FAZER LOGINShinta Ex Chipto, 17 tahun, putri kandung dari Anugrah Ex Chipto. Seorang gadis yang dipaksa menikah dengan pria yang tidak dia kenal, bahkan usianya 13 tahun lebih tua darinya. Jelasnya menikah dengan Om-om, namanya Alex Chandra Syailendra, yang merupakan seorang Mafia kejam dan memiliki perusahaan ternama di Indonesia. Shinta dan Alex. Pertemuan mereka membangun kisah rumit mereka lagi dengan berbagai perjuangan untuk mendapatkan semua keinginan mereka untuk bersatu.
Ver maisAbigail started working as a maid in The Williams's mansion a couple of months ago in order to earn money to pay for her mum’s surgery. Sarah, her mother, was diagnosed with breast cancer.
Unintentionally, Abby developed feelings for Liam Williams, the only son and heir to The Williams's empire.
Liam was also attracted to her but they both decided to ignore the tingling sensations and sparks that flew between them because they were people from different worlds. Abigail kept reminding herself that she was there to work and earn and not to fall in love.
Fortunately and unfortunately, they unleashed their burning desire in one night. They broke the rule, they had sex and words couldn’t describe how amazing it felt for both of them. They couldn't get enough of each other.
The next morning, Abigail woke up in her room in the servant quarters and instead of opening her eyes to see Liam beside her, she saw a paper.
The paper was not so neatly folded and out of curiosity, she reached for it and opened it.
She blushed when she saw the unique cursive handwriting. It was Liam's and she could recognize it anywhere.
As soon as she started reading the words scribbled on the paper, her blush disappeared and from nowhere, heavy tears welled up in her eyes.
Liam made it clear that what happened between them the previous night was a mistake that should never have occurred so she should forget that something like that ever took place.
Abby tore the paper into big pieces, squeezed them all together and threw it across her room in anger, not caring where it landed.
Then she buried her face into her pillow and cried...............
Seconds became minutes and days became weeks. Abigail made several attempts to talk to Liam but he always ignored her and treated her as if she never existed, until he left for Australia, for his masters, without saying goodbye.
A few weeks later, Abigail started having a series of morning sickness which Ruby noticed. Ruby Williams was the woman of the house, the mother of Liam and Anna Williams and wife to Robert Williams.
She was a loving and caring woman and at the same time very disciplined. She was the type of person that called a spade, a spade, a 48-year-old who treated everyone with respect.
When she noticed that her youngest staff, Abigail, was sick, She gave her a day off to go to the hospital and also some money in case she needed to buy medications.
The doctor ran some tests on Abby, asked her a series of questions which made her wonder if she came over for an interview.
The test result was ready a few hours later and the doctor revealed she was pregnant.
That was when everything came crashing down for Abigail. She burst into tears as she wondered how she was going to cope with raising a child on her own. She could not believe how her life had turned upside down within a few months.
How would she face the Williams's and tell them she was pregnant with Liam’s child?
Will they believe her?
What if they thought of her as a slut who was only interested in their money?
Abigail felt She couldn’t do that to them, She couldn’t betray their trust in her. She was the foolish one, If she had not slept with Liam she would not have gotten pregnant.
She cried and cried until her eyes were swollen. She feared for her life, for the life of her unborn child, She feared what the future held for them.
After weighing the pros and cons, She decided to quit working for the Williams and never look back. Hopefully, they will never find out she left with their heir.
Enam bulan kemudian. Rumah Stela dan Reno.Stela kini sedang hamil tua. Perutnya sudah besar, usia kehamilan sudah memasuki bulan kedelapan. Reno sangat protektif. Ia tidak mengizinkan Stela melakukan pekerjaan berat. Setiap pagi, ia menyiapkan sarapan sebelum berangkat kerja. Setiap sore, ia pulang lebih awal untuk menemani Stela. Setiap malam, ia memijat kaki Stela yang mulai bengkak.Glensi yang kini berusia 12 tahun, sudah menjadi remaja yang bertanggung jawab. Ia membantu ibu tirinya—begitu ia menyebut Reno, meskipun Reno bukan ayah kandungnya. Tapi Glensi sayang pada Reno. Reno tidak pernah membedakan. Ia memperlakukan Glensi seperti anak sendiri.“Glensi, tolong belikan gula di warung, ya,” pinta Stela suatu sore.“Iya, Bu. Glensi beli juga telur, ya. Stok habis.”“Iya, Nak. Terima kasih.”Glensi berlari ke warung. Di perjalanan, ia bertemu Laut yang baru pulang sekolah.“Laut! Ikut belanja yuk!” ajak Glensi.“Belanja apa?”“Gula sama telur. Buat Ibu.”Laut mengangguk. Mereka b
Tiga tahun kemudian. Rumah keluarga Alex.Laut kini berusia tiga belas tahun. Ia sudah duduk di bangku SMP kelas satu. Tubuhnya mulai meninggi, suaranya mulai berubah, dan ia mulai menunjukkan minat pada dunia teknologi dan desain. Nilai-nilainya bagus, terutama matematika dan menggambar teknik. Cita-citanya sebagai arsitek masih kuat, bahkan ia sudah mulai membuat sketsa rumah impian untuk keluarganya.Bintang berusia sembilan tahun. Gadis kecil itu kini duduk di kelas tiga SD. Rambut ikalnya panjang sebahu, matanya bulat dan bersinar, kulitnya putih bersih. Ia sangat populer di sekolah karena suaranya yang merdu. Setiap acara sekolah, ia selalu diminta menjadi penyanyi solo. Cita-citanya adalah menjadi dokter, seperti bundanya.Shinta kini sudah berusia 32 tahun. Wajahnya masih tampak muda, hampir tidak berubah sejak pertama kali menikah. Praktik dokter kecilnya di rumah kini sudah berkembang menjadi klinik sederhana dengan dua ruang periksa dan satu ruang rawat inap kecil. Ia memil
Satu tahun kemudian. Rumah keluarga Alex.Bintang kini sudah berusia satu tahun. Bayi mungil yang dulu hanya bisa menangis dan tidur, kini sudah bisa merangkak, duduk sendiri, dan mulai belajar berdiri dengan berpegangan pada furnitur. Rambut hitamnya yang dulu tipis kini tumbuh tebal dan ikal, persis seperti rambut Alex. Matanya bulat dan hitam pekat, seperti milik Shinta. Kulitnya putih bersih, kombinasi sempurna dari kedua orang tuanya.Laut yang kini berusia lima tahun, sudah masuk TK B. Ia sangat bangga menjadi kakak. Setiap pulang sekolah, hal pertama yang ia lakukan adalah mencari Bintang.“Adek Bintang! Kakak pulang!” teriak Laut sambil melepas sepatunya di teras.Bintang yang sedang merangkak di ruang keluarga, menoleh. Wajahnya langsung berbinar. “Kak... Kak...” ucapnya terbata-bata.Laut berlari menghampiri, lalu mencium pipi Bintang. “Kakak kangen Adek! Adek sehat? Adek makan?”Shinta yang sedang memasak di dapur, tersenyum mendengar itu. “Laut, cuci tangan dulu! Jangan la
Tiga bulan kemudian. Rumah baru.Waktu berlalu seperti air mengalir. Tak terasa, perut Shinta semakin membuncit. Usia kehamilannya sudah memasuki bulan kesembilan. Dokter Sari memprediksi bahwa persalinan akan terjadi dalam satu hingga dua minggu ke depan. Alex menjadi sangat protektif. Ia hampir tidak mengizinkan Shinta melakukan pekerjaan rumah tangga. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan. Setiap malam, ia memijat kaki Shinta yang mulai bengkak.“Kamu istirahat saja. Aku yang kerjakan semuanya,” kata Alex setiap kali Shinta mencoba membantu.“Alex, aku tidak sakit. Aku hanya hamil. Aku masih bisa memasak.”“Tidak bisa. Dokter bilang kamu harus banyak istirahat.”Shinta menghela napas, tapi hatinu hangat. Alex memang berlebihan, tapi itu karena ia peduli. Laut juga ikut-ikutan. Setiap pulang sekolah, ia langsung lari ke kamar Shinta, menempelkan telinganya di perut bundanya.“Bunda, adiknya ngomong nggak?”“Belum, Sayang. Adiknya masih di dalam perut. Nanti kala
"Trisno. Ayo kita pulang!" Ajak Pak Sugeng marah setelah Trisno dan Sintha datang.Trisno dan Sintha yang mulai bingung dengan suara keras Pak Sugeng. Ntah apa yang membuat pria yang berumur 50 tahun itu mengeraskan suaranya di depan banyak orang. Sintha melangkah pelan-pelan menuju kedua orangtuan
1 TAHUN KEMUDIAN...Matahari menyengat dunia dengan sinarnya. Musim kemarau sedang melanda Indonesia. Orang berlalu lalang di sisi kemacetan jalan. Di sana, di teras kafe pinggir trotoar. Seorang gadis sedang menatap sekitar, memperhatikan setiap sisi kehidupan kota yang dia tempati. Secangkir kopi
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di gedung kampus yang mulai sepi. Beberapa mahasiswa lainnya terlihat meninggalkan gedung kampus. Semua serba anak sultan. Sebagian kecil saja yang merupakan anak orang miskin, lainnya, ya, begitulah. Semuanya serba ada dan permintaannya tidak pernah
Detik demi detik berlalu mengukir kepingan kejadian pada hari ini. Hujan sudah mereda sedari tadi. Tepatnya pukul lima sore. Seorang gadis yang bernama lengkap Shinta Ex Chipto, biasa dipanggil Tata oleh teman-teman dekatnya. Dia bisa duduk di bangku mahasiswa karena adanya peningkatan kualitas pen


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações