LOGIN🔥Wanita yang memuaskan aku selama ini, adalah adikku sendiri?🔥 Dean terkejut saat mengetahui fakta jika wanita yang selalu dia sewa untuk memuaskan hasratnya adalah adik tirinya sendiri. Arinka Marissa. Membuat Dean berniat untuk berhenti menyewa Arinka dan membiarkan Arinka tidak pernah mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Namun, pada akhirnya Dean kehilangan kendali sampai memaksa Arinka memuaskannya di dalam rumah yang mereka tinggali. Sampai Arinka tahu siapa Dean sebenarnya. Seorang Tuan muda yang merupakan pelanggan setia, sekaligus Mafia pemilik Klub tempatnya bekerja. Dan Arinka tahu, Dean sangat berbahaya. Kakak tirinya itu, tidak akan melepaskannya dan akan selalu menuntut Arinka memuaskannya di atas ranjang. "Arinka, tubuhmu sudah jadi candu untukku. Buka lebar pahamu, atau kau akan merasakan timah panas ini menembus jantungmu."
View MoreDean sempat terdiam. Isi kepalanya mendadak kosong setelah mendengar pertanyaan yang dilemparkan Arinka padanya. Benar-benar terasa kosong sampai dia sendiri tidak tahu bagaimana dia harus menjawab pertanyaan tersebut. Sekalipun itu adalah pertanyaan yang seharusnya bisa dia jawab dengan isi hati dan kepalanya."Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu—""Biarkan aku menjawab dulu," potong Dean sebelum Arinka menyelesaikan kalimatnya di sana.Lantas Dean kini kembali membelai rambut Arinka dengan lembut, teramat lembut sampai kedua pasang mata itu saling menatap dengan lekat. Saling memancarkan perasaan masing-masing melalui hal itu. Disusul dengan satu anggukkan di kepala Arinka yang sudah ditunjukan padanya sebagai persetujuan."Kau tahu kan kalau aku tidak suka kau berbohong padaku?" tanya Dean kemudian. Di balas dengan anggukkan lagi dari wanita yang saat ini bersamanya. "Untuk itu, aku juga ingin mengatakan hal yang sebenarnya. Aku tidak akan menambahkan kebohongan, meskipun itu
Sakit.Arinka dapat merasakan ngilu pada seluruh tubuhnya. Sebab Dean memang melakukan semua yang sudah dia katakan sebelumnya. Tentang dia yang tidak akan membiarkan Arinka berjalan. Terbukti dengan tubuh Arinka yang bahkan kini terass ngilu di seluruh tubuh akibat aktivitas seksnya bersama Dean. Membuatnya kini hanya bisa berbaring lemas di atas ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya."Lain kali jangan coba-coba berbohong padaku. Masih untung aku bisa mengendalikan diri, kalau tidak kau mungkin sama sekali tidak bisa bergerak," ucap Dean yang saat ini sudah terduduk di tepi ranjang. Hanya mengenakan celananya pendeknya.Lantas Arinka berusaha mengubah posisinya hingga berbaring menyamping sembari menahan rasa ngilu di bagian pusatnya. Dia menatap Dean dengan sorot matanya yang sayu."Kau marah sekali, ya?" tanya Arinka lirih.Dean sama sekali tak menoleh pada wanita itu. Dia justru malah bangkit dari posisi duduknya. "Kau pikir saja. Aku tidak suka kau berbohong," ucapnya k
"Aku buka ya pakaiannya?" Arinka menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan tersebut dari Dean. Sebuah penolakan yang dia tunjukan dengan jelas, dengan tangan yang mulai menahan tangan Dean agar tidak melepas pakaiannya seperti apa yang pria itu katakan. "Kenapa, Love? Hm? Memangnya kau tidak merindukan aku?" tanya Dean sekali lagi. Berusaha membujuk Arinka yang masih menahan tangannya. Arinka mengatur nafasnya yang sempat terengah akibat ciuman yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu. Kepalanya dekali lagi menggeleng dengan perlahan. "Jangan di sini, mereka bisa melihat kita." "Terus? Apa yang jadi masalah? Memangnya kenapa kalau mereka melihat kita, hm?" tanya Dean tanpa beban sama sekali. Hal yang membuat Arinka menatap pria itu dengan lekat, dengan kedua tangan yang sudah dia ulurkan untuk menyentuh pipi sang kakak, mengusapnya pelan. "Memangnya kau mau kalau mereka melihat tubuh kita berdua?" tanya Arinka sekali lagi. Namun, Dean malah tersenyum miring dibuat
"Jika kau memang benar-benar berada di posisi Dean, apa kau akan tetap mengusir wanita jalang yang menjadi parasit ini, Tuan Lucas?" "Kenapa hanya diam? Tidak bisa menjawab? Mulai menyesali ucapanmu sebelumnya, Lucas?" tanya Arinka sekali lagi setelah melihat keterdiaman Lucas di sana. Wanita itu tersenyum, penuh kemenangan. Dia benar-benar puas melihat respon Lucas yang seperti itu. Setidaknya, dia bisa melihat Lucas yang tak lagi membantah dan menyombongkan diri seakan dia ada di atas segalanya hingga bisa merendahkan Arinka seperti sebelumnya. "A–apa maksudmu tent—" "Bicara lagi nanti. Sudah terlanjur malas membahas soal ini denganmu," potong Arinka cepat sebelum Lucas menyelesaikan ucapannya. Arinka berniat melangkahkan kakinya di sana. Namun, baru saja melewati pria itu, tangannya sudah kembali ditarik. Dengan pergerakak cepat, Lucas menarik Arinka dan menyudutkan tubuh wanita itu pada meja makan. Tak peduli dengan kursi yang tersenggol hingga akhirnya terguling denga
"Eunghh ...." "Sshh ..." Riuh sahutan dari lisan kedua sejoli tersebut begitu bising. Dean dengan jemarinya di sana tak berhenti untuk meredam lenguhan berisik dari suara sang wanita. "Ohh, shit. Kau semakin berisik, Arinka. Apa seenak itu, hm? Apa kau tidak bisa mengecilkan desahannya?" tanya D
"Biar aku bunuh si Wylon itu. Biar aku berikan pelajaran karena sudah berbohong padaku dan memperlakulanmu seperti itu. Aku pastikan dia akan habis di tanganku!" Geram Dean. Melihat kemarahan Dean yang lagi-lagi ditunjukan oleh pria itu, membuat Arinka kini mulai melepaskan pelukannya perlahan. Hi
"Le ... pas, D–Dean ...." Suara Arinka terdengar semakin lirih bersamaan dengan isak tangis yang keluar dari mulutnya. Dia kecewa, sangat. Dia juga takut. Bagaimana tidak? Saat pria yang pernah dia percaya sebagai tempat yang aman untuknya, tempat yang bisa membuatnya nyaman justru malah seperti
Pergumulan panas kala pagi itu terasa begitu berbeda dari pergumulan yang sebelumnya biasa keduanya lakukan. Suasana yang hadir begitu hangat sampai-sampai sang wanita dibuat terbuai akan sikap manis yang diberikan oleh sang pria di kala pagi itu. Tidak ada alur permainan kasar yang biasa ditujuka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.