共有

Bab 7

作者: Friska.S
last update 公開日: 2026-03-19 12:03:34

Malam itu, Arin duduk di tepi ranjang kamar yang terlalu luas untuknya. Kamar ini—kamar pengantin, kata Naira—tapi tak ada satu benda pun di sini yang terasa seperti miliknya. Bahkan aroma ruangan ini asing, campuran kayu mahoni dan parfum pria yang terlalu tajam.

Parfum Levis.

Arin menghela napas berat. Tangannya masih membiru bekas cengkeraman suaminya tadi pagi. 'Aku adalah maut yang kebetulan menikahimu.' Kalimat itu terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Ia mengangkat tangannya,
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • MENDADAK JADI ISTRI TUAN MAFIA    Bab 8

    Hujan masih mengguyur Kane ketika Arin terbangun keesokan paginya. Suara air yang jatuh dari langit-langit teras terdengar seperti tangisan panjang yang tak berujung. Ia membuka mata, menatap langit-langit kamar yang asing, dan untuk sesaat ia lupa di mana berada. Tapi nyeri di pergelangan tangannya segera mengembalikan ingatan.Mansion Levis Mouse. Perangkap yang disebut pernikahan.Arin bangkit, menggenggam jubahnya, dan melangkah ke jendela. Halaman mansion tenggelam dalam kabut tebal. Pepohonan bergoyang diterpa angin, dedaunan basah berserakan di mana-mana. Kolam renang yang semalam mengilap seperti kaca hitam kini keruh, dipenuhi daun-daun mati yang mengapung.'Seperti rumah ini,' pikirnya getir. 'Indah di luar, tapi mati di dalam.'Ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya. Arin membuka pintu, menemukan Naira berdiri dengan nampan sarapan—teh hangat, roti panggang dengan selai stroberi, dan sepiring buah segar."Selamat pagi, Nona," sapa Naira dengan senyum yang tampak dipa

  • MENDADAK JADI ISTRI TUAN MAFIA    Bab 7

    Malam itu, Arin duduk di tepi ranjang kamar yang terlalu luas untuknya. Kamar ini—kamar pengantin, kata Naira—tapi tak ada satu benda pun di sini yang terasa seperti miliknya. Bahkan aroma ruangan ini asing, campuran kayu mahoni dan parfum pria yang terlalu tajam.Parfum Levis.Arin menghela napas berat. Tangannya masih membiru bekas cengkeraman suaminya tadi pagi. 'Aku adalah maut yang kebetulan menikahimu.' Kalimat itu terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Ia mengangkat tangannya, menatap jejak biru di pergelangan. Sakit. Tapi bukan itu yang paling perih. Yang paling perih adalah bagaimana pria itu mengucapkan "sayang" pada wanita di telepon dengan suara yang begitu lembut—sesuatu yang tak akan pernah ia dengar untuk dirinya sendiri.Di luar, angin malam berdesir pelan. Arin bangkit, melangkah ke jendela. Dari sini ia bisa melihat halaman mansion yang luas, diterangi lampu taman kuning redup. Kolam renang mengilap seperti kaca hitam. Patung-patung marmer berjejer di sepan

  • MENDADAK JADI ISTRI TUAN MAFIA    Cinta atau madu?

    "Semalam kau darimana?" tanya Arin dengan raut wajah polos yang masih sungkan terhadap suaminya itu. "Apa urusanmu?" tekan Levis Mouse, suami yang baru satu hari saja bersama setelah pernikahan mereka. Arin mengangkat kepalanya, awalnya dia tak berani menatap, namun dirinya tidak lemah. Dia membusungkan dadanya dan mendekat seolah tak merasakan takut. "Aku adalah istrimu, tentu saja aku berlagak seperti istri di matamu. Meski aku tahu status ku di hidupmu tak pernah ada artinya. Namun, gelar yang kudapat saat menjadi istrimu tentu aku tak akan sia-siakan," ucap Arin tersenyum menantang. "Dan kamu pikir dengan dirimu yang bergemilang harta, aku akan diam, begitu maksudmu?" lanjut gadis itu sangat lantang. Levis Mouse sangat marah. Dia kembali mendekati gadis itu dan mencengangkan erat tangannya. Sedangkan Arin hanya membola, menatap lekat wajah suaminya itu. Perasaannya bertambah kalut. "Apa maksud dari ucapanmu itu gadis jalang? Aku bukan saja seorang suami untukmu, teta

  • MENDADAK JADI ISTRI TUAN MAFIA    Menikah dengannya

    Keesokan harinya, Arin bangun saat mendengar bunyi jam beker. Tangannya meraihnya di atas nakas dan segera mematikannya. Dia melihat sudah pukul tujuh. Matanya yang masih mengantuk mau tidak mau harus membuka matanya, "ssshhh, aww," dia mendesis kesakitan saat bagian kepalanya masih terasa sakit, dia melihat tempat itu sangat berbeda dari kamarnya. Dimanakah dia? Arin mengelilingi setiap sudut kamar, ingin melihat kamar siapakah yang sangat indah itu yang tersusun rapi. Jauh dari kata berantakan yang sering dia lakukan di kamarnya sendiri.Dia berjalan menelusuri bingkai yang ada pada nakas di sebelah kiri ranjang. Dari jaraknya yang beberapa meter sedang mengerutkan kening seakan-akan dia pernah melihatnya. Karena rasa penasaran yang tinggi dia pun mendekatinya. Dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui siapa orang di balik foto tersebut."Dia? Apa ini adalah kamarnya?" batin Arin saat tercengang melihatnya.Bagaimana mungkin dia bisa berada di tempat pria itu, sedangkan dia baru sa

  • MENDADAK JADI ISTRI TUAN MAFIA    Lari

    "Evander!" bentak seorang wanita setengah baya pada seorang putranya yang masih tertidur pulas di ranjang.Anaknya itu langsung terbangun saat mendengar suara ibunya yang keras. Matanya yang masih dalam keadaan mengantuk berusaha membuka mata lebar-lebar untuk menatap ibunya."Ada apa, Mom? Malam-malam begini membangunkan, Evan," rengek anak manjanya itu."Kau tidak boleh terus-terusan begini, Evan! Kau tidak lihat sekarang apa yang sudah direncanakan Levis, anak gundik itu?"Evander ingin mendengar, namun matanya terus ditarik untuk tidur. Dia tidak menghiraukan ucapan ibunya yang sedang marah. Wanita itu tidak tinggal diam saat melihat putranya sendiri tidak mendengarkannya. Dia merasa kesal dan menjewer kupingnya."Arggh, sakit Mom..." Evan meringis kesakitan. Kupingnya terasa panas. Sudah pasti memerah akibat jeweran ibunya yang terlalu kuat."Makanya dengarkan ibu!" tegasnya.Evan yang tak punya pilihan lain, terpaksa melebarkan matanya dan mendengarkan ibunya berbicara."Iya, ad

  • MENDADAK JADI ISTRI TUAN MAFIA    Mencari keberadaannya

    "Kau sudah mencarinya ke seluruh kota ini?" tanya Levis.Pria itu sangat marah saat mendengar nama Arin menghilang. Baru saja dia kepikiran untuk memberinya pelajaran dan sekarang semua yang sudah dia rencanakan gagal sepenuhnya. Dia menatap sekretaris pribadinya itu dengan tatapan sengit. Mana mungkin dia akan membiarkan gadis itu pergi tanpa izinnya. Maka, kemanapun gadis itu pergi, dia akan tetap bisa menemukannya. Inilah janji nyata seorang Levis Mouse yang tak terkalahkan."Saya sudah berusaha mencari, Tuan. Namun, keberadaan Nona Arin memang tidak bisa dilacak. Kemungkinan seseorang telah merencanakan ini semua dengan baik, Tuan.""Sialan!"Levis Mouse tidak akan menyangka bahwa gadis itu benar-benar membuat kesalahan yan akan memberinya pelajaran hidup. Entah apa yang sudah dipikirkannya sampai berani melakukan itu. Dan inilah yang ingin dilakukan olehnya, membuat gadis itu sampai sengsara dan tidak ada harapan baginya untuk hidup."Kalian harus mencarinya! Kalau sampai hari in

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status