalan-jalan di taman, ditemani Naira yang setia mengikuti dari belakang. Taman mansion itu luas—begitu luas hingga butuh sepuluh menit berjalan kaki dari teras depan hingga ke g
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: Bab 8Hujan masih mengguyur Kane ketika Arin terbangun keesokan paginya. Suara air yang jatuh dari langit-langit teras terdengar seperti tangisan panjang yang tak berujung. Ia membuka mata, menatap langit-langit kamar yang asing, dan untuk sesaat ia lupa di mana berada. Tapi nyeri di pergelangan tangannya segera mengembalikan ingatan.Mansion Levis Mouse. Perangkap yang disebut pernikahan.Arin bangkit, menggenggam jubahnya, dan melangkah ke jendela. Halaman mansion tenggelam dalam kabut tebal. Pepohonan bergoyang diterpa angin, dedaunan basah berserakan di mana-mana. Kolam renang yang semalam mengilap seperti kaca hitam kini keruh, dipenuhi daun-daun mati yang mengapung.'Seperti rumah ini,' pikirnya getir. 'Indah di luar, tapi mati di dalam.'Ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya. Arin membuka pintu, menemukan Naira berdiri dengan nampan sarapan—teh hangat, roti panggang dengan selai stroberi, dan sepiring buah segar."Selamat pagi, Nona," sapa Naira dengan senyum yang tampak dipa
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 7Malam itu, Arin duduk di tepi ranjang kamar yang terlalu luas untuknya. Kamar ini—kamar pengantin, kata Naira—tapi tak ada satu benda pun di sini yang terasa seperti miliknya. Bahkan aroma ruangan ini asing, campuran kayu mahoni dan parfum pria yang terlalu tajam.Parfum Levis.Arin menghela napas berat. Tangannya masih membiru bekas cengkeraman suaminya tadi pagi. 'Aku adalah maut yang kebetulan menikahimu.' Kalimat itu terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Ia mengangkat tangannya, menatap jejak biru di pergelangan. Sakit. Tapi bukan itu yang paling perih. Yang paling perih adalah bagaimana pria itu mengucapkan "sayang" pada wanita di telepon dengan suara yang begitu lembut—sesuatu yang tak akan pernah ia dengar untuk dirinya sendiri.Di luar, angin malam berdesir pelan. Arin bangkit, melangkah ke jendela. Dari sini ia bisa melihat halaman mansion yang luas, diterangi lampu taman kuning redup. Kolam renang mengilap seperti kaca hitam. Patung-patung marmer berjejer di sepan
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: Cinta atau madu?"Semalam kau darimana?" tanya Arin dengan raut wajah polos yang masih sungkan terhadap suaminya itu. "Apa urusanmu?" tekan Levis Mouse, suami yang baru satu hari saja bersama setelah pernikahan mereka. Arin mengangkat kepalanya, awalnya dia tak berani menatap, namun dirinya tidak lemah. Dia membusungkan dadanya dan mendekat seolah tak merasakan takut. "Aku adalah istrimu, tentu saja aku berlagak seperti istri di matamu. Meski aku tahu status ku di hidupmu tak pernah ada artinya. Namun, gelar yang kudapat saat menjadi istrimu tentu aku tak akan sia-siakan," ucap Arin tersenyum menantang. "Dan kamu pikir dengan dirimu yang bergemilang harta, aku akan diam, begitu maksudmu?" lanjut gadis itu sangat lantang. Levis Mouse sangat marah. Dia kembali mendekati gadis itu dan mencengangkan erat tangannya. Sedangkan Arin hanya membola, menatap lekat wajah suaminya itu. Perasaannya bertambah kalut. "Apa maksud dari ucapanmu itu gadis jalang? Aku bukan saja seorang suami untukmu, teta
Last Updated: 2024-11-02
Chapter: Menikah dengannya Keesokan harinya, Arin bangun saat mendengar bunyi jam beker. Tangannya meraihnya di atas nakas dan segera mematikannya. Dia melihat sudah pukul tujuh. Matanya yang masih mengantuk mau tidak mau harus membuka matanya, "ssshhh, aww," dia mendesis kesakitan saat bagian kepalanya masih terasa sakit, dia melihat tempat itu sangat berbeda dari kamarnya. Dimanakah dia? Arin mengelilingi setiap sudut kamar, ingin melihat kamar siapakah yang sangat indah itu yang tersusun rapi. Jauh dari kata berantakan yang sering dia lakukan di kamarnya sendiri.Dia berjalan menelusuri bingkai yang ada pada nakas di sebelah kiri ranjang. Dari jaraknya yang beberapa meter sedang mengerutkan kening seakan-akan dia pernah melihatnya. Karena rasa penasaran yang tinggi dia pun mendekatinya. Dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui siapa orang di balik foto tersebut."Dia? Apa ini adalah kamarnya?" batin Arin saat tercengang melihatnya.Bagaimana mungkin dia bisa berada di tempat pria itu, sedangkan dia baru sa
Last Updated: 2024-04-03
Chapter: KELUARGA BERTAMBAHEnam bulan kemudian. Rumah Stela dan Reno.Stela kini sedang hamil tua. Perutnya sudah besar, usia kehamilan sudah memasuki bulan kedelapan. Reno sangat protektif. Ia tidak mengizinkan Stela melakukan pekerjaan berat. Setiap pagi, ia menyiapkan sarapan sebelum berangkat kerja. Setiap sore, ia pulang lebih awal untuk menemani Stela. Setiap malam, ia memijat kaki Stela yang mulai bengkak.Glensi yang kini berusia 12 tahun, sudah menjadi remaja yang bertanggung jawab. Ia membantu ibu tirinya—begitu ia menyebut Reno, meskipun Reno bukan ayah kandungnya. Tapi Glensi sayang pada Reno. Reno tidak pernah membedakan. Ia memperlakukan Glensi seperti anak sendiri.“Glensi, tolong belikan gula di warung, ya,” pinta Stela suatu sore.“Iya, Bu. Glensi beli juga telur, ya. Stok habis.”“Iya, Nak. Terima kasih.”Glensi berlari ke warung. Di perjalanan, ia bertemu Laut yang baru pulang sekolah.“Laut! Ikut belanja yuk!” ajak Glensi.“Belanja apa?”“Gula sama telur. Buat Ibu.”Laut mengangguk. Mereka b
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: LANGKAH KEMENANGANTiga tahun kemudian. Rumah keluarga Alex.Laut kini berusia tiga belas tahun. Ia sudah duduk di bangku SMP kelas satu. Tubuhnya mulai meninggi, suaranya mulai berubah, dan ia mulai menunjukkan minat pada dunia teknologi dan desain. Nilai-nilainya bagus, terutama matematika dan menggambar teknik. Cita-citanya sebagai arsitek masih kuat, bahkan ia sudah mulai membuat sketsa rumah impian untuk keluarganya.Bintang berusia sembilan tahun. Gadis kecil itu kini duduk di kelas tiga SD. Rambut ikalnya panjang sebahu, matanya bulat dan bersinar, kulitnya putih bersih. Ia sangat populer di sekolah karena suaranya yang merdu. Setiap acara sekolah, ia selalu diminta menjadi penyanyi solo. Cita-citanya adalah menjadi dokter, seperti bundanya.Shinta kini sudah berusia 32 tahun. Wajahnya masih tampak muda, hampir tidak berubah sejak pertama kali menikah. Praktik dokter kecilnya di rumah kini sudah berkembang menjadi klinik sederhana dengan dua ruang periksa dan satu ruang rawat inap kecil. Ia memil
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: TUMBUH BERSAMASatu tahun kemudian. Rumah keluarga Alex.Bintang kini sudah berusia satu tahun. Bayi mungil yang dulu hanya bisa menangis dan tidur, kini sudah bisa merangkak, duduk sendiri, dan mulai belajar berdiri dengan berpegangan pada furnitur. Rambut hitamnya yang dulu tipis kini tumbuh tebal dan ikal, persis seperti rambut Alex. Matanya bulat dan hitam pekat, seperti milik Shinta. Kulitnya putih bersih, kombinasi sempurna dari kedua orang tuanya.Laut yang kini berusia lima tahun, sudah masuk TK B. Ia sangat bangga menjadi kakak. Setiap pulang sekolah, hal pertama yang ia lakukan adalah mencari Bintang.“Adek Bintang! Kakak pulang!” teriak Laut sambil melepas sepatunya di teras.Bintang yang sedang merangkak di ruang keluarga, menoleh. Wajahnya langsung berbinar. “Kak... Kak...” ucapnya terbata-bata.Laut berlari menghampiri, lalu mencium pipi Bintang. “Kakak kangen Adek! Adek sehat? Adek makan?”Shinta yang sedang memasak di dapur, tersenyum mendengar itu. “Laut, cuci tangan dulu! Jangan la
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: KELAHIRAN KEHIDUPAN BARUTiga bulan kemudian. Rumah baru.Waktu berlalu seperti air mengalir. Tak terasa, perut Shinta semakin membuncit. Usia kehamilannya sudah memasuki bulan kesembilan. Dokter Sari memprediksi bahwa persalinan akan terjadi dalam satu hingga dua minggu ke depan. Alex menjadi sangat protektif. Ia hampir tidak mengizinkan Shinta melakukan pekerjaan rumah tangga. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan. Setiap malam, ia memijat kaki Shinta yang mulai bengkak.“Kamu istirahat saja. Aku yang kerjakan semuanya,” kata Alex setiap kali Shinta mencoba membantu.“Alex, aku tidak sakit. Aku hanya hamil. Aku masih bisa memasak.”“Tidak bisa. Dokter bilang kamu harus banyak istirahat.”Shinta menghela napas, tapi hatinu hangat. Alex memang berlebihan, tapi itu karena ia peduli. Laut juga ikut-ikutan. Setiap pulang sekolah, ia langsung lari ke kamar Shinta, menempelkan telinganya di perut bundanya.“Bunda, adiknya ngomong nggak?”“Belum, Sayang. Adiknya masih di dalam perut. Nanti kala
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: KEBERSAMAAN YANG SEMPURNAKontrakan sederhana itu kini telah berubah. Bukan menjadi mewah, tapi menjadi lebih hangat. Dinding-dindingnya dicat warna krem muda pilihan Shinta. Tirai jendela berwarna biru langit yang membuat ruangan terasa lebih terang. Di sudut ruang keluarga, ada rak buku kayu buatan Alex sendiri, berisi buku-buku kedokteran Shinta dan buku cerita anak milik Laut.Hari itu, Sabtu pagi, sinar matahari masuk melalui jendela dapur. Shinta sedang memasak bubur ayam untuk sarapan. Laut duduk di meja makan, menggambar pemandangan dengan krayon warna-warni. Alex sedang memperbaiki kursi yang sedikit goyang.“Ayah, gambar Laut bagus nggak?” tanya Laut sambil mengangkat kertas gambarnya.Alex mendekat, melihat gambar itu. Ada tiga sosok: satu besar dengan kumis (Ayah), satu dengan rambut panjang (Bunda), dan satu kecil dengan senyum lebar (Laut). Di belakang mereka, ada rumah dengan cerobong asap yang mengepul.“Bagus sekali, Nak. Tapi mana adiknya?” tanya Alex.Laut mengerutkan dahi. “Laut belum punya
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: MASA LALU YANG DATANG KEMBALIHidup berjalan seperti sungai yang mengalir tenang. Tidak ada badai. Tidak ada gelombang besar. Hanya ketenangan yang selama ini mereka rindukan. Alex bangun setiap pukul lima pagi, menyiapkan sarapan untuk Shinta dan Laut, lalu berangkat ke kantor kecilnya. Agen keamanan yang ia dirikan bersama Victor dan Micheal kini sudah memiliki lima karyawan tetap dan dua belas klien tetap. Tidak besar, tapi cukup untuk membuat mereka tidak perlu khawatir soal uang lagi.Shinta semakin dikenal di lingkungan sekitar. Praktik dokter kecilnya kini buka setiap Senin hingga Jumat, dari pukul sembilan pagi sampai pukul dua siang. Pasiennya tidak hanya dari lingkungan sekitar, tapi juga dari kelurahan tetangga. Beberapa kali, ia dipanggil ke rumah sakit untuk membantu operasi kecil. Dokter Rina, mentor yang dulu menangani fisioterapinya, sering memintanya menjadi asisten.Laut kini berusia empat tahun. Bocah itu sudah bisa membaca tiga suku kata, sudah hafal doa sebelum tidur, dan sudah punya banyak te
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Epilog (End)Setelah dua tahun menikah Aulia masih belum memiliki anak. Sudah beberapa kali Aulia mengalami keguguran. Aulia sangat sedih karena sampai sekarang dia masih belum memberikan keturunan bagi Tuan Rey.Tuan Rey yang sedang menantikan anak dari sang istri memilih diam saja. Tidak pernah menyalahkan Aulia yang masih belum memberikan padanya keturunan. Dua tahun menikah, dia masih setia dengan pasangannya, hingga terakhir kali, Rina, mantan kekasihnya yang dulu tiba-tiba bekerja di perusahaannya. Cinta yang sudah lama dia kubur untuk gadis itu, kembali hidup saat dia bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Benih-benih cinta yang mulai muncul, membuat mereka diam-diam selingkuh dari Aulia.Rina yang merupakan sahabatnya, dan Tuan Rey yang juga suaminya. Dia telah dikhianati oleh dua orang yang dia anggap penting dalam hidupnya. Kehidupan rumah tangganya mulai hancur, saat Rina mulai hadir di tengah-tengah kehidupan mereka. Aulia pada saat itu datang ke perusahaan suaminya, dengan membawak
Last Updated: 2022-07-28
Chapter: Akhir bahagia (Tamat)Setelah menikah beberapa bulan yang lalu, setelah bercerai dengan Tuan Hendri, ini kali pertama bagi Aulia bermesraan dengan Tuan Rey. Dari kemarin-kemarin, Aulia masih belum mengizinkan pria itu untuk melakukan malam pertama, tapi kali ini tidak, setelah sekian beberapa bulan belakangan ini, pria itu berjuang keras untuk membuatnya jatuh cinta kepadanya. Perjuangan yang dia lakukan itu tidak sia-sia. Dan akhirnya Aulia pun jatuh cinta padanya. Tuan Rey sudah menunggu lama hari ini, dan saat inilah dia telah melakukan adegan panas itu di ranjang.Aulia hanya mendesah menerima semua perlakuan Tuan Rey yang membuat tubuhnya menggelinjang hebat. Sangat enak. Dia menyukai gaya Tuan Rey yang menaikkan nafsunya. Dia sudah tak tahan menunggu pria itu untuk memasukkan kejantanannya ke dalam celah lembutnya itu. “Aku akan melakukannya. Jangan menangis,” kata Tuan Rey dengan sorot mata menuntut. Aulia tak menjawab, tapi tangannya masih mencengkram bagian depan piyamanya Tuan Rey.Tuan Rey kem
Last Updated: 2022-07-28
Chapter: Membawamu pergi jauh"Apa kamu masih mau tinggal bersama Ayahku? Aku tau kamu tidak pernah suka dengannya...""Maka, kamu bisa ikut denganku untuk pergi jauh dari mereka-mereka yang sama sekali tidak mengerti dengan kebahagiaanmu," bujuk Tuan Rey. Tuan Rey masih melihat dari sorot mata gadis itu yang masih tidak bahagia hingga sampai saat ini. Dalam tatapannya yang sayu, tentu saja Tuan Rey mengenalinya."Aku tidak mau ikut bersamamu! Aku benci semuanya. Termasuk Anda!" Tolak Aulia dengan suara keras. Tidak peduli bagaimana cara pria itu membujuknya. Dia masih kuat dalam pendiriannya. "Lalu, bagaimana dengan perasaanku? Pertama sekali mengenalmu, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, selama ini aku urungkan. Karena aku tidak ingin kau menjauhiku. Dan sekarang, kau semakin menjauh dariku.""Dan kau telah menikah dengan Ayahku. Aku kesulitan untuk mendapatkan cintamu. Maafkan aku yang selalu menggunakan kekerasan untuk membuatmu marah." Tuan Rey mengungkapkan semua perasaannya pada saat i
Last Updated: 2022-07-28
Chapter: Perdebatan Ayah dan Anak karena Seorang WanitaSeharian orang-orang sibuk menghias dekorasi pernikahan Suga dan Rina, hingga semua tersusun rapi dan indah dengan beragam bunga warna-warni yang dilengketkan ke dinding guna menghiasi acara pernikahan itu sampai selesai.Rina sangat bahagia saat dirinya akan dinikahi oleh pria tulus seperti Suga. Selama beberapa hari sebelum berlangsungnya pernikahan mereka itu, dia merasakan kegembiraan di dalam hatinya, sebab seorang pria seperti Suga akan menjadi suaminya. Tentu saja itu sangat memungkinkan untuk dirinya dan juga calon bayi yang ada di dalam perutnya itu.Saat acara berlangsung, dua orang pengantin harusnya sudah ada di sana, untuk tidak menghabiskan banyak waktu, maka dua orang pengantin beserta keluarganya segera dikumpulkan.Semua orang yang datang ke acara itu sangat terpukau dengan keindahan yang dibuat dalam hiasan yang yang sudah disediakan di rumah Rina selama beberapa hari ini. Rumah yang sangat cantik dan dipenuhi dengan keramaian orang-orang yang datang ke pesta pernikah
Last Updated: 2022-07-25
Chapter: Hanya Milikku Seorang SajaSetelah puas di bagian payudara Aulia, Tuan Hendri turun menyelusuri bagian perut Aulia hingga di pertengahan pusat dia dia terus menjilatinya, dengan air liur yang sudah bertumpahan dari mulutnya. Dia masih di bagian itu sampai beberapa menit, lalu kini wajahnya bergeser menuju celah lembutnya gadis itu.Aulia terus mendesah. Seberapa kuat pun dia menahan getaran yang terjadi dalam tubuhnya, tetap saja dia semakin teransang. Hingga Tuan Hendri mengangkat bokong gadis itu ke atas kedua pahanya, lalu mengarahkan kejantanannya ke arah celah lembut gadis itu. Hampir saja melesat masuk ke dalam, seseorang tiba-tiba mengetok dari luar kamar.Tok... Tok... Tok...Ketiga kalinya, orang yang ada di luar itu terus mengetok pintu."Sial!" umpat Tuan Hendri dengan rasa kesal yang menyelimuti perasaannya. Dia hampir saja memasuki celah lembut istri ketiganya itu, tapi seseorang tiba-tiba datang dan menggagalkan semuanya, dimana dia sendiri sudah sangat menginginkan kejantanannya itu melesat masuk
Last Updated: 2022-07-14
Chapter: Malam Pertama Semua orang sudah pada pulang ke rumah masing-masing. Termasuk kedua orang tua Aulia sudah pulang ke rumahnya. Seperti biasanya para pengantin baru harus berada di dalam kamar, Aulia sudah dibawa Nyonya Ans ke dalam kamar yang sudah disiapkan untuk kamar Aulia dengan Tuan Hendri.Di depan semua orang, Nyonya Ans bersikap baik dan ramah. Namun tidak ada yang menyangka bahwa wanita paruh baya itu memperlakukan Aulia sangat buruk. Dia terus menyiksa Aulia."Hei gadis jalang—" tangannya sudah menjambak habis rambut Aulia yang masih disanggul keong."Sakit... saya mohon Anda melepaskan tangan Anda dari rambut saya!" ucap Aulia.Aulia sendiri tidak pernah tahu kalau Nyonya Ans akan menyiksanya begitu. Dia pikir wanita paruh baya itu mau mengantarnya ke dalam karena hatinya tulus, tapi sayang, dia terlalu berharap kalau wanita itu sudah tidak mempermasalahkan hubungannya dengan Tuan Hendri."Sakit?" Dia menarik lebih kuat lagi rambut Aulia hingga rambutnya rontok, sedangkan sanggul keongnya
Last Updated: 2022-07-14