로그인Setelah sang kekasih mengkhianatinya dengan tidur bersama wanita lain, Veleryn lebih memilih memutuskan hubungan mereka. Melarikan diri dari rasa sakit yang dia rasakan dengan berlibur. Sebuah liburan yang mempertemukannya dengan seorang pria tampan bernama Vee. Semuanya terjadi di sana selama mereka bersama, hingga seringkali tidur bersama. Saling melampiaskan apa yang tengah mereka rasakan. Namun, nyatanya mereka harus berpisah setelah liburan itu usai. Lalu, ternyata sekali lagi mereka dipertemukan oleh sebuah takdir, dengan fakta jika Valeryn tengah mengandung. Tanpa memberi tahu Vee kalau dia tengah mengandung anaknya. Menyembunyikan kehamilannya karena enggan untuk menikah, juga sebuah fakta bahwa mantan tunangan Vee telah kembali dekat dengan Vee lagi. Bisakah mereka kembali disatukan oleh sebuah takdir setelah semua itu? Cinta yang ditakdirkan, Valeryn harap dia menjadi bagian dalam takdir tersebut.
더 보기日曜日の朝8時過ぎ、千聖はゆっくり起き上がる。広々としたダブルベッドに、紅玲の姿は見当たらない。
「意外と早起きよね」 千聖はあくび混じりに呟くと、はだけたバスローブを着直してベッドから降りる。寝室を出ると、食欲をそそる匂いが2階までした。 (今日の朝食は何かしら?) 確かめたくなる衝動を抑えて自室に戻ると、白のタートルネックセーターにジーパンというシンプルな服に着替えて、1階に降りる。途中で脱衣所の洗濯機にバスローブを入れて、洗顔をする。台所に行くと、食卓には朝食が並んでいる。 「おはよう、チサちゃん。ちょうど起こしに行こうと思ってたとこだよ」 恋人の紅玲は、珈琲を淹れながら笑顔を向ける。 「おはよう、紅玲」 朝の挨拶をして座る。食卓の上には薄焼きのワッフルにサラダが1枚の皿にまとまっている。その横にはそれぞれ小さなカップに入ったスクランブルエッグとツナマヨ。小さなグラスにはイチゴジャムがかかったヨーグルトと、喫茶店のような朝食だ。 「はい、どうぞ」 「ありがとう」 千聖の前に、珈琲が置かれる。 「いただきます」 手を合わせて言うと、千聖は薄焼きのワッフルにスクランブルエッグを挟んで食べた。ワッフルの表面はカリッとしていて、スクランブルエッグはバターが香り、ふんわりした舌触りだ。 「うん、美味しい」 「チサちゃんにそう言ってもらえると嬉しいな」 穏やかな笑みを浮かべる紅玲を見て、千聖の中で1つの疑問が生じる。 (あれ? 確か天ぷらの店で、料理は苦手だから外食ばかりだって言ってなかったっけ?) 千聖は契約期間に、紅玲と外食した時の会話を思い出した。 「どうしたの、チサちゃん。なんか変なの入ってた?」 どうやら顔に出ていたらしく、紅玲は不安げな顔で千聖を見つめる。 「え? ううん、違うの。あなた、前に天ぷらのお店で料理は苦手って言ってなかった? ……その後、家庭事情で料理をふくめて家事ができるとは聞いてたけど……」 千聖が素直に疑問をぶつけると、紅玲は小さく笑った。Berada dalam mobil yang dimiliki oleh pria tampan di sampingnya, Valeryn tidak pernah menduga jika dia akan membuat keputusan yang seperti ini. Tak pernah sekalipun dia menduga akan menjalani kehidupan yang begitu membuatnya melangkah jauh dari dirinya yang sebelumnya. Nyatanya, dia malah tenggelam dalam sebuah dosa yang dulu begitu dia hindari. Menenggelamkan diri dengan sukarela demi mendapatkan sebuah kesenangan yang bisa melupakan sejenak bayang-bayang pria yang berhasil membuat luka yang terus menganga di dalam hatinya. Dia juga tak bisa munafik jika dia bisa meraih kepuasan atas apa yang dia lakukan. Dia mendapatkan hal yang begitu sulit untuk ditolak, terlebih dari pria yang memiliki pahatan wajah yang nyaris sempurna. Pria yang berhasil memberikan penawar untuk luka yang dia dapatkan, meski Valeryn sendiri tak pernah tahu akankah penawar itu justru akan menjadi racun jika waktu terus berlalu seperti ini. Valeryn menghela nafasnya
Untuk menjawab pertanyaan Valeryn, Vee pun menganggukan kepalanya di sana. Mengiyakan pertanyaan tersebut tanpa membantah sedikitpun. Karena memang begitulah faktanya. Hanya sampai liburan Valeryn usai, maka hubungan mereka pun akan usai. Vee melakukannya bukan semata karena memanfaatkan Valeryn. Justru dia membuat jalan lain agar Valeryn tetap bersamanya setelah apa yang dia lakukan pada wanita itu. Setidaknya, sembari dia memikirkan bagaimana rencana selanjutnya dan menyelesaikan masalah yang mereka lewati.Bukan lagi cinta satu malam yang akan mereka lakukan, jika Valeryn menyetujui apa yang Vee tawarkan padanya. Mungkin akan menjadi cinta satu minggu mereka, mengingat Valeryn berada di sana untuk satu minggu ke depan. Dan sekarang, adalah hari kedua. Maka yang tersisa tinggalah lima hari ke depan."Bagaimana? Apa kau menyetujuinya? Semuanya juga sudah terlalu jauh, Valeryn. Kau sudah memberikan pertamamu untukku," bisik Vee sekali lagi. Bisikkannya begitu seduktif.
Vee tak bisa lagi menahan senyumannya, meski tak begitu ketara. Tangannya sudah terulur untuk meletakan ibu jarinya di ujung bibir milik Valeryn. Menatap mata wanita di hadapannya dengan lekat. Seolah berusaha membuatnya kembali tenggelam di dalam pesonanya. Bukan karena Vee ingin memperdayainya, dia hanya ingin menunjukan bagaimana dia bisa memperlakukan Valeryn dengan lembut. Dia ingin membuat wanita itu merasa aman dan nyaman dengannya."Kau mencoba melarikan diri dari masa lalumu? Menyembuhkan diri dari kekacauan yang kau rasakan. Dan itu berkaitan dengan seseorang yang kau cintai. Mungkinkah tebakanku ini benar?" tanya Vee dengan suara yang pelan.Lalu yang dia dapati sekarang adalah Valeryn yang diam. Namun, bersamaan dengan itu, Vee juga dapat melihat jawaban wanita itu dari sorot matanya. Sorot mata itu menjelaskan segalanya. Kali ini Vee bukan lagi menebaknya, tapi dia juga tahu sendiri hal itu. Dia pernah berada di posisi yang sa
"Are you okay, Valeryn?"Valeryn terus terngiang dengan pertanyaan itu dalam diamnya. Nafasnya terdengar kasar karena emosi yang sempat bergejolak di dalam dadanya. Menatap pria yang kini sudah menggenggam salah satu tangannya, Valeryn berusa tetap mempertahankan semua pertahanan yang dia buat selama ini. Dia tidak bisa membiarkan dirinya luluh begitu saja. Tidak boleh. Keputusannya untuk tidur bersama Vee ini tak lebih dari kesalahan yang dia buat dalam kekacauannya karena mantan kekasih. Dia yakin bukan karena dia sempat luluh pada sosok pria di hadapannya, tak pernah. Isi kepalanya masih terlalu sibuk untuk memikirkan Nathan sebelumnya.Tapi, untuk pertanyaan yang baru saja Vee lontarkan. Itu berhasil membuat Valeryn seolah kembali tak berkutik. Entah kenapa pertanyaan sederhana itu terasa begitu istimewa untuknya, hingga matanya kini sudah memanas dan siap kapanpun jika harus meneteskan air beningnya. Meski, Valeryn juga
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰