author-banner
Liachuu
Liachuu
Author

Novels by Liachuu

The Perfect Hot Wife

The Perfect Hot Wife

"Jadilah istriku dan aku akan membantumu untuk terbebas dari hukuman." "Itu adalah harga yang pas untuk kau bayar, Stacy. Aku harap, kau akan menjadi istri yang sempurna. Istri yang bisa membuatku merasa puas di atas bisnisku dan juga di atas ranjang ku." "Be my wife. My perfect hot wife!" _______ Stacylia Frey tiba-tiba di hadapkan dengan pilihan yang sulit. Di mana dia harus menjalani hukuman sebagai pembunuh atau menikahi seorang pria yang misterius bernama Christian Aldrich Devoire. Sebuah pernikahan yang dipilih Stacy pada akhirnya membawanya ke dalam kehidupan baru yang dipenuhi kemewahan. Tidak hanya itu, Stacy dituntut untuk menjadi seorang istri yang sempurna untuk Aldrich. Tanpa dia tahu, banyak sekali rahasia yang disembunyikan Aldrich darinya. Bisakah Stacy menuruti permintaan pria penuh gairah itu? Atau bahkan, membongkar segala rahasia yang ada di dalam diri Aldrich?
Read
Chapter: 20. Keuntungan yang besar
"Perkenalkan, ini istriku, Stacylia Frey. Dia yang akan menjadi Presdir sementara untuk menggantikan Pak Yovi."Itulah bagaimana Aldrich memperkenalkan Stacy pada beberapa orang yang sudah duduk di kursinya masing-masing. Sebuah perkenalan yang lantas membuat Stacy harus bersikap elegan sembari tersenyum dan memperkenalkan dirinya sendiri. Seperti yang diinginkan oleh Aldrich, Stacy sedang berusaha untuk menjadi seorang istri yang sempurna, untuk bisnisnya."Duduklah," ucap Aldrich pada Stacy.Stacy mengangguk dengan lembut. Dia pada akhirnya duduk tepat di samping Aldrich. Dan sekali lagi, Stacy tengah berusaha bersikap baik dengan segala manner yang dia miliki. Tak lupa, Stacy juga mencoba untuk terlihat angkuh.Membutuhkan waktu beberapa puluh menit untuk mereka semua membahas beberapa hal tentang perusahaan dan semacamnya. Stacy tak begitu tahu banyak hal tentang itu. Tapi, sedikitnya dia yang sudah paham dengan bisnis sedikit menger
Last Updated: 2025-01-08
Chapter: 19. Pria yang dikenal
"Karena dengan menjadi istriku, keamananmu adalah nomor satu. Kau tak pernah tahu bahaya yang mungkin akan datang saat menjadi bagian dari diriku."Bisikan yang diberikan Aldrich di telinganya jelas membuat Stacy tidak bisa tenang begitu saja. Jelas yang dikatakan pria itu mampu membuat kecemasan dalam dirinya bangkit. Tidak mungkin Stacy tidak khawatir kalau Aldrich mengatakannya dengan begitu serius.Sebab, di sisi lain, Stacy juga tak pernah benar-benar mengenal bagaimana Aldrich sebenarnya. Bagaimana pria itu menjalani kehidupannya. Meski lelah dengan hidupnya, tapi Stacy juga tidak mau kalau dia harus mati konyol hanya karena telah menjadi istri seorang Christian Aldrich Devoire.Stacy menelan ludahnya sendiri. "Apa orang-orang mencoba memburumu atau semacamnya?" tanya Stacy pada akhirnya.Rasa penasaran dalam dirinya tak bisa dielakkan lagi.Bukannya menjawab, Aldrich justru malah tersenyum dan mengangkat kedua bahunya."Ay
Last Updated: 2025-01-08
Chapter: 18. Bahaya yang mengancam
Cukup memalukan untuk Stacy saat Levin berucap demikian. Dimana itu berarti, Levin benar-benar mengetahui apa yang terjadi semalam. Tentang apa yang dia lakukan bersama Aldrich di dalam kamar hingga membuat Stacy melenguh dan mendesah dengan begitu keras. Nyaris seperti jeritan, tepat dengan yang dikatakan oleh Levin.Pun begitu, Stacy sudah mendapati Levin pergi dari mereka. Pria itu sudah berlalu meninggalkan Stacy dan Aldrich di sana. Bahkan, membuat Aldrich bisa merasakan bahunya sengaja ditabrakkan oleh tubuh Levin. Membuat Aldrich ingin sekali memberikan pukulan pada Levin, jika saja Stacy tidak mengalihkan fokusnya."Dari mana? Kenapa tidak mengatakan akan pergi?" tanya Stacy penasaran pada Aldrich.Nyatanya, wanita itu lebih memilih untuk memberikan pertanyaan, daripada membahas apa yang sebelumnya dikatakan oleh Levin."Ada urusan," jawab Aldrich singkat."Kenapa tidak membangunkan aku? Kau malah meninggalkan aku sendiri," ujar S
Last Updated: 2025-01-07
Chapter: 17. Jeritan yang terdengar
Stacy cukup terkejut saat dia telah berjalan keluar kamar pagi ini. Dimana dia yang tengah mencari Aldrich yang entah kemana sejak pagi buta, malah menemukan suasana Mansion itu yang sudah rapi. Dengan beberapa pelayan yang ada di sana. Padahal, sebelumnya suasana di sana begitu ramai dan dapat dipastikan jika pagi ini tempat itu akan begitu berantakan.Mungkin, karena memang Aldrich atau entah siapa yang mengurus tempat itu telah mengerahkan puluhan pekerja untuk membereskan semua itu. Hingga akhirnya, semuanya cepat beres dalam waktu singkat. Saat waktu baru menunjukan pukul tujuh pagi."Selamat pagi, Nona Stacy."Sapaan itu terus terdengar selama Stacy berjalan ke sana kemari untuk mencari Aldrich. Ya, itu adalah sapaan dari beberapa pelayan yang berpapasan dengannya selagi dia menyusuri beberapa tempat yang ada di sana."Ya. Apa kau melihat Suamiku?" tanya Stacy saat dia mulai merasa lelah mencari Aldrich ke sana kemari."Ah, Tuan Ald
Last Updated: 2025-01-07
Chapter: 16. Fantasi liar
"Jangan melakukan hal lain selain dengan menuruti perintahku dan menjadi istri yang baik untukku, Stacy. Atau kau, akan terluka. Lebih buruknya, kau mungkin akan mati."Kalau sudah seperti ini, jelas Stacy sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Dia hanya bisa menjadi seorang wanita yang telah patuh pada suaminya. Ah, atau mungkin lebih tepatnya itu adalah tuannya.Karena Stacy sendiri sadar kalau Aldrich tak benar-benar menganggapnya sebagai istri saja. Nyatanya pria itu juga menganggapnya sebagai seseorang yang bisa dia perbudak di antara bisnis dan urusan ranjangnya."Aku ingin beristirahat," ucap Stacy kemudian. Dia berusaha menghindari Aldrich di sana dengan bangkit dari duduknya.Aldrich malah menunjukan senyumnya pada Stacy yang sudah berdiri dari sampingnya."Memangnya siapa yang mengizinkanmu untuk beristirahat, sayang? Kau bahkan sudah menghabiskan beberapa waktu mu untuk tertidur di kamar Levin," ucap Aldrich dengan jari telunjuk yang sudah bergerak menggaruk pelipisnya yan
Last Updated: 2025-01-06
Chapter: 15. Jadilah istri penurut
Tidak seperti Stacy yang terlihat begitu gelisah mendengar suara Aldrich di luar sana. Levin justru terlihat santai dan tenang-tenang saja, seolah kehadiran Aldrich bukanlah hal yang akan menjadi masalah untuk dirinya. Padahal dari suaranya saja terdengar jelas jika Aldrich tengah berada di dalam sebuah amarah."Tenang saja, jangan khawatirkan apapun. Biar aku yang menjelaskan pada pria itu," ucap Levin saat melihat kekhawatiran Stacy.Dia juga sudah berjalan melewati Stacy di sana. Dimana dia kini telah membukakan pintu kamar tersebut.'Levin, benar-benar tidak merasa takut untuk berhadapan dengan Aldrich?' tanya Stacy dalam hati.Menghela nafasnya dalam, Stacy sempat memejamkan matanya untuk beberapa detik. Dia mempersiapkan diri jika saja Aldrich memarahi dan melemparkan makian padanya."Hai! Lama tidak bertemu, Aldrich. Kakakku!"Stacy kembali dikejutkan dengan hal lain. Kakak, katanya? Stacy sampai harus berpikir dengan baik, dia takut jika memang telinganya salah mendengar Levin
Last Updated: 2025-01-06
Godaan Kakak Tiri Mafia

Godaan Kakak Tiri Mafia

🔥Wanita yang memuaskan aku selama ini, adalah adikku sendiri?🔥 Dean terkejut saat mengetahui fakta jika wanita yang selalu dia sewa untuk memuaskan hasratnya adalah adik tirinya sendiri. Arinka Marissa. Membuat Dean berniat untuk berhenti menyewa Arinka dan membiarkan Arinka tidak pernah mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Namun, pada akhirnya Dean kehilangan kendali sampai memaksa Arinka memuaskannya di dalam rumah yang mereka tinggali. Sampai Arinka tahu siapa Dean sebenarnya. Seorang Tuan muda yang merupakan pelanggan setia, sekaligus Mafia pemilik Klub tempatnya bekerja. Dan Arinka tahu, Dean sangat berbahaya. Kakak tirinya itu, tidak akan melepaskannya dan akan selalu menuntut Arinka memuaskannya di atas ranjang. "Arinka, tubuhmu sudah jadi candu untukku. Buka lebar pahamu, atau kau akan merasakan timah panas ini menembus jantungmu."
Read
Chapter: 11. Kepuasan yang dicari
Langkah pria itu mendekat ke arah Dean. Arinka kira, hubungan keduanya mungkin buruk karena Dean tampak terkejut dengan kehadiran pria itu. Namun, semua prasangka Arinka bubar setelah dia melihat keduanya saling memeluk satu sama lain. Bersamaan dengan tepukan yang dilayangkan pada punggung satu sama lain. "Kenapa tidak mengabari kalau kau pulang? Gila, aku kira kau melupakan tempat ini, Lucas," ujar Dean sambil terkekeh saat pelukan itu sudah dilepaskannya. 'Ah, namanya Lucas,' pikir Arinka. "Hanya dua tahun, apanya yang lupa? So, bisa kau jelaskan apa yang sebelumnya aku lihat? Dia adik tirimu bukan?" tanya Lucas yang sudah melirik ke arah Arinka. Sementara Arinka hanya terdiam. Dia tidak bisa berkata apapun saat dia sendiri juga khawatir karena ketahuan nyaris berciuman dengan Dean. Dia khawatir jika pria bernama Lucas ini malah menyebarkan berita ini dan membuat dirinya di laporkan pada ibu sekaligus Ayah tirinya. Tapi tidak seperti Arinka, Dean malah terkekeh pelan saat Luc
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 10. Pertunjukan adik dan kakak tiri
"Haruskah aku membelikanmu penyaring untuk mulutmu itu agar kau tidak bicara sembarangan?"Kedua tangan Arinka yang terlipat di depan dada menunjukan betapa malasnya di saat ini. Setidaknya, setelah Dean membawanya masuk dan tidak ada lagi orang lain di sekitar mereka, termasuk empat pria yang sempat menghampiri mereka saat di luar sebelumnya."Sembarangan bagaimana? Bukankah aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja?" ujar Dean santai.Benar-benar tanpa beban sama sekali, sembari dia melepaskan dua kancing teratas kemeja yang dikenakannya, dan menggulung bagian lengan hingga sampai ke sikut.Sementara itu, jawaban Dean berhasil membuat Arinka mendecak. Kesal. "Too much information. Kau berlebihan. Hal seperti itu tak perlu kau katakan pada orang lain. Terlebih, kau itu kakak tiriku. Apa yang akan mereka pikirkan kalau sampai mereka tahu kita—""Bercinta?" potong Dean yang sudah menghentikan langkahnya dan berdiri menghadap pada Arinka.Arinka memutar bola matanya jengah."F*ck you, D
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 9. Bercinta tanpa pengganggu
Puas.Dean tersenyum puas setelah cairan itu menyembur dan memenuhi mulut Arinka hingga tersedak.Dia menikmati bagaimana adik tirinya itu berantakan olehnya. Berantakan dengan cairannya yang nyaris membuat Arinka muntah meski pada akhirnya tertelan dengan tidak sengaja."Harusnya bilang kalau mau keluar!" Protes Arinka dengan tangan yang sudah membersihkan cairan pada mulut dan wajahnya dengan tisu.Sementara yang diberikan protes hanya terkekeh dibuatnya. Tak merasa bersalah sama sekali akan apa yang telah dia perbuat."Memangnya kenapa? Kau malah semakin terlihat cantik kalau berantakan seperti itu," ucap Dean di tengah kekehan kecilnya.Penuturan yang berhasil membuat Arinka menyorotkan tatapan tajam ke arahnya. "Hanya bajingan mesum sepertimu yang berpikir demikian!""Siapa bilang? Kau tidak tahu isi pikiran laki-laki, Arinka. Mereka akan berpikir hal yang sama kalau mereka sudah melihatmu seperti itu.""Cih! Maksudmu para laki-laki mesum yang hanya memikirkan kepuasan?!" Ketus A
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: 8. Suntikan yang nikmat
"Good moaning!"Kedua mata Arinka membelalak saat dia mendengarkan sapaan itu di telinganya.Ya, dia teramat yakin kalau dia tidak salah dengar. Alih-alih mengatakan sapaan 'Good Morning', pria yang baru saja mengambil tempat untuk duduk di sampingnya itu malah mengatakan 'Good Moaning'."Tutup mulutmu itu, Dean!" ucap Arinka. Berbisik sampai nyaris tak terdengar.Tapi setidaknya, dia yakin kalau Dean mendengarnya. Sebab pria itu malah tersenyum miring tanpa merasa bersalah sama sekali."Oh, tumben sekali kau sarapan di sini?"Arinka hendak melayangkan protes atas senyuman miring yang Dean tunjukan. Hanya saja, dia harus mengurungkan niatnya saat seorang pemimpin di keluarga ini sudah datang dan duduk di hadapannya. Dengan pertanyaan yang baru saja dilemparkan pada puteranya."Kebetulan aku tidak terlalu sibuk," jawab Dean dengan kedua bahu yang sudah terangkat.Tidak ada senyuman, tidak ada juga sikap ramah.Nyatanya, hubungan anak dan ayah itu juga tidak terlalu baik. Sama seperti h
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: 7. Kegilaan nikmat
Siapa sangka kalau ciuman Dean akan sememabukan ini. Sampai Arinka tak sadar kalau dia terus menikmati ciuman yang kakak tirinya berikan itu. Membalas setiap pergerakan yang membuat matanya terpejam dan melenguh beberapa kali dengan sentuhan-sentuhan yang membuatnya tak bisa berhenti.Meski saat Arinka masih menjadi wanita sewa untuk Dean di club dulu, dia tidak pernah berciuman seperti ini dengan Dean. Selain karena terhalang topeng yang menyulitkan mereka untuk berciuman, juga karena Arinka yang memang tidak ingin terlalu intim. Dia hanya ingin memuaskan pelanggannya, tanpa harus berciuman.Tapi, apa yang terjadi sekarang? Arinka malah berakhir di tangan kakak tirinya sendiri. Seorang ketua mafia yang ternyata adalah pria yang selalu dia puaskan."Eumhh— Tidak. Jangan tinggalkan bekas," ucap Arinka saat ciuman Dean sudah turun pada lehernya.Namun, bukannya berhenti, Dean malah dengan sengaja menghisap salah satu leher Arinka kuat. Dia meninggalkan bekas kemerahan pada leher sang ad
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: 6. Aku akan menikmatimu
Satu tembakan.Dua tembakan. Tiga tembakan.Sampai belasan tembakan dilesakkan oleh Dean dengan begitu mudah.Bukan hal sulit untuknya mengarahkan timah panas tersebut pada kepala orang-orang yang memancing emosinya tersebut. Tidak peduli dengan nyawa yang akhirnya melayang di tangannya begitu saja dengan lelehan darah yang keluar dari orang-orang tersebut.Siapa peduli? Lagipula memang ini bukan hal aneh lagi untuknya. Sebab dalam kehidupannya, hanya ada dua kemungkinan yang harus dia pilih.Membunuh atau dibunuh."Tuan! Barangnya sudah aman. Kita bisa kembali sekarang," ucap seorang pria berpakaian hitam yang mendekat pada Dean di sana.Tepat saat Dean kembali menyimpan senjatanya. Menatap tajam pada tiga orang bersimbah darah yang sudah tergeletak tak jauh di depannya."Urus dulu mereka. Pastikan tubuhnya tidak dapat ditemukan. Kirimkan juga ancaman pada ketua mereka, sekali lagi mereka mencoba menipuku, aku tidak akan segan menghancurkan mereka dengan tanganku sendiri," perintah
Last Updated: 2026-05-26
Pengantin Pengganti untuk CEO Arogan

Pengantin Pengganti untuk CEO Arogan

"Kau akan aku jadikan Istri pengganti sekaligus Ibu pengganti untuk anakku karena kau telah membunuh kekasihku." Arletta harus menelan kenyataan pahit karena dia tiba-tiba saja harus menjadi istri dan ibu pengganti setelah kecelakaan. Dengan sikap Davian Navileon yang kejam, bisakah Arletta bertahan dengan bayi yang harus diurus di usia mudanya itu?
Read
Chapter: 24. Bukan istri pengganti lagi
"Apa kamu sedih saat Ghava tidak lagi menginap di sini?" tanya Davianq tiba-tiba. Hal itu membuat Arletta nyaris terlonjak dan menoleh ke arah Davian di sana. "Apa maksudnya?" Tidak menjawab, Davian hanya terlihat mengangkat kedua bahunya. Dimana Arletta hanya bisa melihat ketidakramahan Davian di sana. Apa, pria itu cemburu? Rasanya tidak mungkin kalau pria itu cemburu padanya. Karena sejak awal, mereka ini menikah hanya karena keadaan saja. Tidak benar-benar menikah karena ingin menikah dan saling mencintai. Arletta menikah dengan Davian karena paksaan pria itu, dan begitu pun sebaliknya. Davian menikahi Arletta tidak lebih dari meminta pertanggung jawaban wanita itu karena dia harus kehilangan Tiara. Menjadikan Arletta sebagai istri penggantinya dan mengurus bayinya bersama Tiara. Maka sekarang Arletta lebih memilih untuk menyingkirkan perasaan itu. Dia tidak bisa kalau harus berpikir kemustahilan tersebut. Teramat tidak mungkin untuk Arletta. "Aku merindukan Sena," gum
Last Updated: 2024-09-13
Chapter: 23. Kecemburuan
Arletta tidak begitu yakin apakah dia memang harus berteman dengan Ghava atau tidak. Dia tidak begitu yakin akankah dia memang bisa melakukannya. Saat kenyataannya, dia itu adalah pria yang pernah dia sukai. Pria yang pernah menyita perhatian Arletta selama beberapa tahun. Meski begitu, Arletta juga hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk merespon apa yang dikatakan oleh pria itu. Rasanya akan terlalu tak enak kalau dia menolaknya. Bagaimana pun, pasti niat Ghava juga baik. Agar mereka tidak lagi merasa canggung satu sama lain, saat Ghava adalah merupakan salah satu keluarga dekat Davian, suaminya. Jadi, mungkin tidak akan menjadi masalah kalau Arletta mencoba menerima permintaan Ghava untuk berteman di sana dan melupakan apa pun yang pernah terjadi di antara mereka berdua. "Davian pergi kemana?" tanya Arletta kemudian. Ya, dia mencoba mengalihkan pembicaraan mereka sekarang. "Entahlah, katanya dia harus menemui temannya. Mungkin dia juga akan segera kembali," jawab Ghava k
Last Updated: 2024-09-12
Chapter: 22. Berteman?
"Jangan melewati batas yang lebih jauh! Sena juga masih kecil, kamu juga harus ingat kalau pernikahan kita cuma sementara. Aku tidak mau hamil, aku masih mau melanjutkan sekolahku!" Tegas Arletta yang sudah memegang perutnya sendiri. Davian langsung menoleh ke arah Arletta saat gadis itu berkata demikian. Dia juga melihat Arletta yang sedang meremat perutnya sendiri. Seolah gadis itu sudah merasa ngilu sebelum dia benar-benar membuatnya hamil. Tapi, jelas Davian juga tidak akan pernah menghamilinya. Dia jelas tidak pernah sekali pun memiliki pikirannya yang seperti itu. Tidak pernah sekali pun terlintas di dalam pikirannya untuk membuat Arletta hamil di sana. Gila saja kalau dia benar-benar membuat gadis itu hamil. Pasti semuanya akan semakin merepotkan. "Jangan terlalu percaya diri. Aku juga tidak akan melakukannya," ucap Davian kemudian dengan begitu yakin. Di mana setelahnya, Davian langsung berjalan untuk memasukan obat yang berada di tangannya itu ke dalam tempat sampah yang
Last Updated: 2024-09-11
Chapter: 21. Penyubur kandungan
Melipat kedua tangannya di depan dada, sekarang Arletta tengah menatap pria yang berdiri tak jauh dari tempatnya berada. Dia menatap Davia yang baru saja mengatakan pada Arletta untuk tidur lagi dan memberikan beberapa obat-obatan yang sudah diberikan padanya. Meski begitu, Arletta sekarang lebih memilih untuk tetap terdiam menatap Davia yang berdiri tak jauh dati sofa yang saat ini tengah dia duduki. Memperhatikan saat pria itu tengah berbicara dengan seseorang di seberang telfonnya. "Baiklah, kabari aku lagi kalau kalian sudah selesai," ucap Davian sebelum akhirnya mengakhiri panggilan tersebut. Dimana dia juga lantas kembali menyimpan ponselnya pada saku celana yang dia kenakan saat ini. Davian juga sudah menoleh pada gadis yang masih saja melipat kedua tangannya di depan dada. Dengan sorot mata gadis itu yang menatapnya dengan lekat, seolah penuh tanya. Bahkan, Selatan juga yakin setelah ini Arletta memang akan melayangkan beberapa pertanyaan pada dirinya. "Bukankah sudah a
Last Updated: 2024-09-11
Chapter: 20. Pikiran liar
Apa yang dikatakan Ghava semalam membuat Arletta benar-benar terus memikirkan hal itu. Dia benar-benar tidak mengerti sepenuhnya akan apa yang pria itu katakan padanya, akan tetapi, dia juga tidak berniat bertanya padanya secara langsung. Sebab, entah kenapa Arletta malah merasa takut jika dia mengetahui apa yang sebenarnya dimaksud oleh Ghava.Untuk itu, Arletta juga lebih memilih untuk melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ghava begitu saja setelah dia berkata demikian. Tanpa bicara apa pun lagi, Arletta lebih memilih melarikan diri. Tanpa dia memikirkan tentang pagi ini dimana dia harus kembali berhadapan dengan Ghava."Ayo keluar, Ghava mungkin sudah bangun juga. Kita harus sarapan," ucap Davian yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaiannya yang sudah rapi.Arletta menoleh ke arahnya. Dia menatap Davian dengan cukup ragu. "Apa hari ini kau mau membantu Ghava?" tanya Arletta kemudian.Davian menganggukkan kepalanya. "Iya, kenapa?"
Last Updated: 2024-08-06
Chapter: 19. Nostalgia
"Kalian saling mengenal bukan?" tanya Davian. Membuat Arletta menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan. "Kalau begitu, sedekat apa kalian dulu? Karena sepertinya, Ghava memang terlihat senang sekali saat bertemu dengan kamu."Seharusnya pertanyaan yang diberikan oleh Davian adalah pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Akan tetapi, entah kenapa Arletta kesulitan untuk menjawabnya. Entah apa yang harus dia katakan pada pria itu. Dia terlalu bingungkan apakah memang harus mengatakan semuanya dengan benar atau tidak. Meski begitu, Davian kini menatapnya dengan begitu lekat. Sorot matanya menajam dengan raut wajah yang terlihat begitu dingin. Semua itu jelas membuat Arletta jadi semakin gugup dibuatnya."Sebenarnya ... Ghava itu, dia pria yang aku suka saat di sekolah dulu," jawab Arletta pada akhirnya. Ya, dia mengatakannya. Dia mengatakan yang sesungguhnya pada Davian. Sebab, Arletta merasa jika dia tidak haru mengatakan sebuah kebohongan.
Last Updated: 2024-08-06
Bukan Cinta Satu Malam

Bukan Cinta Satu Malam

Valeryn mendapati dirinya tengah mengandung, anak dari pria tampan bernama Vee yang menemaninya berlibur karena patah hati setelah mengetahui kekasihnya tidur dengan wanita lain. Cinta satu malam yang ternyata berubah menjadi momen gairah mereka di atas ranjang berkali-kali. Momen singkat sebelum akhirnya Valeryn meninggalkannya secara diam-diam. Namun, ternyata sekali lagi mereka dipertemukan oleh sebuah takdir. Tanpa memberi tahu Vee kalau dia tengah mengandung anaknya. Menyembunyikan kehamilannya karena enggan untuk menikah, juga sebuah fakta bahwa Vee Vanderson adalah pria terpandang yang memiliki mantan istri seorang wanita penuh obsesi dan juga manipulatif. Clara. Bisakah mereka kembali disatukan oleh sebuah takdir setelah semua itu?
Read
Chapter: 17. Pertemuan tak diduga
​"Aku akan kembali sebelum siang. Tetaplah di sini."​Suara pintu kamar suite yang tertutup dengan bunyi klik halus menjadi penanda bahwa Vee telah pergi. Begitu suara langkah kaki pria itu menghilang sepenuhnya di koridor luar, Valeryn langsung membuka matanya. Dia mendudukkan diri di atas ranjang, menatap ruang kosong di sampingnya yang masih menyisakan kehangatan samar dan aroma parfum maskulin milik Vee.​Suasana resor sepagi ini luar biasa sunyi. Valeryn menyibak selimut, berjalan menuju balkon dan membuka pintu kaca lebar-lebar. Angin pagi Oahu berembus kencang, dingin dan menusuk kulitnya yang hanya dibalut jubah mandi. Di bawah sana, dia bisa melihat mobil sport milik Vee melaju meninggalkan area lobi resor, membelah jalanan sepi menuju Bandara Internasional Daniel K. Inouye di Honolulu.​Menemui Clara. Mantan istrinya.​Valeryn mencengkeram pembatas besi balkon, membiarkan rambut panjangnya berantakan diterpa angin pagi. Logikanya kembali bekerja dengan tajam setelah sempat d
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 16. Tentang Clara
Gerakan tangan Vee langsung terhenti seketika. Valeryn bisa merasakan bagaimana otot-otot dada pria itu kembali mengeras dalam sekejap. Suasana kamar yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi sedingin es. ​Vee membuka matanya. Tatapan yang tadinya sayu penuh gairah kini berubah menjadi tajam dan waspada. Dia menoleh ke arah Valeryn, menatap wanita itu dengan ekspresi datar yang sulit ditembus. "Dari mana kau tahu nama itu?" ​Valeryn tidak berkedip. Dia menolak untuk mengalihkan pandangannya, meski intimidasi yang terpancar dari mata Vee cukup untuk membuat orang awam gemetar. "Ponselmu menyala saat kau mandi tadi. Ada pesan masuk di layar kuncimu. Aku tidak sengaja melihatnya saat ingin menaruh ponselmu kembali." ​Vee menghela napas panjang, sebuah tawa getir yang terdengar dingin lolos dari bibirnya. Dia melepaskan pelukannya dari Valeryn, lalu duduk di tepi ranjang dengan memunggungi wanita itu. Dia mengusap wajahnya dengan kedua tangan, tampak luar biasa frustrasi. ​"Kau m
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: 15. Siapa Clara?
Gemercik air hangat yang membasuh tubuh Valeryn sama sekali tidak mampu meluruhkan ketegangan yang telanjur menyergap hingga ke sumsum tulangnya. Di bawah pancuran shower, dia memejamkan mata erat-erat. Kalimat ancaman di layar ponsel Vee seolah tercetak di balik kelopak matanya.​Clara akan datang besok pagi.​Fakta bahwa wanita itu tahu Vee berada di sini, dan tahu bahwa ada seorang wanita yang sedang menemani Vee, membuat atmosfer kamar mandi ini mendadak terasa mencekik. Valeryn mematikan keran. Dia meraih handuk, mengeringkan tubuhnya dengan gerakan mekanis yang kaku, lalu mengenakan jubah mandi satinnya kembali. Dia harus bersikap biasa saja. Dia tidak boleh terlihat goyah di depan Vee.​Ketika Valeryn membuka pintu kamar mandi, uap hangat ikut menguar keluar, menyebarkan aroma sabun bergamot yang menenangkan. Namun, ketenangan adalah hal terakhir yang ada di ruangan itu.​Vee sedang berdiri di dekat jendela besar yang menampilkan pemandangan senja. Pria itu sudah mengenakan kem
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: 14. Memanfaatkan
​"Berdiri di luar sini tanpa pakaian hangat bisa membuatmu masuk angin, Val." ​Suara berat dan serak khas orang bangun tidur itu mengejutkan Valeryn. Dia menoleh dan mendapati Vee sudah berdiri di ambang pintu balkon. Pria itu hanya mengenakan celana panjang hitam longgar tanpa atasan, memamerkan otot perutnya yang kokoh. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini berantakan, memberikan kesan liar yang justru menambah ketampanannya. Dia tidak langsung memeluknya, hanya berdiri di samping wanita itu, ikut menatap ke arah laut lepas yang mulai berubah warna menjadi keemasan akibat matahari terbenam. ​"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Vee lembut, matanya menyipit menghalau sisa kantuk. ​Valeryn menghela napas, uap tipis seolah keluar dari bibirnya. "Memikirkan tentang seberapa cepat hidup bisa berubah. Dua minggu lalu aku mengira hidupku sudah berakhir. Hari ini, aku berada di Hawaii, menghabiskan waktu dengan pria asing." ​Vee terkekeh kecil, sebuah suara rendah yang selalu ber
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: 13. Surga dunia yang indah
​Kalimat terakhir Vee tidak membutuhkan jawaban verbal. Valeryn membiarkan dirinya dituntun, melangkah kembali ke dalam mobil sport mewah tersebut. Saat mobil kembali melaju membelah jalanan Oahu, Valeryn memandang lurus ke depan. Di dalam hatinya, sebuah peperangan batin berkecamuk hebat. ​Dia tahu dia sedang bermain dengan api. Status one night stand yang kini berkembang menjadi kesepakatan pemenuhan hasrat selama masa liburan adalah sebuah transaksi yang berbahaya. Vee adalah obat bius. Dia menghilangkan rasa sakit dari luka lama Valeryn, namun di saat yang sama, dia menciptakan ketergantungan baru yang mungkin saja jauh lebih merusak. ​Setibanya di resor mewah tempat Valeryn menginap, suasana privat langsung menyambut mereka. Kamar suite bernuansa tropis modern itu langsung menyuguhkan pemandangan laut lepas dari balik dinding kaca besarnya. Begitu pintu kamar tertutup dan terkunci di belakang mereka, atmosfer di dalam ruangan mendadak berubah menjadi pekat dan penuh tuntuta
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: 12. Nama dari masa lalu
Gemuruh ombak Hawaii yang tadinya terdengar seperti simfoni kebebasan di telinga Valeryn, kini mendadak berubah menjadi kepungan suara yang bising dan menuntut. Di dalam kabin mobil sport beratap terbuka ini, keheningan yang tercipta setelah tawa paksa Vee terasa begitu padat. Saking padatnya, Valeryn merasa oksigen di sekitarnya mendadak menipis, menyisakan aroma parfum maskulin Vee yang bercampur dengan aroma asin laut yang tajam. ​Vee masih terus mengemudi. Jemarinya yang kokoh—jemari yang beberapa jam lalu menelusuri lekuk tubuh Valeryn dengan kelembutan yang memabukkan—kini mencengkeram kemudi dengan begitu erat. Buku-buku jarinya memutih. Sisi wajahnya yang terpahat sempurna layaknya mahakarya seniman Renaisans tampak mengeras, dengan garis rahang yang mengetat kaku. ​Valeryn memalingkan wajah kembali ke arah jendela, pura-pura menikmati jajaran pohon palem yang bergerak mundur dengan cepat. Namun, fokusnya tidak ada di sana. Pikirannya tertinggal pada kilasan layar ponsel Vee
Last Updated: 2026-05-26
You may also like
Nyonya Tak Bucin Lagi
Nyonya Tak Bucin Lagi
Romansa · Teh Stroberi
719.5K views
Gairah Panas Tuan Arion
Gairah Panas Tuan Arion
Romansa · MAMAZAN
713.1K views
My Dad CEO
My Dad CEO
Romansa · Harumi
688.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status