
Proyek alpha: bayang bayang kebenaran
Raina, di hari ulang tahunnya yang ke-25, diculik dan disiksa. Dia diselamatkan secara misterius oleh seorang pria dengan luka di dahi, yang memperingatkannya untuk tidak percaya siapa pun. Kecurigaan Raina tertuju pada ayahnya, seorang pengusaha sukses, dan tunangannya, Nara. Penyelidikan Raina mengungkap rahasia Proyek Alpha, sebuah sistem kecerdasan buatan berbahaya yang melibatkan ayahnya dan kematian seorang mantan direktur riset, Hendrawan. Raina menemukan bahwa penyelamatnya adalah Baskara, putra Hendrawan, yang membantunya karena Raina tidak pantas mati untuk dosa ayahnya. Mereka membentuk aliansi yang rapuh untuk menghentikan Tirtayasa, dalang di balik penculikan Raina dan kematian ayah Baskara. Dalam sebuah jebakan, Nara terluka parah, dan Raina terpaksa memberikan data Proyek Alpha kepada Tirtayasa. Namun, dengan bantuan polisi dan pengorbanan Nara, Tirtayasa ditangkap dan kebenaran terungkap. Raina memulai hidup baru, sementara hubungannya dengan Baskara, yang awalnya dipenuhi dendam, perlahan-lahan berubah menjadi harapan untuk masa depan.
Ler
Chapter: Bab 26 Pertarungan malam paviliun, Baskara datangBab 26 Pertarungan malam paviliun, Baskara datang Aku melaju mobil usang itu dengan kecepatan yang tidak wajar. Di kursi belakang, Nara terbaring tak berdaya, wajahnya pucat karena syok dan rasa sakit. Di sampingku, Gio mencoba menenangkan diri setelah pertempuran asap dan kejutan di gudang. Udara di dalam mobil dipenuhi ketakutan dan bau karat. "Nara bilang, Tirtayasa ada di pelabuhan," kataku, mencengkeram kemudi. "Dia menculik Bayu Permana. Kita harus cepat!" "Pelabuhan Rinjani adalah pangkalan Tirtayasa di pulau ini, Nadine," balas Gio, suaranya tegang. "Bukan hanya kapal cepat yang dia miliki. Dia punya tim keamanan. Kita tidak bisa langsung masuk." Gio menoleh ke belakang, menatap Nara dengan ekspresi prihatin. "Kita harus mengeluarkan Nara dari mobil ini dulu. Jika Tirtayasa menemukan mobil ini, dia akan melacak kita. Bas punya kontak di perbatasan Rinjani. Dia bisa merawat Nara." Aku mengangguk. Nara adalah jaminan keamanan kami, tapi saat ini dia adalah beban yan
Última atualização: 2026-06-10
Chapter: Bab 25 Kekerasan dan ketakutan – Nara jadi korban tekanan Aku dan Gio memarkir sedan Jepang usang kami di sudut tersembunyi, terlindung oleh rimbun pohon beringin tua, beberapa ratus meter dari gerbang belakang Universitas Nusa Tenggara. Kampus itu tampak tenang di bawah sinar matahari pagi, tetapi bagiku, itu terasa seperti sarang lebah yang siap menyerang. Di balik ketenangan itu, ada Tirtayasa. "Kampus adalah zona netral," bisik Gio, menatap layar ponselnya. "Kami akan masuk melalui jalur perpustakaan. Profesor Bayu baru saja masuk. Dia memiliki waktu 30 menit sebelum kelasnya dimulai." "Apakah dia akan percaya pada kita?" tanyaku, merasakan dingin menjalar di perutku. "Putri Damar Wicaksana dan peretas buronan?" "Dia akan percaya pada ini," kata Gio, mengetuk brankas portabel berlapis timah yang berisi tablet. "Dan dia akan percaya pada rekaman suara Hendrawan. Bas mengatakan itu adalah satu-satunya peluru perak kita." Saat kami bersiap untuk keluar dari mobil, ponsel modifikasi Gio yang diposisikan sebagai pemindai siny
Última atualização: 2026-02-12
Chapter: Bab 24 REVISI Muncul ancaman langsung terhadap NadinePagi itu, kabut di Rinjani terasa dingin dan mencekik. Setelah percakapan berat dengan Baskara, tidak ada lagi ruang untuk keraguan atau emosi. Kami adalah tiga orang yang dipersenjatai dengan tekad dan dikelilingi oleh musuh tak kasat mata. Gio menyewa mobil bekas yang tampak biasa saja—sebuah sedan Jepang tua yang warnanya sudah pudar. Sempurna untuk menyamarkan diri. Aku duduk di kursi penumpang, tablet terenkripsi Ayahku disembunyikan di dalam kompartemen rahasia yang Gio pasang di bawah kursi. Gio mengemudi, matanya tidak hanya fokus pada jalan, tetapi juga pada serangkaian data anomali yang ia pantau melalui ponsel modifikasinya yang diletakkan di dasbor. "Profesor Bayu akan mengajar kelas Pengantar Kode Etik di Universitas Nusa Tenggara," Gio menjelaskan, suaranya tegang. "Itu adalah lokasi yang paling netral. Kita harus berbaur dengan mahasiswa. Kita harus meyakinkan dia untuk tidak hanya melihat tablet itu sebagai data Witech, tetapi sebagai senjata yang akan menghancur
Última atualização: 2026-01-24
Chapter: Bab 23 Flashback “kecelakaan” Hendrawan(ketika sebuah pembunuhan disamarkan sebagai statistik, dan kebenaran dipendam selama sepuluh tahun)Kabut pagi di Rinjani tidak turun – ia merayap.Ia menyusup perlahan dari sela pepohonan, menempel di dinding motel, meresap ke poro-pori kulit, membuat udara terasa basah dan berat. Matahari belum benar-benar terbit, hanya menyisakan cahaya abu-abu yang membuat segala sesuatu tampak seperti dunia yang belum selesai diciptakan.Aku duduk di lantai kamar motel, punggung bersandar pada dinding dingin. Tablet terenkripsi itu berada di dalam brankas portabel berlapis timah, terkunci rapat seperti rahasia yang menolak untuk dibuka. USB drive ayahku sudah disalin Gio, tetapi salinannya terasa seperti bayangan – tanpa makna sebelum kami memahami keseluruhan ceritanya.Gio berdiri di dekat jendela, tirainya sedikit terbuka. Tangannya memegang ponsel terenkripsi, matanya waspada. Di layar laptop, wajah Baskara muncul -diam, kaku, seperti seseorang yang telah terlalu lama hidup bersama hantu.Ke
Última atualização: 2025-12-24
Chapter: BAB 22 – Sisi Gelap Witech Corp
(Malam sebelum pertemuan dengan profesor bayu – ketika Witech berhenti menjadi perusahaan, dan menjadi mesin penakluk)Motel itu berdiri seperti bangunan yang lupa mati.Lampu neon di atas papan namanya berkedip pelan, memantulkan cahaya kehijauan ke genangan air di aspal. Udara di sekitarnya bau lembap, campuran jamur, karpet tua, dan asap kendaraan yang jarang lewat. Tidak ada kamera keamanan yang berfungsi. Tidak ada resepsionis setelah tengah malam. Tempat ini terlalu buruk untuk di curigai -dan itulah sebabnya Gio memilihnya.Kami masuk tanpa bicara. Gio langsung bergerak begitu pintu tertutup. Tangannya cekatan, efisien seperti seseorang yang sudah terlalu sering melakukan ini untuk ,asih merasakan gugup. Ia mengeluarkan perangkat kecil dari ranselnya -jammer sinyal berbentuk cakram pipih- lalu menempelkannya di dinding dekat jendela. “Radius tiga puluh meter,” katanya tanpa menoleh. “Cukup untuk membuat kita buta dari luar,”Aku memperhatikan setiap gerakannya sambil duduk di tepi ranjang. Kasurnya berderit pelan di bawah berat tubuhku. Spreinya terasa kasar, seperti tidak benar-benar bersih.
Última atualização: 2025-12-20
Chapter: BAB 21 – Identifikasi Tirtayasa sebagai Pengendali
(Flashback penuh ketika Raina mengingat identitas sebenarnya Tirtayasa—dalam perjalanan menuju Profesor Bayu)Mobil yang dikendarai Gio berbelok perlahan dan mulai menanjak melewati jalan sempit menuju area perbukitan. Kabut Rinjani semakin padat, memeluk mobil seperti tirai putih yang bergerak dengan napas hutan. Lampu depan menabrak gumpalan kabut itu, membuat dunia seolah surut hanya beberapa meter ke depan. Gio menurunkan kecepatan. “Kita semakin dekat dengan kompleks lama fakultas teknik,” katanya tanpa menoleh. “Menurut peta yang Bas berikan, tempat Profesor Bayu tinggal ada di wilayah kampus yang sudah tidak dipakai.”Aku mendengarnya. Tapi pikiranku tidak benar-benar berada di kursi penumpang mobil itu.Pikiranku sudah kembali ke malam itu.Malam ketika semua titik terang menyatu.Malam ketika ketakutan ayahku akhirnya diberi nama. Tirtayasa.Dan di baliknya – sesuatu yang lebih gelap, lebih besar, lebih sunyi. Raka D.Ingatan itu kembali bukan sebagai potongan-potongan acak, tetapi sebagai film penuh yang diputar ulang tanpa izin. FLASHBACK – MALAM ITU, DETIK – DETIK SETELAH AYAH
Última atualização: 2025-12-15